ログインAku duduk sendirian di meja makan, tepat di hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-7. Ponselku tiba-tiba berdering. Di layar kunci telepon, ada dua notifikasi pesan masuk yang masih belum terbaca. Pesan pertama datang dari Riki, dia bilang kalau dia harus lembur di kantor malam ini. Sementara pesan yang satu lagi datang dari nomor tidak dikenal. [Pak Riki sungguh luar biasa. Kakak sanggup mengatasinya?] Ada satu foto yang ikut dikirimkan dalam pesan tersebut. Foto itu menampilkan sepasang pria dan wanita yang sedang bercumbu mesra. Aku pun meniup lilin kue ulang tahun pernikahan kami sambil menutup mata dengan penuh kelelahan. [Ayo kita cerai.] Aku mengirimkan pesan balasan ke Riki.
もっと見るTim kuasa hukumku menuntut Anna dengan tuntutan hukuman seumur hidup.Setelah insiden itu, aku sedikit memanipulasi opini publik. Kini penculikan itu jadi drama besar keluarga kaya yang penuh intrik.Orang-orang mulai mencari tahu soal masa laluku dan Riki. Mereka bilang ini baru yang namanya drama asli kehidupan. Hal ini juga membuat nama Riki muncul menjadi topik panas di pencarian.Tekanan publik akibat perselingkuhan yang dia lakukan membuat pukulan besar bagi perusahaannya. Sementara aku, berkat imej wanita dewasa yang tegas, aku malah berhasil membuat harga saham Keluarga Gunawan meroket.Tak lama kemudian, perusahaan Riki pun berada di bawah kendali kami, dan aku ikut mengambil bagian dari “hasilnya”.Riki awalnya masih berusaha menghubungiku lagi. Tapi kemudian dia menghilang tanpa jejak.Bertahun-tahun setelahnya, aku kebetulan tahu kalau Anna yang berkelakuan baik di penjara, akhirnya dapat pengurangan hukuman, bahkan sampai dibebaskan. Namun, aku juga tidak pernah bertemu la
Semuanya menjadi jauh lebih mudah. Anna langsung diringkus. Aku seharusnya ke rumah sakit, tapi setelah dipikir-pikir lagi, karena lukaku tidak serius dan cuma diberi perban biasa, aku pun ikut pergi ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.Di dalam mobil polisi, aku tidak tahan untuk bertanya pada Erwin, "Kok kamu bisa tahu kalau aku kenapa-kenapa?"Sorot matanya jelas menunjukkan kecemasannya saat menatapku. "Aku tadinya mau tanya kamu pengin makan siang apa, tapi kamu nggak balas pesanku. Dari situ aku menebak-nebak kalau kamu mungkin kenapa-kenapa."Erwin mengangkat tangan seperti mau menyentuh perbanku. Tapi dia lalu mengurungkan niatnya dan menarik tangannya lagi. Kemudian dia berkata dengan nada bicara yang seolah ikut tersakiti, "Aku sudah tanya ke asistenmu, tapi nggak dapat kabar apa-apa. Makanya aku langsung lapor polisi. Tapi tetap saja telat."Entah mengapa ucapannya membuatku merasa campur aduk. "Nggak telat juga, kok. Kan aku masih hidup sekarang. Ucapanmu itu seperti
Aku terbangun di sebuah pabrik terbengkalai.Aku terikat di kursi dan tidak bisa bergerak. Kepalaku masih pusing, sepertinya aku dipukul sampai pingsan dan dibawa ke sini.Aku menatap ke sekeliling, lalu melihat dua orang pria berpakaian hitam. Mereka bertubuh besar dan terlihat sedang menatapku.Aku berusaha tenang dan memutuskan untuk mencoba bicara dengan mereka berdua dulu. "Mau tebusan berapa? Keluargaku pasti sanggup, jadi jangan bertindak gegabah.""Diam!" Suara sinis seorang wanita terdengar.Anna berjalan masuk dari luar. Wajahnya tampak pucat saat sedang menatap penuh kebencian padaku.Dia berjalan menghampiriku lalu menamparku.Tamparannya kali ini tidak main-main. Aku bisa merasakan ada darah mengalir dari bibirku.Dia mencengkeram kerah bajuku dan berteriak histeris, "Kenapa! Kenapa! Kenapa! Bahkan setelah kalian bercerai, dia masih saja kangen sama kamu! Padahal aku sudah hamil! Dia malah menyuruhku menggugurkannya. Dia menggugurkan anakku dan mau kembali ke kamu! Kenapa!
Aku kembali dengan sangat percaya diri dan memukau. Aku berhasil meninggalkan kesan bagus di depan orang-orang yang akan jadi rekanku kelak.Aku harus melakukan yang terbaik dan menjadi sukses. Dengan begitu, masa laluku tidak akan menjadi kelemahanku. Malah akan dianggap sekadar cerita cinta sepele.Setelah pesta berakhir, para tamu pergi satu per satu. Kecuali satu orang yang tetap tinggal.Erwin berdiri di samping ayahnya. Dia terlihat memejamkan mata, entah apa yang sedang dia pikirkan.Aku mencoba menebak-nebak apa yang akan dia lakukan. Benar saja, karena setelah ini ayahku angkat bicara."Tisya, Erwin bilang kamu sudah bercerai sekarang. Tapi pertunanganmu sama Erwin masih bisa dilanjutkan. Bagaimana menurutmu?"Usai kalimat barusan terlontar, Erwin terlihat membelalakkan mata dan menunggu jawabanku.Aku mengerjapkan mata dan tersenyum pada ayahku, lalu berkata, "Tunangan dan yang lainnya itu urusan nanti. Aku masih mementingkan karierku. Aku rasa kurang bagus untuk perkembangan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.