LOGINUntuk membuat Jingga menyatakan menyerah dalam pernikahan dan mengajukan perceraian lebih dulu, Sagara membuat perlakuan buruk kepada perempuan itu. Karena sebuah perjodohan yang tidak bisa ditolak, dia melampiaskan kekesalannya dengan menindas sang istri. Sayangnya, Jingga bukanlah lawan yang mudah untuk ditumbangkan. Meskipun Sagara bersikap menyebalkan dengan memunculkan perempuan lain dalam pernikahan mereka, dia tak gentar sedikitpun. Bahkan dengan kelapangan hatinya, dia tetap memperlakukan Sagara layaknya suami sesungguhnya saat di rumah. Ada dua kemungkinan dalam hubungan mereka pada akhirnya. Sagara yang akan bertekuk lutut pada sikap Jingga, atau Jingga yang memberikan kebebasan pada Sagara dengan sebuah perceraian. ***
View MoreLelah itu terasa menusuk. Setelah sederet acara Luna selesai, Jingga langsung tidur tanpa memedulikan apa pun lagi. Untungnya Sagara sama sekali tidak mengganggunya. Lelaki itu juga ikut tidur dan memeluk Jingga sampai pagi.Hari ini mereka harus pulang dan beristirahat di rumah. Luna dan Alex langsung pergi honeymoon ke Korea dan Jingga sempat ditawari untuk ikut saat itu. Namun, dia tentu langsung menolak.Bepergian tidak lagi menjadi agendanya, tetapi ketika Sagara menawarinya untuk pergi ke Bromo, ada ketertarikan yang dia rasakan. Ya, Jingga belum pernah pergi ke tempat-tempat itu karena setengah hidupnya dia habiskan di luar negeri.“Mau ngopi dulu?” tanya Sagara ketika siang ini akhirnya mereka keluar dari hotel.Hanya mengenakan hoodie dan celana jeans panjang, Jingga keluar dari kamar tanpa makeup sama sekali. Justru Sagara menyukai bare face Jingga yang tampak begitu halus. Mereka hanya membawa satu koper saat menginap, dan kini koper itu sudah ada di tangannya. Bahkan tas
Jingga berkacak pinggang di depan kaca. Menatap lehernya yang kemerahan karena ulah Sagara. Dia malu, itu pasti. Terlebih lagi ada banyak orang yang pasti sudah melihatnya. Itu jauh lebih menjengkelkan.Berbanding terbalik dengan Jingga yang kesalnya sudah di ubun-ubun, Sagara justru tampak begitu santai. Lelaki itu duduk di pinggiran ranjang sambil menatap sang istri yang terlihat begitu jengkel.“Isshh,” decih Jingga sambil menggosok kemerahan itu dengan kesal. “Bisa-bisanya aku lupa menutup ini.” Perempuan itu berang karena ulah suaminya yang tak beraklak.“Kalau kamu gosok, itu kemerahan malah semakin banyak,” komentar Sagara dengan suara yang menyebalkan. “Kamu kan bisa nutupi dengan makeup, Sayang.”Jingga berbalik dan melototi Sagara. Dia ambil bantal, lalu memukulkan kepada lelaki dengan membabi-buta. Alih-alih marah, Sagara justru tertawa dan sesekali menghidar.“Kamu ini bener-benar, ya, Sagara. Kamu tahu ini acara besar dan kamu pikir aku nggak malu.” Masih dengan terus mem
Jingga melingkarkan tangannya pada lengan Sagara dengan wajah yang masih tertekuk kesal. Sejak keluar dari kamar dan beberapa teman Sagara menggoda habis-habisan mereka, Sagara justru hanya berdehem sambil menyeringai. Seperti dia baru saja mendapatkan uang milyaran rupiah.“Senyum dong, Yang. Kamu dari tadi cemberut terus,” bisik Sagara tepat di samping telinga sang istri. “Ini hari bahagia sahabat-sahabat kita. Kita juga harus ikut bahagia.”“Kamu hutang banyak cerita sama aku, Mas,” balas Jingga dengan malas. “Dan aku butuh penjelasan yang cukup masuk akal dengan segala tingkah anehmu yang terjadi beberapa waktu lalu.”“Oke,” jawab Sagara santai. Mereka lantas mengambil tempat di salah satu kursi yang sudah disediakan untuk menyaksikan akad nikah sepasang mempelai yang akan memulai menaiki bahtera bernama rumah tangga. Namun, belum juga Sagara duduk, pandangannya tak sengaja tertuju pada sosok lelaki yang beberapa waktu lalu membuatnya kesal setengah mati.Siapa lagi kalau bukan
“Saya harap kesalahpahaman di antara kalian sudah benar-benar clear,” ucap Sagara setelah itu. “Saya orangnya cemburuan dan saya tidak senang kalau istri saya berbicara dengan lelaki mana pun.”Sagara tidak mengatakan secara spesifik kalau sebenarnya dia benci kalau istrinya bertemu dengan Brian. Kalau Brian tahu karena keberadaannya justru membuat hubungannya dengan Jingga renggang, maka Brian pasti akan merasa sangat senang.Tanggapan dari Brian tak langsung datang. Dia hanya terus menatap Sagara dengan lekat. Sebelum ini, mereka tidak pernah benar-benar berkenalan. Di pertemuan pertama mereka di rumah sakit, lalu pertemuan mereka yang kedua, bahkan tidak ada interaksi yang berarti di antara mereka.Brian tahu nama suami Jingga itu dari Luna. Lalu dia juga pada akhirnya tahu kalau Sagara adalah salah satu putra dari pasangan pengusaha yang cukup hebat. Kembali lagi dia mencari tahu dan dia tahu kalau Sagara cukup populer di kalangan pebisnis.Selain kemampuan bisnisnya, lelaki itu j
“Ada masalah?”Jingga mengulangi pertanyaan itu sambil menatap Sagara dengan tajam. Sedangkan Sagara sama sekali tak peduli dengan keberadaan Jingga ketika duduk di kursi makan. Tampak begitu alami, Sachi menuangkan air lemon ke cangkir dan mendekatkan ke arah Sagara.Dia bilang, “Air lemon, akan m
“Bagaimana rasanya menikah?” Pertanyaan itu terlontar dari bibir Luna – sahabat Jingga.Alih-alih bertemu di mal, Luna meminta Jingga agar dijemput di butik miliknya. Dia malas menyetir dan tidak mau keluar uang untuk naik kendaraan umum. Sangat budiman sekali sahabat Jingga satu ini. Kini Jingga y
“Aku bukan perempuan yang mudah dikalahkan, Sagara!” Kata-kata itu seperti sebuah pelatuk yang ditarik dari sebuah tembakan, mengeluarkan peluru, dan mengenai tepat di jantung Sagara. Tidak bisa dipungkiri, darah Sagara terasa mendidih dan membuat amarahnya meletup tak karuan. Dalam sejarah hidupn
"Berapa lama kamu akan bertahan dalam pernikahan ini?" Sagara bertanya kepada perempuan yang baru dua hari ini dinikahinya. Pernikahan yang tidak pernah diinginkan tapi harus dilakukan.Mendengar pertanyaan itu, Jingga mendongak menatap Sagara yang sejak tadi memberikan atensi kepadanya. Tidak ada












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore