Share

77. Bom di Limusin

Penulis: Solane
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-27 11:54:49

Tentonic McLintock menoleh dan melihat Agen Chris Evan. Pria itu langsung menelan ludah dan mengangguk, Kelewat gugup. WnR tengah menyelidiki kehidupannya. Begitu mereka mendapatkan informasi berguna yang bisa mengaitkan pria itu dengan kegiatan ilegal senator...

Saat itu kita akan bicara Iagi, McLintock.

Dan pada percakapan mereka selanjutnya, Evan tidak berniat beramah-ramah.

"Charlotte harus pulang," kata Tracy Walker sembari menarik Tentonic McLintock mundur. "Kalian berdua bisa mengobrol lebih lanjut di rumah,"

"Ya, ya, kau benar."

Tracy Walker menegapkan bahunya yang ramping. Wanita itu menoleh ke peti mati lagi, kemudian menggeleng dan menjauhi limusin. "Rasanya semua ini seperti mimpi."

McLintock meraih tangan Tracy, tapi mata pria itu tertuju kepada Charlotte. "Aku benar-benar turut berduka."

Mata Charlotte kering. Saudarinya, Britney yang tidak jauh dari situ menunjukkan hal yang sama. Wajah mereka terlalu pucat.

"Aku tak pernah..e tak pernah... menyangka semua akan berakhir
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Yang Tidak Dirindukan   86. Tentonic McLintock

    "Kita tidak akan bersembunyi lagi!”Perintah dari atas sudah dikeluarkan.Dari informasi yang Claire Dannes dapatkan, pelaku pengeboman mobil limusin bukan Diego Larue. Seseorang lain telah melakukannya. Dan kini tidak saja menghadapi pelaku pengeboman limusin, rumor yang Claire dapatkan adalah posisi Diego posisinya sudah dekat. Mereka hanya perlu memancingnya.Pandangan mata Charlotte meredup.Chris Evan menarik napas lalu menjatuhkan tangannya kembali ke sisi tubuh. "Setelah kau ganti baju, kita akan pergi.”Charlotte menyambar lengannya.” Kita mau pergi kemana? Tidak lagi bertahan di hutan ini?”“Jelas tidak. Musuh telah mengetahui posisi kita."Kebingungan memenuhi mata gelap Charlotte.Rumor yang mereka curigai sebagai fakta diungkapkan ratu tehnologi, Claire Dannes.Dan bos Chris Evan, Marcel MacDower ingin WnR menjadi pihak ofensif."Kita harus membuat Diego takut. Kita ingin dia khawatir dirinya sudah dikhianati,” kata Marcel. Kurang dari lima menit yang lalu pria itu berbic

  • Istri Yang Tidak Dirindukan   85. Penyerangan Tak Terduga

    "Ada yang datang," tukas Chris Evan memasuki kamar Carry.Charlotte baru saja hendak menarik selimutnya untuk beristirahat. Panik seketika melanda. Jantungnya berdegup kencang. Tapi ia berusaha menutupi ketakutannya. Sepertinya situasi kurang baik. Charlotte melemparkan pandangannya ke arah Evan, lelakinya itu tampak bisa mengendalikan diri dengan baik. Tenang, tapi terlihat waspada."Kau aman di sini," kata Evan sembari beranjak dan membuka laci di dekat mereka. Ketika tangan Evan terangkat lagi, Charlotte melihat pria itu sudah memegang pistol.Memang betul, ada yang datang. Mereka memastikan itu.Hening sejenak.Evan meraih tangannya dan menariknya ke kamar kecil di sebelah kanan, ruangan yang dipenuhi lima monitor. Di monitor-monitor itu yang Charlotte lihat hanya pepohonan. Hutan yang kosong. Evan pasti menggunakan semacam kamera untuk malam hari sehingga bisa mendapat tampilan, tapi Carry tidak melihat seorang pun mendekati kabin."Ada yang memicu alarm." Evan mengenakan kemeja

  • Istri Yang Tidak Dirindukan   84. Kelemahan Charlotte Grissham

    Chris Evan mengatupkan rahang rapat-rapat, menutup pintu, lalu menguncinya. Karena teamnya sudah lebih dahulu merencanakan kepindahan ini—sudah beberapa hari sebenarnya, bahkan sebelum Iedakan di kuburan—kabin ini sudah dipersiapkan. Sejumlah kamera sudah dipasang untuk memindai bagian luar kabin. Sistem alarm dan sensor sudah ditempatkan di lokasi-lokasi strategis di luar.Semua hasilnya terkirim ke Claire, yang tidak hanya handal dalam ahli strategi juga bela diri, wanita itu juga ratu teknologi mereka.Evan juga punya beberapa monitor yang dipasang di kabin. Ia harus mengetahui keadaan dan kondisi sekitar.Evan berbalik dan mendapati mata gelap Charlotte yang menatapnya."Kau bisa menempati kamar di puncak tangga," katanya. Hanya itu satu-satunya kamar yang ada dan...”Tatapan Charlotte melayang ke arah tangga. "Eh, aku lebih suka tidak menempati kamar itu."Sebenarnya jauh di lubuk hati, Evan berharap Charlotte masih menginginkannya. Karena ia juga sangat menginginkan wanita itu.

