Share

Masih Soal Kamar

Author: Aldra_12
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-24 08:54:08

Setelah makan.

Kian mengambil piring dari hadapan Arthur sambil berucap, “Jangan langsung tidur, tunggulah minimal tiga puluh menit.”

Tanpa menunggu balasan dari Arthur, Kian melangkah menuju washbak. Dia lebih dulu mencuci piring kotor sebelum meninggalkan dapur.

Arthur masih duduk di tempatnya, pandangannya tertuju pada Kian yang sibuk sendiri.

“Besok, jangan lupa datang ke HW. Company untuk melakukan wawancara.”

Kian menoleh cepat mendengar ucapan Arthur, buru-buru membasuh kedua tangan deng
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
pasti yg di tolong kakek'y Arthur...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Setuju Operasi

    Sore hari.Arthur berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang dokter kandungan yang merawat Kian.Dia meninggalkan perusahaan lebih awal setelah Arron memberitahukan apa yang dokter sampaikan siang tadi.Mengetuk pintu lebih dahulu, Arthur masuk ke dalam ruang dokter setelah dipersilakan.“Pak Arthur, silakan duduk.”Arthur mengangguk.Dia mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di depan meja dokter.“Bagaimana dengan kondisi istri saya, Dok?” Arthur langsung bertanya.“Begini Pak Arthur. Usia kehamilan Bu Kian sudah menginjak tiga puluh delapan minggu. Jadi, mengingat kondisi Bu Kian saat ini, saya menyarankan agar beliau menjalani operasi cesar.”Arthur diam beberapa saat mendengar penjelasan Dokter.“Jika mau menunggu kontraksi alami dan melahirkan normal, memang masih bisa. Tapi saya takutnya malah ada kendala lain mengingat Bu Kian sebelumnya sudah mengalami pendarahan.”Arthur mengembuskan napas kasar.Dia diam sepersekian detik menerima penjelasan Dokter.“Kalau memang operasi

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Satu Masalah Selesai

    Tatapan Arthur tertuju pada pria di depannya.“Kamu yakin dia pelakunya? Asal kamu tahu, dia sudah dipecat dari perusahaan ini sudah hampir satu tahun lalu.” Arthur membanting kertas yang ada di tangan ke meja.“Saya tidak berani berbohong, Pak Arthur.” Pria ini menunduk dalam. “Anda bisa lihat sendiri, nama penerima uang pembayaran itu. Mana mungkin saya memanipulasinya? Saya sampai mencetak rekening koran untuk memastikan kalau saya tidak salah.”Kendrick mengambil kertas informasi yang ada di atas meja. Dia membaca dengan teliti nama pemilik email, email, sampai nama rekening yang tertera.“Tuan, ada kemungkinan Alice mencuri informasi milik Kian sebelum dia dipecat. Apalagi waktu itu, Kian sempat cuti karena terluka. Bukankah tidak menutup kemungkinan informasi ini benar?” Kendrick meyakinkan.Kepala Desain Air Company mengangguk-angguk mendengar penjelasan Kendrick.“Saya sudah melaporkan ini ke perusahaan. Saya akan menerima konsekuensi dan hukuman atas tindakan saya ini. Dan,

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Ada Petunjuk

    Arthur dan Kendrick pergi ke ruang departemen desain.Sesampainya di sana, tatapan Arthur langsung tertuju ke salah satu staff yang kemarin ikut rapat dengan Air Company.Langkah Arthur begitu lebar, mendekat dengan sorot mata yang siap menyambar apa pun yang ada di hadapannya.Para staff di departemen desain langsung berdiri melihat kedatangan Arthur.Sampai Arthur tiba di depan meja salah satu staff.Tatapannya seolah siap melahap staffnya ini.“Si-siang, Pak. Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya Staff tergagap.“Apa instruksi kemarin kurang jelas?” Suara Arthur tegas dan penuh penekanan.

