FAZER LOGIN"Ugh .... Pak Calvin, aku nggak tahan lagi ditekan begitu kuat." Di ruang latihan menari, dosen tariku yang bernama Calvin sedang mengoreksi posturku. Tangannya mencengkeram bagian dalam kakiku dan menekannya dengan kuat. Setelah itu, sensasi menggelitik di tubuhku pun mencapai puncaknya. Pada saat yang sama, gangguan adiksiku membuat area di antara kakiku basah, hingga membasahi tangannya.
Ver maisTiba-tiba, Calvin mempercepat langkahnya dan mencengkeram lenganku. Dia menekanku ke atas matras yoga. "Bersedia atau nggak, kamu harus setuju hari ini!""Lepaskan aku! Calvin, sadar bajingan!" Aku menggigit lengannya dan dia mengumpat kesakitan. Kemudian, dia mengangkat tangannya dan menampar wajahku. Rasa sakit yang membakar menjalar di pipiku, sedangkan kepalaku juga berdengung. Calvin menyeretku di lantai dengan sekuat tenaga. Aku berpegangan pada palang dan menolak untuk melepaskannya. Kuku-kukuku bahkan sudah patah. Dia menjambak rambutku dan hendak menyeretku ke arah pintu sambil mengumpat, "Kamu sendiri yang minta dihukum! Hari ini, aku akan beri tahu seluruh kampus tentang rahasiamu. Aku juga akan buat semua orang tahu gimana kamu bisa lulus ujian kali ini! Dasar wanita murahan!"Teriakan Calvin makin keras. Itu membuatku sangat takut hingga tidak tahu harus berbuat apa. Aku hanya bisa memohon, "Kumohon lepaskan aku. Aku sudah berikan tubuhku padamu. Apa lagi yang kamu ingi
Aku juga tidak bisa menolak untuk pergi. Dalam keadaan putus asa, aku pun mengirim pesan kepada Levin. Dia adalah salah seorang pemuda yang selalu mengejarku. Orangnya lumayan baik, juga punya pandangan dan karakter yang baik. Hanya saja, karena didikan keluargaku dan kurangnya keterampilan sosialku, aku tidak pernah menerima pengejarannya.Kali ini, ketika aku mengirim pesan kepadanya, dia sangat senang dan langsung setuju untuk pergi menemui Calvin bersamaku.Aku menyuruh Levin menunggu di luar asrama dosen. Begitu aku memanggilnya, dia harus segera masuk, tetapi jangan sampai mengatakan aku yang menyuruhnya. Levin pun mengangguk berulang kali.Ketika sampai di asrama, sinar matahari terbenam menyinari kamar. Calvin sedang duduk di tempat tidur. Sebuah termos berisi buah goji ada di atas meja. Dia menunjuk ke sudut meja, "Jepit rambutnya ada di sana."Aku berjalan ke sana dan mengambil jepit rambut itu. Itu hanya karet gelang hitam biasa dan jelas bukan milikku. Tepat ketika aku hen
Calvin tertawa terbahak-bahak setelah mendengarnya. "Oh, karena hal sepele itu? Pengen lagi, ya?"Aku mengangguk malu-malu.Calvin menyelipkan satu tangannya ke dalam kerah bajuku dan mencengkeram buah dadaku."Begitu besar dan lembut, aku belum puas pegang kemarin." Sentuhan Calvin langsung membuatku terangsang."Pak Calvin, nya ... nyaman banget!" Entah kenapa, aku berteriak seperti wanita nakal.Calvin segera melepas bajuku, lalu dengan lembut mencubit puncak buah dadaku dengan kedua tangannya. Sensasinya sangat intens dan tidak berhenti merangsang sarafku. Cairan hangat sudah mengalir di area bawah tubuhku."Pak Calvin, bisa nggak kamu bantu area bawahku juga?" tanyaku seperti wanita jalang yang haus sentuhan.Calvin menunjuk ke tempat tidurnya. "Berbaringlah di sana, aku akan membantumu." Setelah aku berbaring, Calvin menyelipkan satu tangannya ke dalam celanaku dan tidak berhenti bermain di sana. Mulutnya mengisap puncak buah dadaku dan lidahnya berputar-putar di sekitarnya.Re
"Ja ... jangan, Pak Calvin! Nggak boleh begini!" seruku sambil meronta. Bagaimanapun juga, aku dididik dengan sangat ketat. Aku hanya bisa melakukan hal seperti itu di malam pernikahanku. Namun, Calvin menindihku dan aku tidak bisa bergerak sama sekali. Dia merobek kostum tariku hingga buah dadaku yang putih terpampang di hadapannya."Ini langkah terakhir dari perawatan. Aku akan bantu kamu redakan sensasi geli di sana. Setelah sembuh, kamu bisa melakukan split dan nggak akan gagal ujian." Aku tetap tidak bisa melewati batas moral itu dan berjuang untuk menolak. Namun, Calvin sudah memasuki tubuhku. Perasaan dipenuhi itu seketika membuatku melupakan didikanku.Aku pun berteriak penuh gairah. Seolah mendengar perintah, Calvin bergerak maju mundur di atasku. Perasaan itu ... sungguh sangat menyenangkan.Ah ... tubuhku terasa seperti akan meleleh, juga mulai gemetar dan merespons irama Calvin.Setelah aktivitas intens itu berakhir, aku terkulai lemah di atas matras yoga dan merasa selur


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.