  • Istri Yang Tidak Dirindukan   83. Claire Cocok Bersanding Dengan Kakakku

    Charlotte berdiri di koridor selagi Evan dan Esteban menekuri layar komputer. Mereka menghubungi bos mereka, pria bernama Marcel MacDower, kemudian sibuk menyusun rencana.Rencana atas hidupnya."Kau akan baik-baik saja."Charlotte sedikit terlonjak saat mendengar suara Claire. la bahkan tidak mendengar wanita itu mendekat, tapi Claire ada di sana, mengamatinya dengan mata hijau terang.Entah kenapa, Charlotte menyukai wanita cantik itu. Usia mereka sepertinya hampir sama. Dibalik ketegasannya, Claire terlihat wanita dengan kematangan emosi yang baik. Ia terlihat berkelas. Charlotte bertanya-tanya bagaimana bisa wanita semenarik model iklan di televisi ini menjadi bagian dari team yang hanya berkaitan dengan hal-hal berbau maskulin? Bukan tidak mungkin rekan-rekannya termasuk Evan menaruh hati, paling tidak mengagumi kecantikan dan kecerdasan seorang Claire.Charlotte sempat berandai-andai, wanita sepandai dan secantik Claire ini cocok bersanding dengan sang kakak. Ah dimana kakak gi

  • Istri Yang Tidak Dirindukan   82. Janji Chris Evan

    "Dia tidak ingin melibatkanmu," kata Evan. Pria itu meraih tangannya Charlotte menjawab kegundahan hati putri sang Senator. Nyaris tanpa daya Charlotte menemui tatapan Evan. "Dia sepakat menyerahkan semua bukti yang dimilikinya atas kejahatan Diego Larue supaya kau bisa pulang dengan selamat.”"Jadi, itu alasannya, sembilan tahun lalu... teammu datang menyelamatkanku, karena ayahku membayar kalian dengan bukti yang dimilikinya.""Dia tidak benar-benar membayar...” gumam Esteban sembari menyugar rambut dengan gelisah. "Malah menembak kepalanya sendiri." Charlotte tersentak.Evan langsung berdiri. Kursinya jatuh ke lantai, di belakangnya, berkelontang. Evan bergegas menghampiri pria itu. "Esteban ..."Esteban hanya mengedik, tapi buru-buru mundur beberapa langkah. "Pembayarannya harusnya dilakukan saat pengantaran, kan? Sampai sembilan tahun berlalu. Kemudian ia bunuh diri. Begitu kau pulang dalam keadaan aman dan utuh, seharusnya Senator James akan memberikan informasi yang kami butuh

  • Istri Yang Tidak Dirindukan   81. Bertemu Claire Dannes

    Charlotte Grissham mengedarkan pandangan ke sekeliling lift kecil itu dari sudut mata. Ketika Evan bilang akan mengajaknya rapat bersama team pria itu, ia menduga mereka akan pergi ke tempat yang... resmi. Bukannya reruntuhan.Dari luar, bangunan itu bahkan tidak terlihat berpenghuni. Hanya gedung kayu besar dan kasar. Mungkin setinggi tiga lantai.Tapi Evan memimpin jalan masuk dengan langkah mantap. Sekarang mereka naik lift yang berderit dan Charlotte mencoba bersikap tenang.Saat mandi tadi ia sempat menangis. Air matanya tak tertahankan. Tapi sekarang ia tidak akan—tidak boleh—menangis. Sekarang bukan waktu untuk menunjukkan kelemahan.Pintu lift membuka dengan sangat perlahan. "Apakah ini yang yang bisa dilakukan WnR?” Dalam perjalanan tadi Evan sempat memberitahunya sedikit soal Won n Run, tapi informasi yang pria itu berikan tidak cukup untuk memuaskan rasa ingin tahunya.Evan memberitahunya WnR adalah sekumpulan individu yang berasal dari latar belakang militer dan pemerinta

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status