Share

150. Rindu yang Terurai

Penulis: Banyu Biru
last update Tanggal publikasi: 2026-06-07 22:25:10

Tepat pukul sepuluh malam, riuh rendah tepuk tangan penonton menandai berakhirnya pagelaran utama Maison Veloura. Lampu aula kembali benderang, memicu gelombang interaksi di antara para tamu. Nicholas Wijaya langsung dikerubuti oleh para investor dan pengamat mode di tengah panggung, didampingi beberapa model utama termasuk Hana.

Tanpa ada yang menyadari, Dewantara merangsek mendekati sang istri dan membawanya menepi.

"Kita pergi sekarang." bisik Dewantara.

Sandra mengangguk lalu mengikuti
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   157. Bukan Wanita Biasa

    Hari yang dinanti pun tiba. Hotel mewah di kawasan Jogja malam itu diselimuti atmosfer kemegahan yang luar biasa. Lampu-lampu kristal memantulkan cahaya berkilauan, menyinari karpet merah yang dilewati oleh para tamu undangan kelas atas. Jajaran menteri, pengusaha sukses, hingga sosialita papan atas hadir demi acara lelang amal eksklusif yang diadakan oleh desainer papan atas, Nadine Wirahadi.Di antara kerumunan tamu, Rasya Kumala tampil anggun dengan gaun malamnya bersanding dengan Viviane yang mengenakan gaun hitam berbelahan tinggi. Mata Rasya menyipit tajam saat menangkap siluet Sandra atau yang lebih mereka kenal sebagai Momy Aleya—sedang berbincang akrab dengan Nadine di dekat panggung utama. Sandra malam itu tampak teramat memesona dengan salah satu gaun Arunika rancangannya sendiri, sebuah perpaduan tenun dan sutra pastel yang memancarkan aura berkelas."Lihat perempuan itu," desis Rasya, mempererat cengkeramannya pada gelas kecil di tangannya. "Sok suci sekali dia berdiri d

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   156. Kehangatan yang Kembali

    Hari-hari berjalan biasa bagi Sandra. Studionya memang selalu ramai hanya menambah jam saja. Di satu sudut, mesin jahit menderu tiada henti menyelesaikan pesanan di bawah komando Rian. Sementara di sudut lain, di bawah pengawasan Sandra, sepuluh gaun mahakarya untuk lelang amal Bu Nadine perlahan mulai mewujud. Potongan kain batik sutra bermotif kontemporer berpadu apik dengan brokat prada, menciptakan siluet anggun yang memukau mata.Hingga pada sore hari di hari kelima, deru mesin mobil yang sangat familiar memecah keheningan pekarangan rumah Joglo.Sandra yang baru saja keluar datang berhenti dan membalikkan badan. Jayadi melangkah turun dengan senyum lebar, disusul oleh Dewantara yang langsung mengancingkan jas kasualnya."Papa! Mas Tara!" seru Sandra, matanya berbinar riang menatap kedatangan dua pria itu."Halo, Sandra. Wah, menantu Papa makin bersinar saja setelah pameran kemarin," sapa Jayadi hangat, menepuk pelan bahu Sandra.Dari arah dalam rumah, Helen buru-buru keluar ber

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   155. Panggung amal

    Pagi harinya, Sandra bergegas ke studio hingga tak sempat sarapan karena telpin mendadak dari stafnya. "Mbak Sandra, ada tamu di ruangan Mbak Sandra. Katanya dari Jakarta dan ingin bertemu langsung dengan Mbak," lapor seorang staf administrasi begitu Sandra menjejakkan kakinya. Sandra mengangguk sambil merapikan blazernya.. "Katanya namanya Ibu Nadine, Mbak." Mendengar nama itu, senyum Sandra langsung mengembang. Sandra buru-buru melangkah ke ruang tamu studionya. "Halo, Sandra! Ya ampun, selamat ya atas sukses besarnya di Maison Veloura kemarin!" sapa Nadine begitu melihat Sandra masuk. Wanita sosialita itu langsung bangkit dan memeluk Sandra dengan hangat. "Terima kasih banyak, Bu Nadine. Suatu kehormatan Bu Nadine berkenan datang," jawab Sandra ramah seraya mempersilakan Nadine duduk kembali. Nadine tertawa renyah, meletakkan tas jinjingnya ke samping sofa. "Tentu saja. Aku harus sering-sering berkunjung ke studio kamu ini, yang sekarang jadi incaran semua fashion e

