Share

236. Terbongkar

Penulis: anyaaang
last update Terakhir Diperbarui: 2025-07-16 23:33:55

Wajah Algazka tersenyum melihat Allesa yang sudah memejamkan mata dan tertidur pulas. Betapa lucu dan menggemaskan gadisnya itu. Tidak dia sangka kalau malam pertama di hari pernikahan malah dilewati dengan umpatan Allesa dan juga tingkah gemasnya.

Allesa terlalu lucu sekali bagi Algazka. Sosoknya sudah sangat menghibur hati dia yang sering membuatnya tersenyum.

Apalagi tadi saat dia yang melakukan ciuman dengan Algazka. Tingkah polosnya benar-benar membuat Algazka tidak habis pikir. Ternyata ada wanita sepolos Allesa yang benar-benar ada.

Tangan Algazka membelai rambut Allesa secara lembut dan juga hangat.

"Selamat tidur, Allesayang." Algazka berbisik lembut dan mengecupnya.

Menyelimuti sampai setengah tubuh Allesa agar tidur dia tetap hangat dan juga nyaman. Rasa bahagia Algazka yang lagi-lagi seperti mimpi. Sekarang ada sosok perempuan yang berada di dalam kamar untuk menemaninya tidur.

Algazka secara hati-hati menuruni tempat tidur. Berusaha tidak mengeluarkan suara karena mencega
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Tawanan Tuan Tiran   319. Permainan Sesungguhnya

    "Aku nggak pernah melakukan sandiwara untuk itu semua. Semua yang kamu lihat selama kita menikah adalah benar adanya, Allesa." Algazka menatap Allesa dengan penuh keseriusan.Gadis yang telah dia miliki dan nikahi selama delapan bulan lebih. Bahkan lebih dari itu karena Algazka yang sudah hidup bersama dengan Allesa. Meski awalnya dia rasakan dengan penuh kebencian, tapi rasa itu telah menghilang ketika hatinya yang telah mengakui bahwa Allesa berhasil menjadi bagian dirinya,"Aku nggak pernah merasa melakukan semua itu dengan kepura-puraan, Allesa. Semua yang kamu liat benar adanya.""Lalu bagaimana dengan obat itu?" tanya Allesa kemudian. Apakah itu menjadi sandiwara karena memang sudah sewajarnya itu bagian dari sandiwara Algazka yang telah menipu Allesa juga.Pertanyaan Allesa yang membuat dia membenarkan posisinya."Kamu melakukan itu semua dengan sadar kan? Apakah kamu masih ingin mengatakan kalo hal itu bukan bagian dari sandiwara?" Allesa terus bertanya."Itu beda, Allesa.""A

  • Istri Tawanan Tuan Tiran   318. Akhir Sandiwara

    Suara tembakan yang terdengar ketika dua pelatuk ditarik sehingga peluru bisa diarahkan pada sasaran. Satu peluru melesat dan satu peluru jatuh tepat pada titik yang menjadi incarannya.Satu peluru itu berhasil membuat lantai rumah Algazka yang tadinya bersih kini memiliki noda. Noda warna merah itu mulai mengalir dan mengeluarkan bau anyir.Allesa yang rupanya tadi di luar melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Algazka. Sorot mata dia menangkap darah yang mengalir cukup banyak. Mata Allesa mulai berkaca-kaca."Daskar ..." Allesa tidak kuasa menahan air matanya yang tiba-tiba semakin terbendung dan menetes.Sosok yang selama ini dia kenali baik dan harus jatuh meregang nyawa. Allesa ingin berjalan mendekati Reina, namun Algazka menghalangi."Buat apa?" tanya Algazka yang berada di hadapan Allesa."Minggir!" perintah Allesa yang menghapus air matanya."Setelah semuanya kamu masih mau berurusan sama dia?" Algazka memast

  • Istri Tawanan Tuan Tiran   317. Pelatuk

    PLAKKK!"TUAN ALGAZKAAA!" Teriakan Daskar yang begitu lantang ketika dia melihat tuannya melayangkan tamparan keras pada Reina.Daskar kaget setengah mati ketika Algazka pulang ke rumah dan dia memanggil Reina. Setelah Reina datang, tuannya itu tidak segan-segan memberikan tamparan keras pada Reina dan tanpa basa-basi.Tamparan itu mengundang teriakan Daskar yang kebetulan berdiri tidak jauh darinya. Dia benar-benar refleks melihat Algazka yang sampai memberikan tamparan. Masalahnya, semarah apapun Algazka selama ini, tapi dia tidak pernah sampai memberikan tamparan apalagi pada Reina. Salah satu pelayan yang dipercayai oleh Algazka."Jangan sentuh dia!" Algazka memberikan peringatan pada Daskar yang baru saja ingin membantu Reina untuk berdiri.Tamparannya berhasil menjatuhkan tubuh Reina sampai dia tersungkur ke lantai. Daskar menoleh pada Algazka ketika dia menahan gerakannya."Tuan Algazka, tolong jangan seperti ini ..."

