Home / Lainnya / Jagoan Kampung Merantau Ke Kota / Bab 248: Silahkan Uji Aku

Share

Bab 248: Silahkan Uji Aku

Author: Ayusqie
last update Last Updated: 2026-01-17 00:03:52

**

Semua panik!

Semuanya tegang! 

Gending dan Barok bergumul dengan posisi berdiri, saling dorong, saling tarik, dan terus berputaran sembari balas membalas pukulan.

Kedua tangan mereka saling bertaut dan saling berkait untuk memperebutkan pistol.

“Nikooo..! Cepat tembak diaaa..!” Pekik Pak Charles.

Niko gelagapan. Tangannya bergerak kanan kiri mau membidik Gending. Akan tetapi, dengan cerdiknya Gending terus bergerak di sepanjang pergumulannya dengan Barok.

Timing yang tidak tepat ketika Niko menembak, salah-salah bisa Barok sendiri yang tertembak, atau Pak Charles, atau bahkan Pak Dirga.

“Hiaaahh..!” Pekik Gending geram, mengeluarkan sekuat tenaganya untuk melumpuhkan Barok.

“Haakhh..!” Tahan Barok pula, yang telah gelap mata berkat suntikan adrenalin dari narxkoba, sehingga ia begitu kuat menahan semua pukulan Gending.

Sang ajudan ini tidak habis akal. Ia menyerang paha

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 249: Hitungan Untuk Barok

    **“Kalau kamu mau menguji seberapa kejam aku, silahkan, ujilah aku..,” kata Gending.Sekilas ia menatap Pak Dirga, lalu berkata pada Pak Charles.“Aku bisa menghabisi dia di sini,” Maksud Gending adalah menghabisi Pak Dirga. “Sendiri, dengan pistolku ini.”“Atau, aku bisa melenyapkan kita semua, dengan granat high explosive super conductor di tanganku ini!”High exclusive super conductor? Apakah di dunia ini memang ada granat jenis itu?Sssst..! Itu hanya taktik Gending! Teknik sugesti tingkat tinggi yang jika diterjemahkan dengan bahasa yang sederhana adalah; ngibul!Sepertinya, cerita ini akan lebih seru jika dilihat dari sudut pandang Gending sendiri. Baiklah, satu, dua, tiga.., mulai!********Aku terus mempertahankan kaki kiriku yang terangkat naik. Terus menekan tangan kanan Niko beserta pistolnya ke dinding kapal.Tangan kananku te

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 248: Silahkan Uji Aku

    **Semua panik!Semuanya tegang!Gending dan Barok bergumul dengan posisi berdiri, saling dorong, saling tarik, dan terus berputaran sembari balas membalas pukulan.Kedua tangan mereka saling bertaut dan saling berkait untuk memperebutkan pistol.“Nikooo..! Cepat tembak diaaa..!” Pekik Pak Charles.Niko gelagapan. Tangannya bergerak kanan kiri mau membidik Gending. Akan tetapi, dengan cerdiknya Gending terus bergerak di sepanjang pergumulannya dengan Barok.Timing yang tidak tepat ketika Niko menembak, salah-salah bisa Barok sendiri yang tertembak, atau Pak Charles, atau bahkan Pak Dirga.“Hiaaahh..!” Pekik Gending geram, mengeluarkan sekuat tenaganya untuk melumpuhkan Barok.“Haakhh..!” Tahan Barok pula, yang telah gelap mata berkat suntikan adrenalin dari narxkoba, sehingga ia begitu kuat menahan semua pukulan Gending.Sang ajudan ini tidak habis akal. Ia menyerang paha

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 247 Sisakan Satu Peluru – part 2

