LOGINMikhayla Bintari lagi apes tingkat dewa. Kuliah harus jalan, biaya RS sang ibu menunggu di bayar, dan tabungan? Kosong. Solusi darurat: gaet pria kaya. Cepat. Legal.. Harga dirinya ia taruh nomor dua, asal ibunya bisa bertahan hidup satu hari lagi. Di tengah kekacauan itu, datang Om Kama. Duda tampan, mapan, satu anak, keliatan gampang dibujuk jadi “sponsor”. Kecantikan Mikha membuatnya kepincut. Tawaran Kama jelas: jadi simpanan, hidupmu aman! Mikha jelas, setuju! Di tengah drama cari duit, muncul Vio. Musuh bebuyutan Mikha sejak SMA. Penyebabnya sepele: Mikha iri Vio kaya beneran. Vio iri Mikha cantik sok kaya. Dendam abadi yang dipicu lipstik dan tas KW super. Sampai ia tahu satu hal: ada rahasia besar di balik Kama. Siapa sangka, Paizani Kama… ada hubungan rahasia dengan Vio. Dan rahasia itu lebih absurd dari alasan mereka berdua musuhan gara-gara lipstick. Siapa sebenarnya Kama? Dan hubungan apa yang selama ini disembunyikan darinya dan Vio? Satu hal pasti: hidup Mikha nggak pernah se-ribet ini gara-gara uang, cinta, dan… lipstik.
View MorePagi sekali Mikha sudah bersiap pulang usai menginap di rumah sakit. Suster sudah datang, waktunya Mikha pulang. Tidak cocok di adengan bebauan karbol dan cairan antiseptic, lambung Mikha jadi mulas. Pukul enam pagi lewat sedikit, ia sudah menuruni lantai tiga gedung rawat inap Rumah Sakit dengan langkah gontai. Matanya menyipit, menahan kantuk luar biasa setelah semalaman suntuk bergadang menjaga ibunya yang menurut dokter kondisinya sudha stabil.Pikirannya cuma satu: sampai di apartemen, merebahkan badan di kasur empuk, lalu tidur tanpa gangguan alarm selama dua belas jam penuh.Mikha berjalan sambil menunduk menuju lobi, saking malasnya berinteraksi dengan dunia luar, ia bahkan tidak menyadari bayangan seseorang yang berdiri tepat di depan jalur jalannya.Bruk!"Ehh aduh, maaf..." gerutu Mikha spontan sambil refleks menahan tubuhnya agar tidak menabrak dada bidang seseorang. Ia buru-buru mundur selangkah."Kebiasaan jalan sambil merhatiin ubin lantai, ya? Nanti kalau nabrak tembok
Pukul delapan pagi tepat, lantai dua perpustakaan masih sepi dan berdebu. Vio berdiri dengan muka ditekuk, menggunakan sarung tangan karet pink, botol berisi disenfektan ditangannya. Takut kena bakteri princess satu ini, makanya peralatan perang dia sangat banyak. Di sampingnya, Priska dan Citra sibuk mengeluh sambil memegang kemoceng. Sementara itu, Mikha dan Rara menyapu di sudut lain."Gila ya, gatal banget ini debu!" gerutu Vio keras-keras, sengaja memancing suasana. "Harusnya yang dibersihin tuh bukan cuma perpustakaan, tapi cewek-cewek murah yang mengotori pemandangan kampus!"Rara langsung berhenti menyapu, memutar badannya siap menyemprot Vio lagi. Tapi Mikha memegang lengan Rara, menahannya.“Udah Ra, biar cepats selesai.”Otak Mikha dari tadi sebenarnya tidak fokus pada kata-kata Vio. Matanya terus melirik ke arah meja tempat Vio meletakkan tas cream-beige terbatas dari Paris itu.Gue harus cari tahu, batin Mikha penasaran setengah mati. Siapa sebenarnya yang beliin Vio tas
