LOGIN“Jangan buka bagian sana, kita masih di jalanan, aduh memalukan sekali!” Di depan sebuah bar pada tengah malam, aku dan pacarku mabuk berat hingga tersungkur di pinggiran trotoar. Hal yang tak kusangka adalah pacarku tiba-tiba menindih bokongku dan mulai menarik celana dalamku. Aku mengenakan rok pendek dan hanya ada selapis kain tipis di dalamnya. Jika sampai terlepas, bukannya semuanya akan terlihat oleh orang-orang? Baru saja hendak menolak, tapi saat aku menoleh ke belakang, barulah sadar bahwa ternyata pria ini bukan pacarku. ….
View MoreMengikuti ingatan, aku berjalan menuju ruang kelas.Perjalanan yang hanya sepuluh menit itu terasa seperti setengah abad bagiku.Aku disambut oleh tatapan-tatapan penuh perhatian. Aku bahkan curiga bahwa bisik-bisik orang sekitarku semuanya sedang membicarakanku.Begitu sampai di kelas, teman-teman sekelas menatapku sambil tertawa pelan.Aku memandang mereka dengan perasaan muak.Saat itulah, dosen waliku datang. Dengan nada yang sangat tegas, dia berkata pada seluruh mahasiswa di kelas,“Dalam kejadian ini, Rachel itu korban. Kalau kalian menertawakan seorang korban, itu sama saja dengan mendukung pelaku kejahatan. Perbuatan kalian ini melanggar peraturan kemahasiswaan. Siapapun yang berani mengejek lagi, aku akan membatalkan nilai akademisnya!”Begitu kata-kata dosen itu keluar, seketika suasana kelas menjadi hening.Aku melihat pemandangan ini dengan lega, seolah-olah semua ini adalah awal kehidupan yang baru bagiku.Tak lama kemudian, teman-teman sekelasku tak lagi mengejekku.Mer
Ribuan kali dia bilang mencintaiku.Dia juga bilang akan menikahiku begitu lulus kuliah.Tanpa sadar, jariku mengusap layar hingga ke bagian paling atas kolom komentar.Di sana ada sebuah komentar yang diunggah tiga jam yang lalu.[Akhirnya muncul juga aslinya, aku pikir hanya diriku yang tahu tentang dia.]Di bawahnya ada yang membalas, [Coba ceritakan lebih detail?]Komentar itu menjawab, [Aku kenal pacarnya, kami satu laboratorium.][Setahuku hubungan mereka sangat baik, setiap hari pamer kemesraan. Tsk… entah pacarnya tahu atau nggak masalah ini.]Aku menatap komentar itu lama sekali.Dia tahu.Bagaimana mungkin dia tak tahu?Bukan hanya tahu, bahkan dia yang merekamnya.Aku sangat marah, tapi saat ini video itu sudah ada di tanganku.Aku menelepon polisi.Suara operator terdengar tenang, menanyakan apa keperluanku.Aku bilang ingin lapor polisi.Setelah memberikan penjelasan yang singkat dan jelas, aku pun mematikan telepon.Setelah itu, aku duduk di sofa dan menunggu.Sambil menu
Sayangnya, tidak ada rekaman video saat Calvin melecehkanku di luar.Jika tidak, aku pasti akan meminta tanggung jawab mereka!Keesokan harinya, setelah kelas berakhir, tiba-tiba Calvin datang mencariku dari kampus sebelah.Dengan wajah menjijikkan, dia bertanya padaku, “Rachel, malam itu kamu pasti merasa sangat geli dan tersiksa, ‘kan? Sekarang kamu juga sudah putus, bagaimana kalau aku saja yang membantumu?”Sambil bicara, dia nekat mengulurkan tangan ingin menyentuhku.Aku menepis tangannya dengan marah dan berkata dengan tegas, “Pak Calvin, tolong jaga sikapmu. Jangan lupa kalau kamu itu seorang dosen!”Namun, Calvin tetap bersikap kurang ajar. Dia masih saja mencoba main tangan.“Sudahlah, jangan pura-pura. Sekarang kamu jomblo, pasti merasa kesepian dan tersiksa, ‘kan? Aku datang untuk bantu menyelesaikan masalahmu.”Dia mengulurkan tangan lagi, mencoba menyentuhku.Aku mundur beberapa langkah, menyilangkan tangan di depan dada dan menatapnya dengan penuh kebencian.“Kalau kam
Aku berteriak histeris, “Aku bukan wanita jalang, itu semua karena Calvin yang memaksaku!”“Lagipula aku juga sedang mabuk, kesadaranku sama sekali nggak jernih. Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu dalam keadaan sadar?”Namun, pacarku sama sekali tak mau mendengarkan penjelasanku. Dia tetap memasang ekspresi jijik yang sama. “Bukannya kamu sendiri yang memanggilnya papa? Kamu bahkan bilang kalau kamu menginginkannya.”“Malam ini kamu pakai baju yang begitu sexy, bukannya tujuannya biar bisa kenalan dengan lebih banyak pria tampan di bar demi memuaskan hasrat kotormu itu?!”Seketika, aku hancur terpuruk. Kata papa itu memang benar keluar dari mulutku.Namun, aku tak pernah sekalipun berniat untuk mengenal pria lain di bar.Emangnya aku terlahir sebagai wanita jalang yang bisa memanggil orang asing dengan sebutan papa?Seketika, mentalku mulai goyah.Sepertinya apa yang dikatakan pacarku itu benar. Aku memang selalu merasa kurang puas dan masalah ukuran pacarku yang kecil selalu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.