Short
Hadiah Kelulusan dari Ayah Angkat

Hadiah Kelulusan dari Ayah Angkat

By:  LiamCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
15Chapters
2.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Kenapa diam saja? Apa harus kuperiksa, biar tahu sendiri jari yang membuatmu nggak bisa tidur semalam itu panjang atau pendek?" "Cicipi rasamu sendiri." Di kantor wakil direktur rumah sakit, dokter pembimbingku sedang berdiri di luar pintu, sementara aku di dalam ditindih ke dinding oleh ayah angkatku, Juna Narendra. Aku mengenakan seragam perawat ketat yang dia buatkan khusus untukku, sangat pendek menyentuh pangkal paha saja. Payudaraku yang montok ukuran 36E tertekan hingga berubah bentuk di balik jas putih itu. Celana safety aku sudah robek paksa oleh tangan besarnya yang panas dan kasar. Jari-jarinya yang panjang bergerak masuk-keluar dan menggesek dengan liar di balik lapisan kain terakhir yang basah kuyup. Di usia 21 tahun, padahal aku punya pacar yang bersih dan polos. Kini, di bawah dorongan yang tidak bisa kutolak dari ayah angkatku, kedua kakiku tanpa sadar melingkar erat di pinggangnya, dan aku kehilangan kendali, mencapai klimaks dengan rasa malu yang mendalam. Saat jari yang dipenuhi cairan kenikmatanku yang lengket itu mendekati bibirku, aku tanpa sadar menjulurkan lidah ....

View More

Chapter 1

Bab 1

"Reva, sini. Ayah punya hadiah untukmu."

Suara ayah angkatku, Juna Narendra, terdengar dari ruang kerja, dengan nada lembut yang memerintah.

Namaku Reva Natasya, umur 21 tahun, mahasiswi kedokteran yang sedang magang dan akan segera lulus. Tubuhku terlihat lebih dewasa dari usiaku, terutama payudaraku yang berukuran 36E, yang selalu membuatku terlihat menonjol saat mengenakan pakaian apa pun.

Aku punya pacar bernama Yudha Sanjaya selama dua tahun ini.

Dia adalah pemuda yang polos, dan kami sudah sepakat untuk menyimpan hal yang paling berharga untuk malam pertama pernikahan.

Namun, sejak memasuki masa pubertas, tubuhku bagaikan tanaman yang diberi pupuk berlebihan, tumbuh subur dengan hasrat yang tak terlihat. Terutama saat magang di rumah sakit, melihat para dokter pria yang berwibawa. Mencium aroma campuran tembakau dan cairan desinfektan dari tubuh mereka, rasa panas yang sulit dijelaskan selalu melanda bagian terdalam tubuhku ....

...

Aku menahan degup jantungku dan pulang ke rumah. Hari ini adalah hari aku harus melapor ke rumah sakit tempat Juna bekerja.

Dia adalah sahabat ibuku, dan dia mengadopsiku setelah orang tuaku meninggal mendadak. Dia bukan hanya ahli bedah jantung terkemuka di negara ini, tetapi juga wakil direktur rumah sakit ini.

"Aku datang, Om Juna." Aku membuka pintu ruang kerja dengan patuh.

Dia sedang duduk di balik meja kerja kayu mahoni besar, melepas kacamata berbingkai emas dari hidungnya, dan membersihkannya dengan hati-hati menggunakan kain flanel. Hari ini, dia mengenakan setelan abu-abu yang pas di badan, tanpa jas putih, tapi justru memancarkan aura wibawa pria dewasa yang lebih kuat daripada saat di rumah sakit.

"Ke sini." Dia melambaikan tangan kepadaku.

Aku mendekat. Dia membuka tas kertas di sampingnya, di dalamnya ada seragam perawat yang masih baru.

Namun, berbeda dengan yang kuterima sebelumnya, seragam ini pinggangnya sangat ketat dan roknya sangat pendek.

"Kamu besok mulai magang. Aku sudah siapkan ini untukmu, coba dipakai." Matanya tertuju pada dadaku, tatapannya dalam, seolah sedang menilai sebuah karya seni.

"Om, roknya ini ... apa nggak terlalu pendek?" Aku ragu-ragu. Panjangnya nyaris hanya sampai pangkal paha saja. Di tempat ramai seperti rumah sakit, sedikit saja membungkuk bisa membuat bagian dalam terlihat.

"Anak magang harus tampil seperti anak magang, lebih rapi." Dia berdiri, berjalan ke depanku, lalu menyodorkan baju itu ke pelukanku. "Pakai dulu, biar aku lihat pas atau nggak."

Suaranya tidak membiarkan ada penolakan, aku hanya bisa tersipu, dan membawa baju itu masuk ke ruang istirahat yang terhubung di dalam ruang kerjanya.

Ketika aku keluar setelah berganti baju, aku hampir tidak berani menatapnya.

Kain itu seolah-olah menjadi kulit kedua, membungkus setiap lekuk tubuhku dengan ketat. Payudara montokku tertekan membentuk lekukan yang menawan, seperti hampir merobek kain tipis itu. Sedangkan rok yang sangat pendek itu membuatku merasa dingin di bagian bawah, seolah tidak mengenakan apa-apa.

"Hm, lumayan." Juna menatapku dari atas ke bawah, jakunnya bergerak-gerak tanpa disadari. "Cuma di bagian sini sepertinya agak ketat."

Sambil berkata begitu, dia mengulurkan tangannya.

Aku menatap tak berdaya saat tangan dengan buku-buku jari yang tegas itu mendekat. Ujung jarinya mendarat tepat di titik paling menonjol di dadaku.

"Mmm ...."

Seluruh tubuhku bergetar, aliran listrik aneh menyebar seketika dari titik itu ke seluruh tubuhku. Kain bukan jadi penghalang yang melemahkan sensasi sentuhan, melainkan membuat gesekan itu semakin menggoda.

"Aku bantu atur ulang." Suaranya terdengar sedikit serak.

Bukannya menjauhkan jarinya, dia justru melingkari dengan lembut titik yang sangat sensitif itu dengan ujung jarinya melalui kain tipis tersebut.

Satu kali, lalu diulang lagi.

Setiap sentuhan itu seolah menyulut api di ujung hatiku.

Aku merasa hampir tidak kuat berdiri. Kakiku lemas, dan aku hanya bisa menyandarkan tangan di atas mejanya agar tidak jatuh.

"Om, jangan ... geli ...." Aku menggigit bibir, mengeluarkan erangan pelan dari tenggorokan, tapi tubuhku mendekat ke telapak tangannya dengan tidak terkendali.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
15 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status