แชร์

Bab 43

ผู้เขียน: Norwinda
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-27 12:44:39

Anya mengusap wajahnya begitu baru terjaga dari tidurnya. Ia memandangi langit-langit kamar dan perlahan melirik jendela kaca yang sudah sangat terang di luar.

Sambil merenggangkan tubuhnya ia bangkit dari kasur yang membuatnya sangat nyenyak sekali tiap malam.

Anya melangkah keluar dari kamar tanpa mencuci wajahnya yang tampak masih mengantuk. Namun, begitu membuka pintu kamar, ia mencium aroma makanan dari arah dapur. Samar-samar terdengar suara seseorang tengah menggoreng sesuatu.

Karna penasaran Anya segera berjalan ke arah dapur, dan terlihat seorang wanita tengah berdiri membelakanginya dan membalik makanan yang tengah digoreng di teflon.

“Kamu siapa?”

Suara serak Anya sontak membuat wanita itu spontan menoleh dan terpaku sejenak melihatnya.

Wanita paruh baya yang sebelumnya terlihat terkejut itu, kini tersenyum canggung.”Ini Mbak Anya, kan?”

Anya yang heran dengan wanita itu, menganggukkan kepalanya.”Iya. Aku Anya. Ibu siapa?”

“Saya pembantu baru di sini, Mbak. Ini saya sedang
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 51

    Rayden meringis sambil memegangi kepalanya saat kesadarannya perlahan kembali. Pandangan yang semula buram mulai menajam, disusul aroma obat-obatan. Ia langsung mengenali tempat itu, rumah sakit.Saat menoleh, pintu ruangan terbuka. David muncul dan segera melangkah mendekat, wajahnya jelas dipenuhi kekhawatiran.“Tuan…”David menahan napas begitu melihat kondisi Rayden yang jauh dari kata baik. Luka lecet tampak jelas di kepala dan beberapa bagian tubuhnya.“Bagaimana Tuan bisa mengalami kecelakaan seperti ini?”Rayden tak menjawab, namun ia merasakan sakit disekujur tubuhnya. Namun, kata-kata yang keluar dari mulutnya justru tentang Anya.“Apa kamu sudah menemukan, Anya?” Rayden menatap David penuh harap. Bahkan dalam keadaan seperti ini pikirannya kembali tak tenang.David terdiam sejenak.“Anda tidak perlu khawatir, Tuan. Saya menemukan posisi Anya sekarang.”Sorot mata Rayden seketika berubah, ada binar penuh harap di sana. “Kalau begitu aku ingin ke sana.” Ia merasa tak sabar in

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 50

    Ketukan keras di pintu kamar membuat Arum terusik. Wanita paruh baya itu bangkit dari sofa, lalu melangkah membuka pintu.“Ada apa?” tanyanya.Pelayan di hadapannya tampak cemas.“Tuan Muda Rayden mencari, Nyonya.”Kening Arum berkerut. Ia melangkah ke balkon dan mengarahkan pandangannya ke lantai bawah. Seketika matanya melebar. Rayden berdiri di sana dengan aura amarah yang begitu kentara, dan gerak tubuhnya tak mampu menyembunyikan gejolak emosinya.Meskipun begitu tanpa ragu, Arum turun dari lantai atas. Begitu tiba di bawah, ia menghampiri putranya dengan senyum tipis yang terukir di bibirnya.“Akhirnya kamu pulang juga, Nak,” ucap Arum penuh kehangatan.Bukannya membalas dengan sikap yang sama, Rayden terlihat marah dan wajahnya mengeras.“Kenapa Mama tega mengusir Anya?”Sejenak raut wajah Arum membeku. Keterkejutan itu hanya berlangsung sepersekian detik sebelum segera ia tutupi. Ia tertawa sumbang.“Maksudmu apa, Nak? Mama tidak mengerti.”“Mama tidak perlu berpura-pura. Aku t

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 49

    Rayden dilanda kepanikan yang nyaris tak terkendali. Napasnya memburu, pikirannya kacau. Semua terjadi terlalu cepat, terlalu mendadak, hingga ia tak sempat menyiapkan diri atas tindakan nekat yang Anya lakukan. Situasi ini jelas di luar dugaannya.Di sisi lain, Jumi berdiri terpaku. Tubuhnya kaku, matanya menatap sang majikan yang kehilangan kendali. Rasa takut mencengkeram dadanya, namun anehnya, ada kelegaan kecil yang menyelinap di sela kecemasan itu. Berhari-hari ia dihantui rasa bersalah karna gagal menjalankan perintah Rayden dengan sempurna.Rayden segera menekan layar ponselnya. Ia menghubungi David, berharap bisa segera menemukan Anya. “Ya, Tuan.” Terdengar suara David dari seberang sana.“Kamu cepat ke apartemen sekarang, ada hal penting.”“Maaf, Tuan. Tapi hari ini saya harus menghadiri rapat, untuk menggantikan Anda.” Dengan hati-hati David berucap.“Lupakan dengan rapat itu. Ini lebih penting. Cepat segera ke sini.” Tanpa menerima bantahan apapun, Rayden langsung menu

