Home / Romansa / Istri Kesayangan Tuan Muda / Terikat Dengan Wanita Itu

Share

Terikat Dengan Wanita Itu

Author: Si Nicegirl
last update Last Updated: 2024-11-03 20:50:49

Elrick membanting pintu Penthousenya hingga membentur dinding, dan menyebabkan suara benturan keras yang menggelegar sampai ke balkon samping kolam renang, tempat Jack sedang bersantai sambil menyesap secangkir Americanonya.

Dengan tergopoh-gopoh Jack langsung menghampiri Elrick, dan mengambil tas kerjanya dari tangannya,

"Bagaimana interviewnya, Tuan?" tanya Jack.

"Bagus yaa kau bisa duduk santai, sementara saya harus bekerja!" geram Elrick sambil membanting jasnya ke lantai.

Jack memilih untuk diam, kemudian menunduk untuk mengambil jas itu dari lantai dan memindahkannya ke rak baju kotor, karena dalam keadaan bossnya yang seperti ini, mau beralasan apapun Jack akan tetap salah, dan ujung-ujungnya gajinya akan di potong lagi.

"Ambilkan aku champagne!" seru Elrick sambil menggulung lengan kemejanya, dan menjatuhkan dirinya di atas sofa.

"Tapi anda belum makan, Tuan."

"Ambilkan saja cepat! Atau..."

"Baik, Tuan," sela Jack sebelum Elrick mengatakan akan memotong gajinya lagi, dan Jack langsung bergegas ke mini bar.

Tidak lama kemudian Jack kembali dengan sebotol champagne, dan gelas flute, lalu meletakkannya di atas meja.

"Selama ini tidak ada yang berani memberi saya perintah! Tapi wanita sialan itu berkali-kali memerintah saya! Bahkan dia mengatur cara saya mengetuk pintu! Dua satu Dua! Cih, memangnya saya Wiro Sableng!" gerutu Elrick kesal.

"Dua satu dua? Maksudnya?" tanya Jack sambil mengerutkan keningnya dengan bingung.

"Mulai besok, setiap kali saya mau masuk ke ruangan wanita itu, saya harus mengetuk pintu dulu dengan dua kali ketukan, lalu jeda sebentar sebelum mengetuk satu kali, dan jeda lagi baru mengetuk dua kali. Itu kode saya untuknya! Bisa kau bayangkan Jack? Ini memalukan sekali!"

Jack berusaha sekuat tenaga untuk tidak menyemburkan tawanya. Bagaimana tidak? Elrick adalah salah satu pria terkuat di Benua Eropa, yang pandangannya banyak di dengar oleh media, politikus dan selebriti, serta tidak ada satupun stasiun televisi yang tidak pernah mengundangnya.

Dan semua media massa baik cetak maupun elektronik pernah memuat profilenya, serta semua pintu terbuka untuknya. Tapi kali ini ia harus mengetuk pintu dulu sebelum masuk, dengan kode pula. Ya, Jack paham betul kenapa bossnya bisa seemosi ini sekarang, harga dirinya benar-benar sudah terinjak-injak.

Mungkin ada bagusnya juga seperti ini, supaya pria yang sangat berkuasa dan arogan ini, kembali menjejakkan kakinya di bumi.

"Anda harus bersabar, Tuan. Ingat tujuan anda menyamar, jangan sampai membuatnya curiga dan rencana kita akan gagal total," ujar Jack berusaha menenangkan bossnya.

"Dan wanita itu menyuruh saya menyerahkan data-data saya ke bagian HRD! Kau bisa bayangkan Jack? Mr. Rick mendatangi bagian HRD. Itu bisa menjadi tajuk utama media massa pastinya! Harga diri saya sudah tidak bisa di selamatkan lagi!" gerutu Elrick.

'Tuan, anda baru memulainya sehari, dan gerutuan anda sudah sepanjang itu. Bagaimana kalau anda sudah mulai sepenuhnya melakukan tugas anda sebagai Personal Assistant, yang tugasnya tidak pernah ada habisnya itu. Geruruan anda pasti akan sepanjang jalur rel kereta api!' gumam Jack dalam hati.

Elrick menuang champagne ke gelas flutenya dengan hati-hati, supaya tidak menghilangkan rasa bergelembung yang menjadi ciri khas minuman ini. Lalu memegang gagang gelas flute itu sebelum meminumnya dengan sama pelannya seperti saat menuangnya tadi.

