Share

Gavin Cemburu

Author: Alverna
last update publish date: 2025-11-21 22:14:00

“Boleh aku membungkusnya? Sangat mubazir kalau dibuang. Aku ingin membaginya dengan teman kerjaku yang tidak jauh dari sini. Boleh?” pinta Aira dengan ragu-ragu. Ia pernah berada di titik tidak punya uang sama sekali dan makan hanya dengan nasi tanpa lauk. Jadi melihat makanan terbuang, hatinya tidak terima.

Lagi-lagi Gavin melihat perbedaan antara Aira dan Lyra.

Gavin benar-benar menuruti Aira, dan disinilah mereka berada sekarang, di restaurant tempat Aira bekerja.

*

“AIRAAA!!” teriak Andin d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri yang Terabaikan   Tamu Tak Di Undang

    Aira masih membeku, sangat terkejut dengan kedatangan Sarah dan Nia. “Kedatangan kami pasti mengejutkan kamu, ya?” tanya Mia yang melihat Aira tak beranjak, wajahnya jelas menunjukkan keterkejutan saat menatap mereka.Aira tersadar. Wanita itu segera melangkah mendekat kepada kedua Nenek Gavin untuk menyambut kedatangan mereka.“A-Aku hanya merasa bosan dan ingin menelpon Gavin tadi. Kenapa Nenek tidak memberi tahuku ingin ke sini? Jadi aku bisa mempersiapkan camilan untuk kalian,” kata Aira mencoba bersikap biasa.Mia tersenyum. “Tidak perlu repot. Kami ke sini sengaja tidak memberi tahu, karena kami tahu kamu pasti akan repot-repot dan malah membuatmu kelelahan. Kamu harus menjaga janinmu, jangan sampai stres apalagi kecapekan,” kata Mia dengan senyum ramah. Wanita itu persis seperti Elvand, selalu menebar kebaikan.Aira meremas jarinya, merasa gugup saat melihat wajah datar Sarah. Wanita dingin itu seakan tak tersentuh. Matanya menyapu ke segala arah, seolah mencari kesalahan Aira

  • Istri yang Terabaikan   Teror Masa Lalu

    Aira duduk diam di ruang makan bersama Mbok Inah, namun pikirannya sama sekali tak berada di sana. Semangkuk sereal dan beberapa potong kue tersaji rapi di hadapannya, nyaris tak tersentuh.Wanita itu menggigit ujung jarinya tanpa sadar, kebiasaan lama yang muncul setiap kali gelisah. Sambil menunduk, ia menelusuri satu per satu media sosial milik Lyra. Jemarinya bergerak cepat, matanya tajam menyisir setiap foto, setiap caption, setiap komentar.Tak ada yang janggal Tentang Lyra.Tentang lelaki misterius bertopeng itu.Semua lini masa Lyra dipenuhi potret kebersamaannya dengan Gavin. Tawa mereka tampak tulus. Sentuhan mereka terlihat hangat. Dalam beberapa foto, Lyra bahkan menatap Gavin dengan sorot mata penuh cinta cinta yang tak dibuat-buat.Lalu kenapa Lyra berselingkuh?Dari segi apa pun, Gavin tak pernah kurang. Kekayaannya mapan, masa depannya terjamin. Bahkan jika mereka menikah hingga tujuh turunan, keluarga itu tetap akan hidup bergelimang harta. Garis keturunan mereka kuat

  • Istri yang Terabaikan   Mandi Air Hangat Atau Keringat

    Cuaca pagi tampak cerah hari ini. Jam dinding menunjukkan pukul delapan, namun Gavin masih terlelap dalam tidurnya. Berbeda dengan Aira yang berada dalam pelukan lelaki itu. Rasa mual perlahan menguar, membuat tubuhnya terasa tidak nyaman. Posisi miring yang terlalu lama, ditambah dekapan Gavin yang erat seolah ia adalah guling, membuat penat di tubuh Aira semakin terasa.Dengan gerakan sangat hati-hati, Aira menyingkirkan tangan Gavin saat rasa mual itu kian menjadi. Ia turun dari ranjang dan melangkah cepat menuju kamar mandi tanpa sempat mengenakan apa pun di tubuhnya.Perutnya terasa seperti diremas dan diaduk bersamaan. Begitu tiba di kamar mandi, Aira langsung memuntahkan isi perutnya.Rasa mual itu begitu menyiksa hingga membuat tenaga Aira nyaris terkuras habis.Morning sickness masih sering ia alami setiap pagi. Meski setelah memuntahkannya ada sedikit rasa lega, tubuh Aira tetap terasa lemas dan tak berdaya.Aira terduduk di atas lantai keramik kamar mandi yang dingin. Napa

