Share

Sikap Selalu Dingin

Penulis: Aldra_12
last update Tanggal publikasi: 2025-12-17 10:17:19

Setelah selesai berbelanja, Arthur mengantar Kian pulang sampai rumah.

Ketika mobil sudah berhenti dengan sempurna di depan garasi, Kian melepas sabuk pengaman sebelum menoleh ke Arthur dan bertanya, “Kamu harus kembali bekerja, kan? Buka saja bagasinya, akan kukeluarkan belanjaannya lalu membawanya masuk ke dalam rumah.”

Setelah bicara, tangan Kian mendorong pintu agar terbuka, lantas bergegas keluar dari dalam mobil lalu melangkah menuju belakang mobil.

Ternyata Arthur juga ikut turun dari m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
jangan bilang Kian masukin CV ke perusahaan Arthur
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kengerian Cerita Hendra

    Di dalam mobil yang baru saja menabrak.Arthur duduk dengan tatapan penuh amarah tertuju pada mobil yang terjepit di depannya.Napas Arthur memburu, dia melepas sabuk pengaman. Mengabaikan kening yang terluka karena benturan keras yang dialaminya.Bahkan, satu kaki Arthur sedikit terjepit badan mobil bagian depan yang agak ringsek. Untungnya dia tak mengalami cidera parah.Keluar dari dalam mobil. Arthur langsung menuju ke mobil Hendra.Meski kaki kirinya sedikit terseret, Arthur tidak memedulikannya.Berdiri di luar mobil Hendra, tatapan Arthur tertuju pada Hendra yang tak berdaya di dalam mobil. Dia juga memastikan anak buah Hendra sudah tak berdaya.Ingin kabur dari Arthur?Jangan harap bisa!Setelah apa yang Hendra lakukan pada Kian dan bayinya, Arthur takkan pernah melepas Hendra dengan mudah.Bahkan meski harus mengejar sampai ke neraka, Arthur akan mencari Hendra.Tangan kanan Arthur dikepal lalu diangkat ke sisi kepala, sebelum genggaman tangannya menghantam keras kaca jendela

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Menemukan Hendra

    Dengan kecepatan tinggi. Arthur mengemudikan mobil menembus jalanan yang tidak terlalu padat.Matanya melirik ke layar layar yang sudah disinkron ke GPS lokasi Kendrick kini berada.Tidak peduli bagaimanapun caranya, hari ini Arthur harus bisa mendapatkan Hendra.Memacu mobilnya dengan kecepatan semakin tinggi. Arthur terus mengarah ke lokasi Kendrick berada, posisi asistennya ini terus bergerak menjauh menuju ke perbatasan kota.Satu tangan Arthur meraih ponsel di dashboard, dia menekan tombol panggil pada nomor Kendrick lalu menyalakan pengeras suara.“Halo, Tuan.”Arthur mendengar suara Kendrick yang menjawab panggilannya.“Kamu belum bisa mengejarnya?” Suara Arthur menggeram tertahan.“Anak buah kita terus mengejarnya, Tuan. Dia dikawal dua mobil yang terus menghalangi anak buah kita untuk menangkap.”Arthur mencengkram kuat setir kemudi.“Tidak peduli bagaimana caranya, aku mau dia ditangkap hari ini juga, Ken. Dia harus membayar semua perbuatannya pada Kian.” Suara Arthur mengge

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Keberadaan Hendra

    Kian duduk di dalam mobil. Dia menatap Arthur yang baru saja masuk dan duduk di kursi belakang kemudi.“Arthur, aku sudah patuh mengikuti ucapanmu, apa sekarang kita bisa mengambil bayi kita?” Sorot mata Kian tanpa emosi. Kosong seolah tak ada yang membuatnya senang atau sedih.Arthur diam beberapa detik. Dia belum bisa menjelaskan ke Kian, sehingga Arthur mencoba tersenyum sambil berucap, “Tunggu sebentar lagi, ya.”Raut kecewa terlukis jelas di wajah Kian. Meski begitu dia tetap mengangguk. “Iya.”Tangan Arthur mengusap lembut kepala Kian, sebelum mengemudikan mobil meninggalkan rumah.Setibanya di rumah.Tatapan Arthur tertuju pada Arron yang berdiri di teras.Sang kakek juga mencemaskan kondisi Kian.Arthur menoleh pada Kian yang hanya diam.Tatapan istrinya kembali kosong.Kondisi Kian benar-benar membuat Arthur terpukul.Setelah Arthur keluar dari dalam mobil, dia segera berlari ke sisi pintu tempat Kian berada.Arthur membuka pintu untuk istrinya.“Kian, ayo keluar.” Tangan Art