  • Istri Tawanan Tuan Tiran   316. Satu Pintu Emas

    Ungkapan sebuah pernyataan yang berhasil Allesa buka telah menjadi point pertama bagi Algazka. Rahasia yang kini bukan lagi menjadi rahasia.Tatapan Algazka masih menyorot Allesa yang duduk berhadapan dengan dia. Sudah keluar dari jebakan lift setelah tiga puluh menit lamanya. Dan jebakan itu juga berhasil membawa Algazka menuju pintu yang lain.Identitas Allesa yang sebenarnya dan siapa tersangka pembunuh adik Algazka yang telah menyeret nama Garvin."Kenapa? Nggak percaya sama apa yang saya ucapin?" tanya Allesa memastikan kepercayaan Algazka yang dia lihat ekspresinya begitu terkejut.Siapa yang menyangka selama ini bahwa pembunuh sebenarnya berada di dekat Algazka? Susah payah Allesa mencari tahu siapa pembunuh adik Algazka hanya untuk membersihkan nama Garvin, ayahnya."Aku bukannya nggak percaya, tapi kenapa kamu malah memberitahu aku? Bukan kah itu menjadi kesempatan untuk membalas aku?" tanya Algazka ingin tahu yang membuat Allesa

  • Istri Tawanan Tuan Tiran   315. Puzzle

    Sebuah pertanyaan yang membuat tatapan mereka saling menyorot satu sama lain. Pertanyaan itu dilontarkan dengan nada yang cukup tegas diikuti sebuah keyakinan yang terpancar dari kedua matanya.Tidak ada keraguan dari diri Algazka ketika melayangkan pertanyaan yang seharusnya membuat dia ragu. Namun sebuah puzzle demi puzzle telah terlengkapi ketika dia akhirnya melayangkan pertanyaan pada seorang Allesandra.Sementara Allesa yang mendengar pertanyaan itu belum membuka suaranya. Dia masih tampak tenang dan seperti biasanya. Hanya yang tidak terlihat sekarang adalah ketengilan yang biasa Algazka lihat sebagai sosok Allesandra tanpa sebuah nama Maesaki.Satu alis Algazka diangkat sebelah. Posisi dia sudah dibuat menghadap Allesa secara penuh."Anggota Maesaki perempuan pertama dan satu-satunya itu ternyata adalah kamu ... Allesandra?!" tanya Algazka lagi tanpa sebuah perasaan terkejut atau keraguan.Dua rasa itu telah lenyap ketika dia berh

  • Istri Tawanan Tuan Tiran   314. Tatapan Lekat

    "Ibu Allesa belum datang, Bu.""Masa sih? Kok tumben banget? Biasanya dari pagi dia udah datang kan?" Taniya memastikan.Pagi itu dia sengaja mampir ke Happy Bakery setelah mengantarkan anaknya berangkat sekolah. Biasanya Taniya selalu datang ke Happy Bakery saat ingin menjemput Adam, tapi mengingat pertemuannya terakhir dengan Allesa jadi membuat dia memajukan waktunya.Sekaligus ingin berbincang-bincang juga sambil menunggu kepulangan Adam. Gara-gara di rumah lagi ada ribut sama mertua jadi membuat dia malas pulang. Makanya Taniya yang langsung ke Happy Bakery. Tapi ternyata Allesa belum datang. Padahal biasanya dia selalu datang setiap pagi dan sampai sore."Iya, Bu. Mungkin hari ini datang telat karena Ibu Allesa sedang ada urusan.""Oh gitu ya. Yaudah deh aku tunggu aja. Kalau gitu aku mau orderan yang tadi tetap dibuatin aja ya. Aku mau tetap disini.""Oke, Bu. Ditunggu.""Oke." Taniya yang baru ingin berjalan masu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status