Beranda / Horor / JAMU, MAS? / BAB 51 — JEJAK LUMPUR

Share

BAB 51 — JEJAK LUMPUR

Penulis: UMMA LAILA
last update Tanggal publikasi: 2026-09-08 10:13:30

BAB 51 — JEJAK LUMPUR

Pagi itu pekerjaan dimulai lebih lambat dari biasanya.

Langit masih kelabu.

Tanah di sekitar proyek basah akibat hujan yang turun sejak dini hari.

Beberapa pekerja berjalan sambil membawa peralatan.

Suara langkah mereka terdengar berat karena sepatu beberapa kali terbenam ke tanah yang lembek.

Fauzan berdiri di dekat Blok C.

Tatapannya tertuju pada pondasi yang kemarin membuat semua orang gelisah.

Tulisan di foto masih teringat di kepalanya.

BLOK C — COR BETON BESOK PAGI.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • JAMU, MAS?   BAB 120 — PERTEMUAN DENGAN HENDRA

    BAB 120 — PERTEMUAN DENGAN HENDRAPagi berikutnya, Pak Joko menerima kabar bahwa Hendra Wijaksana bersedia datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan tambahan.Kedatangan pemilik perusahaan itu menjadi perhatian khusus tim penyidik.Sebelumnya, Hendra sudah pernah diperiksa. Namun, kesaksian Boneng mengenai Rudi yang keluar dari Blok C setelah terdengar jeritan Minah membuat penyelidikan berkembang.Terlebih lagi, rekaman suara menyebut nama Hendra.Fauzan dan Bagas menunggu di luar ruang pemeriksaan.“Menurutmu, Pak Hendra tahu apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Bagas.Fauzan menggeleng.“Kita belum bisa memastikan. Tapi namanya muncul di beberapa dokumen. Itu bukan hal kecil.”“Kalau dia memang terlibat, pasti tidak akan mengaku begitu saja.”Pintu ruangan terbuka.Seorang pria berpakaian rapi masuk bersama pengacaranya. Wajahnya terlihat tenang. Ia berjalan tanpa terburu-b

  • JAMU, MAS?   BAB 119 — SAKSI DI HADAPAN POLISI

    BAB 119 — SAKSI DI HADAPAN POLISIPagi itu, Bang Boneng datang ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian resmi.Pak Joko sudah menyiapkan ruang pemeriksaan. Fauzan dan Bagas diperbolehkan hadir sebagai pendamping, sementara Suryono diminta menunggu di ruangan berbeda.Boneng tampak gelisah.Sejak awal penyelidikan, ia selalu berusaha menghindari pembicaraan tentang malam ketika Minah menghilang.Namun, sekarang ia bersedia menceritakan semuanya.Pak Joko membuka buku catatan.“Bang Boneng, saya ingin Bapak menceritakan apa yang benar-benar Bapak lihat dan dengar. Tidak perlu menebak.”Boneng mengangguk.“Saya mengerti, Pak.”“Mulai dari malam itu.”Boneng menarik napas panjang.“Saya masih ingat ada mobil hitam datang ke Blok C. Waktu itu pekerjaan sudah hampir selesai. Saya sedang berada di dekat gudang.”“Apakah Bapak mengenali mobilnya?”“Tidak secara pa

  • JAMU, MAS?   BAB 118 — ANCAMAN TERAKHIR

    BAB 118 — ANCAMAN TERAKHIRPagi itu, Fauzan dan Bagas berangkat menuju kantor polisi.Mereka baru saja menemukan secarik kertas di depan pintu mess.Kertas itu dilipat dua dan diselipkan di bawah keset.Tidak ada nama pengirim.Hanya ada satu kalimat yang ditulis dengan huruf kapital.BERHENTI MENCARI TAHU TENTANG MINAH. KALIAN TIDAK AKAN SELAMAT JIKA TERUS MENCAMPURI URUSAN INI.Bagas membaca tulisan tersebut sekali lagi.“Ancaman lagi.”Fauzan memasukkan kertas itu ke dalam amplop plastik.“Kita serahkan kepada Pak Joko.”“Kamu tidak penasaran siapa yang mengirimnya?”“Tentu. Tapi kita tidak boleh bertindak sendiri.”Bagas mengangguk.Sejak kejadian mereka dihalangi dua orang tak dikenal, keduanya mulai memahami bahwa penyelidikan ini jauh lebih berbahaya daripada yang mereka bayangkan.Mereka tidak ingin membuat kesalahan yang justru merugikan se

