Aku menarik kepalaku perlahan karena tidak kunjung mendapat balasan dari Samuel. Namun, baru beberapa sentimeter wajahku menjauh, tangan Samuel tiba-tiba menyambar tengkuk leherku. Ia menarikku kembali dengan sentakan kuat, lalu langsung membungkam bibirku dengan ciuman yang penuh nafsu dan memburu.Dalam hati, aku bersorak penuh kemenangan. Aku tidak tinggal diam, kubalas ciuman Samuel dengan gairah yang tak kalah membara. Aku melumat bibirnya, menuntut lebih, sementara tanganku mulai bermain di sela-sela rambutnya. Ini adalah respons yang sangat kunantikan.Ciuman itu terlepas dengan napas yang sama-sama memburu. Namun, saat aku menatap matanya, sorot itu kembali mendingin dan datar, seolah gairah tadi hanyalah ilusi sesaat.“Pergi…” desisnya rendah.Mendengar pengusiran itu, aku menatapnya heran. Bagaimana bisa, setelah ciuman sepanas itu, aku langsung diusir begitu saja? Harusnya Samuel bertanggung jawab. Aku merasakan gejolak lain di dalam dadaku, aku menginginkan lebih dari seka
Last Updated : 2026-05-12 Read more