로그인"Dimas, satu bulan saja .... Biarkan aku benar-benar merasakan rasanya menjadi istrimu ..." Itu adalah permintaan sederhana yang terdengar seperti jeritan terakhir seorang wanita yang patah hati. Namun, bagi Anisa Kumala, itu adalah harga dirinya, harga yang dia minta atas cinta yang telah dia berikan, tetapi tak pernah sekalipun dia terima. Sejak awal, dia tahu, pernikahan mereka tak pernah dilandaskan cinta. Dimas Cokro menikahinya hanya sebatas bentuk tanggung jawab, karena dia ditekan oleh neneknya. Tak ada pelukan hangat, tak ada tatapan penuh kasih .... Yang ada hanyalah sikap dingin dan rumah kosong yang tak pernah terasa seperti rumah. Meski begitu, Anisa tetap bertahan. Dia berusaha menjadi istri yang baik, berharap bahwa suatu hari, hati Dimas mungkin akan luluh. Namun, nyatanya harapan itu dihancurkan oleh pengkhianatan. Dimas ingin menikahi wanita lain, wanita yang benar-benar dia cintai. Dengan atau tanpa persetujuan Anisa. Seluruh keluarganya mendukung keputusan itu. Dengan hati yang hancur dan harapan yang sirna, Anisa mengajukan satu permintaan terakhirnya. Satu bulan dicintai sebagai seorang istri, istri yang sesungguhnya. Satu bulan ... sebelum dia benar-benar pergi. Dimas menganggapnya sebagai langkah putus asa, bahkan terkesan menyedihkan. Namun, satu bulan itu mengubah segalanya. Cara Anisa tersenyum, cara dia mencintai dengan sepenuh hati, bahkan cara dia pergi .... Semua itu meninggalkan sesuatu yang bersemayam di hati Dimas. Hingga akhirnya, Dimas merasa kehilangan arah. Ketika cinta yang tak pernah dia sadari akhirnya menampakkan diri .... Apakah semuanya sudah terlambat? Haruskah dia melawan semuanya, demi satu kesempatan lagi?
더 보기"Sialan!" Selly mengayunkan tangan dan langsung menyapu meja rias di depannya.Sebotol parfum jatuh dan pecah. Aroma tajamnya menyebar ke seluruh lantai. Dia melempar bantal, selimut, dan guling ke sudut-sudut ruangan, lalu meraih sandaran kursi dan nyaris melemparkannya ke dinding."Nggak masuk akal!" makinya dengan keras. "Gadis itu benar-benar berani melawanku."Dia tiba-tiba berhenti dan menatap bayangannya sendiri di cermin. Wajahnya memerah, tatapannya liar. Sesaat, dia bahkan tampak seperti orang asing bagi dirinya sendiri. Namun, bukannya menyadarkan dirinya, pemandangan itu justru semakin menyulut amarahnya.Terdengar ketukan pelan di pintu."Nona Selly?" Suara seorang pelayan terdengar ragu-ragu.Tanpa menunggu jawaban, pintu terbuka sedikit. Pelayan itu masuk sambil membawa nampan di tangannya. Seketika, dia terdiam. Matanya membelalak melihat botol yang pecah di lantai, bantal-bantal yang berserakan di mana-mana, serta Selly yang berdiri di sana sambil terengah-engah."Ini
Sementara itu, Eli berjalan dengan kepala sedikit tertunduk. Kedua tangannya saling meremas untuk menenangkan kegugupannya. Air mata berkilauan di sudut matanya, nyaris tak tertahankan.Dia tidak mengerti bagaimana pagi yang seharusnya berlalu dengan tenang justru berakhir menjadi sesuatu yang begitu pahit dan kacau.Berbeda dengan Eli yang tenggelam dalam rasa bersalah, Selly terus mengomel tanpa henti saat mereka berjalan menuju area kamar. Dia kembali mengumpat pelan. Setiap hinaan ditujukan kepada Anisa."Wanita nggak tahu malu itu berani memperlakukanku seperti itu! Seolah-olah statusnya lebih tinggi dariku," geram Selly. "Status kami di sini sama. Kami sama-sama punya anak dari Kelvin!"Dia mengentakkan kakinya. Wajahnya memerah menahan amarah."Nggak. Aku nggak akan menerima ini. Aku nggak mau diperlakukan seperti ini," kata Selly dengan tajam, lalu mendadak berhenti. "Aku harus membalasnya."Eli yang berjalan di belakangnya langsung tertegun. "Ibu?"Keterkejutannya semakin besa
Setelah tawa mereka mereda, Anisa kembali berbicara, "Ibu juga nggak suka apa yang dilakukan Selly. Cara dia berbicara, cara dia menempatkan dirinya, semuanya nggak bisa diterima. Tapi kita nggak bisa melawan keributan dengan membuat keributan yang lebih besar."Jevan mengangguk perlahan, meski perasaannya belum sepenuhnya tenang.Sesaat kemudian, terdengar suara langkah kaki ringan dari lorong. Grace muncul. Rambutnya masih basah. Dia mengenakan sweter tipis dan celana santai. Wajahnya cerah, matanya berbinar.Seorang pelayan berjalan di belakangnya, berulang kali mengingatkan anak itu untuk berhati-hati saat melangkah."Ibu!" panggil Grace dengan ceria. "Aku sudah selesai berenang."Anisa langsung tersenyum lebar dan merentangkan kedua tangannya. Grace berlari kecil menghampiri, lalu memeluknya erat-erat."Bukankah airnya lebih dingin kalau pagi?" tanya Anisa sambil mengusap rambut putrinya yang masih setengah basah."Sedikit," jawab Grace sambil tertawa. "Tapi aku suka."Jevan juga
Pagi itu berjalan seperti biasanya, atau setidaknya begitulah yang terlihat.Riana kembali duduk di kursinya dengan tenang. Namun, siapa pun yang mengenalnya dengan baik pasti bisa melihat kenyataannya. Amarahnya sedang dipaksa tunduk oleh harga dirinya. Cangkir teh di hadapannya sudah dingin. Dia sama sekali tidak berniat menggantinya.Dia mengembuskan napas panjang berulang kali."Wanita itu sudah keterlaluan," ujar Riana akhirnya. Suaranya rendah, tetapi tajam. "Aku sudah menetapkan batasan. Aku sudah menjelaskan aturannya. Dia sengaja melanggarnya."Daniel tersenyum tipis. Dia bersandar di kursinya. Kedua tangannya saling bertaut di atas meja."Aku nggak nyangka dia akan seberani itu," akunya. "Bukan sekadar kurang ajar. Dia tahu persis kapan harus memancing emosi orang."Riana menoleh kepadanya. "Dia melakukannya di meja sarapan keluarga."Daniel mengangguk. "Dia sengaja."Jevan yang sejak tadi diam sambil perlahan mengaduk makanannya akhirnya mengangkat kepala."Aku nggak menyesa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰더 보기