Share

Kondisi Mental

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-05-21 15:55:19

Arthur terdiam mendengar ucapan Malvin.

Tatapannya sejenak tertuju ke dalam rumah, tapi kakinya masih terpaku di tempatnya.

“Ada apa dengan Kian?” Arthur memastikan.

“Saat saya mencegahnya pergi, saya merasakan tubuhnya yang agak panas. Setelah saya dan Tuan Arron ajak duduk, Nona Kian terlihat gelisah. Dan ucapannya mulai aneh.”

Arthur membeku beberapa saat, sebelum akhirnya dia masuk ke dalam rumah untuk memastikan kondisi Kian.

Arthur melangkah cepat, sampai tatapannya tertuju pada Kian yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kondisi Kian Buruk

    Malam hari.Arthur duduk di ruang kerjanya. Dia mengecek laporan dan berkas-berkas yang Kendrick bawa.“Kamu bisa pulang jika lelah.” Arthur bicara tanpa menatap pada Kendrick yang duduk di depan mejanya.Kendrick membantu mengecek laporan kebakaran yang baru saja diserahkan tim penyidik sore tadi.“Anda saja lembur, Tuan. Bagaimana bisa saya asik bersantai.”Balasan Kendrick mengarahkan pandangan Arthur ke asistennya ini.Arthur menatap Kendrick yang fokus ke berkas-berkas di meja.“Ken, sudah berapa tahun kamu ikut denganku?” tanya Arthur.Kendrick langsung menatap atasannya ini.“Kenapa, Tuan? Kenapa Anda tiba-tiba menanyakan itu? Anda tidak ingin bilang kalau sudah bosan melihat saya sebagai asisten saya, bukan?” Raut wajah Kendrick berubah panik dan cemas.Arthur tersenyum getir. “Kamu berpikir terlalu berlebihan.”Arthur menghela napas pelan, sebelum kembali berkata, “Selama ini kamu selalu menemani dan bekerja dengan sangat baik untukku. Bagaimana mungkin aku bosan denganmu.”M

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kondisi Mental

    Arthur terdiam mendengar ucapan Malvin.Tatapannya sejenak tertuju ke dalam rumah, tapi kakinya masih terpaku di tempatnya.“Ada apa dengan Kian?” Arthur memastikan.“Saat saya mencegahnya pergi, saya merasakan tubuhnya yang agak panas. Setelah saya dan Tuan Arron ajak duduk, Nona Kian terlihat gelisah. Dan ucapannya mulai aneh.”Arthur membeku beberapa saat, sebelum akhirnya dia masuk ke dalam rumah untuk memastikan kondisi Kian.Arthur melangkah cepat, sampai tatapannya tertuju pada Kian yang duduk di ruang keluarga.Sorot mata Kian berbeda, bahkan wajahnya lebih pucat dari pagi tadi.“Kian.” Bibir Arthur lirih memanggil nama istrinya ini.Tatapan Kian tertuju ke arah Arthur. Melihat suaminya datang, Kian berdiri dengan cepat.Kian menggenggam erat telapak tangan Arthur. “Arthur, bayi kita minta dijemput. Ayo pergi, kita harus membawanya pulang.” Kening Arthur berkerut dalam.Benar, sikap dan cara Kian berbeda.“Kamu tahu di mana bayi kita?” Arthur mencoba bicara dengan sangat hati

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Ada Yang Aneh

    Kian bangun dengan cepat setelah terkejut karena mimpi yang baru saja masuk ke dalam tidurnya.Jantung Kian berdegup sangat cepat.Satu tangannya memegang dada yang bergerak tak beraturan.Keringat berhias di wajahnya yang sekarang memucat.“Bayiku.” Kian baru saja memimpikan bayinya yang terus menangis tapi dijauhkan darinya.Sekuat apa pun dia berteriak dan meronta memanggilnya, tapi Kian tak bisa mendapatkan bayinya.“Tidak, pasti terjadi sesuatu padanya. Tidak, aku harus mencarinya.”Kian turun dari ranjangnya dengan cepat.Dia melangkah cepat keluar dari kamar. Kakinya bergerak tergesa-gesa menuju pintu utama.“Kian, Kian kamu mau ke mana?”Suara Arron terdengar memanggil, tapi Kian mengabaikan.Kian terus melangkah, sampai tangannya ditahan Malvin.“Nona, Anda mau ke mana?” Malvin menatap pada Kian yang sangat panik.“Paman, aku bermimpi bayiku sedang dalam bahaya. Dia pasti dalam bahaya, aku mau mencarinya, Paman.” Kian memohon agar Malvin melepaskannya.Malvin terkejut meliha

