공유

Bab 51 Istri Rido

작가: Dhesu Nurill
last update 게시일: 2024-08-20 21:47:11

“Kalau itu saya kurang tahu, Non. Tapi, sedari pagi Tuan memang sudah berangkat.”

Kalila masih khawatir. Jadi, dia hanya bisa berharap kalau Aji tidak dulu pulang dan Hana segara kembali.

Sementara itu di sebuah kafe, Hana sedang bertemu dengan wanita yang kemarin meneleponnya. Pada akhirnya, sang wanita tidak punya pilihan lain.

Rasa penasaran membuatnya mengambil keputusan ini. Apalagi, mungkin ini bisa dijadikan bahan bukti penangkapan Adik dan suaminya.

Namun, yang membuat Hana kaget adalah
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Adma
mana lanjutannya thor?
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 74 Kelicikan Kalila

    Sementara Aji masih disekap di gudang, Hana memilih untuk pergi ke kampus Kalila tanpa memberitahu adiknya. Dia sekarang sudah mulai bisa membaca apa saja yang dipikirkan oleh wanita itu. Cara yang tepat adalah langsung mengambil bukti yang disebutkan oleh Kalila di loker kampusnya. Hana bisa saja datang dengan berbagai alasan, salah satunya mengambil barang adiknya yang sudah di-DO dari kampus. Hal itu sangat mudah dilakukan karena dia adalah wali dari Kalila. Sementara ini, dia harus benar-benar hati-hati terhadap adiknya. Meskipun Aji sudah tertangkap basah dan mungkin untuk sementara waktu tidak bisa melawan, Hana tidak boleh lengah terhadap orang-orang yang dikira lemah. Sepeninggal Hana, Kalila berusaha untuk keluar dari kamar. Sayangnya, pintunya terkunci dari luar. Kalau dia keluar dari jendela pun percuma; jendelanya dihalangi oleh teralis. Jadi, yang bisa dia lakukan hanyalah menunggu sampai Hana datang. Dia akan berusaha untuk kabur dari tempat ini setelah berhasil menga

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 73 Isi Hati yang Sebenarnya

    Hana melangkahkan kaki menjauh dari gudang itu, tapi Bi Asih langsung menghentikannya. "Nyonya ... apa Nyonya yakin ingin melakukan semua ini?" tanya wanita paruh baya itu berusaha bertanya baik-baik. Dia tahu penderitaan Hana sangat dalam, bertahun-tahun ditipu oleh adik dan suaminya sendiri. Tetapi masalahnya, jika balas dendam dilakukan seperti ini, apakah semuanya akan impas? Lalu, bagaimana kalau perlakuan Hana terendus oleh polisi? Masa depan Hana akan lebih hancur dari sebelumnya jika melakukan semua ini tanpa pertimbangan yang matang.Hana terdiam. Tubuhnya masih membelakangi dua orang tersebut. Dia tersenyum kecil. Sebenarnya hatinya merasa berat melakukan ini semua—bukan karena dia masih cinta kepada Aji, tapi dia takut kalau semua kejahatannya akan berbalik menjadi karma untuk anaknya sendiri. Hanya saja, jika dia tidak berbuat seperti ini, bukan hanya Kalila yang akan kehilangan nyawa, tetapi dia dan anaknya pun akan terancam. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengo

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 72 Sisi Jahat Hana

    Aji benar-benar syok. Dia sama sekali tidak menyangka kalau istrinya bisa berbuat seperti ini, apalagi reaksi Hana yang di luar dugaan. Selama bertahun-tahun menikah, ini kali pertama dia melihat wajah Hana yang sama sekali berbeda dari biasanya. Pria itu berusaha memberontak, meminta agar dilepaskan. Suara-suara rintihan keluar dari mulutnya, memberikan sinyal kalau dirinya ingin berbicara."Kenapa, Mas? Kamu ingin menjelaskan sesuatu? Atau kamu ingin bertanya kenapa aku seperti ini?" tanya Hana dingin. "Sayangnya, aku tidak akan membuka sumpalan di mulutmu. Kamu cukup dengarkan saja semua yang ingin aku katakan.""Pertama, aku tahu kamu sudah memasukkan obat yang salah kepadaku sampai sakitku berlarut-larut. Tapi untunglah, Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Dia menolongku dengan membuka semua kebohonganmu, Mas. Aku bisa sembuh, dan aku bisa membalaskan semua dendamku padamu!"Tubuh Aji seketika menegang, rasa dingin mulai menjalar di sekujur tubuhnya. Dia benar-benar tidak menyangk