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kondisi Kian Buruk

    Malam hari.Arthur duduk di ruang kerjanya. Dia mengecek laporan dan berkas-berkas yang Kendrick bawa.“Kamu bisa pulang jika lelah.” Arthur bicara tanpa menatap pada Kendrick yang duduk di depan mejanya.Kendrick membantu mengecek laporan kebakaran yang baru saja diserahkan tim penyidik sore tadi.“Anda saja lembur, Tuan. Bagaimana bisa saya asik bersantai.”Balasan Kendrick mengarahkan pandangan Arthur ke asistennya ini.Arthur menatap Kendrick yang fokus ke berkas-berkas di meja.“Ken, sudah berapa tahun kamu ikut denganku?” tanya Arthur.Kendrick langsung menatap atasannya ini.“Kenapa, Tuan? Kenapa Anda tiba-tiba menanyakan itu? Anda tidak ingin bilang kalau sudah bosan melihat saya sebagai asisten saya, bukan?” Raut wajah Kendrick berubah panik dan cemas.Arthur tersenyum getir. “Kamu berpikir terlalu berlebihan.”Arthur menghela napas pelan, sebelum kembali berkata, “Selama ini kamu selalu menemani dan bekerja dengan sangat baik untukku. Bagaimana mungkin aku bosan denganmu.”M

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kondisi Mental

    Arthur terdiam mendengar ucapan Malvin.Tatapannya sejenak tertuju ke dalam rumah, tapi kakinya masih terpaku di tempatnya.“Ada apa dengan Kian?” Arthur memastikan.“Saat saya mencegahnya pergi, saya merasakan tubuhnya yang agak panas. Setelah saya dan Tuan Arron ajak duduk, Nona Kian terlihat gelisah. Dan ucapannya mulai aneh.”Arthur membeku beberapa saat, sebelum akhirnya dia masuk ke dalam rumah untuk memastikan kondisi Kian.Arthur melangkah cepat, sampai tatapannya tertuju pada Kian yang duduk di ruang keluarga.Sorot mata Kian berbeda, bahkan wajahnya lebih pucat dari pagi tadi.“Kian.” Bibir Arthur lirih memanggil nama istrinya ini.Tatapan Kian tertuju ke arah Arthur. Melihat suaminya datang, Kian berdiri dengan cepat.Kian menggenggam erat telapak tangan Arthur. “Arthur, bayi kita minta dijemput. Ayo pergi, kita harus membawanya pulang.” Kening Arthur berkerut dalam.Benar, sikap dan cara Kian berbeda.“Kamu tahu di mana bayi kita?” Arthur mencoba bicara dengan sangat hati

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Ada Yang Aneh

    Kian bangun dengan cepat setelah terkejut karena mimpi yang baru saja masuk ke dalam tidurnya.Jantung Kian berdegup sangat cepat.Satu tangannya memegang dada yang bergerak tak beraturan.Keringat berhias di wajahnya yang sekarang memucat.“Bayiku.” Kian baru saja memimpikan bayinya yang terus menangis tapi dijauhkan darinya.Sekuat apa pun dia berteriak dan meronta memanggilnya, tapi Kian tak bisa mendapatkan bayinya.“Tidak, pasti terjadi sesuatu padanya. Tidak, aku harus mencarinya.”Kian turun dari ranjangnya dengan cepat.Dia melangkah cepat keluar dari kamar. Kakinya bergerak tergesa-gesa menuju pintu utama.“Kian, Kian kamu mau ke mana?”Suara Arron terdengar memanggil, tapi Kian mengabaikan.Kian terus melangkah, sampai tangannya ditahan Malvin.“Nona, Anda mau ke mana?” Malvin menatap pada Kian yang sangat panik.“Paman, aku bermimpi bayiku sedang dalam bahaya. Dia pasti dalam bahaya, aku mau mencarinya, Paman.” Kian memohon agar Malvin melepaskannya.Malvin terkejut meliha

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status