Chapter: 05. Perburuan di Hutan TerlarangKabut beracun yang tebal seperti beludru kelabu menyelimuti hutan terlarang itu. Napas Nayra terasa seperti menelan serpihan kaca. Setiap hirupan memberikan rasa terbakar yang samar di paru-parunya. Tangannya yang gemetar menggenggam erat gagang belati pemberian Kael—sebilah senjata dingin yang terlihat terlalu kecil untuk menghadapi ancaman apa pun di rimba terkutuk ini."Ingat, Nayra," suara Kael memantul di ingatannya, sedingin es yang baru saja membeku di sungai. "Jika kau tidak bisa mengurus dirimu sendiri, jangan repot-repot kembali. Aku tidak menyimpan 'barang' rusak di istanaku."Kael sendiri berdiri tenang di atas dahan pohon ek tua yang tingginya mencapai sepuluh meter. Ia tampak seperti ksatria maut yang hanya menonton sandiwara murah dari kejauhan. Tak ada empati, tak ada niat membantu. Matanya yang gelap memandang ke bawah, menunggu pertunjukan darah dimulai.Sebuah geraman rendah, yang vibrasinya menggetarkan tanah di bawah kaki Nayra, terdengar dari semak-semak yang gel
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: 04. Rahasia Gaun Merah yang RobekLangkah kaki Nayra senyap saat ia menyusuri Sayap Barat istana. Bau apak kayu tua dan aroma debu yang menggantung di udara menusuk indra penciumannya. Hari ini, istana terasa anehnya sepi; kabarnya, Kael Varyn sedang mengadakan pertemuan tertutup dengan para Tetua Iblis di aula dimensi lain, membiarkan pertahanan istana sedikit longgar.Ini adalah kesempatannya. Nayra masih mengenakan gaun merah yang telah diperbaiki seadanya, meski noda robekan di bahunya tetap menjadi pengingat permanen akan malam pertamanya di sini. Ia teringat kata-kata sistem bahwa gaun ini—gaun yang ia kenakan saat pertama kali terbangun di altar—bukanlah sekadar kain biasa. Ia tiba di depan pintu kayu jati yang kokoh dengan ukiran gagak bermata kristal merah. Pintu itu sedikit terbuka, mengundang rasa ingin tahu yang tak bisa dibendung. Begitu ia mendorongnya masuk, hawa dingin yang jauh lebih menusuk dari koridor istana langsung menerjang kulitnya.Ruangan itu luas, sebuah kamar raksasa yang seolah membeku d
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: 03. Taruhan Nyawa di Atas Meja MakanCahaya pucat fajar menembus celah-celah sempit jendela kastel, tapi tidak membawa kehangatan sama sekali. Di dalam kamar luas yang terasa lebih seperti kuburan mewah, Nayra masih merasakan sisa denyut adrenalin dari malam tadi. Cengkeraman Kael pada tangannya mungkin sudah lepas secara fisik, tapi rasa dingin yang merambat ke tulangnya seolah menolak untuk pergi. Ia menatap telapak tangannya sendiri yang masih berbekas noda merah kering—darah sang Demon Lord."Cepat bangun, Nona. Tuan Besar tidak suka menunggu." Suara itu datang dari arah pintu yang tiba-tiba terbuka tanpa ketukan. Zarek berdiri di sana. Sosoknya mirip pelayan tua dari zaman kuno yang diawetkan dalam balutan jubah hitam kelabu. Wajahnya datar, seolah seluruh emosinya telah dikuras habis ribuan tahun lalu. Matanya menatap Nayra dengan kejijikan yang tersembunyi dengan sangat buruk di balik tata krama palsu. Nayra mendengus, berusaha bangkit sambil merapikan gaun pengantin merahnya yang menyedihkan. Robekan di bagian
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: 02. Suara di Dalam KepalaPintu batu itu tertutup rapat, menyisakan Nayra dalam keheningan yang menyesakkan di dalam kamar pengantin yang lebih mirip ruang penyiksaan mewah. Langit-langitnya tinggi, dihiasi ukiran makhluk mitologi yang tampak seolah sedang menatapnya dengan penuh kebencian. Nayra terhuyung ke arah tempat tidur berbalut sutra hitam yang dingin, lututnya lemas. System Warning: Vitalitas menurun. Asupan energi diperlukan.Suara itu lagi. Suara mekanis yang tanpa nada, tanpa jiwa, tetapi kini terdengar seperti belati yang mengiris saraf otaknya."Tutup mulutmu," desis Nayra sambil mencengkeram kepalanya yang berdenyut hebat. Di hadapan pandangannya, layar transparan berpendar kebiruan muncul, memancarkan informasi yang membuat Nayra ingin sekali menjerit. [User: Nayra][Status: Terancam][Intimacy Level: 0][Misi 2: Sentuhan Kedekatan. Berikan kontak kulit minimal 10 detik kepada target (Kael Varyn). Durasi: 2 jam.][Peringatan: Gagal melakukan misi akan memicu hukuman fisik tingkat satu: senga
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: 01. Ujung Pedang di Malam PengantinCahaya obor yang menari-nari di dinding batu altar membiaskan bayangan yang panjang dan menakutkan. Aroma dupa yang menusuk hidung, bercampur dengan bau besi berkarat, membuat Nayra terbatuk kecil saat kesadarannya menghantam secara paksa. Kepalanya terasa seperti dibelah dua. Kenangan-kenangan asing menyerbu benaknya: kehidupan seorang gadis malang, pernikahan politik, pengkhianatan, dan sebuah kematian dingin di atas lantai marmer. Sekarang, ia ada di sini. Di tempat ini.Nayra tersentak. Ia mencoba menggerakkan lengannya, namun kain kasar yang mengikat pergelangan tangannya di altar batu itu menahannya. Gaun pengantin merah yang ia kenakan kini sudah robek di sana-sini, memamerkan bahu kirinya yang terasa perih. Sesuatu yang ganjil terasa di sana—sebuah pola panas yang berdenyut seirama detak jantungnya. Tanda iblis."Bangun juga akhirnya," sebuah suara bariton yang berat dan sedingin es membelah kesunyian ruangan.Nayra mendongak. Di hadapannya, seorang pria berdiri tegak seperti
Last Updated: 2026-04-30