Compartilhar

Bab 5 

Autor: Syara
Duar! Anita merasa seperti disambar petir.

Tepat ketika pikirannya kosong, ciuman pria itu makin dalam. Dengan suara serak, dia memanggil sebuah nama. "Jessi ...."

Jadi, Anthony mabuk dan menganggap dirinya sebagai Jessica? Anita tersadar kembali, lalu buru-buru mendorong pria yang menindihnya itu dan berlari keluar dengan tergesa-gesa. Untungnya, pria itu tidak mengejarnya.

Keesokan harinya, Anita keluar dari kamar tamu dan mendapati Anthony berjalan ke arahnya dengan kening berkerut.

"Kenapa aku ada di kamarmu?"

Nada tidak sabar dan curiga Anthony membuat Anita tertegun. Pria ini sepertinya tidak mengingat apa pun tentang kejadian semalam.

Baru saja Anita hendak berbicara, Anthony menyela dengan dingin, "Kamu yang bawa aku masuk? Anita, sudah kubilang kita nggak mungkin bisa bersama, apalagi aku akan segera menikah. Kamu masih belum menyerah?"

Anita tercengang, lalu menunduk tanpa mengatakan apa-apa. Apa gunanya dia menjelaskannya? Rasa sukanya terhadap Anthony adalah dosa. Sekarang, di mata pria ini, semua yang dia lakukan salah.

Melihat Anita yang menunduk diam dengan mata berkaca-kaca, napas Anthony terasa sedikit berat. Tepat ketika dia hendak menghampiri Anita, terdengar suara lembut seorang wanita dari luar. "Tony!"

Jessica berjalan masuk dan hendak melemparkan diri ke dalam pelukan Anthony sambil tersenyum. Namun, dia tiba-tiba melihat sesuatu dan senyumnya sedikit membeku. "Kenapa sudut bibirmu terluka?"

Anthony tanpa sadar menyentuh bibirnya dan menatap Anita dalam-dalam. Pada akhirnya, dia menjawab, "Nggak apa-apa, mungkin digigit nyamuk."

Setelah itu, Anita tidak pernah bertemu Anthony sendirian lagi. Pria itu sibuk menghabiskan waktu dengan Jessica, sedangkan dia perlu memanfaatkan waktu untuk berlatih menari.

Hari ini, saat Anita berulang kali berlatih gerakan yang sulit, Mira tiba-tiba masuk bersama Anthony dan Jessica.

"Semuanya, hentikan dulu apa yang sedang kalian lakukan. Mari kuperkenalkan, ini Jessica, seorang murid tari yang direkomendasikan secara khusus oleh Pak Anthony. Mari kita beri dia tepuk tangan."

Di tengah tepuk tangan, Mira menatap Anita yang berada di paling luar kelompok dan berkata, "Nita, kamu itu penari utama kelompok ini. Mulai sekarang, kamu harus lebih banyak membimbing Jessica."

Setelah memberi pengenalan, Mira dengan hormat membawa Anthony dan Jessica pergi menyelesaikan prosedurnya.

Begitu pintu tertutup, langsung terdengar gumaman di antara kerumunan.

"Dengar-dengar, Jessica pernah ikut audisi untuk masuk ke kelompok tari kita, tapi nggak diterima. Ck, ck, tunangan Pak Anthony memang beda. Hanya dengan sepatah kata darinya, Jessica langsung diterima."

"Dulu, kita harus berjuang melewati banyak seleksi untuk bisa masuk ke kelompok tari. Kelasnya memang beda."

Ucapan penuh rasa iri dilontarkan satu demi satu. Di kejauhan, Anita yang duduk bersila di lantai menatap dirinya di cermin dan termenung untuk sesaat.

Tidak ada yang lebih mengenal Anthony darinya. Anthony adalah orang yang dingin dan berprinsip, juga selalu mematuhi aturan. Meskipun memiliki kekuasaan yang cukup besar, dia tidak pernah menyalahgunakan hak istimewanya. Sekarang, demi Jessica, dia membuat pengecualian untuk yang pertama kalinya. Sepertinya, dia benar-benar menyukai Jessica.

Sejak saat itu, Jessica bergabung dengan kelompok tari, sedangkan Anita menjadi gurunya.