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sejalan, Tapi Bertentangan

    Arthur menatap Hendra.Keningnya berkerut dalam mendengar Hendra satu pendapat dengannya.Hendra menatap pada Arthur yang diam. Dia juga memandang semua orang yang kini menatap padanya.Hendra mencondongkan tubuh ke depan. Dia menarik sedikit tepian jasnya, sebelum kembali bicara.“Informasi yang diberikan Air Company belum sepenuhnya terverifikasi benar. Mereka bahkan belum bisa menunjukkan bukti transaksi yang valid, seperti informasi yang kita terima. Lalu, kenapa kita harus menekan dan menuduh Kiandra sebagai pelaku utamanya?” Hendra menatap satu persatu pemegang saham juga jajaran direksi di ruangan ini.“Tapi email dan nama yang dicatut, benar-benar mengarah pada Kiandra Shaylin, manager departemen des

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Rapat Sengit

    Kian menatap punggung Arthur. Suaminya masih menerima panggilan.Sampai Arthur menjauhkan ponsel dari telinga lalu menoleh ke arah Kian lagi.“Ada apa? Kamu harus ke kantor sekarang?” Kian memastikan.Arthur tersenyum. Dia melangkah mendekat ke ranjang Kian. Dia tidak ingin membuat Kian cemas dan semakin memperburuk kondisi Kian.“Ada berkas yang harus ditandatangani pagi ini juga, karena itu aku harus ke kantor.” Arthur mengusap-usap lembut rambut Kian.Kian mengangguk-angguk.“Kalau begitu pergilah, hati-hati di jalan.” Kian tersenyum meski terkesan dipaksakan.Arthur mengambil jasnya. Dia meningga

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Mencemaskan Satu Sama Lain

    Malam hari.Kian masih belum tidur.Dia duduk sambil bermain ponsel.Seharian ini, perasaannya gelisah.Kondisi tubuhnya mendadak turun lagi, sampai-sampai tekanan darahnya turun dan membuat Dokter cemas.“Apa dia lembur?” Kian menatap jam di layar ponsel.Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Tapi Arthur belum juga datang.Kian ingin menghubungi, tapi takut mengangguk.Dia hanya bisa menghela napas kasar.“Dia sudah bekerja keras. Dia pasti lelah.”Kian bersalah. J

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Terpaksa Undang Makan Malam

    Keesokan harinya.Arthur membuka matanya perlahan, menatap langit-langit kamar sejenak sambil mengembuskan napas pelan, saat menoleh ke sisi ranjang, dia tak menemukan Kian di ranjang.Kening Arthur berkerut samar, tatapannya kini tertuju ke jam dinding yang masih menunjukkan pukul setengah enam pa

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Maunya Yang Murah

    Supervisor lagi-lagi dibuat terkejut dengan reaksi Kian.Kian langsung menoleh pada Arthur, suaminya berdiri tenang sambil berucap, “Kenapa tidak lihat dulu?”“Bolehkah?” Kian memastikan.Melihat Arthur mengangguk-angguk pelan, Kian akhirnya menggeser posisi berdirinya, berpindah ke depan etalase y

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sikap Berubah-ubah

    Melangkah meninggalkan meja Kanaya setelah menyerahkan file desain revisi yang Kian buat. Kian sekarang masuk ke dalam lift, lalu naik menuju rooftop perusahaan.Ketika menginjakkan kaki di rooftop, tatapan Kian langsung tertuju pada Arthur. Suaminya sudah di sana, kini berdiri memandang ke hampara

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kedua Kali

    Suara lantang Kian membuat langkah pria penabrak terhenti. Kian segera mengayunkan langkah menghampiri pria tua yang pernah diselamatkannya di lampu merah waktu ini, kini Kian harus melihat pria tua itu ditabrak sampai jatuh di trotoar, bahkan makanan yang dibawa pria tua itu sampai jatuh.“Kamu j

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status