共有

Gara-gara Kartu

作者: Aldra_12
last update 公開日: 2025-12-22 15:20:41

Arthur benar-benar terkejut melihat Kian yang duduk begitu dekat dengannya, sambil menatap dengan binar yang membuatnya tak mengerti.

Sesenang ini, Kian ditawari pekerjaan? Apa benar, sesulit ini mencari pekerjaan?

“Tapi, apa boleh begitu? Apa ini termasuk nepotisme?” Kian bertanya sambil mengedip-ngedipkan kelopak matanya beberapa kali.

Menyadari jarak mereka yang begitu dekat, kepala Arthur sedikit mundur, bahkan tanpa sadar dia meneguk ludah kasar menyadari gadis di depannya ini sangat … men
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
yg satu dingin satu'y lg ga tegaan...
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Dendam Hendra

    Di tempat persembunyian Hendra.Hendra duduk dengan satu kaki disilangkan.Telunjuknya mengetuk-ngetuk tepian kursi, matanya menyorot lurus ke depan.Dia baru saja mendapat kabar soal Arthur yang menggeledah rumahnya.Ternyata perkataan Anan benar, Arthur akhirnya tahu jika dialah yang membawa bayi Arthur.“Permainan ini akhirnya membosankan.” Bibir Hendra bergumam pelan.Hendra memejamkan mata, dia menarik napas dalam-dalam saat mengingat masa kecilnya.‘Kamu anak haram, sampai kapan pun kamu tidak akan pernah bisa diterima di keluarga Hadwin.’Suara Arron masih terngiang di telinganya, mencabik-cabik jantungnya.‘Kenapa kamu harus lahir? Kamu hanya bisa mempersulitku.’Keberadaannya hanya dianggap aib untuk Dimitri, walau pria itu tetap membesarkan dan mencukupi kebutuhannya secara diam-diam.‘Walau mengalir darah keluarga Hadwin. Dia hanya akan menjadi aib di keluarga ini. Demi melindungi nama baik keluarga, lebih baik dia tidak pernah tinggal di sini. Dan, kita anggap dia tak pern

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Masih Tak Menemukan

    Masih tidak ada jawaban yang ingin Arthur dengar.“Baiklah jika kalian ingin mengambil jalan yang sulit.” Telunjuk Arthur siap menarik pelatuk.“Ampun, Tuan.” Akhirnya salah satu pelayan bersujud di dekat kaki Arthur. “Kami tidak tahu ke mana Tuan pergi, beliau meninggalkan rumah sejak siang tadi.”Setelah pelayan tua ini bicara, pelayan lainnya ikut bicara.“Benar, Tuan. Tuan Hendra tidak mengatakan apa pun.”“Soal bayi yang Anda maksud, kami juga tidak pernah melihat. Tuan tidak pernah membawa bayi kemari, Anda bisa mengecek rekaman CCTV di rumah ini jika Anda tak percaya, Tuan.”Arthur menatap satu persatu pelayan yang kini menangis meminta ampun.Amarah sesaatnya benar-benar membuat Arthur lepas kendali.Telunjuknya dilepas dari pelatuk, arah senjata api kini turun ke bawah.“Kalian, tidak membohongiku?” Arthur memastikan.“Tidak, kami tidak berani.” Pelayan menjawab serempak.Napas Arthur begitu berat.Dia sudah menemukan pelakunya, tapi masih tak bisa membawa kembali putranya.“

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Mendobrak Rumah Hendra

    Arthur mengajak Kendrick duduk.Sampai lembaran kertas berisi foto dari rekaman video yang Kendrick dapatkan, kini diulurkan pada Arthur.Arthur memperhatikan satu persatu gambar itu. Rahangnya mengeras hingga kedua pipinya tegang.Arthur mengenali postur dan tatanan rambut pria di gambar, meski wajahnya tak terlalu terlihat.“Tuan, ini rekaman saat dia datang dan pergi. Sebelumnya dia masuk taman tanpa membawa apa pun, lalu setelah keluar dari taman menuju mobil, dia menggendong sesuatu. Saya yakin itu bayi Anda.” Kendrick memperlihatkan rekaman kamera CCTV yang ada di tablet pintarnya.Tangan Arthur kini mengambil alih tablet, dia mengamati dengan seksama rekaman video yang tak terlalu jelas karena jarak kamera dengan tempat kejadian yang sedikit jauh.“Hendra.” Suara Arthur menggeram. “Beraninya kamu membawa putraku, lalu kamu datang kemari untuk bersandiwara jika kamu bersimpati pada kami!” Gigi-gigi Arthur bergemeletuk hebat.Tatapan Arthur menajam pada Kendrick, saat dia berkat

