Short
Istri Sahabatku Mengajak Berbagi Mobil di Hari Valentine

Istri Sahabatku Mengajak Berbagi Mobil di Hari Valentine

By:  Pelan-pelan SajaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Chapters
11.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Kencang sekali ... sudah haus sekali, ya?" Malam Valentine itu, aku dan sepasang suami-istri yang juga sahabatku melakukan perjalanan darat pulang ke kampung halaman. Tak disangka, istrinya yang sedang setengah sadar, salah mengenaliku sebagai suaminya. Tangan kecilnya yang lembut mulai meraba-raba paha kerasku. Sesekali, dia menggesekkan sepasang buah dada putihnya ke arahku. "Sayang ... mainkan si kecil nakalmu ini, dong!" Mendengar itu, mana mungkin aku bisa menahan diri lagi.

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Felix Karna, tahun ini usiaku tiga puluh tahun.

Melihat teman-teman di sekitarku satu per satu sudah mendapatkan istri yang lembut dan cantik, sedangkan aku masih melajang, rasanya sungguh tidak enak.

Salahkan saja diriku yang dulu terlalu "buas" sampai pernah membuat seorang wanita masuk rumah sakit.

Gara-gara itu, tidak ada lagi yang berani menjodohkanku dengan siapa pun.

Menjelang Valentine, sahabatku, Gerry Dures, menelepon dan bertanya, "Felix, bagaimana kalau mudik tahun ini kita pulang bareng saja?"

Aku pikir ada teman di jalan akan lebih menyenangkan, jadi aku setuju.

Pada hari Valentine, Gerry datang menjemputku di bawah apartemen lebih awal.

Begitu masuk ke mobil, aku mencium aroma yang ambigu dan menyengat.

Aku pun melihat istrinya, Hera, dengan wajah memerah dan lemas terkulai di kursi belakang, seolah-olah dia habis pingsan.

Melihat pemandangan ini, mana mungkin aku tidak paham apa yang baru saja terjadi.

Gerry melihat perubahan ekspresiku dan merasa agak sungkan.

"Maaf ya, Bro ... tadi istriku terus merengek, aku jadi nggak tahan."

Melihat Gerry yang tampak segar bugar, lalu melihat Hera yang pingsan karena terlalu puas, aku merasa sangat iri.

Apalagi Hera Meis adalah seorang guru tari. Tubuhnya sangat sintal, menonjol di bagian yang tepat, dan sangat lentur.

Memainkannya pasti akan sangat nikmat!

Sepasang "gunung" putihnya yang tegak itu, kalau bergoyang pasti bisa membuat pria sesak napas.

Tanpa sadar, aku menjilat sudut bibirku dan membalas dengan nada sedikit masam, "Kencang sekali mainnya, apa kamu nggak takut kalau nanti istrimu rusak?"

Gerry tertawa malu. "Nggak akan. Biarpun badannya kecil, dia sangat tahan lama. Kalau aku nggak pakai tenaga, mana mungkin dia mau."

Kata-kata itu membuat hatiku semakin gatal dan tidak keruan.

Kenapa aku tidak punya keberuntungan untuk bertemu wanita berkualitas seperti Hera?

Gerry mengajakku berdiskusi agar aku istirahat dulu, nanti di tengah jalan baru bergantian menyetir.

Aku setuju dan duduk di samping Hera untuk memejamkan mata sejenak.

Namun, dengan wanita secantik itu berbaring di sampingku dan aromanya yang sesekali tercium, mana mungkin aku bisa tidur.

Meski mataku terpejam, aku tidak mengantuk sama sekali.

Aku malah asyik membayangkan pertempuran sengit mereka di dalam mobil tadi.

Di ruang sesempit ini, Hera pasti kesulitan.

Kaki jenjangnya itu pasti harus ditekuk dalam-dalam agar bisa muat.

Semakin aku membayangkan, semakin tersiksa rasanya. Aku berusaha menelan ludah, mencoba menekan gejolak di dalam tubuh.

Tak disangka, Gerry tiba-tiba mengerem mendadak untuk menghindari truk besar.

Hal itu membuat tubuh Hera terlempar ke arahku dan menabrak perut bawahku dengan keras.

"Uh!"

Aku mengerang tertahan karena sakit, tapi tanganku tetap sigap memegangi tubuh Hera dengan erat.

Hera yang tadinya pingsan kini mulai sedikit sadar.

Dalam keadaan linglung, dia mengira aku adalah Gerry. Dia langsung memeluk pinggangku dan menyurukkan kepalanya ke perut bawahku.

"Sayang ... uh!"

Suara lenguhan halus seperti rintihan kucing itu membuat bulu kudukku meremang.

Gerry sengaja memakai headphone agar tetap terjaga, jadi dia sama sekali tidak menyadari gerakan di kursi belakang.

Aku menegangkan tubuh, tidak berani bergerak sedikit pun.

Tapi Hera yang tidak sadar sepenuhnya ini malah semakin menjadi-jadi. Tangan kecilnya yang lembut mulai nakal.

Tangannya mengusap paha kerasku, diikuti suara manjanya.

"Sayang ... kakimu keras sekali ...."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status