"Apa kita bayar orang saja untuk menculik anak itu, dan langsung melakukan tes DNA? Jadi saya tidak perlu repot-repot menyamar segala! Buang-buang waktu saja. Kalau hasilnya dia memang anak saya, kita bisa langsung membawanya ke Amsterdam!" saran Elrick sambil melepas kacamatanya, dan mengusap hidungnya tempat kacamata tadi bertengger.

"Jangankan menculiknya, Tuan. Berdiri satu meter dari anak itu saja sulit, terlalu banyak bodyguard yang menjaganya. Mereka melakukan penjagaan ketat seperti itu, karena dulu Nona Aliana dan sepupunya nyaris di culik. Dan ingat, ini bukan Amsterdam!" seru Jack, nada skeptis dalam suaranya membuat Elrick bertambah kesal.

"Wanita itu pernah diculik? Kapan?"

"Bukan pernah diculik, Tuan. Tapi nyaris diculik," ralat Jack,  "Saat berusia empat tahun. Tapi Nona Aliana dan sepupunya itu berhasil melumpuhkan penculik itu," lanjutnya.

"Gadis sekecil itu bisa melumpuhkan penculiknya? Bagaimana bisa?" tanya Elrick dengan nada tidak percaya.

"Dengan menendang junior penculik itu, dan memukulinya dengan apapun yang mereka temukan di kamar mandi sekolahnya. Dan kehebohan mereka membuat para bodyguardnya menemukan mereka, dan akhirnya membekuk penculik itu," jawab Jack, dan Elrick langsung meringis membayangkan junior penculik itu di tendang.

"Kembali lagi ke penyamaran saya? Kenapa bukan kau saja yang menyamar? Personal Assistant itu kan sesuai dengan job deskmu! Bahkan kau jauh lebih berpengalaman dibanding Personal Assistant lainnya."

"Apa Tuan lupa, kalau Tuan sendirilah yang menawarkan diri untuk menyamar?" tanya Jack yang langsung mendapatkan tatapan menusuk dari Elrick.

Jack langsung menampar mulutnya sendiri, ia melupakan satu hal yang tidak boleh dibahas ke bossnya, yaitu mengungkit kesalahan yang sudah di lakukan bossnya itu,   "Ya Tuhan! Alamat potong gaji lagi ini!" erang Jack dalam hati.

Seperti mendengat erangan Jack, Elrick berkata dengan tegas,  "Saya tidak akan memotong gajimu kali ini, tapi kau harus melakukan satu hal untuk saya."

Jack kembali bersemangat,  "Saya harus melakukan apa, Tuan?"

"Cari semua informasi tentang intovert, dan cara menghadapinya. Besok pagi kau harus sudah menyerahkannya ke saya. Dan mulai besok, kau harus ikut saya ke kantor itu!"  tegas Elrick.

"Untuk apa saya ke kantor itu, Tuan?"

"Untuk menjadi baby sitter Presdir itu! Ya untuk mengantar jemput saya! Saya tidak akan membiarkan kau berleha-leha di sini, sementara saya bekerja."

"Baik, Tuan."

Elrick berdiri kemudian merenggangkan otot-ototnya,  "Ya sudah, siapkan makan malam saya mau mandi dulu!" serunya sebelum beranjak ke kamarnya.

Di kamar inilah wanita itu kehilangan mahkotanya, yang di tembus Elrick dengan cepat hingga membuat wanita itu menjerit kesakitan, dan menancapkan kuku-kuku tangannya di lengan Elrick.

Siapa yang akan menyangka kalau wanita itu masih suci, karena wanita itu berada di club yang tidak akan dimasuki oleh wanita baik-baik, kecuali bersama pasangannya.

Kalau Elrick tahu wanita itu masih suci, ia mungkin akan melakukannya dengan perlahan-lahan, atau mungkin juga ia akan membantu wanita itu dengan cara lain, dan mahkotanya akan tetap terjaga.

Tapi malam itu adalah malam yang luar biasa untuknya. Seumur-umur Elrick tidak pernah melakukannya secara marathon seperti itu, dan anehnya staminanya seperti tidak ada habisnya, bahkan Elrick masih bersemangat dan juniornya masih terus on saat wanita itu kelelahan dan tertidur.

Pagi harinya, wanita itu meninggalkan Penthousenya saat Elrick sedang mandi, tanpa ada satu pesan pun yang wanita itu tinggalkan untuknya, selain bercak darah di atas seprai yang membuktikan bahwa wanita itu benar-benar masih suci.

