Share

Bab 104

Author: Itsmoore
last update Last Updated: 2026-02-18 12:10:07

Aku menarik gagang pintu ke bawah tepat saat kulihat Pak Argan berjalan mendekat ke arah beranda. Pria bertubuh tinggi itu berjalan tegap sambil membawa dua kantong belanjaan plastik berukuran besar di tangannya.

Pak Argan melangkah masuk ke dalam ruangan vila dengan gerakan langkah yang sangat cepat. Dia masuk dengan membawa hawa dingin malam perbukitan dari luar bangunan. Hawa dingin itu langsung menyentuh kulit lenganku dan membuat bulu kudukku berdiri.

Pria itu menendang dau

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 133

    "Sesi sentuhan kulit kita di vila tadi, adalah sebuah bentuk perpisahan sementara, untuk keselamatan dirimu.""Kamu sedang mempersiapkan strategi perlindungan, sebelum potensi konflik fisik yang jauh lebih besar, datang menyerang posisi kita?""Analisis kognitifmu itu memiliki, tingkat akurasi yang sangat tepat, pada situasi ancaman malam ini."Dada bidang Argan bergerak naik turun, menghirup udara dingin dari celah ventilasi mesin pendingin ruangan. Suasana kembali dipenuhi oleh keheningan audio, yang hanya diisi oleh suara deruman mesin pembakaran mobil."Tugas utamamu besok pagi adalah, melanjutkan proses penyusunan skripsi, serta penyelesaian naskah novel eksplisitmu.""Aku akan memusatkan seluruh sisa energiku, pada papan ketik perangkat komputer ini, di dalam kamar kosku.""Sikap kepatuhan absolut seperti itu, sangat aku butuhkan dari sistem perilaku otakmu, untuk saat ini."Kendaraan roda empat ini terus melaju lurus, melintasi

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 132

    Mobil yang dikemudikan Argan, melaju menuruni area jalan bukit, dengan tingkat kecepatan mesin sangat tinggi. Ban karet mobil bergesekan sangat keras, dengan permukaan aspal jalan raya, pada malam hari yang sepi ini. Kendaraan roda empat ini terus melaju, murni tanpa mengurangi angka kecepatan rotasi ban.Aku duduk mematung dalam diam, tepat di atas kursi penumpang, di sebelah kiri posisi kemudi. Kedua belah lenganku memeluk tas laptop, dengan cengkeraman sepuluh jari, yang sangat erat. Tas berisi perangkat kerjaku itu, menempel kuat pada area depan dadaku.Otot leherku berputar sedikit ke kanan, untuk melihat profil wajah Argan secara langsung. Pria ini menatap lurus ke depan, dengan tingkat fokus penglihatan retina, yang sangat tajam. Arah pandangan mata cokelatnya sesekali berpindah, menuju cermin pantul di sisi luar pintu mobil.Tangan kirinya memegang setir bundar, sementara tangan kanannya meraih ponsel pintar, dari konsol tengah. Argan mengecek layar meny

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 131

    Kondisi visual di dalam ruangan tidur kami, langsung berubah menjadi sangat gelap gulita, pada hitungan detik pertama. Cahaya berwarna kuning dengan tingkat intensitas remang-remang, menembus masuk melewati batas celah kaca jendela depan.Argan melangkah merapatkan jarak, mendekati titik posisiku berdiri.Dia mengulurkan sebelah telapak tangan kanannya, lurus ke arah posisi letak tanganku."Pegang area telapak tanganku ini, menggunakan cengkeraman lima jari tanganmu, secara sangat bertenaga."Aku merespons uluran tangan berukuran besar itu, membiarkan permukaan area kulit kami, kembali saling bersentuhan secara langsung. Argan menggandeng telapak tangan kananku, menarik massa tubuhku untuk mulai berjalan keluar, meninggalkan area dalam vila."Langkah kaki panjangmu ini bergerak terlalu cepat, mendahului batas kecepatan maksimal, pergerakan engsel tulang lututku.""Kamu harus meningkatkan ritme berjalanmu, agar pergerakan kakimu sejajar denga

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 130

    Argan tidak merespons bunyi pertanyaan vokalku, menggunakan susunan kata dari dalam pita suaranya. Pria ini mulai memindahkan barang-barang pribadinya, masuk ke dalam lubang kompartemen tas bawaannya. Dia memasukkan buku tebal jurnal medis, lalu menggabungkan beberapa potongan pakaian bersihnya, secara berurutan dan sangat terstruktur."Gerakan mekanis tanganmu memasukkan benda-benda itu, terlihat memiliki tingkat kecepatan kinetik yang sangat tinggi," laporanku mengobservasi tempo pergerakan mekanis, pada kedua belah serabut otot lengannya."Aku harus mempercepat proses pengemasan barang bawaan ini, semata-mata untuk menghemat kuantitas alokasi durasi waktu kita," balas Argan menjelaskan dasar perhitungan matematis, di balik kecepatan pergerakan lengannya.Meskipun pria ini menggerakkan tangannya dengan tempo sangat cepat, ritme pernapasan biologisnya tetap terlihat sangat tenang. Dada bidangnya bergerak naik turun secara konstan, dengan frekuensi hisapan asupa

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 129

    "Aplikasi keamanan ini memberikan peringatan mutlak, bahwa sinyal sistem pemosisi global mobilku, sedang diakses.""Siapa pihak luar yang mencoba mengakses, lokasi titik koordinat kendaraan pribadimu itu, dari jarak jauh?" tanyaku menuntut identitas pelaku pelacakan, secara langsung dan sangat spesifik kepadanya."Sinyal pelacak di mobilku itu, sedang diakses secara ilegal oleh sebuah perangkat komputasi asing."Otot wajah Argan langsung menegang keras, merespons masuknya informasi digital di atas layar ponselnya. Rahang bawahnya terkunci sangat rapat, hingga struktur tulang pipinya menonjol menekan lapisan kulit luar. Pria ini menyadari besarnya tingkat kecerobohannya, yang lupa mematikan fitur pelacak itu, sejak sore hari tadi."Aku melakukan kesalahan prosedur keamanan, karena membiarkan modul pelacak itu, terus menyala memancarkan gelombang aktif," keluh Argan mengakui kelalaian teknisnya, secara terbuka di dalam ruangan privat ini."Siapa manu

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 128

    "Jelaskan padaku sekarang juga, apa isi makna pesan teks panjangmu itu, menggunakan struktur bahasa lisan murni," perintah Felicia menuntut laporan audio verbal secara langsung, dari rekan kerja pria kekasihnya itu."Argan mendobrak masuk ke ruanganku, menggunakan dorongan bahu kanan, yang merusak baut, pada engsel pintuku," jelas Dokter Hadi menceritakan urutan tindakan mekanis agresif Argan, secara gamblang dan runtut."Apakah Argan benar-benar menggunakan, kekerasan suara verbal, untuk melindungi mahasiswi itu, dari tindakan prosedur medismu?" tanya Felicia memastikan tingkat intensitas ancaman audio, yang Argan berikan secara langsung kepadanya."Argan menarik kerah kemeja kerjaku, dan dia siap menghancurkan, reputasi profesiku, jika aku menyentuh, kulit tubuh mahasiswi itu," lapor Dokter Hadi menyebutkan detail lokasi kontak fisik, beserta susunan kalimat ancaman yang dia terima."Gadis itu sama sekali tidak memiliki, nilai keuntungan finansial apa p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status