Mikha suntuk, sugar Daddy-nya merajuk, karena dia yang asal bicara. Mikha sampai kaget dibentak Kama. Pria itu pergi begitu saja, usai melayangkan tatapan tajamnya.Mikha, hanya bisa menghela napas melihat kepergiannya. Untung hanya dibentak, Mikha sudah ketakutan. Besok-besok dia tidak mau lagi bicara asal, Kama menyeramkan jika sedang marah.“Mikh!” panggilan namanya membuat Mikha menoleh ke arah belakang.Rara berlari menghampirinya. Rambutnya yang digerai terlihat melambai, indah sekali. Kaos putih ketat dipadu kemeja fit bodu dengan jeans belel serta flat shoes Rara terlihat menarik dan fresh. Jangan lupa tote bag keluaran rumah mode terkemuka menghiasi lengannya.“Ra, kuliah. Gue kira lo ke Bandung.” Mikha menunggu Rara, begitu mendekat dia bertanya pada bestie-nya.Rara menggeleng malas, “Enggak jadi, Mikh. Hufth..” ia malah mendesah panjang. “Om gue kere ternyata, sialan agency gue, dikerjain kali gue.”“Kere gimana?” tanya Mikha yang tahu Rara ada agency mencari pria hidung b
Suasana kamar mandi yang temaram makin membawa mereka dalam keheningan yang intim. Kama melangkah keluar dari bathtub, meraih handuk dan melilitkannya di pinggang tanpa melepaskan pandangannya dari Mikha.Dengan gerakan santai namun penuh dominasi, Kama mengulurkan tangan, meraih jemari Mikha dan membimbingnya keluar menuju area kamar utama. Gemerlap lampu kota di balik jendela kaca besar menjadi satu-satunya pencahayaan yang menyinari ruangan itu."Kemarilah," gumam Kama pendek, membawa Mikha duduk di tepi ranjang.Jemari Kama bergerak perlahan merapikan rambut Mikha yang sedikit berantakan, menyingkirkannya ke belakang telinga. Usapannya berpindah ke pipi Mikha, membuat gadis itu menatap langsung ke dalam manik mata Kama yang kelam. Semua kekhawatiran Mikha—soal tagihan rumah sakit ibunya, soal keputusannya malam ini—seakan memuncak di dada, namun ia memaksakan sebuah senyum tipis."Aku cuma milik Om malam ini," bisik Mikha pelan, menguatkan hatinya sendiri demi sang ibu.Kama tidak
Bottom of FormKuliah selesai. Koridor Gedung B penuh mahasiswa yang buru-buru pulang. Mikha berjalan pelan, buku tebal Strategi Bisnis dipeluk di dada. Wajah tegas, judes, tapi langkahnya tenang.Tidak buru-buru, tidak menoleh kiri kanan.Tidak perlu tebar pesona, tapi bisa dipastikan semua mata me
Kama menatap Mikha dengan tatapan penuh arti di bawah cahaya lampu remang ballroom hotel yang mewah. Gaun sutra hitam yang membalut tubuh ramping Mikha seolah menambah aura misterius dan memikatnya. Kulit cokelat eksotis Mikha berkilau lembut, memancarkan keindahan yang tak perlu berlebihan.Beberap
Erick meringis, kusut melanda saat sang bos mulai uring-uringan. Hanya kesalahan kecil, dia menyewa jasa wanita untuk dijadikan plus one bagi sang bos. Sialnya, bos tidak suka karena wanita itu terlalu pendiam.‘Kemarin agresif salah. Sekarang pendiam, makin salah.’ Erick mendesah, bosnya ini mauny
Mikha duduk di kursi bar yang remang, sorot matanya tajam menatap Kama yang tengah asyik berbincang dengan rekan bisnisnya. Ia harus menyingkir sejenak, karena akan ada pembicaraan khusus antara Kama dengan kliennya, yang juga membawa wanita. Mikha berbincang santai dengan beberapa wanita yang menj
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.