Ada keinginan besar di dalam dirinya untuk segera mencari tahu siapa wanita itu, dia satu-satunya wanita yang meninggalkan Elrick saat Elrick belum selesai dengannya, dan itu membuat harga diri Elrick terluka.

Tapi karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskannya segera sampai di Amsterdam, membuat Elrick menunda mencari wanita itu, dan sejak tiba kembali di negaranya, kesibukan demi kesibukan menyita begitu banyak waktunya, hingga wanita itu terlupakan.

Ingatan tentang wanita itu kembali lagi saat Elrick mengalami apa yang seharusnya wanita alami saat hamil. Tujuh bulan yang teramat menyiksa hidup Elrick, tiada hari ia lewati tanpa mual dan muntah, bahkan lebih parah dari wanita yang sedang hamil.

Elrick sampai berpikir, mungkin itu adalah cara Tuhan menghukumnya, karena sudah merenggut kehormatan seorang gadis, walaupun gadis itu sendiri yang mendatanginya, dan meminta pertolongannya.

Dan yang lebih mengherankan lagi, Sejak malam itu Elrick tidak ada keinginan sama sekali untuk bercinta dengan wanita lain. Sudah empat tahun ini Elrick hidup selibat, semua karena wanita itu.

Sejak malam itu, hidup Elrick seperti sudah terikat dengan wanita itu, yang sekarang menjadi ibu dari anaknya. Kalau ternyata anak itu benar anak mereka, Elrick tidak akan pernah melepas wanita itu dan juga anaknya.

Dan Elrick sudah bertekad akan menyulik mereka, kalau sampai wanita itu menolak untuk bekerjasama.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Kesayangan Tuan Muda   S2 - Rahasia Yang Terungkap (Tamat)

    Dengan perasaan tidak tenang, Leuis berjalan hilir-mudik di depan pintu kamar daddy Elrick dan mommy Aliana, ia harus menjelaskan semua yang mengganjal di dalam dirinya pada orang tua angkatnya itu. Tidak ada yang perlu ia takutkan lagi saat ini karena Leia kini telah resmi menjadi istrinya. Jadi apapun resiko yang akan ia terima nantinya ia akan menerimanya. Setelah membulatkan tekadnya, Leuis berniat mengetuk pintu kamar orangtuanya itu, tapi tangannya tertahan di udara karena pintu itu telah terbuka terlebih dahulu, "Leuis, ada yang ingin kau bicarakan?" tanya daddy Elrick dengan mommy Aliana yang berada di sisinya dengan lengan daddy Elrick yang merangkul pinggangnya, "Ya, Dad ... Apa aku bisa meminta waktu kalian sebentar?" "Ok, masuklah!" seru daddy Elrick sambil membuka lebar pintu kamarnya. Leuis membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu tapi menutupnya lagi. Setelah sekian lama terdiam di bawah tatapan penuh tanda tanya daddy Elrick dan mommy Aliana ia pun kembal

  • Istri Kesayangan Tuan Muda   S2 - Kebohongan Leon

    "Ya Tuhan, sebenarnya kamu dan Leon telah melewati malam pertama kalian atau belum sih? Karena saat pertama untuk wanita pasti akan mengeluarkan darah, dan juga rasa sakit setelah melakukannya. Bahkan aku masih merasa nyeri hingga saat ini," jelas Leia."Benarkah?" Aletta berpaling menatap Leon yang tengah asik berbincang dengan Axel dan Dritan, kenapa ia tidak merasakan itu semua? Kenapa tidak ada darah di atas sprei mereka? Apa sebenarnya mereka tidak pernah melakukannya?"Apa memang seharusnya aku mengeluarkan darah?" tanya Aletta lirih."Well, memang ada beberapa wanita dengan satu dan lain alasan tidak mengeluarkan darah saat selaput darahnya sobek. Tapi semuanya pasti akan merasakan sakit saat melakukannya untuk pertama kalinya. Seluruh badanmu akan terasa remuk, seperti kamu telah bekerja kefas selama satu hari penuh," jawab Leia.Ia memberengut kesal sebelum melanjutkan,"Padahal, Leuis sudah melakukannya dengan sangat lembut. Tapi tetap saja aku merasa sakit juga. Rasanya mi