Anita mengikuti instruksi Mira dan mengajarinya dengan tekun. Namun, Jessica sangat pemberontak. Setiap kali, dia hanya belajar asal-asalan, juga selalu mencari alasan untuk bolos latihan dan meninggalkan kelompok tari lebih awal.

Kali ini, Jessica lagi-lagi kabur sebelum Anita sempat menghentikannya. Dia hanya bisa pergi ke jendela untuk memanggil Jessica, tetapi malah melihat Anthony menangkap Jessica yang berlari ke arahnya dengan mantap. Keduanya berciuman mesra sebelum masuk ke mobil.

Anita tidak lanjut menyaksikan adegan itu lagi. Dia dengan tenang menutup jendela dan melanjutkan latihannya.
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Jangan Ceritakan Tentangku Padanya   Bab 23

    Satu demi satu fakta yang dilontarkan Karina membuat Anthony perlahan-lahan memejamkan matanya. Kata-kata yang ingin diucapkannya menjadi sangat sulit diucapkan. Rasa pahit memenuhi mulutnya.Anthony tiba-tiba teringat malam ketika gadis kecil itu terlalu takut untuk tidur. Dia membawa boneka beruang kecil dan duduk di samping tempat tidur gadis itu untuk membacakan dongeng pengantar tidur. Di akhir cerita, dia meletakkan boneka beruang itu di samping bantal si gadis, lalu berbicara dengan lembut tapi tegas, "Kakak akan selalu melindungimu, seperti boneka beruang ini. Aku nggak akan pernah sakiti kamu. Kamu akan selalu jadi pilihan pertamaku." Sekilas keterkejutan melintas di mata gadis kecil itu, tetapi dia segera menunduk lagi. "Kakak cuma mencoba menghiburku.""Nggak. Ayo kita buat janji kelingking.""Oke. Kalau Kakak benar-benar menyakitiku kelak, aku nggak akan pernah peduli sama kamu lagi!" Air mata mengalir tanpa suara di wajahnya. Anthony membuka matanya lagi dan menatap ora

  • Jangan Ceritakan Tentangku Padanya   Bab 22

    Di kuil pegunungan di luar kota. Langit perlahan-lahan memutih dan kabut juga makin tebal. Gumpalan asap putih tebal naik bersama kabut dan menutupi seluruh jalan.Karina dan Jonathan berjalan selangkah demi selangkah di sepanjang jalan setapak batu menuju kuil di puncak gunung. Di kejauhan, terdengar lantunan doa samar dan bunyi lonceng yang panjang. Di halaman kuil, pepohonan tua menjulang tinggi dan batu-batunya ditutupi lumut. Angin yang bertiup membuat daun berguguran dan menimbulkan suara gemerisik. Lonceng perunggu yang tergantung di atap juga bergetar pelan.Karina menarik napas dalam-dalam dan duduk di kursi batu yang ada di sudut halaman. Dia memperhatikan Jonathan melihat ke sana kemari, seperti seorang anak kecil yang penasaran. Momen yang seharusnya indah terganggu oleh kedatangan Anthony. Pria ini benar-benar bagai hantu gentayangan. Itulah pikiran pertama Karina ketika melihat Anthony berjalan ke arahnya."Karin, bisa nggak kita bicara baik-baik?" Kata-kata Juliana ke

  • Jangan Ceritakan Tentangku Padanya   Bab 21

    Jessica pada dasarnya sudah kesal mendengar kata-kata Anthony. Sekarang, pria itu malah bersikap galak padanya. Dia juga tidak perlu bersembunyi lagi. Dia bangkit dan berjalan mendekat, lalu ingin meraih lengan Anthony. Akan tetapi, pria itu menghindar dengan cekatan.Jessica menggertakkan giginya, lalu mengamati Karina dari atas sampai bawah. Pada akhirnya, tatapannya berhenti di kaki Karina. Dia berkata dengan santai, "Kelompok tari kami sudah terima tawaran untuk menampilkan pertunjukan dari Keluarga Kusnadi. Kami awalnya berlatih dengan baik, tapi manajer kami tiba-tiba masuk dan bilang pertunjukan kami dibatalkan.""Setelah ditanyakan, alasannya ternyata karena kamu nggak sanggup nonton pertunjukan menari setelah nggak bisa menari. Tapi, kamu juga payah banget. Kalau nggak bisa nonton pertunjukan, ya jangan nonton. Kenapa acaranya harus dibatalkan? Jadinya, ada begitu banyak orang yang kehilangan penghasilan. Kamu memang masih seegois biasanya!""Diam!""Diam!" Beberapa pria itu