    **“Sisakan satu peluru.., satu saja. Setelah itu, gantian kamu yang aku tembak!”Tak pelak kata-kata Gending itu membuat semua orang yang ada di geladak kapal yacht ini terpana.Nalar para mafia itu menangkap logika di balik kata-kata Gending, bahwa ia kebal peluru!Bahwa percuma saja Barok atau Niko menembaknya. Karena setelah itu Gending akan balik menyerang dan mencelakai mereka semua.Bagaimana dengan Pak Charles di tepi geladak situ? Bagaimana dengan pisau belati di tangannya itu?Peluru saja kebal apalagi cuma pisau belati, begitulah isi pikiran lelaki berparas Mongolia ini.“Silahkan, Barok, silahkan..,” kata Gending dengan tangan yang terbuka, sorot mata yang menajam, dan wajah yang begitu teguh.Dengan cara yang amat perlahan ia juga kemudian melangkah mendekati Barok. Supaya apa??Ssstt..! Ini adalah taktik Gending untuk memangkas jarak! “Kamu tembak aku di sin

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 246: Sisakan Satu Peluru – part 1

    **Mereka adalah Niko, dan.., Barok??Keduanya bersenjata api dan..,Freeze!Sebenarnya, di sepanjang perbincangan dengan Pak Dirga tadi Gending sudah mengetahui dan bahkan yakin bahwa di balik pintu berkaca rayben itu ada orang yang tengah mengintai.Indera pendengarannya yang tajam juga sempat menangkap suara yang kasak-kusuk. Maka, ketika tiba-tiba pintu itu terbuka sesungguhnya Gending sudah mempersiapkan sikap antisipasi.Sementara di lain sisi, Niko dan Barok semestinya langsung memberondong Gending dengan tembakan pistol mereka, sesuai dengan perintah, dan sesuai dengan isyarat yang diberikan Pak Charles yang berdiri di tepi geladak kapal.Akan tetapi, rupanya Gending masih sedikit beruntung di sini. Karena apa?“Barok..??” Tanya Gending yang sangat terkejut ini.Nah! Suara itulah yang sekonyong-konyong membuat suasana ketegangan di buritan kapal ini menjadi freeze.Semuanya seakan membeku dalam

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 245: Meth

    **“Dia titip salam ke kamu.., dia adalah.., Ceu Lena..,”Kata-kata Pak Dirga itu lagi-lagi membuat Gending tercekat. Dalam waktu bersamaan pun ada yang mendesir di dalam hatinya.Suatu kerinduan akan romansa masa lalu membelai jiwanya sesaat.Ia tak habis pikir mengapa mantan ayah tirinya ini bisa mengetahui hubungan dirinya dulu dengan Ceu Lena.Eits! Tunggu dulu. Gending terlalu cepat mengambil kesimpulan. Mengapa?Belum tentu Pak Dirga mengetahui hubungannya dulu dengan Ceu Lena!Belum tentu kata-kata Pak Dirga itu benar; tetang dia yang ke Gayatri, tentang dia yang berziarah ke makam Abah Anom.Sekali lagi, belum tentu, selama tidak ada saksi atau bukti yang mendukung pernyataannya itu.Akan tetapi, bagaimana pun, nama Ceu Lena yang disebut barusan, yang membuat hatinya berdesir tadi, membuat Gending menurunkan standar kewaspadaannya.Tentu sangat naluriah jika hati manusia bisa disentuh dengan se

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 244: Dirga Dwipa

    **“Dua puluh tahun kita tidak bertemu.., sekarang kamu sudah cukup dewasa, Nak.”Beberapa detik Gending terus tercekat. Kedua matanya membeliak lebar, lalu menyipit, sementara tanpa sadar kepalanya menggeleng pelan.Gending merasa bagai terbangun dari mimpi, atau baru saja melompat dari masa lalu dan terdampar di masa kini.Sulit dipercaya, oh, sulit dipercaya. Tanpa sadar Gending sampai mundur beberapa langkah ke belakang.Pak Dirga, satu nama yang disebut Pak Charles tadi, ternyata adalah Dirga Dwipa mantan ayah tirinya sendiri! Iya, benar, ini adalah Dirga Dwipa yang sama, yang dulu selalu memperlakukan Gending dengan kasar dan kerap menganiaya dirinya dan ibunya.Tidak banyak yang berbeda dengan penampilan Pak Dirga sekarang, selain rambutnya yang sudah memutih sebagian, dan kerutan-kerutan di wajahnya yang mengindikasikan usia setengah abad lebih.Detik-detik yang berlalu di atas geladak kapal ini

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status