  • Istri Kesayangan Tuan Muda   S2 - Sakit Untuk Pertama Kali

    "Maaf kami telat!" seru Leon yang melangkah ke arah keluarganya yang sudah berkumpul untuk makan siang bersama sambil menggandeng Aletta. Mommy Aliana yang melihat kedatangan putranya itu tersenyum lembut menyambutnya, "Wajar, pengantin baru. Kalian pasti enggan kan meninggalkan tempat tidur kalian?" "Ah, Mommy memang pengertian sekali," kekeh Leon sambil mencium pipi kanan dan kiri mommy Aliana sebelum beralih memeluk daddy Elrick. Aletta pun turut serta mencium pipi kanan dan kiri mommy Aliana, lalu memeluk daddy Elrick dan menyapa yang lainnya sebelum duduk di samping Leia. "Nah, karena semua sudah berkumpul, kita bisa mulai makan siangnya, silahkan dinikmati!" seru daddy Elrick. Semua anak, menantu, sepupu dan juga keponakannya mulai menikmati hidangan makan siang di restoran mewah itu, yang sengaja daddy booking khusus untuk acara keluarga mereka saja. "jadi, apa kamu mau menetap di Paris atau memboyong Aletta ke sini, Leon?" tanya mommy Aliana. "Kami belum memutuskan ba

  • Istri Kesayangan Tuan Muda   S2 - Percaya Diri Sekali Kamu

    Sebenarnya rasa kantuk masih sangat menguasai Leia, tapi ia memaksakan diri membuka kedua matanya yang masih terasa berat saat merasakan belaian halus punggung tangan seseorang di pipinya, yang ternyata adalah punggung tangan Leuis. Leia tersenyum lembut pada suaminya itu sebelum kembali menutup kedua matanya, dan baru saja akan kembali lagi ke alam mimpinya ketika terdengar suara serak Leuis, "Sudah siang, Sayang. Mau sampai jam berapa kamu tidur?" tanyanya. "Aku lelah sekali, Leuis," desah Leia masih tidak mau membuka kedua matanya yang masih terasa berat, belum lagi rasa pegal di seluruh tubuhnya terutama di area pangkal pahanya. "Apa aku yang membuatmu lelah?" Perlahan kedua mata leia membuka, ia kembali tersenyum pada Leuis, "apa kamu sudah bangun sejak tadi?" tanyanya sebelum menguap lebar. "Ya," jawab Leuis. "Kamu saja yang sudah bangun sejak tadi masih santai di tempat tidur, jadi biarkan aku tidur dulu ya," pinta Leia. "Karena aku terlalu senang ketika perta

  • Istri Kesayangan Tuan Muda   S2 - Malam Pertama Part 2

    'Keluarkan saja, Sayang, jangan ditahan-tahan," bisik Leuis yang berusaha menahan gairahnya sendiri. Ia harus membuat Leia sampai puncaknya lebih dulu untuk melancarkan dirinya saat akan menembus milik wanita itu nantinya. Dan tidak lama kemudian Leia meneriakkan namanya saat wanita itu telah mencapai puncaknya, Leuis pun menangkup wajah Leia, "Tahan sebentar, Sayang. Aku akan masuk sekarang ... " Seketika itu juga Leia yang telah kembali menjejak bumi menjadi panik, tubuhnya seketika menegang, "A ... Aku takut!" ia mulai mendorong Leuis meski tanpa hasil. "Apa yang kamu takutkan?" tanya Leuis, gairahnya sudah berada di ujung tanduk, tapi Leia malah terus berusaha mendorongnya. "Aku takut tidak muat," jawab Leia sambil terus mendorong Leuis. "Sstt Leia, tatap mataku!" "Apa kamu percaya padaku?" tanya Leuis saat mata mereka telah terkunci. "Iya, tapi ... " "Awalnya memang akan terasa sakit, tapi rasa sakitnya tidak akan sesakit jarimu teriris pisau, Sayang." "Aku