  • Jangan Ceritakan Tentangku Padanya   Bab 20 

    Pertanyaan itu membuat Anthony termenung. Dia membuka mulutnya. Apa yang harus dia katakan? Apa dia harus mengatakan bahwa dia menyadari perasaannya pada Karina setelah Karina pergi. Itulah alasan dia ingin mendapatkan Karina lagi.Mengenai Jessica, Anthony bisa saja mengusirnya setelah dia melahirkan. Lagi pula, mereka belum mendaftarkan pernikahan mereka.Anthony menelan ludah, lalu menatap gadis di belakang kedua pria itu. Hanya dalam waktu setengah tahun, keadaan Karina sudah terlihat jauh lebih baik daripada saat dia berada di Kediaman Keluarga Pangestu. Matanya yang dulu suram kini dipenuhi cahaya."Karin, aku tahu aku salah. Aku nggak seharusnya memperlakukanmu seperti itu. Aku selalu mengira aku nggak menyukaimu. Sampai kamu pergi, aku baru sadar orang yang benar-benar kucintai adalah kamu. Jessica cuma alat yang kugunakan untuk buat kamu kesal. Jadi, bisa nggak kamu kasih aku kesempatan lagi?" Anthony bersikap seperti seorang suami yang akhirnya menyadari kesalahannya setelah

  • Jangan Ceritakan Tentangku Padanya   Bab 19

    Jika itu dulu, Jessica pasti akan menolak. Sekarang, dia tidak punya pilihan selain datang. Jika bisa memenangkan hati Keluarga Kusnadi dengan menginstruksikan tarian ini, statusnya di Keluarga Pangestu akan meningkat. Memikirkan hal ini, dia menegakkan punggungnya dan berseru, "Yang paling kiri, angkat kakimu sedikit lebih tinggi lagi." Saat semua orang berlatih dengan antusias, manajer baru itu tiba-tiba masuk dengan wajah suram dan bertepuk tangan. "Untuk apa kalian masih berlatih? Pulanglah!" Menghadapi amarah manajer yang tiba-tiba, semua orang saling memandang. Bahkan Jessica yang sedang duduk di kursi juga berdiri dan berjalan menghampirinya secara perlahan."Bukannya latihannya berjalan dengan baik? Kenapa tiba-tiba berhenti?" Melihat Jessica, manajer itu langsung kesal. Namun, karena takut pada status Jessica, dia hanya bisa menjawab dingin, "Mana kutahu? Keluarga Kusnadi baru saja kirim orang untuk suruh kita nggak perlu berlatih lagi. Mereka nggak jadi tampil di acara in

  • Jangan Ceritakan Tentangku Padanya   Bab 18 

    Setelah membereskan barang-barang, Karina dan Jonathan mengobrol sebentar dengan ibu Jonathan. Kemudian, mereka baru membawa hadiah dan berjalan kaki ke Kediaman Keluarga Kusnadi untuk mengunjungi mentor Susana.Sebelum pergi, mereka tidak lupa berpesan kepada ibu Jonathan untuk tidak menyisakan makanan untuk mereka. Ibu Jonathan mengangguk, lalu mengingatkan mereka untuk berhati-hati sebelum memperhatikan mereka pergi.Jarak dari Kediaman Keluarga Wijaya ke Kediaman Keluarga Kusnadi tidak jauh. Namun, Jonathan adalah orang yang tidak bisa diam. Dia terus meminta Karina untuk menceritakan kisah tentang ibu kota.Meskipun telah tinggal di ibu kota selama 15 tahun, Karina hanya selalu bolak-balik antara studio tari dan Kediaman Keluarga Pangestu. Dia sangat jarang pergi ke tempat lain. Apalagi setelah Anthony mengetahui perasaannya, dia lebih jarang keluar rumah lagi, kecuali perjalanan ke kuil di luar kota itu.Mendengar tentang kuil itu, Jonathan terus-menerus meminta Karina untuk meng

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status