Short
Tujuh Tahun yang Salah

Tujuh Tahun yang Salah

作家:  Unknown完了
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9チャプター
8ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Cinta Toxic

Pilih Kasih/Egois

Mandiri

Karma

Girl Glow Up

Pernikahan

Aku duduk sendirian di meja makan, tepat di hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-7. Ponselku tiba-tiba berdering. Di layar kunci telepon, ada dua notifikasi pesan masuk yang masih belum terbaca. Pesan pertama datang dari Riki, dia bilang kalau dia harus lembur di kantor malam ini. Sementara pesan yang satu lagi datang dari nomor tidak dikenal. [Pak Riki sungguh luar biasa. Kakak sanggup mengatasinya?] Ada satu foto yang ikut dikirimkan dalam pesan tersebut. Foto itu menampilkan sepasang pria dan wanita yang sedang bercumbu mesra. Aku pun meniup lilin kue ulang tahun pernikahan kami sambil menutup mata dengan penuh kelelahan. [Ayo kita cerai.] Aku mengirimkan pesan balasan ke Riki.

もっと見る

第1話

Bab 1

Riki tidak membalas pesanku, itu wajar.

Dia mungkin masih 'lembur' di ranjang bersama wanita lain. Dia mana punya waktu untuk memedulikanku.

Cuaca hari ini sedang buruk, turun hujan gerimis. Udara terasa lembab dan dinginnya begitu menusuk. Lututku sampai ngilu kesakitan.

Waktu bos fotokopi menyerahkan surat cerai padaku, dia menatapku dua kali, baru akhirnya berkata, "Sebaiknya jangan gegabah mengambil keputusan, kan kalian sudah hidup bersama sebagai suami dan istri."

"Aku sudah lama mempertimbangkannya, kok." Aku berkata sambil menerima setumpuk kertas darinya, dan berusaha mempertahankan senyum sopan.

Aku memang sudah lama memikirkan keputusanku ini.

Sekretaris Riki terus saja mencari cara untuk memprovokasiku. Dia terus berusaha membuatku agar merelakan posisiku sebagai istri Riki.

Masalah ini membuatku jadi paranoid, bahkan histeris seperti orang gila. Ini benar-benar memalukan.

Sekarang, akhirnya aku sadar. Aku sudah tidak lagi menginginkan posisi sebagai istri Riki.

Aku menunggu Riki pulang ke rumah, hendak membahas hal ini dengannya.

Riki baru pulang jam dua dini hari.

Di kerah kemeja putihnya ada bekas anggur dan lipstik, bahkan ada sehelai rambut merah yang juga tertinggal di jasnya.

Riki menatap makanan yang tidak tersentuh sama sekali di atas meja makan. Sebelum sempat mengatakan apa-apa, dia mengerutkan kening dan tampak mematung saat melihat berkas di atas meja.

[Surat cerai.]

Akhir-akhir ini kondisi sarafku sedang tidak baik. Riki langsung membangunkanku saat melihatku tertidur.

"Tisya, kamu nggak usah bikin ulah." Riki yang terlihat lelah, mengatakannya sambil memegang surat cerai.

"Apa kamu harus sampai mengancamku pakai surat cerai begini? Kamu nggak memikirkan reputasiku? Kan sudah kubilang, wanita itu cuma mainan. Dia cuma mainan!"

Aku menatap wajahnya dengan saksama, dan malah merasa asing. Apa yang dulu bisa membuatku jatuh cinta pada pria sepertinya?

Tapi entah kenapa, aku malah merasa lega. Dengan tenang aku berkata, "Aku serius, Riki. Kita cerai saja."

Riki enggan mengalah dan malah terus mendesak, "Tisya, kamu kira kamu masih nona besar seperti dulu? Kamu itu nggak bisa hamil, tapi aku juga nggak pernah mempermasalahkannya. Aku memang punya beberapa selingkuhan di luar sana, tapi kan nggak pernah aku bawah pulang. Kamu …. "

Aku menyela ucapannya, "Tapi aku sudah jijik padamu, Riki."

Kami berdebat semalaman. Tapi tetap saja tidak membuahkan hasil.

Pagi harinya, Riki kembali berangkat ke kantor. Aku sendiri memutuskan untuk memeriksa surat cerai di rumah.

Ponselku berbunyi, ada panggilan dari nomor asing.

Aku menerima telepon tersebut. Suara seorang wanita terdengar dari seberang telepon, "Bu Tisya, ini Anna, aku mau ketemu."

Aku makin memegang erat ponselku, lalu menjawab dengan tenang, "Baiklah."

Kami janjian bertemu di kafe yang ada di lantai bawah kantor Riki.

Sejujurnya, Anna ini wanita yang amat cantik.

Rambutnya hitam bergelombang. Ujung rambutnya sedikit berwarna merah anggur. Dia juga punya bentuk tubuh yang bagus, dengan dada dan pinggul yang menonjol. Sepasang matanya seperti mata rubah, terlihat menggoda.

Dia wanita yang ramah, memesona, dan jago mencerahkan suasana.

Sementara aku, aku orangnya datar, hambar, dan kuno.

Begitu dia duduk di kursi, Anna langsung berterus terang mengatakan, "Aku malu lihat Bu Tisya yang seorang istri, tapi nggak bisa mengendalikan suami sendiri."

Sebelum aku bisa membalas ucapannya, dia sudah lebih dulu melemparkan surat kehamilan.

"Aku hamil anaknya Riki. Tolong kamu mundur dari posisimu sebagai istrinya, dan biarkan orang yang lebih pantas yang jadi istrinya."

"Soal itu, kamu harus bilang sendiri ke Riki." Aku malas melihat surat kehamilan darinya, dan hanya menunduk lalu mengaduk kopiku searah jarum jam.

Anna berdiri dan berjalan menghampiriku. Dia lalu menatap ke arah jendela. "Dia akan segera tahu."

"Ah!" Anna terhuyung ke belakang. Tangannya menyenggol kopiku sampai tumpah membasahi tubuhnya. Penampilannya kini terlihat menyedihkan.

"Anna!" Teriakan kaget terdengar. Riki bergegas menghampiri dan memeluknya agar tidak jatuh.

Riki memicingkan mata saat melihat surat kehamilan di atas meja. Dia lalu menunduk menatap Anna dalam pelukannya. "Kamu hamil?"

Anna tampak menangis ketakutan karena nyaris jatuh. "Maaf, aku cuma, cuma nggak mau anak ini jadi anak haram. Aku cuma mau Bu Tisya mengakui anak ini. Aku seharusnya nggak …. "

Plak!

Satu tamparan keras mendarat di pipiku.

"Cukup, Tisya!" Riki menatapku kecewa. "Kenapa kamu bisa berubah begini?"

Separuh wajahku terasa perih, telingaku juga berdengung, membuatku tidak bisa mendengar jelas ucapan Riki.

Tanpa pikir panjang, aku meraih gelas kopi Anna dan menyiramkannya ke sepasang pria dan wanita tidak tahu malu itu. "Pergi sana!"

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
9 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status