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Petunjuk Lain

    Hendra diam dengan sorot mata yang tajam.“Sebelum kita bisa memastikan apa yang sedang mereka lakukan, lebih baik Anda meninggalkan rumah lebih dulu untuk memastikan hal-hal yang tidak diinginkan.” Anan mendesak.Hendra menatap Anan yang sangat mencemaskannya.“Jika benar dia menemukan bukti tentangku, kamu tahu harus melakukan apa, Anan.”Anan mengangguk. “Saya mengerti, Tuan.”**Di rumah Arron.Kian mulai bisa makan meski tidak terlalu banyak. Dia juga harus memulihkan luka pasca operasi melahirkan.“Makanlah lebih banyak, Kian.” Arron menatap Kian yang baru saja menenggak segelas air.Tatapan Kian tertuju pada Arron.Beberapa hari ini, pria tua ini sangat mencemaskan Kian, membuatnya bersalah.“Iya, Kakek. Tapi aku sudah kenyang.” Senyum Kian diangkat kecil meski agak dipaksakan.Arron mengangguk-angguk pelan.Suasana ruang makan kembali hening.Sampai Kian berkata, “Aku mau melihat Arthur di ruang kerja dulu, Kek.”Arron mengangguk pelan.Kian bangkit dari duduknya.Kian berjala

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Jangan Seperti Ini

    Arthur duduk di ruang kerjanya.Jemarinya saling bertautan, tatapannya menyorot tak sabar, menunggu kedatangan Kendrick.Apa yang dikatakan Kendrick dari seberang panggilan, benar-benar membuat Arthur tak sabar.Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu.Tatapan Arthur terangkat ke arah pintu.Punggungnya menegak saat melihat Kendrick muncul dari balik pintu yang baru saja terbuka.“Informasi apa?” Arthur menatap tak sabar.Kendrick berjalan menghampiri Arthur.Dia mengulurkan tablet pintar yang dibawanya pada Arthur setelah berdiri di depan meja kerja.“Ini rekaman kamera jalan di dekat sebuah taman. Meski visualiasinya kurang jelas, tapi saya yakin jika itu adalah Siska.”Mata Arthur melebar.Dia segera mengambil tablet pintar dari tangan Kendrick.Dengan seksama, Arthur mengamati video ketika Siska turun dari taksi menggendong sesuatu.“Benar, ini Siska.” Jari-jari Arthur meremat sisi tablet. “Dia membawa bayiku ke mana?”Kendrick mengulurkan tangan dengan tubuh sedikit memb

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sesakit Itu

    Hendra menginjakkan kaki di dalam rumah, disambut Anan yang sudah menunggunya.“Bagaimana hasilnya tadi, Tuan?” Anan berjalan di belakang Hendra menuju ruang tengah.“Tentu saja tidak ada yang sesuai. Dan itu yang aku harapkan, melihat tatapan kecewa Arthur. Harusnya tadi kamu lihat sendiri, bagaimana harapannya runtuh saat tak mendapatkan bayinya.” Hendra tersenyum tipis setelah bicara.Anan tersenyum sambil mengangguk-angguk pelan.Anan memperhatikan Hendra yang baru saja duduk di sofa, sebelum dia bertanya, “Lalu soal bayi itu, bagaimana sekarang?”Tatapan Hendra tertuju pada Anan.“Lakukan seperti yang sebelumnya aku katakan. Aku tidak mau ada masalah sedikit pun. Dan jangan sampai rahasia ini terbongkar.”**Rumah Arron begitu suram.Tidak ada lagi keceriaan setelah Kian kehilangan bayinya.Sore tadi polisi datang dan sudah memastikan kalau bayi Kian menjadi korban perdagangan manusia.Hanya saja, polisi tidak bisa melacak keberadaan pembeli dan bayi Kian.Kekecewaan ini semakin

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Menjadi Bukti dan Saksi

    Daniel terkapar dengan darah segar yang menggenang di lantai setelah Oliver mengambil ponselnya dan meninggalkannya begitu saja.Yang tanpa Oliver tahu, Daniel memiliki ponsel lain yang dia gunakan untuk menyimpan semua bukti-bukti kejahatan Oliver.Dengan napas yang berat dan kesad

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sikap Berubah-ubah

    Melangkah meninggalkan meja Kanaya setelah menyerahkan file desain revisi yang Kian buat. Kian sekarang masuk ke dalam lift, lalu naik menuju rooftop perusahaan.Ketika menginjakkan kaki di rooftop, tatapan Kian langsung tertuju pada Arthur. Suaminya sudah di sana, kini berdiri memandang ke hampara

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kerasnya Arron

    Di rumah mewah Arron.Napas kasar berulang kali Arron embuskan. Kedua tangannya kini meremat kuat pangkal tongkat yang digenggamnya.“Apa Arthur sudah ada tanda-tanda mengajukan perceraian dengan wanita itu?” Tatapan Arron menajam saat tertuju pada Malvin–asisten pribadinya.Malvin menggeleng pelan

  • Istri Kilat Presdir Tampan    File Hilang

    Saat jam istirahat.Kanaya masih duduk di belakang meja kerjanya. Matanya menelisik ke seluruh ruangan, memastikan sudah tidak ada satu karyawan pun yang tertinggal di ruang departemen desain, semuanya pergi ke kantin untuk makan siang.Bangkit dari duduknya, lalu melangkah menuju meja Kian. Kanaya

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status