  • Istri Kesayangan Tuan Muda   S2 - Malam Pertama Part 1

    "Eitss ... Mau ke mana buru-buru sekali?" tanya Axel mencegah Leia dan Leuis yang sedang menuju lift yang akan membawa mereka ke kamar mereka. "Tentu saja melakukan malam pertama kami!" jawab Leia tanpa malu-malu lagi, tapi segera menggigit lidahnya saat melihat siapa yang berada di belakang Axel, tante Keizaa dan om Alson yang tengah mengapit putri mereka, Alexa, sementara Alarik yang beberapa bulan lebih tua dari Leia melangkah di belakang mereka, "Astaga, tamu masih banyak, kenapa tidak bersabar dulu?" keluh tante Keizaa, kulit putih bersihnya yang tanpa noda itu menurun pada putri satu-satunya, Alexa. "Biarlah, Snow ... Melarangnya sama dengan melarang Eomma, tidak akan bisa," kekeh om Alson. Ini bukan kali pertama omnya itu menyamakan Leia dengan oma Sonya. Tidak ada satupun anak oma Sonya yang mengambil sifat bar-barnya, sifatnya itu malah menurun pada cucunya, Leia. Sementara sifat dingin dan cuek opa Alex menurun pada cucunya juga, Alarik. Pria itu seperti memiliki d

  • Istri Kesayangan Tuan Muda   S2 - Pernikahan

    Leia dan Aletta terlihat sangat menawan dengan gaun pengantin yang dirancang oleh desainer ternama secara khusus untuk mereka berdua, yang nampak berkilau layaknya taburan permata di seluruh gaun berwarna putih itu. Sementara kedua pria yang kini telah resmi menjadi suami mereka berdiri di samping mereka dengan gaya posesif, seolah melindungi wanita mereka yang terlihat begitu cantik dari siapapun yang ingin merebutnya. Dan sang desainer yang turut serta menghadiri hari yang sangat istimewa itu nampak berkaca-kaca. Siapa yang tidak akan bangga jika hasil rancangannya dipakai oleh cucu dan cucu menantu keluarga Adipramana. Bahkan desainer lainnya merasa iri dengan keberuntungannya itu. Karena pernikahan itu akan ditayangkan secara live di berbagai stasiun televisi lokal, dan headline berita kini dipenuhi dengan pernikahan pewaris keluarga ternama itu. Adik dan kakak menikah secara bersamaan? Siapa yang tidak akan tertarik dengan berita semacam itu? Dan terutama Leon sang casa

  • Istri Kesayangan Tuan Muda   S2 - Aku Menginginkannya Sekarang

    Leia baru saja selesai mengeringkan rambutnya ketika belnya berbunyi. Ia melirik tablet yang terpasang di dinding yang menampilkan wajah Leuis di depan pintu unitnya, Leia pun menekan tombol untuk bicara, "Masuk saja, Leuis. Passwordnya masih sama dengan yang sebelumnya!" serunya. Sejurus kemudian pintu unitnya terbuka, sambil tersenyum lembut Leuis mendekatinya dan memeluknya dari belakang, "Aku merindukanmu ... " ucapannya sama lembutnya dengan tatapan matanya yang terpantul di cermin rias Leia, hingga kedua mata mereka saling mengunci, "Baru juga semalam kita ketemu." "Sejam berpisah denganmu pun aku sudah merindukanmu, Sayang." Leia membalik badannya hingga ia bisa menatap wajah Leuis, lalu melingkarkan lengannya di leher calon suaminya itu, "Kenapa kamu sekarang jadi sering ngegombal begitu sih?" tanyanya. "Ummm, mungkin karena sekarang aku telah merasakan kelegaan yang luar biasa, karena pada akhirnya aku dapat mengungkapkan semua perasaanku padamu, perasaan yang telah

  • Istri Kesayangan Tuan Muda   S2 - Tidak Pernah Setakut Ini

    "Wah, aku tidak menyangka kau bisa bersikap seromantis itu, Leuis!" seru Leon sambil menepuk pundak Leuis.Leon menarik Leia lebih merapat padanya, "Demi wanita yang sangat aku cintai ini, sudah pasti aku akan melakukan apapun meski diluar kebiasaanku.""Kalian akan tinggal di mana setelah menikah nanti?" tanya Aletta.Alih-alih menjawab Aletta, Leuis malah balik bertanya pada Leia,"Kamu mau tinggal di mana, Sayang?" "Aku akan tinggal dimanapun kamu akan tinggal, Leuis ... " jawab Leia sambil tersenyum menggoda."Jangan tersenyum seperti itu, kalau kamu tidak mau aku melahapmu di sini," bisik Leuis yang langsung mendapatkan sikutan Leia ke pinggangnya."Kenapa kau tiba-tiba bisa berubah sedrastis itu, Leuis? Awalnya kau mati-matian menolak menikahi Leia, bahkan tidak segan-segan membandingkan adikku itu dengan mantan wanitamu," cecar Leon memutuskan kongtak mata Leia dan Leuis.Sambil mendesah pelan, Leia ber

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status