LOGIN"Lima ratus ribu dollar, tukar dengan tubuhmu. Atau tidak sama sekali." Clara Anderson hanya memiliki satu pilihan terakhir untuk menyelamatkan tunangannya yang koma karena kecelakaan di rumah sakit, yaitu meminta bantuan kepada direktur tempatnya bekerja, Daniel Addams. Tapi sang bos justru menyudutkannya dengan pilihan sulit. Nyawa sang tunangan, atau harga dirinya?
View More**Lampu-lampu putih di ruang bersalin rumah sakit paling bergengsi di kota itu terasa menyilaukan. Bau antiseptik memenuhi udara, bercampur dengan suara alat medis yang berdetak teratur, seolah ikut menghitung detik-detik perjuangan hidup dan mati yang sedang berlangsung di dalamnya.Clara terbaring di atas ranjang bersalin, wajahnya pucat, rambutnya basah oleh keringat. Napasnya tersengal-sengal dengan dada naik turun dengan cepat. Setiap kontraksi datang seperti gelombang besar yang menghantam tubuhnya tanpa ampun. Tangannya mencengkeram seprai hingga buku-buku jarinya memutih. Kendati demikian, ia berusaha untuk tidak bersuara.“Tarik napas panjang, Nyonya Addams … ya, bagus seperti itu. Sekarang hembuskan pelan-pelan,” ujar dokter perempuan paruh baya yang berdiri di sisi ranjang, suaranya tegas namun menenangkan. "Pelan-pelan saja dorongnya, tidak apa-apa, kami bersama anda. Kita akan menunggu sampai dia datang sendiri ...."Dua perawat di kanan dan kiri Clara sigap membantu, me
**“I, Daniel Addams, take you, Clara Anderson, to be my lawful wedded wife.To have and to hold, from this day forward,for better, for worse,for richer, for poorer,in sickness and in health,to love and to cherish,until death do us part.According to God’s holy law, and this is my solemn vow.”Clara terus menangis sepanjang acara pemberkatan nikah itu. Ya, sedih. Ia melewati hari bahagia sehari seumur hidupnya tanpa satu pun keluarga yang datang. Karena memang sudah tak ada satu pun keluarga yang ia miliki selama ini.Tapi, juga bukan sepenuhnya sedih. Ada rasa bahagia yang lebih besar dari rasa sedih itu. Sama sekali tidak mengira, bahwa pada akhirnya ia akan berlabuh di pelukan sang direktur yang dingin dan arogan itu. Hanya saja sekarang, Daniel tidak lagi memiliki kedua sikap itu kepada Clara. Ia adalah pria romantis penuh cinta yang tidak bisa sedetikpun jauh darinya. "Jangan menangis terus, Sayang," Daniel berbisik di telinga. "Nanti saat acara ini berakhir, kau boleh mena
**"Ayo menikah denganku dan besarkan anak kita bersama-sama. Aku berjanji akan membahagiakan dan menjaga kalian berdua sampai aku mati ...."Clara terpaku, diam menatap pria di hadapannya yang juga sedang memandangnya dengan lembut. Daniel tersenyum seraya mengecup punggung tangan yang lebih muda."Clara, aku mencintaimu. Aku tidak ingin kehilanganmu lagi. Aku seperti tidak bisa hidup saat kau tidak ada di sampingku."Clara terisak pelan. Air mata merebak menuruni kedua pipinya, sementara Daniel terperanjat."Kenapa menangis? Apakah aku menyakitimu? Kata-kataku menyakitimu, Clara?""Ti-tidak, Tuan ... bukan begitu ....""Jadi kenapa menangis? Jangan menangis, itu juga melukaiku, Clara."Clara membersit air mata yang membasahi kedua pipinya. Masih terisak lirih ketika mengatakan, "Apakah saya pantas untuk itu? Saya tahu benar di mana posisi saya, Tuan. Meskipun mungkin saja kita berdua saling mencintai, tapi benarkah menikah adalah jalan yang terbaik?""Jadi kau tidak ingin menikah de
**Gerard mendorong pintu perlahan. Membuat dua orang yang berada di dalam ruangan itu serentak menoleh. Clara segera menjauhkan diri dari Daniel begitu ia tahu tunangannya --atau mantan tunangan-- sedang berdiri di sana, di ambang pintu. Clara memandang Gerard dengan tatapan memohon, dan pria itu tersenyum lembut."Clara, tidak apa-apa. Pulanglah bersama dia. Kamu boleh melakukan itu. Jangan pikirkan aku."Clara tidak bisa membendung tangisnya lagi setelah mendengar itu. Ia menggeleng, berusaha mengatakan tidak kepada Gerard. Namun sama sekali tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. "Aku baik-baik saja," lanjut Gerard. "Kamu sudah berkorban begitu banyak untukku, Clara. Kamu berjuang sendirian demi membuatku tetap hidup. Kamu ada bersamaku dalam saat-saat paling gelap dalam hidupku. Sekarang ketika ada kesempatan membuatmu bahagia, aku tidak akan melewatkannya."Daniel tanpa sadar mundur selangkah. Ia tidak menginterupsi, tidak menyela, sama sekali tidak menggunakan privilesenya
**"Tuan, sebentar ...." Clara berhasil melepaskan diri. Ia segera menjauh setelah berhasil mendorong dada bidang Daniel dengan kedua tangan.Pria ini memang agak gila, Clara rasa. Beberapa saat bersamanya, ia kini tahu ada sisi lain dari Daniel yang sangat berbeda dengan apa yang ia lihat di kanto
**“Kau harus menjadi teman tidurku selama tiga bulan penuh. Kapanpun aku menginginkanmu, kau tidak bisa berkata tidak.”Clara masih ternganga ketika Daniel menambahkan, “Tujuh hari seminggu, dua puluh empat jam sehari.”Bukankah itu keterlaluan? Bahkan pembantu rumah tangga pun memiliki hak untuk
**“Ap-apa yang anda katakan? Bukankah … bukankah anda bilang kesepakatan itu sudah batal?” Clara bertanya dengan raut ketakutan sembari repot menutupi tubuhnya dengan apa yang tersisa dari bajunya. Ia terisak putus asa. Kancing baju blusnya lepas semua dan hilang entah ke mana. “Apa kau pikir aku
**“Aku berjanji akan membayarmu kembali, Markus. Tapi lepaskan aku sekarang!” Clara menurunkan suara, dengan putus asa memohon kepada pria di sampingnya. Namun yang bersangkutan justru terkekeh dan mulai menginjak pedal gas. “Jangan bawa aku, aku harus ke rumah sakit!” Clara berkali-kali mendoron






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews