Makan malam berlangsung seperti biasa, percakapan ringan, tawa kecil, dan topik-topik aman tentang bisnis, pendidikan, serta kehidupan sosial. Semua orang tampak nyaman, kecuali Valeria. Ia duduk tenang, sesekali menjawab saat ditanya, namun lebih sering diam, mengamati, dan menunggu.Hingga akhirnya ia meletakkan sendoknya perlahan. Suara kecil itu cukup menarik perhatian beberapa orang. Valeria mengangkat wajahnya, tatapannya lurus ke depan, tepat ke arah Alex“Alex,” panggilnya tenang.Alex menoleh. “Iya, sayang?”Semua orang mulai memperhatikan tanpa sadar, tanpa tahu apa yang akan terjadi. Valeria menarik napas dalam-dalam, lalu perlahan memasukkan tangannya ke dalam tas.Ia mengeluarkan sebuah map cokelat dan meletakkannya tepat di depan Alex. Seketika, suasana berubah hening.“Ada yang ingin aku bicarakan,” ucap Valeria pelan. Alex menatap map itu, lalu kembali menatap ke arah Valeria.Alisnya sedikit berkerut. “Apa itu?”Valeria menatapnya tanpa berkedip dan untuk pertama kal
閱讀更多