Share

Bab 58. Rasa Tak Terima

Penulis: Anggun_sari
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-24 20:55:21

“Aaa….”

Teriakan kencang yang terdengar dari dalam kamar, membuat Samantha yang sejak tadi menunggu di depan kamar, segera masuk ke dalam.

Matanya terpaku, pecahan vas bunga di depannya membuat tubuhnya membeku untuk sepersekian detik.

“Apa yang terjadi?” Samantha mendekati Shanon. Sahabatnya itu terlihat menyedihkan. Matanya sembab, rambutnya acak-acakan.

“Kylen….”

“Kylen, ada apa dengannya?” tanya Samantha penasaran.

Tadi dia memang melihat Kylen keluar dengan wajah mengeras. Tak disangka jika mereka bertengkar dengan hebat. Dia pikir Kylen hanya sekedar kesal, tapi nyatanya tidak.

“Kami—break,” lirih Shanon. Air matanya kembali metes. Kali ini di bahu Samantha.

“Break…?” ulang Samantha. Wajah terlihat prihatin, tapi dia tidak tahu harus bagaimana.

Shanon semakin terisak. Hatinya panas. Keadaan yang baru saja menimpanya tentu bukan hal yang ingin dialaminya. Satu nama di otaknya membuat dia semakin membenci sosok itu. Sosok yang hadir dan merubah kehidupannya.

“Aku harus bagaimana
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin    Bab 64. Tidak Jujur

    Shanon menggigit bibirnya kuat-kuat. Tubuhnya terpaku tak mampu bergerak. Tatapan Samantha yang seakan menuntut jawaban, membuatnya bimbang. Dia tidak tahu harus memberikan jawaban apa pada Samantha. Bukan bermaksud membohongi, hanya saja dia belum bisa jujur. Ada rasa simpati yang harus didapatkannya.“Kenapa?” lirih Samantha ketika Shanon sama sekali tidak membuka mulutnya. Dia benar-benar merasa dibohongi habis-habisan.“Maaf…,” cicit Shanon. Tangannya saling meremat. Hanya Samantha satu-satunya orang yang dimilikinya yang bisa diandalkan.Samantha menatap nanar Shanon. Ia melangkah selangkah demi selangkah mendekati sahabatnya yang hanya diam membeku. “Sejak kapan? Apa Kylen tahu tentang ini?” cecar Samantha yang terus mengajukan pertanyaan meski tidak ada yang dijawab oleh Shanon.Shanon menggelengkan kepalanya. Matanya menatap tangan Samantha yang menggenggam tangannya, mengajak sahabatnya itu duduk di kursi yang ada di balkon.“Harusnya kamu mengatakan jika kamu sudah bisa ber

  • Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin    Bab 63. Menikmati Senja Sore Hari

    “Leticia….”Leticia tersenyum hangat. Ia menggenggam tangan ibunya. Dua puluh menit yang lalu ia baru terbangun. Mengistirahatkan diri sejenak memang pilihan yang tepat. Tubuhnya jauh terasa lebih segar.“Minum dulu, Bu!” Leticia menyodorkan segelas air putih kepada sang ibu.“Bagaimana ayahmu? Apa operasinya sudah selesai?” tanya Gwen khawatir.Leticia menggelengkan kepalanya. Kylen belum memberinya kabar apa-apa. Suaminya itu juga belum datang menemuinya. Tiga jam sudah ayahnya berada di ruang operasi. Kecemasan itu masih belum sepenuhnya menghilang, tapi dia mencoba untuk menguatkan dirinya untuk tidak terlihat gelisah.“Bantu Ibu, Ibu ingin melihat ayahmu,” pinta Gwen menyibak selimutnya, tapi langsung dicegah oleh Leticia.“Ada Kylen di sana. Ibu istirahat saja dulu. Ayah akan sedih jika melihat Ibu seperti ini,” kata Leticia.Gwen terdiam. Ia kembali merebahkan tubuhnya. Apa yang dikatakan oleh putrinya ada benarnya. Dia tidak boleh egois. Setidaknya jika ia harus terlihat sehat

  • Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin    Bab 62. Penguat

    “Nyonya Gwen hanya kelelahan. Setelah mendapatkan infus, beliau akan kembali membaik.” Seorang dokter yang baru selesai memeriksa Gwen, memberikan penjelasan pada Leticia.“Menjaga orang sakit memang melelahkan. Oleh karena itu dokter selalu menganjurkan kepada si penjaga untuk tetap menjaga kondisinya,” lanjut si dokter masih berusaha menenangkan Leticia.“Tapi Ibu saya benar-benar baik-baik saja kan, Dok?” tanya Leticia memastikan. Matanya menatap sendu tubuh ibunya yang terbaring dengan selang infus di tangannya.Dokter dengan jas kebesarannya itu tersenyum teduh. “Iya, Nyonya Gwen hanya butuh istirahat. Justru saya mengkhawatirkan keadaan Anda,” ungkap sang dokter yang menyebabkan kerutan di kening Leticia dan Kylen.“Wajah Anda terlihat pucat. Sebaiknya Anda juga menjaga kesehatan Anda. Jika semuanya tumbang, tidak akan ada yang bisa memberi semangat pada Tuan Galen,” saran si dokter.“Saya akan memastikan istri saja baik-baik saja,” sahut Kylen.Sang dokter tersenyum lega. “Baik

  • Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin    Bab 61. Sebuah Permintaan

    Galen menepuk tangan Kylen. Dia akan masuk ke dalam ruang operasi sebentar lagi. Sebuah permintaan kecil diutarakannya pada sang menantu. Sebagai seorang ayah yang selalu melindungi dan memberikan yang terbaik untuk putrinya, dia hanya ingin memastikan bahwa Leticia—putrinya tidak akan menderita. “Ky, boleh Ayah meminta sesuatu?” tanya Galen.Kylen mengangguk. “Tentu, Ayah.”Galen menarik napas panjang, tangannya yang satunya menarik tangan sang putri, meletakkan di atas tangan Kylen. Dengan senyum mengembang ia berkata, “Ayah ingin kalian mengadakan resepsi setelah pulang dari sini.”Tidak ada yang menjawab, Leticia dan Kylen saling melemparkan pandangan. Melakukan pesta pernikahan tentu bukan hal sulit untuk Kylen, jika mau saat ini juga pria itu bisa melakukannya. Namun, kehadiran Shanon adalah alasan kenapa Kylen tidak pernah mau mengadakan pesta pernikahan itu.“Apapun bisa terjadi di meja operasi. Ayah hanya ingin melihat Leticia bahagia. Jika pesta pernikahan sudah dilangsungk

  • Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin    Bab 60. Kejujuran Yang Disembunyikan

    “Dia—tinggal di Paris, tapi….”“Tapi?” Leticia menatap lekat Ettan, semakin penasaran karena raut wajah pria itu terlihat bimbang.“Dia sudah meninggal,” terang Ettan.Wajah Leticia seketika berubah sendu, dadanya terlihat naik seiring dengan helaan napas panjangnya. Entah kenapa informasi itu memunculkan rasa kecewa dalam dirinya. Sepintas, ia berharap jika pemilik helm itu adalah Kylen. Tapi sayangnya, bukan. Kylen bukan satu-satunya pemilik helm yang dicarinya.Postur tubuh Kylen yang memiliki kesamaan dengan pria penyelamatnya dan kesamaan benda yang dimiliki oleh keduanya, membuat ia berpikir bahwa Kylen adalah cinta pertamanya.“Jika kamu tidak percaya, aku bisa membawamu menemui keluarganya,” kata Ettan saat melihat wajah Leticia berubah sendu.Leticia menggelengkan kepala. “Tidak perlu. Lagipula kejadian yang mempertemukan kami hanyalah sebuah ketidaksengajaan. Dia juga sudah tidak ada di dunia ini.”Leticia menghela napas panjang sebelum kembali berucap, “Seperti yang sudah a

  • Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin    Bab 59. Sakit Tak Berdarah

    Leticia diam. Matanya menatap sendu Kylen. Ada rasa kecewa dan sakit yang dirasakannya saat ini. Keadaan Kylen yang terlihat begitu sengsara, cukup membuatnya mengerti bagaimana perasaan suaminya itu.Kata-kata manis dan janji-janji Kylen, nyatanya hanya sebuah pemanis. Hati laki-laki itu sepenuhnya terisi oleh nama Shanon. Seharusnya dia sadar akan hal itu, tapi setiap kali kata-kata manis serta janji-janji yang diberikan Kylen terujar, hatinya akan luluh.Bodoh? Mungkin, tapi itulah kenyataan. Lantas saat mendengar hal ini, haruskah dia merasa senang. Haruskah dia maju untuk merebut hati Kylen dan mematikan segala rasa tidak enak hatinya..“Aku yang memutuskan ini, tapi kenapa aku merasa tidak senang.” Kylen tersenyum tipis, matanya menatap sendu Leticia.Leticia menggigit bibirnya. Belum tahu harus berkata apa.“Aku sangat mempercayainya, tapi rasanya—”Mata Leticia menyipit, dia menanti kalimat berikutnya dari bibir Kylen. Tapi bukan kembali membuka suara, Kylen justru berdiri. D

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status