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 48

    Anya hanya bisa pasrah, terdiam tanpa suara. Pijatan lembut di perutnya, dibalur minyak kayu putih yang hangat, perlahan meresap dan menenangkan. Gejolak yang sejak tadi mengaduk perutnya pun berangsur mereda.“Kamu kenapa tidak bilang kalau sedang hamil?” ucap Hanum menatap lembut pada Anya.”Apa mantan suamimu tahu?”Anya memalingkan wajahnya, enggan menjawab. Namun, wajah yang penuh kesedihan menyelimuti tanpa bisa disembunyikan.“Anya, kenapa diam? Apa pertanyaan Ibu melukai hatimu?”Perlahan Anya kembali menatap Hanum. Dengan lidah yang terasa berat ia berucap.”Ini bukan anak mantan suamiku. Ini anak laki-laki lain.”Hanum langsung terdiam membisu mendengar itu. Anya langsung meraih tangannya dan menggenggam erat.”Aku tahu ini kesalahan fatal yang telah aku lakukan, Bu. Aku tidak sengaja berhubungan dengan laki-laki lain. Aku pun tidak ingin menggugurkannya, dua tahun ini aku sangat menunggu kehadiran seorang anak.”Anya menangis terisak-isak. Antar sedih dan takut Hanum akan mara

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 47

    Anya meneguk teh yang diberikan, cukup membuat tenggorokannya lebih hangat. Perlahan ia meletakkan cangkir itu ke meja.“Selama ini kamu ke mana saja, Nak? Kamu benar-benar menghilang tanpa ada kabar,” ucap wanita paruh baya bernama Hanum itu.“Maafkan aku, Bu. Aku sebenarnya pindah ke kota lain, dan…” Anya tampak sulit melanjutkan ucapannya.”Aku sudah menikah.”Mata Hanum melebar, jelas terkejut. Ia menggenggam tangan Anya.”Kapan kamu menikah? Lalu, di mana suamimu?”“Aku sudah menikah dua tahun yang lalu, Bu. Saat aku pindah kota, aku bertemu dengan dia dan kami mulai hubungan sampai akhirnya menikah. Tapi… aku bercerai darinya.”Anya tak dapat mengendalikan air matanya yang kembali membanjir.”Aku benar-benar sangat hancur, Bu. Dia sudah berkhianat.”Hanum memeluk Anya, berusaha memberikan ketenangan pada perempuan itu. Tangannya dengan lembut menepuk punggung Anya. Merasa sangat iba.“Aku… aku merasa bersalah dengan Ibu. Andai aku tidak nekat pergi ke kota dan–”“Tidak perlu menyes

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 46

    “Saya mohon, Mbak Anya jangan pergi.” Jumi terus memohon-mohon ketika Anya memasukkan semua pakaiannya ke dalam tas. Entah pilihannya sudah tepat atau tidak.Namun, kebencian dan ketidaksudian Arum atas kehadirannya akhirnya membuat Anya memilih pergi. Ia tak ingin terus bertahan di tempat yang hanya memberinya luka dan harapan semu. Bertahan hanya akan membuat hatinya kian remuk.“Ini pilihanku, Bi,” ucap Anya dengan suara serak.“Aku sadar, sejak awal aku memang tidak seharusnya berada di sini.”Jumi menggeleng.“Lalu… bagaimana jika pak Rayden marah? Beliau meminta saya menjaga Mbak Anya.”Anya tersenyum tipis, senyuman yang lebih mirip upaya terakhir untuk tetap kuat. “Jangan sampaikan apapun pada pak Rayden. Bibi tidak perlu merasa bertanggung jawab. Keputusan ini murni keinginanku.”Kalimat itu justru membuat Jumi runtuh. Ia menundukkan kepala, bahunya terguncang oleh isak tangis yang tak mampu lagi ditahan. Rasa bersalah menyesakkan dadanya, meski Anya berusaha meringankan rasa b

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status