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   154. Menepis Badai

    Rasya memaki sendiri sambil menatap layar ponselnya yang sudah menggelap dengan napas memburu. Tangannya gemetar hebat karena amarah yang memuncak. Rencana besarnya untuk membuat Helen histeris dan memicu keributan besar di keluarga Dewantara hancur berantakan hanya dalam hitungan detik. Kepalanya terasa pening, tidak habis pikir mengapa reaksi Helen justru sedatar dan sangat santai itu. Kini, ia memasuki mobil lalu bergegas pergi meninggalkan kediaman Dewantara. Tanpa Rasya tahu jika Jayadi, ayah Dewantara melepas kacamatanya sambil bersandar di kursinya. Pria paruh baya itu menggelengkan kepala, lalu meraih ponsel di atas meja. Ia menekan sebuah nomor, menghubungkan panggilan konferensi antara dirinya, sang istri yang berada di Yogyakarta, dan putra tunggalnya, Dewantara, yang saat ini sedang dalam perjalanan bisnis dengan Ardi. Begitu semua saluran terhubung, suara tawa renyah langsung pecah dari speaker ponsel saat laki-laki tambun itu menceritakan tuduhan Rasya. "Papa be

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   153. Benang Kusut

    Sandra mengerjap lalu membuka matanya perlahan. "Udah mau sampai ya, Pak?" Tanya Sandra sambil menatap luar jendela. Laki-lski setengah baya itu menoleh sesaat lalu mengangguk. "Iya, Mbak. Udah masuk gang." Sandra meregangkan tubuhnya sesaat. Akhirnya perjalanan panjang Jakarta Jogja selesai. Ketika mobil mewah kiriman Dewantara akhirnya memasuki pekarangan rumah, Sandra mengernyitkan dahinys. Mobil sang mertua terparkir di garasi dengan rapi. Sandra melangkah turun dari mobil setelah sang sopir membukakan pintu, ia segera masuk. Kakinya berhenti melangkah saat melihat Aleya dan Helem ada di gazebo taman samping. "Mami!" Aleya yang pertama kali menyadari kehadiran ibunya langsung bangkit berdiri dan berlari kencang, menubruk kaki Sandra dengan erat. Sandra berlutut, memeluk tubuh mungil putrinya dan mencium kedua pipinya yang gembul. "Aleya Sayang... anak pintar. Wah, lagi main apa ini sama Eyang Putri?" Helen ikut bangkit sembari merapikan pakaiannya, wajah paruh bayanya be

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   152. Perempuan Lain

    "Kamu yakin tidak mau aku antar sampai stasiun, Sandra?" Nicholas mengancingkan koper premiumnya sembari melirik Sandra yang sedang merapikan tas jinjing di lobi hotel. Pagi itu, atmosfer kesibukan berganti menjadi momen perpisahan. Nicholas harus segera bertolak kembali ke Paris untuk mempersiapkan pameran lanjutan Arunika, sementara Hana juga sudah bersiap-siap."Tidak usah, Nicholas. Lagipula jadwal penerbanganmu ke Paris kan sebentar lagi. Perjalanan ke bandara pasti macet," jawab Sandra dengan senyum tulus.Hana yang berdiri di samping Sandra ikut menimpali sambil memeluk sahabatnya itu erat-erat. "Aku juga harus langsung balik ke Malaysia pagi ini, Sandra. Kerjaan di sana sudah menumpuk. Kamu hati-hati ya naik keretanya ke Jogja. Jangan lupa kabari aku kalau sudah sampai.""Iya, Hana. Kamu juga hati-hati di jalan. Sampaikan salamku untuk tim di sana," ucap Sandra melepaskan pelukan Hana.Setelah Nicholas dan Hana melangkah keluar lobi menuju taksi bandara masing-masing, Sandra m

  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   27. Ada yang Salah

    "Kau bisa langsung ke kantor setelah menurunkan aku!" Ucap Elena tanpa menoleh. Matanya menatap jalanan lewat kaca jendela di sampingnya. Setelah malam tadi, ia mulai enggan untuk mendekati Dewantara. Dewantara menoleh sekilas. “Sejauh apa prosesnya? Sandra bilang baru pemeriksaan awal.” Tanya De

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   22. Retak yang Dipilih

    Sandra menarik kursi di depan sofa. “Silakan duduk.... Tante,” ucapnya ragu. Desi tak menjawab. Ia tetap berdiri, menatap ruangan itu dengan sorot mata tajam, menyapu sofa, meja, pintu kamar mandi, bahkan jendela yang sedikit terbuka. Sambil terus berjalan hingga berhenti di sudut jendela. Menata

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   59. Jejak yang Tertinggal

    Beberapa detik hening. Lalu terdengar tawa kecil Rendra. “Kamu benar-benar berani.” Desi tertawa puas. “Dia memang pantas mendapatkannya.” Namun ia tidak tahu, Pintu kamar yang sebenarnya tertutup rapat, telah terbuka sejak tadi. Dan Wiryawan yang hendak menemuinya di ruang kerja, kini membek

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Istri Rahasia untuk Kakak Ipar   58. Hujan dalam Nyanyian Dosa

    Desi berjalan mondar mandir di kamarnya. Sesekali ia menatap ponsel yang terus saja ada dalam genggaman. Ia merasa aneh dengan Elena. Seharian ini, tak biasanya Elena terus menolak panggilannya. "Kenapa dengan anak itu!" Wiryawan yang sedang sibuk di meja kerjanya, sama sekali tak memperhatikan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status