FAZER LOGIN“Matilah untuk lima ratus juta kami!” Athena Belliard diserang pembunuh bayaran. Dia minta bantuan, tapi sang suami tidak menggubris, malah sibuk memijat kaki selingkuhannya. Di saat terdesak, Caleb Caligo menyelamatkan Athena dan menjadi pengawal pribadinya. Semua orang terkejut karena Athena yang terkenal sebagai budak cinta sang suami, malah membawa pulang pria lain. Namun, siapa sangka Caleb adalah orang penuh kuasa yang sengaja menjerat Athena?!
Ver mais“Keluar kau, wanita jalang!” Lelaki gondrong menodongkan pisau di depan.
Mobil Athena dihadang sejumlah preman. Orang bilang kawasan La Daga ini rawan perampokan. Sungguh sial malam ini Athena pulang sendirian. Bahkan tak ada kendaraan lain yang lalu-lalang. ‘Apa yang mereka inginkan?!’ batin Athena mencengkeram kemudi kuat-kuat. Lehernya menengang saat dua orang mendekat. Salah satu dari mereka tak segan menggedor kaca samping mobil Athena. “Cepat keluar atau mobil ini aku hancurkan!” dengusnya penuh ancaman. Bukannya menurut, Athena justru menyalakan mobilnya, berniat kabur meski harus melindas mereka. Tapi entah mengapa mesinnya itu tak kunjung menyala. “Aish, sial! Kenapa tidak bisa?!” tutur Athena diselimuti cemas. Ya, sejak meninggalkan Hotel Senca setelah acara lelang seni, Athena merasa ada yang janggal dengan mobilnya. Terlebih dia sempat melihat sosok misterius di basement. Mungkinkah mobilnya disabotase? Tanpa diduga, lelaki bertubuh gempal mengayunkan tongkat dari luar. “Hah?! Tidak!” Athena sontak memejam saat berpikir kaca mobilnya remuk. Dengan gemetar, wanita itu merogoh ponsel dari tas. Dia gelagapan mencari nomor Edmund dan menghubunginya. Panggilan tak langsung diangkat, bahkan setelah Athena menelephone beberapa kali, sang suami malah menolaknya. ‘Edmund, mengapa—’ Ucapan dalam hati Athena terhenti tepat saat kaca mobilnya pecah karena pukulan berandal tadi. “Ahh!” Pecahan beling menggores pipi Athena, tangan dan lengannya pun ikut terluka. Lelaki berbadan gempal membuka paksa mobil Athena dan menariknya keluar. “Lepas! Apa yang kalian lakukan?!” Athena berusaha memberontak. Namun, tenaganya kalah kuat. Dia diseret menjauh, bahkan di lempar ke tengah aspal dengan kasar. Tiga orang berwajah garang mengelilinginya, membuat Athena tak punya celah kabur. “Kalian mau apa?!” Athena mendecak disertai tatapan waspada. “Uang? Mobil? Aku akan berikan!” Mendengar itu, lelaki bertato ular langsung terkekeh. Dia berjongkok, lantas merengkuh kasar dagu Athena. Sang wanita berusaha melengos, tapi celakan lelaki tadi makin kuat. “Mudah saja, aku mau nyawamu. Sebelum itu, bercintalah dengan kami bertiga!” tukas lelaki itu disertai seringai miring. “Dasar brengsek!” Athena memaki dan lantas meludahi wajah lelaki tadi. “Wanita sialan!” Lelaki itu mengusap kasar bekas ludah Athena. Bahkan detik berikutnnya dia melayangkan tamparan keras, sampai-sampai darah merembes dari sudut mulut Athena. “Cepat bereskan jalang ini!” decaknya melirik sang rekan. Lelaki berambut gondrong lekas menarik Athena, memanggul paksa wanita itu menuju mobil mereka. “Ti-tidak! Lepaskan aku, aku bilang lepaskan!” Athena berupaya memberontak. Dia memukuli punggung lelaki gondrong itu, sialnya perlawanan Athena sia-sia. Hingga tiba-tiba dia menggigit bahu lelaki itu sekuat tenaga. “Argh, brengsek!” Si gondrong mengerang dan membanting Athena ke bawah. Saat itulah, Athena berniat kabur. Tapi si gondrong kembali menarik lengannya. “Jangan harap bisa lari, jalang sialan!” cecarnya sambil menusuk perut Athena dengan pisau. Gelenyar darah seketika merembes dari balik dress wanita itu, memicu tatapan Athena jadi buram. Lelaki tadi menyeringai sambil berbisik, “matilah untuk lima ratus juga kami!” Mendengar itu, manik Athena melebar. Rupanya ada orang yang memerintahkan mereka untuk mengambil nyawanya. Bulu mata Athena gemetar saat lelaki itu menekan pisaunya lebih dalam. Dengan sisa tenaganya, Athena langsung mencakar wajah si gondrong tadi, membuatnya mundur saat kuku tajam Athena melukai matanya. “Brengsek! Kau memang cari mati, dasar jalang!” Laki-laki itu memberang murka. Di sela lengah lelaki tadi, Athena pun kabur sembari menekan perut kirinya. Dia tertatih-tatih lari saat dua lelaki lain mengejarnya. Lelaki bertato ular mendengus marah. “Sialan! Cepat tangkap kembali wanita itu!” ‘Aku harus pergi! Aku harus segera kabur dari mereka!’ batin Athena amat tegang. Sesekali Athena berpaling ke belakang, saat itulah sorotan lampu mobil terang melaju kencang dari depan. Athena seketika terhenti, tapi para lelaki berandal sudah mengepung dari lawan arah. “Hah! Tidak!” Athena sontak memejam dengan tubuh kaku. Beruntungnya mobil tersebut berhenti tepat sebelum menyentuh Athena. Napas wanita itu tercekat, tatapannya jadi tegang melihat sosok pria tinggi besar turun dari mobil. Karena sorotan lampu, Athena tak bisa melihat wajahnya. Namun, manik Athena sontak melebar kala pria itu mengacungkan pistol ke depan. ‘A-apa dia anggota mereka?!’ batin Athena yang lantas terdengar tembakan keras.“Athena?!” Edmund yang semula menindih Theresa di ranjang langsung bangkit.Dia buru-buru menghampiri sang istri, seraya berkata, “ini tidak seperti yang kau lihat, aku—”“Jangan mendekat!” Athena lekas memangkas dan seketika membuat Edmund berhenti.“Athena, aku hanya memberi napas buatan untuk Theresa. Kau tau sendiri, dia pingsan setelah jatuh ke kolam renang,” tukas Edmund menjelaskan.Namun, dia yang telanjang dada dan bibir bengkak Theresa seperti menampik kata-katanya sendiri.“Kak Athena jangan salah paham. Kalau bukan karena Kak Edmund, aku mungkin sudah mati,” tutur Theresa ikut menyahut.Mati? Lalu bagaimana dengan Athena? Dia juga jatuh ke kolam, tapi Edmund tak peduli!Theresa menyibak uraian rambut pirangnya yang basah, sengaja menunjukan bekas c
“Nona? Nona mendengar saya?” Caleb menepuk lembut pipi Athena.Benar, pria yang terjun menolong Athena memang Caleb. Usai berganti pakaian dan mendengar keributan, dia bergegas lari ke kolam renang. Dirinya berupaya menarik Athena dengan cepat, tapi sialnya wanita itu sudah tak sadarkan diri.“Nona Athena? Nona?” tutur Caleb menatap cemas.Dengan pelan, Caleb merebahkan kepala Athena ke lantai pinggir kolam. Dia melonggarkan tali gaun yang melilit ke belakang leher Athena. Caleb lantas menjepit hidung Athena dan membuka mulutnya dengan tangan yang lain. Tanpa ragu, dia memberi napas buatan untuk wanita itu. Hingga setelah mengulang lima kali, Caleb melakukan kompresi dengan menekan cepat dada Athena.‘Kau pasti bisa bertahan!’ batin Caleb yakin.Saat itulah, Athena mengeryit. Dia batuk beberapa kali sambil mengeluarkan air yang tak sengaja mengebaki tenggorokan.“Syukurlah Anda sudah sadar.”Caleb membantu Athena bangkit sambil menepuk pelan punggungnya. Wanita itu tiba-tiba menggigil
Caleb mengikuti arah tatapan Athena dan langsung memahami situasi. Belum sampai Caleb bicara, Athena sudah berkata, “aku akan naik lagi untuk ganti baju!”Dia melepas genggaman Caleb, berniat mangkir.Namun, ketika hendak berbalik, Theressa tiba-tiba memekik, “Kak Athena sudah datang?”“Ternyata selera Kak Athena sama denganku. Kemarilah, Kak. Kita bisa mengambil foto bersama.” Theressa melanjutkan dengan maksud terselubung.Semua pasang mata seketika menoleh pada Athena. Sejumlah gunjingan pun terdengar di mana-mana.“Apa-apaan ini? Nyonya Athena meniru gaya busana Nona Theressa?” tukas wanita berponi di sudut kanan.Teman di sampingnya pun menyahut, “wajar saja, Nona Theressa kan model terkenal. Walau sama-sama cantik, aku rasa gaun itu lebih cocok dipakai Nona Theressa. Lihat saja rambutnya yang pirang dan mata birunya, sungguh serasi dengan gaun itu, mirip boneka hidup.”“Kau benar, gaunnya kurang pantas untuk Nyonya Athena yang punya rambut gelap.”Theressa diam-diam tersenyum p
Caleb lekas menahan tangan Edmund sebelum tamparan itu mengenai Athena.“Brengsek! Apa yang kau lakukan?!” dengus Edmund marah.Dia menampik kasar cekalan Caleb, lalu beralih menarik lengan Athena mendekat padanya.“Lepas, Edmund!” tukas Athena berusaha menyingkur.Namun, Edmund mencengkeram lebih kuat, memaksanya tetap di tempat.“Kau tidak pulang semalaman, tapi sekarang membawa pria lain? Apa kau habis bermain gila dengannya?!” cecar Edmund penuh selidik.“Bukannya itu kau?!” bantah Athena melirik Edmund dan Theressa bergantian. “Kenapa kau tidak mengangkat telephoneku? Di mana kau saat aku menghubungimu karena pembunuh bayaran menyerangku?!”Alis Edmund mendapuk, dia baru menyadari luka di sudut bibir Athena, itu bekas tamparan berandal di jalan La Daga.“Siapa yang berani menyentuhmu?!” tukas pria tersebut menyidik.Tangannya menjulur, berniat memeriksa luka Athena, tapi sang wanita menghindar. Sialnya Edmund malah merengkuh kasar dagu Athena dan memaksa istrinya itu menatapnya.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
avaliações