Share

47. Rencana Jahat

last update Last Updated: 2025-10-31 22:09:04

**

Walau ternyata kecurigaan Em itu belum bisa gadis itu buktikan, sebab ia mendadak menerima telepon dari kakaknya dan harus meninggalkan Clara berdua saja dengan Aidan.

“Ibuku masuk rumah sakit. Kakakku baru saja menelepon. Clara, kau mau aku antar ke halte untuk mencari bis?” Em menawarkan dengan khawatir. Bagaimanapun ia tidak bisa mengabaikan feeling-nya tentang Aidan.

Tapi ternyata, sepertinya intuisi pria Asia yang menawan tersebut tidak kalah tajamnya.

“Clara harus makan dulu, Em. Tidakkah kau lihat tubuhnya yang kurus ini?” Aidan berkata dengan sangat meyakinkan. “Aku akan mengantarnya pulang segera setelah makan malam. Jangan khawatir.”

“Clara, pastikan kau meneleponku.” Akhirnya, hanya itu yang bisa dikatakan Em sebelum pergi.

“Aku akan segera pulang juga. Jangan khawatir.” Clara membalas dengan senyum lebar. Ia mencoba meyakinkan sang sahabat yang terlihat aneh itu.

Maka sesudahnya, tinggallah Clara berdua saja dengan Aidan. Clara pikir pria itu hanya akan mengajaknya maka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Jatuh Cinta Padaku, Tuan Addams   91. Pulanglah Bersamaku

    **Daniel Addams berdiri di depan bangunan apartemen sederhana di tepian kota itu. Ia memandangnya dengan gentar. Sang direktur sudah sangat sering berhadapan dengan berbagai situasi. Dari yang menyebalkan, hingga yang mengancam. Dan tak sekalipun ia pernah gugup mengadapi setiap situasi itu. Namun saat ini, hanya berdiri diam di depan bangunan dengan cat yang mulai lusuh itu, ia mengira jantungnya akan segera kolaps sebab berdetak terlalu kuat dan cepat.Sekali lagi pria itu menengok layar ponsel untuk memastikan alamat yang ditujunya benar. Sebelum kemudian mulai melangkah masuk menuju lift dan memencet tombol naik. Langkahnya bergetar, terasa berat namun juga penuh harapan. Sebentar lagi, ia akan melihat wajah gadis yang siang malam mengganggu benaknya. Membuatnya nyaris hidup seperti zombie.Di depan sebuah pintu dengan plakat nomor yang sudah agak pudar, Daniel berhenti. Menghela napas panjang, pria itu lalu menekan bel dan berdiri tegak untuk menunggu dibukakan.Detak jantungnya

  • Jangan Jatuh Cinta Padaku, Tuan Addams   90. Aku Merelakannya

    **Gerard terpaku setelah mendengar kata-kata pengakuan dari Daniel. Ia mendengar dengan jelas pengakuan bos besar itu, namun tidak ingin mempercayainya.Detik-detik seperti berlalu dalam gerakan lambat di dalam ruangan lebar itu. Bahkan suara jarum jatuh pun sepertinya akan terdengar sebab kesunyian yang menyelimuti setelahnya."Apa maksudmu?" Hanya itu yang bisa Gerard katakan kemudian.Sementara Daniel yang sedang duduk di balik meja kebesarannya, masih memandang lurus tak bergerak. Mata hitamnya yang tajam meyorot datar kepada Gerard."Biaya rumah sakitmu mencapai lima ratus ribu dollar. Kau pikir apa yang bisa Clara lakukan untuk mendapatkannya? Dia sudah kehilangan semua harta yang dia punya. Satu-satunya yang bisa dia gadaikan hanya tubuhnya, dan dia menawarkan itu kepadaku.""Dan kau menerimanya begitu saja, bajingan?" Gerard membalas dingin. "Kau sengaja memanfaatkan orang yang sedang kesusahan? Apa kau tahu seberapa busuknya itu?"Daniel menggeleng. "Tidak. Dia hanya menawar

  • Jangan Jatuh Cinta Padaku, Tuan Addams   89. Kebenaran

    **Bagaimana Clara akan mengatakan perasaannya yang sebenarnya kepada Gerard, bahwa ia sampai detik ini belum bisa mencintainya, bagaimanapun ia berusaha? Karena sampai dua hari ke depannya, ternyata pria itu tidak pulang ke apartemen.Pada hari ketiga, Clara mulai panik dan nyaris saja melaporkan kehilangan orang ke kantor polisi. Sejak pagi ia mondari-mandir dengan gelisah di kamar apartemen. Berkali-kali mencoba menghubungi sang tunangan, namun sia-sia. Pria itu tetap tidak bisa dihubungi."Gerard pergi ke mana? Dia bahkan belum mengenal banyak orang di kota ini. Dia tidak punya teman atau kenalan. Bagaimana kalau dia tersesat? Bagaimana jika bertemu orang jahat?"Bayangan Gerard bertemu dengan Markus atau semacamnya, memenuhi benak Clara. Membuat gadis itu kian cemas. Ia sudah meminta bantuan Em juga, namun sejauh ini belum ada hasil yang signifikan."Jika sesuatu yang buruk terjadi kepada Gerard, itu salahku. Aku yang bertanggung jawab dengan hal ini. Aku yang salah."Tidak tahan

