Share

Istri Kilat Presdir Tampan
Istri Kilat Presdir Tampan
Author: Aldra_12

Calon Suami?

Author: Aldra_12
last update publish date: 2025-12-09 15:07:09

“Kian, buka pintunya atau kami dobrak!” 

“Anak kurang ajar, kamu benar-benar tak tahu diuntung!”

Di dalam rumah. Kiandra Shaylin, wanita berusia 27 tahun ini terkejut dari mimpinya mendengar suara gedoran pintu begitu keras dari luar.

Kian duduk di atas ranjang, matanya yang berat menatap ke arah pintu kamar.

“Kian! Buka pintunya!”

Suara melengking itu kembali Kian dengar.

Ini suara sang bibi–Linda.

Masih dengan wajah bantalnya, Kian mendengar suara sang paman dan bibi kembali berteriak-teriak dari luar kamar.

“Masih sepagi ini, kenapa mereka sudah membuat keributan di rumah ini?” gerutu Kian.

Kian bergegas keluar dari kamar. Dia berjalan menuju depan, sebelum akhirnya sampai di pintu utama rumah sederhana peninggalan kedua orang tuanya ini.

Kian mendengar lagi suara ancaman sang bibi dari luar. 

Membuka pintu sedikit kasar untuk menghentikan gedoran yang diciptakan paman dan bibinya, Kian kini menatap malas pada kedua orang tua ini.

“Ini masih sangat pagi, Paman, Bibi. Kenapa kalian menggedor pintu sekencang itu?” tanya Kian sambil menatap bergantian ke paman dan bibinya.

“Tidak peduli mau pagi atau siang. Kami tidak sabar lagi!” bentak sang bibi.

Kian mengerutkan kening, dia tetap tenang karena sudah biasa menghadapi kakak dari ibunya ini sering sekali mengamuk.

“Ada apa?” tanya Kian santai.

“Masih tanya ada apa? Kamu ini sadar tidak? Kamu gagal nikah dengan Julian, tapi kamu masih bisa bersantai-santai seperti ini?!” bentak sang paman.

Kian tersentak. Dia sampai menegakkan tubuhnya dengan bola mata membola lebar.

Benar, kemarin Kian baru saja membatalkan rencana pertunangannya dengan Julian–pria yang sudah dia pacari bertahun-tahun ini.

Sayangnya, semua rencana yang akan terlaksana minggu ini, harus batal karena kelakuan Julian.

Kian memergoki Julian berselingkuh dengan Kanaya–sahabat baiknya sendiri, sampai akhirnya membuat amarah Kian mencapai puncak dan mengambil keputusan yang tak pernah Kian bayangkan sebelumnya.

Dan, Kian tidak menyangka.

Pagi ini, sang bibi dan paman sudah tahu masalah pembatalan pernikahannya, lalu membuat keributan sepagi ini.

Kian kini kembali menatap pada paman dan bibinya yang seperti ingin menelannya.

Sambil menunjukkan buku berisi catatan utang yang ditulis oleh Linda, wanita tua itu memperlihatkan ke Kian sambil berkata, “Kami ke sini mau menagih utang. Utang pengobatan ibumu saja belum kamu lunasi, lalu sekarang utang buat persiapan pernikahanmu yang gagal masa harus hilang gitu saja? Tidak bisa, kami tidak mau kehilangan sepeser pun, jadi sekarang, bayar!”

Kian menatap kesal. Dia baru saja patah hati, tapi saudara satu-satunya dari keluarga ibunya ini, malah tidak punya hati menagih utang sepagi ini.

“Aku pasti akan membayarnya, tapi sabar.” Kian bicara dengan nada tinggi karena kesal.

“Bayar? Kapan? Utang ibumu saja sudah berapa tahun belum kamu bayar, hah? Lihat ‘kan? Jadi wanita itu jangan bodoh, kerja siang malam buat kasih uang ke Julian, sekarang apa? Kamu dibuang ‘kan? Makanya, cari pria yang kaya sekalian biar bisa menghidupimu, bukan kamu yang menghidupinya!” ejek sang bibi sambil menunjuk-nunjuk kening Kian.

Kian benar-benar emosi, baru saja mulutnya ingin terbuka untuk membalas perkataan bibinya, terdengar suara pintu terbuka yang membuat Kian juga paman dan bibinya memandang ke arah dalam.

Kian terkejut melihat Arthur keluar dari kamar.

Arthur, pria malang yang kemarin dia selamatkan.

Ketika berniat kembali ke rumah setelah bertengkar dengan Julian dan Kanaya, Kian melihat sebuah mobil jatuh ke dalam sungai.

Kian nekat terjun, mengeluarkan seorang pria muda dari dalam mobil yang tenggelam.

Sampai akhirnya Kian terpaksa membawa pria ini ke rumahnya, dalam kondisi terluka.

Mungkin kemarin Kian gila, tapi dia tidak bisa mengabaikan pria ini begitu saja.

“Kenapa kamu keluar?” Kian menatap panik.

Sedangkan paman dan bibinya gelagapan melihat seorang pria berada di kamar Kian.

“Kian, si-siapa dia, hah? Gagal nikah sama Julian, kamu malah membawa pria lain masuk kamarmu? Dasar memalukan!” Linda tiba-tiba melayangkan tangan bertubi-tubi ke lengan Kian dengan sangat keras.

“Hentikan!” 

Suara tegas dan dalam Arthur, membuat Linda berhenti memukuli gadis itu.

Kian menatap Arthur yang melangkah pelan ke arahnya, saat tiba di sampingnya, Arthur tiba-tiba merangkul pundak Kian, membuat gadis itu syok dengan apa yang dilakukannya.

“Aku Arthur, calon suami Kian.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
wess langsung di kasih stempel kepemilikan sama Arthur si Kian..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Anak Penuh Semangat

    Setelah puas membeli makanan yang belum pernah Kaylan makan.Kian dan Arthur mengajak Kaylan kembali ke mobil karena Kaylan tidak mau makan di tempat.Yang membuat Kian dan Arthur semakin kagum pada anak ini, Kaylan masih memikirkan Arron di rumah karena tidak diajak makan, sehingga Kaylan minta dibungkus saja.“Kay, sudah tidak ada yang mau dibeli lagi?” Kian memastikan.Kaylan menggeleng. “Sudah tidak ada. Ini sudah banyak. Terima kasih Paman, Bibi.”Kian benar-benar semakin gemas pada Kaylan. Apalagi saat Kaylan bicara semanis ini.Mereka segera pulang.Saat tiba di rumah.Kaylan membawa semua makanan yang dibeli keluar dari mobil.“Biar aku bantu.” Kian mengulurkan kedua tangan untuk mengambil sebagian kantong yang Kaylan bawa.“Jangan, biar aku aja.” Kaylan tak mengizinkan. “Paman dan Bibi yang beli, sekarang aku yang bawain ke dalam, biar adil.”Setelah bicara, Kaylan membawa kantong-kantong makanan itu masuk ke dalam rumah meski sedikit kesulitan.Sedangkan Kiaan menatap tak pe

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Takut Merepotkan

    Di perusahaan.Kian di ruang kerjanya mengecek berkas progres tim marketingnya.Ginny berdiri di depan meja Kian. Dia menunggu Kian selesai, baru melaporkan yang lainnya.“Manager Luna sudah menghubungi dan sepakat dengan point kerjasama yang kita ajukan. Dia bertanya kapan bisa menandatangani kontraknya?” Ginny segera menyampaikan masalah ini begitu melihat Kian menutup berkas di atas meja.Kian diam beberapa detik. Dia menatap Ginny yang menunggu jawaban darinya.“Besok jam berapa aku punya waktu kosong?” Kian memastikan lebih dulu sebelum membuat keputusan.Ginny membuka tablet pintarnya dan membaca jadwal Kian besok.“Besok pagi Anda kosong, lalu jam satu juga jadwal Anda kosong.” Ginny kembali menatap pada Kian setelah bicara.Kian mengangguk. “Besok pagi aku harus menjemput ibunya Kaylan dari rumah sakit, jadi hubungi manager Luna dan katakan kalau penandatanganan kontraknya pukul setengah dua siang.”Gini mengangguk. “Baik, Bu. Saya mengerti.”Begitu Ginny meninggalkan ruangann

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Kebaikan Untuk Kebaikan

    Kian terkejut melihat reaksi berlebihan dari Sienna. Apalagi Sienna sampai hampir menangis.Dengan cepat, Kian segera menjelaskan, “Bukan. Kaylan tidak membuat masalah. Anak sebaik dan sepatuh dia, mana mungkin membuat masalah.”Ketegangan di wajah Sienna perlahan memudar. Dia menatap bingung pada Kian dan Arthur secara bergantian.“Lalu, apa yang mau kalian bahas?” Sienna bertanya dengan sangat hati-hati.Kian tersenyum kecil untuk menenangkan Sienna, lalu setelahnya dia menjelaskan, “Mengingat Kaylan harusnya sudah mulai mengenyam pendidikan. Kami berniat menyekolahkan Kaylan atas persetujuanmu.”Sienna menegakkan punggungnya. Dia menatap bergantian pada Arthur dan Kian seolah tak percaya.“Anda, kenapa sangat baik padaku? Kenapa sangat baik pada Kaylan. Apa kalian memiliki maksud tersembunyi?” Sienna menatap curiga. Bagaimanapun, mana ada di dunia ini orang sebaik Kian?Ini tak masuk akal untuk Sienna.Kian mengerti kenapa Sienna mempertanyakan niatnya.Kian lebih dulu mengambil t

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Mau Sekolah?

