Share

Bab 85 Alex Merasa Terancam

Author: Ibu3Dara
last update publish date: 2026-09-09 14:00:28

Suasana di ruang kerja firma hukum Sinclair & Associates terasa sepi dan dingin, namun Alex sama sekali tidak memperhatikannya. Matanya terpaku pada layar ponsel di tangannya, di mana pesan singkat dari seseorang yang dipercayainya baru saja masuk. Isi pesan yang membuat seluruh darah di tubuhnya seakan berhenti mengalir. Frans. Sepupunya sendiri. Bukan hanya mendekati Valeria, tapi juga mengungkapkan perasaan secara terang-terangan. Alex meletakkan ponseln

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Perawan Sang Pengacara Billionaire   Bab 100 Pilihan yang Belum Diucapkan

    Malam itu Valeria sengaja mematikan ponselnya. Ia hanya ingin suasana yang tenang tanpa notifikasi atau gangguan dari luar. Ponselnya diletakkan di atas nakas, lalu ia berbaring di tempat tidur sambil menatap langit-langit. Di luar, Jayakarta tetap ramai seperti biasa, tetapi Valeria membiarkan malam itu berlalu dalam keheningan.Pagi datang dengan udara yang lebih sejuk. Valeria bangun lebih awal, membuat kopi, lalu duduk di teras menghadap timur. Ia tidak membuka laptop atau menyalakan televisi. Ia hanya menikmati kopinya tanpa memikirkan apa yang harus dilakukan. Sekitar pukul sepuluh, Natalia datang membawa dua kotak pastry dengan wajah tenang, tanpa meminta Valeria menjelaskan apa pun."Kamu tidak harus bilang apa-apa dulu," kata Natalia sambil duduk di kursi sebelah Valeria, meletakkan kotak pastri di meja antara mereka. "Aku temani kamu di sini."

  • Istri Perawan Sang Pengacara Billionaire   Bab 99 Tiga Tujuan, Satu Harapan

    Alex menatap pesan dari Rodrigo itu lebih lama dari yang diperlukan untuk membacanya.“Tanyakan kepada Frans tentang malam di Milan City tiga tahun lalu.”Ia tidak tahu apa yang terjadi di Milan City tiga tahun lalu. Ia juga tidak pernah bertanya kepada Frans dan Frans tidak pernah menceritakannya. Namun, cara kalimat itu ditulis membuatnya merasa bahwa seseorang mengetahui informasi yang tidak dimiliki Alex. Hal itu mulai membuat pikirannya dipenuhi pertanyaan.Ia mengetik balasan kepada Rodrigo. “Minta ia menunggu. Aku ke bawah setelah selesai meeting.”Lalu ia menyimpan ponselnya dan menatap ruang tunggu yang sudah sepi menjelang siang itu, membiarkan pikirannya menyusun sesuatu yang belum sepenuhnya bisa ia lihat bentuknya.

  • Istri Perawan Sang Pengacara Billionaire   Bab 98 Di Antara Tiga Pilihan

    Adrian Hayes tidak pernah mengubah cara pendekatannya. Saat Alex mulai berubah dan Frans belajar lebih berhati-hati, Adrian tetap hadir tanpa memaksa. Ia mengirim artikel hukum yang mungkin berguna bagi Valeria, memberi informasi seminar melalui Carissa, dan tidak pernah menjadikan hal itu sebagai alasan untuk mendekati Valeria. Bukan karena lebih intens, tetapi karena sikapnya selalu konsisten.Rabu siang, Alex, Frans, dan Adrian berada di gedung yang sama tanpa merencanakannya. Alex datang untuk bertemu firma hukum di lantai tujuh, Frans menemui klien di lantai sebelas, sementara Adrian menghadiri seminar hukum di aula gedung. Mereka bertiga masuk ke lift hampir bersamaan dari arah berbeda. Setelah pintu tertutup, suasana menjadi hening selama beberapa detik. Alex akhirnya menjadi orang pertama yang berbicara."Adrian," katanya dengan nada yang profesional da

  • Istri Perawan Sang Pengacara Billionaire   Bab 97 Nasihat Bijak

    Peter tidak langsung membalas pesan Frans malam itu. Ia membaca pesan tersebut, membuat kopi, lalu duduk di depan laptop yang masih menampilkan pekerjaannya. Peter tahu ada percakapan yang perlu dilakukan dan tidak cukup dibahas lewat pesan singkat.Akhirnya, Peter mengambil ponselnya dan menelepon Frans.Frans mengangkat di dering pertama. "Peter.""Kamu ada di mana sekarang?" tanya Peter langsung."Kantor. Mau pulang," jawab Frans.“Jangan pulang dulu. Kopi Raga di Arjuna Selatan, kamu tahu?” tanya Peter dengan nada serius.“Tahu,” jawab Frans singkat."Kita ketemu disana," kata Peter. Lalu ia menutup telepon