  • Istri yang Terabaikan   Ketiga Kalinya 21+

    Lidah Gavin kembali berkelana di leher Aira, turun perlahan dengan sentuhan yang semakin dalam dan liar dalam cara yang membuat napas Aira tersendat. Erangan demi erangan yang lolos dari bibir Aira justru semakin membakar hasrat gila Gavin. Dengan gerakan mantap, Gavin mengambil posisi di atasnya, tubuhnya menunduk untuk merengkuh Aira sepenuhnya. Jantung Gavin berdebar kacau, tarikan napasnya berat saat ia menatap mata Aira mata yang terlihat mendamba, seakan memanggil dirinya tanpa suara. Detik berikutnya, Gavin menyatukan tubuhnya dengan tubuh Aira dalam satu gerakan penuh, membuat dunia seolah berhenti berputar bagi keduanya. Tubuh Aira menggeliat hebat, napasnya tersendat disertai desahan yang terdengar seperti campuran antara kaget dan kesakitan. Rasa perih yang menghentak membuatnya menggigit bibir kuat-kuat, mencoba menahan diri agar tak kehilangan kendali. Tangannya meremas seprai, jemarinya bergetar saat sensasi itu menyebar dari pusat tubuhnya. Meski ini sudah ketiga

  • Istri yang Terabaikan   Tetap Di sisiku 21+

    "Gavin…" panggil Gavin lagi, lelaki itu menurunkan lengan baju dress hingga kini menyibak tubuh Aira setengah badan.Jantung Aira menggila, perasaan aneh menyengat saat desiran hangat itu merayap di perutnya. Aira ikut terpancing dengan sentuhan Gavin, apalagi bayang-bayang cara lelaki itu memperlakukannya selalu muncul dan membuat dirinya sulit bernapas normal."A… apa?" jawab Aira sedikit bergetar, berusaha menahan detak jantungnya agar tak terdengar oleh Gavin."Jangan tinggalin aku," ucap Gavin lirih, begitu tulus hingga membuat napas Aira tercekat.Senyum kecil muncul di bibir Aira saat mendengar kata-kata Gavin yang seolah mengungkapkan betapa lelaki itu membutuhkannya."Aku tidak ke mana-mana, Tuan," balas Aira lembut."Jangan pergi…" kata Gavin lagi, kali ini menunduk dan menempelkan kecupan hangat di punggung Aira, naik perlahan hingga mendekati lehernya. Ada senyum tipis di wajah Gavin saat melihat kulit Aira yang memerah tersentuh belaian itu tanda yang hanya dimiliki istri

  • Istri yang Terabaikan   Sentuhan Nakal

    "Sayang …," racau Gavin yang masih sulit mengendalikan diri karena pengaruh alkohol.Gavin bangkit, melepas jas dan kemeja hitamnya lalu melemparkannya ke sembarang tempat seakan tubuhnya merasa terbakar. Kini ia bertelanjang dada.Ia kembali merebah, meringis kecil. Pusing yang menghantam kepalanya masih sangat kuat.Mendengar ringisan itu, Aira mendekat. Namun begitu ia berada di sisi tempat tidur, Gavin justru meraih tangannya, menariknya untuk ikut rebahan dan masuk ke pelukannya. Lelaki itu memeluk Aira seperti memeluk guling, menenggelamkan wajahnya di dada sang istri tepat di sela dua gundukan yang selalu membuatnya kehilangan kendali bahkan sesekali menciuminya secara acak."Aira Winara, aku mencintaimu," gumam Gavin, suaranya terdengar melantur. Lalu ia kembali terlelap tanpa peduli jantung Aira yang nyaris melompat keluar."Aku juga mencintaimu," bisik Aira lirih membalas pengakuan itu."Tapi apakah kamu masih akan mencintaiku kalau tahu perselingkuhan Lyraku?" tanyanya dala

  • Istri yang Terabaikan   Rayuan Maut Sang Pengganggu

    Tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi di tempat ini dan berakhir ada yang merekam, Gavin menahan dirinya sekuat tenaga.Sementara itu, Mitha tampak tidak terima. Ia masih mencoba merayu, seolah harga dirinya tidak lagi berarti. Ia tidak peduli bila dianggap wanita rendah—baginya, malam ini Gavin h

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Istri yang Terabaikan   Benci Atau Peduli

    Aira melonjak kaget saat melihat seseorang berpenampilan funk—anak jalanan dengan tubuh penuh tato dan tindikan di telinga, hidung, bahkan alisnya. Rambutnya panjang, acak-acakan, dan diwarnai berbagai warna yang menyala di bawah lampu jalan yang redup.Tubuh Aira langsung bergetar. Rasa takut menj

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Istri yang Terabaikan   Mencari Pelarian

    "Aku akan jujur padamu, Gavin… aku pikir tadi kita sedang membicarakan ayah dari janin di kandunganku…”Suara Aira melemah di akhir kalimat. Keberaniannya yang sempat menggebu mendadak pudar ketika tatapan tajam Gavin menusuknya. Ia ingin mengaku bahwa dirinya adalah wanita dari malam yang pernah

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Istri yang Terabaikan   Bom Waktu

    Kelopak mata Aira perlahan bergerak. Ia membuka matanya dengan susah payah, mengernyit saat rasa nyeri berdenyut di kepalanya. Tangannya terangkat, memijit pelipisnya pelan, mencoba mengurangi rasa sakit itu. Tubuhnya sedikit berguncang. Saat kesadarannya mulai pulih, barulah ia menyadari, ia berad

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status