    Keesokan harinya.Kian langsung turun ke bawah untuk melihat Kaylan.Dia cemas karena semalam Kaylan tidur sebelum makan.Kian takut Kaylan kelaparan dan tidak berani memberitahu siapa pun.Saat masuk ke dalam kamar. Kian langsung mencari keberadaan Kaylan.Tapi dia tak menemukan anak itu di kamar.“Di mana dia?” Kian panik.Baru saja Kian ingin memanggil nama Kaylan, dia sudah lebih dulu mendengar suara dari arah kamar mandi.Kening Kian berkerut dalam. Tatapannya tertuju ke arah pintu kamar mandi yang terbuka.Perlahan Kian mendekat, sampai Kian menatap tak percaya pada apa yang dilihatnya.“Kay, apa yang sedang kamu lakukan, hm?” Kian menatap Kaylan berjongkok di dalam kamar mandi, kedua tangannya memegang baju yang basah.Kaylan langsung berdiri. Baju yang dicucinya kini tergeletak di lantai kamar mandi.“Kamu sedang mencuci?” Kian memastikan.Kaylan menyembunyikan kedua tangan di belakang tubuhnya, pandangannya tertunduk. “Aku hanya nyuci bajuku, biar Bibi tidak repot mencucinya.

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Sedikit Lembut

    Wajah Kaylan begitu kaku, matanya membola lebar saat melihat siapa yang ada di hadapannya sekarang.Pandangan Kaylan sedikit diturunkan saat dia berkata, “Aku lapar.” Arthur menatap Kaylan yang tak berani memandangnya ini. “Lapar? Bukankah ada susu kotak dan camilan di kamarmu? Atau kamu makan yang lain?”Kedua pundak Kaylan bergetar. Suara Arthur yang tegas membuatnya takut.Suara Kaylan begitu lirih saat dia berkata, “Aku belum dapat izin buat makan, jadi mau minta izin dulu.”Arthur terkesiap. Dia menatap tak percaya pada Kaylan yang baru saja selesai bicara.“Kamu ingin minta izin dulu sebelum makan?” Arthur memastikan.Kaylan mengangguk-angguk. “Kata Ibu, jangan makan milik orang kalau tidak ditawari. Aku belum ditawari, jadi tidak berani makan.”Arthur benar-benar tidak menyangka, di balik kehidupan yang serba terbatas, Sienna masih mengajarkan hal-hal baik seperti ini.Arthur menatap Kaylan yang terus menunduk. Benar kata Kian, Kaylan sangat takut padanya.Arthur berjongkok di

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Niat Menyekolahkan

    Arthur melirik sekilas ke istrinya. Dia melihat bagaimana tatapan Kian yang penuh kasih pada Kaylan.Arthur mungkin egois, tapi dia tidak bisa mengabaikan kebahagiaan Kian.Dia sadar, hidup mereka, bukan hanya berpusat padanya saja. Lagi pula, Kian sudah banyak melakukan banyak hal untuk keluarga kecil mereka.“Tentu.” Arthur mengangguk. “Aku tidak akan kesal atau cemburu. Yang terpenting kamu senang.”Kian terkejut tapi juga senang mendengar ucapan suaminya.Sampai dia meraih pipi Arthur, kecupan hangat mendarat di pipi suaminya.“Terima kasih, aku tahu kamu yang terbaik.” Kian tidak bisa membendung rasa senangnya, setelah sebelumnya panik dan cemas jika keputusannya ditolak sang suami.Arthur mengusap rambut Kian dengan lembut, meski tatapannya tertuju ke jalan. “Tapi jangan lupakan aku juga.”Tawa Kian pecah mendengar ucapan suaminya. Arthur memang menggemaskan saat manja.“Tentu saja, bagaimana mungkin aku lupa pada suamiku sendiri,” katanya dengan nada gemas.Mobil mereka tiba d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status