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Mencurigai Hendra

    Suara Arthur dalam dan penuh penekanan. Dia tidak mau bersikap arogan, tapi mengingat bagaimana orang-orang ini terus menekannya setelah dia mengambil jabatan ini, Arthur tidak bisa lagi hanya diam tunduk pada para pemegang saham yang hanya memikirkan keuntungan pribadi.“Tentu saja kami ingin tahu perkembangan kasus kebakaran ini, serta ingin tahu bagaimana tindakanmu sebagai pemimpin.” Salah satu pemegang saham membuka suara setelah melihat tatapan Arthur yang sangat tajam.Senyum Arthur terangkat tipis. Dia tetap tenang menatap kegelisahan para pemegang saham setelah mendengar ucapannya.“Sebagai pemimpin tertinggi perusahaan ini, saya tentu tidak akan melepas tanggung jawab pada masalah ini.” Arthur kembali bicara dengan nada penuh penekanan. “Jika memang pabrik kita tidak bisa bangkit lagi, saya juga akan bertanggung jawab menyeluruh atas kerugian yang kita terima.”Arthur menelisik satu persatu wajah para pemegang saham. Di antaranya tersenyum tipis.Benar tebakannya. Mereka ha

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kejanggalan

    Kendrick menjalankan perintah Arthur.Bersama beberapa tim investigasi, mereka lebih dulu pergi ke asrama pegawai untuk mulai meminta keterangan.Dua security sudah ada di hadapan Kendrick, keduanya mulai menjelaskan apa yang mereka lakukan malam sebelum kejadian kebakaran.“Benar, saya bertugas di gedung utama. Sedangkan dia ada di gedung sayap kanan, kebakaran dimulai dari sayap kiri.” Petugas keamanan menjelaskan.“Waktu kejadian itu, setelah terdengar ledakan. Kami berlari mengecek gedung di sayap kiri yang sudah terbakar, setelahnya kami menyalakan alarm agar semua karyawan keluar dari pabrik. Dan siapa sangka, api muncul di tempat lain juga dan merambat dengan cepat.”Kening Kendrick berkerut dalam, bagaimana bisa api muncul di titik berbeda bersamaan?“Jadi, selain suara ledakan, kalian tidak melihat hal aneh lainnya?” Kendrick memastikan.Dua petugas ini menggeleng, sampai salah satunya mengingat.“Saya ingat, ada mobil keluar dari area pabrik saat kebakaran terjadi. Saya kira

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kecurigaan Arthur

    Keesokan harinya.Arthur merapikan kemeja yang dipakainya sambil berjalan menghampiri Kian yang masih tertidur pulas.Arthur bangun lebih awal, dia harus melihat kondisi pabrik sebelum pergi ke perusahaan untuk menghadiri rapat dengan jajaran direksi.Arthur duduk di tepian ranjang, satu tangannya mengusap lembut kening istrinya. “Kian,” panggilnya lirih.Jemari Arthur terus mengusap lembut kening Kian, sampai sang istri membuka mata.Mata Kian perlahan mulai terbuka. Dia melihat sosok suaminya yang sudah berpakaian rapi ketika sudah membuka dengan sempurna kelopak matanya.“Kamu sudah mau berangkat ke kantor? Ini jam berapa?” Suara Kian sedikit serak. Dia bangun perlahan, Arthur membantu Kian bangun.Begitu sudah duduk di atas ranjang, tatapan Kian tertuju pada Arthur yang tersenyum padanya.“Ini masih gelap, kamu bisa tidur lagi jika masih mengantuk.” Arthur mengusap rambut Kian, sebelum kembali berkata, “Aku mau ke pabrik sebentar, setelahnya langsung ke perusahaan.”Melihat diamny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status