Accueil / Romansa / JEJAK HASRAT / Bab 4 Goyangan Hot Ibu Mertua

Share

Bab 4 Goyangan Hot Ibu Mertua

Auteur: Irbapiko
last update Dernière mise à jour: 2026-01-07 08:00:26

Setelah puas bercinta di kamar hotel, Luki dan Mama Diana buru-buru mandi dan segera meninggalkan kamar hotel tersebut. Mereka merasa seperti sedang melayang di awan, masih terhanyut dalam kenikmatan yang mereka rasakan, tapi juga merasa tertekan oleh kewajiban dan tanggung jawab yang menanti di luar sana.

Luki mengucapkan terima kasih kepada Mama Diana sambil memeluknya erat. "Terima kasih, Diana. Ini adalah momen yang luar biasa."

Mama Diana tersenyum tipis, tapi di balik senyumnya, dia merasa sedikit cemas. "Ya, ini memang momen yang tak terlupakan. Tapi sekarang kita harus kembali ke kenyataan."

Mereka berdua meninggalkan kamar hotel dengan hati yang berat, tapi juga penuh dengan kenangan yang indah. Luki kembali pulang ke rumahnya, sementara Mama Diana berusaha menenangkan diri untuk menghadapi situasi yang menantinya di rumah sakit.

Sebelum sampai di rumah sakit, Mama Diana segera mencarikan da

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • JEJAK HASRAT   Bab 3 Nikmatnya Jepitan Janda Muda

    Sejak malam yang pertama mereka berbagi momen intim di kamar hotel, Haji Agus dan Idoh merasa sulit untuk menahan keinginan mereka yang semakin membara. Mereka seperti terjerat dalam pusaran nafsu yang tak terbendung, dan setiap kesempatan yang mereka dapatkan untuk bertemu, selalu berakhir dengan momen kebersamaan yang penuh gairah.Di sisi lain, Bu Haji Tini semakin sibuk dengan tanggung jawabnya sebagai pengurus pengajian ibu-ibu dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Dia terlalu terlena dengan kesibukannya sehingga melupakan tugas utamanya sebagai istri, yaitu memberikan perhatian kepada suaminya.Haji Agus, meskipun merasa kesepian karena kurangnya perhatian dari istrinya, tetap menjaga rahasia tentang hubungannya dengan Idoh. Namun, kecemasan dan rasa bersalah masih menghantuinya setiap hari.Sementara itu, Idoh mulai melupakan kesedihannya sejak kepergian Marno, suaminya yang telah meninggal dunia. Kini, dia telah

  • JEJAK HASRAT   Bab 2 Nikmatnya Jepitan Janda Muda

    Hari yang ditentukan akhirnya tiba. Di dalam rumah, Haji Agus duduk gelisah di ruang tamu, matanya terus memperhatikan jam di pergelangan tangannya. Bu Haji Tini, yang sedang berdandan di dekat cermin, mencuri-curi pandang ke arah suaminya yang tampak gelisah."Hari ini kenapa kamu terlihat gelisah sekali, Agus?" tanya Bu Haji Tini, mencoba mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.Haji Agus mencoba menyembunyikan kegelisahannya dengan tertawa. "Ah, tidak apa-apa, Tini. Aku hanya menunggu pesan dari teman," jawabnya cepat.Namun, Bu Haji Tini tidak sepenuhnya yakin dengan jawaban itu. Dia bisa merasakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya. Namun, dia memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut, menyadari bahwa Agus pasti memiliki alasan untuk merahasiakannya.Sementara itu, di rumah kontrakannya, Idoh duduk di tepi tempat tidur, menatap layar ponselnya dengan gelisah. Dia menunggu dengan tidak s

  • JEJAK HASRAT   Bab 1 Nikmatnya Jepitan Janda Muda

    Idoh duduk termenung di teras rumah kontrakan, tatapan kosongnya mengarah pada langit yang mulai berwarna orange senja. Sinar matahari yang perlahan tenggelam itu seolah menambah kesan sepi yang melingkupi hatinya. Setahun pernikahannya dengan Marno, suaminya, terasa begitu singkat. Mereka belum sempat merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya sebagai pasangan suami istri. Sekarang, Marno telah tiada, meninggalkan dirinya sendiri di dunia yang penuh kesedihan.Bu Haji Tini, pemilik rumah kontrakan tempat Idoh tinggal, duduk di sebelahnya dengan wajah prihatin. "Idoh, kamu harus kuat. Ini pasti tidak mudah bagimu, tapi kamu tidak sendiri. Kami di sini akan selalu mendukungmu," ucap Bu Haji Tini dengan lembut.Idoh tersenyum kecil, meskipun hatinya masih dilanda duka yang mendalam. "Terima kasih, Bu. Saya akan mencoba berusaha kuat," jawabnya pelan.Sementara itu, Haji Agus, suami Bu Haji Tini, datang membawa sebuah nampan b

  • JEJAK HASRAT   Bab 4 Goyangan Hot Ibu Mertua

    Setelah puas bercinta di kamar hotel, Luki dan Mama Diana buru-buru mandi dan segera meninggalkan kamar hotel tersebut. Mereka merasa seperti sedang melayang di awan, masih terhanyut dalam kenikmatan yang mereka rasakan, tapi juga merasa tertekan oleh kewajiban dan tanggung jawab yang menanti di luar sana.Luki mengucapkan terima kasih kepada Mama Diana sambil memeluknya erat. "Terima kasih, Diana. Ini adalah momen yang luar biasa."Mama Diana tersenyum tipis, tapi di balik senyumnya, dia merasa sedikit cemas. "Ya, ini memang momen yang tak terlupakan. Tapi sekarang kita harus kembali ke kenyataan."Mereka berdua meninggalkan kamar hotel dengan hati yang berat, tapi juga penuh dengan kenangan yang indah. Luki kembali pulang ke rumahnya, sementara Mama Diana berusaha menenangkan diri untuk menghadapi situasi yang menantinya di rumah sakit.Sebelum sampai di rumah sakit, Mama Diana segera mencarikan da

  • JEJAK HASRAT   Bab 3 Goyangan Hot Ibu Mertua

    Hari berikutnya, saat Dena masih terbaring lemah di rumah sakit, Luki diminta untuk pulang dan beristirahat di rumah. Meskipun agak enggan meninggalkan istrinya, dia akhirnya setuju setelah meyakinkan dirinya bahwa Dena akan baik-baik saja dengan perawatan yang diberikan oleh Mama Diana dan Papa Rudi."Saya akan segera kembali, Dena. Jika ada apa-apa, beri tahu Mama Diana, ya?" ucap Luki sambil mencium kening istrinya yang pucat.Dena mengangguk lemah, bibirnya terkatup rapat karena kelelahan. "Terima kasih, Luki. Aku akan baik-baik saja."Sementara itu, Mama Diana dan Papa Rudi mengambil alih penjagaan Dena di rumah sakit. Wajah Mama Diana penuh dengan perhatian dan kepedulian saat dia duduk di samping tempat tidur Dena, memberikan dukungan dan kenyamanan yang dibutuhkan oleh putri kesayangannya.Beberapa saat kemudian, saat Dena tertidur pulas, Mama Diana diam-diam mengeluarkan ponselnya dan mengir

  • JEJAK HASRAT   Bab 2 Goyangan Hot Ibu Mertua

    Suatu hari kondisi Dena tiba-tiba menurun dimana badannya demam tinggi sehingga dengan terpaksa menginap beberapa hari di rumah sakit agar kondisi Dena bisa lebih cepat pulih terutama juga kehamilannya.Malam itu hari kedua di rumah sakit, Luki terpaksa pulang dulu ke rumah untuk membawa baju-baju kotor untuk ia ganti dengan baju yang bersih. Sedangkan malam kedua itu Dena gantian ditemani oleh sang ayah, yaitu papa Rudi.Sesampainya di rumah. Luki menelpon mama Diana kalo ia sedang sendirian di rumah, maka kesempatan itu pun akan dimanfaatkan oleh Mama Diana untuk segera datang ke rumah Luki untuk melampiaskan hasrat birahi Mama Diana dan Luki yang sempat tertahan beberapa hari lalu. Sesampainya di rumah Luki, Mama Diana meminta agar pintu rumah Luki agar dikunci dari dalam agar tidak ada yang mengganggu mereka.***Hari kedua di rumah sakit, suasana di ruangan Dena terasa tegang. Luki duduk di samping tempat tid

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status