  • Istri Perawan Sang Pengacara Billionaire   Bab 96 Frans Cemburu

    Frans tidak berencana datang ke Westbridge University. Ia hanya melewati kawasan kampus karena klien firmanya memiliki kantor di gedung sebelah dan pertemuannya selesai lebih cepat. Saat berjalan menuju parkiran sambil melihat ponsel, ia melihat Valeria berdiri di halaman samping fakultas hukum bersama Alex. Frans berhenti beberapa detik. Ia tidak bisa mendengar percakapan mereka, tetapi melihat Valeria mendengarkan dengan tenang dan Alex berbicara tanpa terlihat tegang. Tidak ada ketegangan di antara mereka, dan hal itu membuat Frans merasa tidak nyaman.Frans akhirnya berjalan lebih cepat menuju parkiran. Ia duduk di dalam mobil hampir sepuluh menit tanpa menyalakan mesin. Pikirannya masih tertuju pada apa yang baru saja dilihatnya ketika ponselnya bergetar. Pesan dari Rodrigo.“Pak Frans, Pak Alex minta aku sampaikan bahwa pertemuan dengan Valeria tadi

  • Istri Perawan Sang Pengacara Billionaire   Bab 95 Perubahan yang Nyata

    Valeria tidak langsung menyadari perubahan itu. Perubahan biasanya terlihat dari hal-hal kecil yang baru terasa setelah membentuk sebuah pola. Pola itu mulai terlihat sekitar tiga minggu setelah Alex datang ke apartemennya tanpa pemberitahuan dan Valeria memintanya untuk tidak mengulanginya. Sejak malam itu, Alex tidak pernah menghubunginya secara langsung. Bukan karena marah, tetapi karena ia benar-benar mendengarkan dan memilih menghormati batas yang Valeria buat.Sebaliknya, beberapa hal kecil mulai terjadi tanpa Valeria duga. Tiga hari setelah malam itu, Ethan menghubunginya di sela jam mengajar."Ada dokumen yang dikirimkan ke kantorku pagi ini," kata Ethan dengan nada yang sedikit berbeda dari biasanya. "Dari Alex. Tentang kasus yang masih berkaitan dengan namamu dalam beberapa dokumen warisan.""Isinya tentan

  • Istri Perawan Sang Pengacara Billionaire   Bab 6 Apa yang Tersisa dari Dua Tahun

    Valeria tidak langsung menjawab."Ia diam sejenak, bukan karena ragu. Ia hanya memperhatikan suara Alex yang sudah dikenalnya selama dua tahun. Napas berat dan nada angkuh itu terdengar berbeda kali ini, seolah keangkuhannya mulai pudar." "Valeria?""Aku dengar kamu, Alex." Suaranya datar, bukan d

  • Istri Perawan Sang Pengacara Billionaire   Bab 5 Saat Aku Mengambil Kendali

    Pintu tertutup di belakang Valeria. Langkahnya tetap tenang saat menuruni teras rumah keluarga Pradiptama, tidak terburu-buru, tidak ragu, seolah yang baru saja terjadi hanyalah percakapan biasa, padahal ia baru saja mengakhiri pernikahannya. Udara malam terasa dingin, namun anehnya ia tidak lagi m

  • Istri Perawan Sang Pengacara Billionaire   Bab 4 Keputusan Tanpa Air Mata

    Makan malam berlangsung seperti biasa, percakapan ringan, tawa kecil, dan topik-topik aman tentang bisnis, pendidikan, serta kehidupan sosial. Semua orang tampak nyaman, kecuali Valeria. Ia duduk tenang, sesekali menjawab saat ditanya, namun lebih sering diam, mengamati, dan menunggu.Hingga akhirn

  • Istri Perawan Sang Pengacara Billionaire   Bab 3 Malam Terakhir sebagai Istri

    “Siapa yang telepon Val?” tanya Nadia penasaran.Valeria terdiam, dia hanya menunjukkan ponselnya ke Natalia.“Gak diangkat?” tanya Natalia lagi.Hening sesaat. Awalnya Valeria sengaja tidak ingin mengangkat telepon Alexander, tapi ia berubah pikiran.Valeria menarik napas dalam-dalam, lalu akhirny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status