  • JAMU, MAS?   BAB 117 — BUKTI YANG TAK BISA DIBANTAH

    BAB 117 — BUKTI YANG TAK BISA DIBANTAHSejak Boneng mengenali suara dalam rekaman, Pak Joko semakin serius menangani kasus Minah.Pagi itu, ia mengumpulkan seluruh hasil pemeriksaan di ruang kerjanya.Ada salinan laporan material, instruksi pemindahan arsip, catatan Minah, keterangan para pekerja, dan rekaman dari gudang kecil.Fauzan dan Bagas duduk di hadapannya.Suryono juga hadir untuk memberikan keterangan tambahan.“Sekarang kita punya beberapa bukti yang saling berhubungan,” kata Pak Joko.Ia meletakkan dua lembar laporan di atas meja.“Laporan pertama mencatat adanya pekerjaan malam dan pengiriman material tambahan. Sementara laporan resmi perusahaan tidak mencantumkan kegiatan tersebut.”Bagas memperhatikan kedua dokumen itu.“Berarti laporan memang diubah.”“Benar. Catatan Minah juga sesuai dengan dokumen awal yang kita temukan.”Pak Joko kemudian menunjukkan instruk

  • JAMU, MAS?   BAB 115 — NAMA SANG DALANG

    BAB 115 — NAMA SANG DALANGPagi itu, Pak Joko membawa kunci tua pemberian Suryono ke Blok C.Fauzan dan Bagas ikut bersamanya. Mereka juga mengajak Suryono untuk menunjukkan lokasi tempat penyimpanan yang selama ini belum pernah diperiksa.Bangunan kecil itu berada di belakang gudang utama.Dari luar, bentuknya tidak terlalu mencolok. Dindingnya kusam dan sebagian tertutup tanaman liar. Pintu besinya terlihat sudah lama tidak dibuka.Suryono berhenti beberapa langkah dari pintu.“Itu tempatnya.”Pak Joko memperhatikan bangunan tersebut.“Apakah Bapak yakin kuncinya masih bisa digunakan?”“Saya tidak tahu. Sudah lama sekali saya tidak masuk.”Pak Joko meminta petugas mendokumentasikan kondisi pintu sebelum pemeriksaan dilakukan.Setelah itu, ia mencoba memasukkan kunci tua ke lubangnya.Awalnya sulit.Namun, setelah diputar perlahan, terdengar bunyi klik.Pintu terbuka.Udara pengap langsung menyambut mereka.Fauzan menutup hidung sebentar.“Sudah lama tidak dibuka.”Bagas menyalakan l

  • JAMU, MAS?   BAB 114 — YANG DISEMBUNYIKAN SURYONO

    BAB 114 — YANG DISEMBUNYIKAN SURYONONama Pak Yanto kembali menjadi perhatian Pak Joko.Kesaksiannya tentang sesuatu yang ditanam di dekat pondasi Blok C harus diperiksa. Namun, sebelum pemeriksaan dilakukan, Pak Joko ingin memastikan siapa saja yang mengetahui pekerjaan tersebut.Salah satu nama yang terus muncul adalah Suryono.Mandor itu pernah melarang pekerja mendekati Blok C setelah Magrib. Ia juga mengakui pernah menyuruh para pekerja diam setelah Minah menghilang.Pak Joko memutuskan memanggilnya kembali.Siang itu, Suryono datang ke kantor dengan wajah tegang.Ia duduk di hadapan Pak Joko. Fauzan dan Bagas berada di sisi lain meja.“Ada apa lagi, Pak?” tanyanya.“Kami ingin membicarakan kejadian setelah Minah menghilang.”Suryono menunduk.“Saya sudah menjelaskan semuanya.”“Belum semuanya,” jawab Pak Joko tegas.Suryono mengangkat wajah.Pak Joko mengeluarkan salinan denah Blok C.“Kami menerima keterangan dari Pak Yanto. Dia melihat beberapa orang melakukan pekerjaan di dek

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status