  • Jangan Jatuh Cinta Padaku, Tuan Addams   88. Semakin Rumit

    **"Tidak bisa, Pak Direktur. Memangnya jika anda mendatanginya begitu saja dan tiba-tiba berkata yang tidak-tidak, dia akan percaya? Tidak akan! Clara bisa saja justru kabur menjauh alih-alih percaya.""Tentu saja dia akan percaya. Dia mencintaiku!"Em mengerutkan dahi sementara memandang sang atasan yang kelewat percaya diri itu. Walaupun nyatanya Daniel memang benar. Clara memang mencintainya, dan bukan Gerard. Em menyimpan rapat-rapat semua rahasia itu, sebab berpikir bahwa Clara dan Daniel tidak akan bersatu kedepannya. Jadi cukuplah semua jadi cerita saja."Jika kau tidak mau memberitahuku, tidak masalah. Aku akan mencarinya sendiri. Ini bukanlah hal yang sulit bagiku. Bahkan di ujung dunia sekalipun, aku akan tetap menemukan Clara." Daniel menegakkan diri. Wajahnya yang dingin dan angkuh tampak bagai pahatan patung dewa. Sepasang mata gelapnya menyorot tajam, membuat ciut dua yang lain."Tapi jangan salahkan aku jika nantinya aku akan membawa Clara pergi dengan caraku sendiri."

  • Jangan Jatuh Cinta Padaku, Tuan Addams   87. Ya, Aku Sengaja

    **"Kau!"Emmeline melonjak kaget di dalam kubikelnya saat tiba-tiba saja sang direktur sudah muncul di hadapannya dan memanggil dengan suara dalam."Ada yang bisa saya bantu, Pak Direktur?" Em mengangkat kedua alis. Ia tidak merasa sudah membuat kesalahan apapun yang mengharuskan Daniel mendatanginya seperti ini."Ke ruanganku sekarang!" Daniel memandang ke seluruh penjuru ruang kerja lantai tiga yang ramai siang itu. Ia berdecak sebelum menggeleng dan meralat ucapannya. "Tidak, ikut aku ke ruang meeting di sebelah saja sekarang. Ke ruanganku terlalu jauh."Em tidak bertanya ada apa, sebab dengan melihat gelagat sang atasan yang gelisah saja ia sudah tahu ini pasti perkara urgent. Maka gadis itu kemudian berdiri dari kursinya dan mulai mengikuti Daniel yang sudah keluar ruangan terlebih dulu. Keduanya lantas memasuki ruang meeting yang kala itu sedang sepi tak berpenghuni.Daniel berbalik dan segera bertanya tanpa basa-basi. "Clara masih tinggal denganmu sampai sekarang, kan?"Sonta

  • Jangan Jatuh Cinta Padaku, Tuan Addams   86. Maafkan Aku

    **"Di mana gadis brengsek itu sekarang? Biar kubunuh dia sekalian! Aku sudah muak dengan kelakuannya yang seperti iblis itu!" Hailey berseru penuh amarah. Ia berdiri dari kursi kafetaria, kacamata hitamnya terjatuh hingga manik emerald-nya yang cantik memerah. "Katakan kepadaku di mana dia sekarang, atau kucari sendiri?""Nona, tolong jangan begitu. Jangan buat kekacauan di tempat umum seperti ini ....""Jalang sialan itu tidak berhak melakukan ini kepada siapapun! Memangnya dia pikir dia itu siapa?""Nona, tenanglah. Tenang ...."Gerard meraih tangan Hailey dan membantunya duduk kembali. Ia menyodorkan tumbler berisi air mineral yang dibawanya ke arah gadis itu. "Minumlah dulu agar kau tenang."Alih-alih tenang, Hailey justru memandang Gerard dengan sangat muak. "Kau sudah disakiti demikian besarnya, Gerard Reese! Bagaimana bisa kau masih setenang itu? Tunanganmu sendiri bermain belakang saat kau sakit sampai dia hamil dengan pria lain! Terbuat dari apa hatimu itu?""Dia pasti punya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status