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 71 Bukan Hana yang Dulu

    Setelah itu, Hana pun benar-benar menutup pintu. Bahkan, sang wanita menguncinya dari luar. Kalila hanya bisa terduduk dengan tangisan tanpa suara. Hidupnya sudah benar-benar hancur kali ini. Dia tidak punya pilihan lain. Meskipun dia memberikan kesaksian, tetap saja pada akhirnya akan dipenjara juga.Wanita itu hanya bisa terdiam dan menunggu kapan dirinya bisa mengambil bukti yang ada di kampus. Kalila tahu saat ini Aji masih ada di rumah, jadi tidak mungkin kalau dia tiba-tiba saja keluar. Siapa tahu mereka bertemu, yang ada semua rencana akan gagal total.Setelah mengamankan Kalila, Hana kembali ke gudang. Dia melihat Bi Asih dan Rendy masih berjaga di sana."Bagaimana? Dia sudah sadar?" tanya Hana yang langsung dijawab dengan gelengan kepala."Belum, Non. Tapi, Non, apakah saya harus tetap di sini?" tanya Bi Asih. Hana melihat kekhawatiran di wajah Bi Asih, sepertinya dia takut kalau dirinya juga terlibat dalam masalah ini."Bi, tidak boleh ada yang terlibat, termasuk Rendy. Kali

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 70 Dipenjara atau Kehilangan Nyawa?

    Hana tidak memedulikan tangisan adiknya. Hatinya sudah kebal dengan semua drama yang dilakukan oleh sang adik. Lagipula, Hana menyangsikan ketulusan hati Kalila, apalagi dengan tangisan itu yang mungkin saja hanya kepalsuan.Bagi Hana, sekarang dia tidak mau lagi memedulikan orang yang tak penting, meskipun itu adalah saudara sendiri. Jika orang lain baik kepadanya, maka dia akan memberikan kebaikan berlipat-lipat pula. Tetapi, jika orang itu memberikan keburukan kepada Hana, dia akan menyingkirkannya dengan berbagai cara. Sudah cukup wanita itu melakukan pengorbanan selama ini, baik itu kepada adiknya maupun kepada suaminya. Untuk sekarang, Hana ingin benar-benar membahagiakan diri sendiri dan anaknya."Kak, aku mohon, Kak! Tolong aku!" seru Kalila setengah berteriak. Tiba-tiba saja dia memegangi kaki Hana.Wanita itu, yang hendak pergi, pun terhenti oleh pergerakan adiknya."Kak, aku mohon tolong kali ini saja! Beri aku kesempatan kedua. Apakah Kakak tega melakukan semua ini kepada

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 69 Aku Tetap Menghukummu

    Hana akhirnya membalikkan badan sembari melipat tangan di depan dada. Tatapannya datar, tidak ada ketakutan, kesedihan, ataupun kekecewaan. Sudah terlalu banyak hal yang membuat Hana merasa sakit, bahkan mungkin saat ini perasaannya hambar kepada adiknya sendiri.Kasih sayangnya kini hanya tersisa setetes, sama seperti ikatan darah yang memang tidak bisa dihancurkan oleh apa pun. Kalau saja adiknya ini orang lain, mungkin dia akan melakukan semuanya dengan totalitas tanpa berpikir dua kali. Namun, Hana takut kalau orang tuanya merasa sedih, jadi dia hanya akan memberikan hukuman beberapa persen saja."Aku sudah punya banyak bukti, sebelum kamu mengatakan kalau kamu sendiri punya buktinya."Kalila, mendengar itu, terkesiap. Tubuhnya menegang di tempat. Raut wajahnya berubah menjadi pucat pasi. Dia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang barusan didengar, seolah sebuah pukulan mutlak mendarat di hatinya sampai ia tidak bisa mencerna kata-kata kakaknya.Melihat kebingungan di mata K

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 20 Hasutan Mertua

    Entah sudah berapa lama Bu Minarti bolak-balik di depan ranjang. Tampak gusar, menunggu kedatangan Aji. Hingga, tepat pukul 4 sore, akhirnya Aji datang. Terdengar suara Aji mengucapkan salam.Dengan cepat Bu Minarti datang. Terlihat Hana menghampiri dan membawa tas juga jas yang dikenakan oleh Aji."B

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 18 Mertua Julid

    "Hah? Kak Hana punya uang? Kamu yakin, Mas?"Aji berdecak keras. "Mana aku tahu. Antara yakin dan tidak, karena Hana tidak bekerja selama ini. Tapi, melihat Hana yang begitu tenang menghadapiku yang baru saja di-PHK, tentu ini sangat aneh."Kalila terduduk lemas. Kalau benar begitu? Lantas, bagaimana

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 17 Jawaban Nara

    Malam telah tiba, saat ini Aji, Hana dan Nara sedang makan malam bersama. Hening, tak ada yang bersuara. Sepertinya, Hana juga masih kesal karena Aji tidak bisa memberikan mobilnya.Namun, bagaimana lagi? Kalau mobil itu dimiliki oleh Hana, maka dia tidak bisa leluasa mendatangi Kalila.Di sisi lain,

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 14 PHK

    "Ngapain kamu diam saja?!" seru Rido, membuat Aji terkesiap.Tampaknya pria itu malah melamun, memikirkan bagaimana nasibnya nanti."Pak, tolong kasih saya kesempatan untuk menyelesaikan masalah ini. Saya janji--" "Tidak! Jangan berbicara lagi. Kalau kamu tidak keluar, aku akan panggil satpam!"Aji men

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status