Share

Bab 252

Author: Runayanti
last update publish date: 2026-05-25 10:08:28

Dan sebelum ia sempat menangis lagi, aku buru-buru menunjuk makanannya.

“Kalau Kakak nangis lagi, supnya jadi asin.”

Kak Julia akhirnya menghabiskan setengah mangkuk supnya meski perlahan.

Setidaknya warna wajahnya sudah tidak sepucat tadi. Namun aku tahu ia masih syok. Tatapannya sesekali kosong, seperti pikirannya belum benar-benar keluar dari kamar mengerikan itu.

“Kak.”

“Hm?”

“Aku suruh orang mengantar baj

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 483

    Aku segera membantunya bangkit dari ranjang.“Bik, Ayah dan Tante?”“Semua orang sudah pergi ke rumah sakit terlebih dahulu. Saya diminta menyampaikan kabar kepada kalian.”Aku tidak menunggu lagi.Aku segera mengenakan pakaian seadanya.Julia juga bersiap dengan tergesa-gesa.Tidak sampai beberapa menit kemudian, kami sudah keluar rumah.Sepanjang perjalanan, Bik Sari terus berdoa.Aku menggenggam tangan Julia.Tidak ada satu pun dari kami yang berbicara.Suasana terasa begitu mencekam.“Semoga Kak Lora baik-baik saja,” bisik Julia.Aku mengangguk.“Dia pasti baik-baik saja.”Namun suara yang keluar dari mulutku terdengar jauh lebih lemah daripada yang kuharapkan.Aku sendiri tidak yakin.Begitu mobil berhenti di depan rumah sakit, aku langsung turun.Kami berlari menuju pintu masuk.“Ruang ICU di mana?” tanyaku kepada petugas.“Lantai tiga, Tuan.”Kami segera menaiki lift.Bik Sari berdiri di pojok sambil terus meremas kedua tangannya.“Kenapa bisa mendadak seperti ini?” tanyanya li

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 482

    Julia tersenyum.“Bukankah kamu sudah pulang?”Aku mengangguk.“Ya.”Aku merebahkan tubuh di sampingnya.Julia mendekat, lalu menyandarkan kepalanya di dadaku.Aku memeluknya erat.Untuk beberapa saat, kami hanya diam.Tidak ada pertanyaan. Tidak ada masa lalu. Tidak ada Sebastian. Tidak ada Jelita. Tidak ada Joshua dan tidak ada catatan dendam yang harus dibalas.Tenang. Hanya aku dan Julia.“Aku mencintaimu, Julia,” bisikku.Julia mengangkat wajah. “Benarkah?”“Benar.”“Kalau begitu jangan hanya mengatakannya.”Aku mengernyit. “Apa maksudmu?”“Buktikan.”Aku tertawa pelan.“Bagaimana?”Julia tersenyum jahil. “Temani aku malam ini. Aku memang kehilangan rahim, tetapi aku bisa melakukannya.”

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 481

    Aku masih berdiri di depan pagar besi yang menjulang tinggi itu.Gerbang telah tertutup rapat.Sebastian sudah membawa Jelita masuk ke dalam rumah, sementara aku hanya bisa mematung di tempat, mengepalkan kedua tangan hingga buku-buku jariku memutih.Entah kenapa, perkataan pria itu terus terngiang di kepalaku.*Kalau begitu, lihat saja sendiri.*Aku tidak menyukai tatapan Sebastian.Pria seperti dia tidak akan mengatakan sesuatu tanpa alasan.Dia terlalu tenang. Terlalu percaya diri. Seolah-olah apa pun yang terjadi, dia yakin pada akhirnya Jelita akan berada dalam genggamannya.Dan dari tatapan matanya, aku tahu satu hal.Kehidupan Jelita tidak akan mudah setelah menikah dengannya.Sebastian mungkin menginginkan Jelita.Namun aku tidak yakin dia mencintainya.Pria itu hanya menginginkan rasa manis yang ada dalam diri Jelita. Dia ingin memiliki wanita itu, menaklukkannya, memastikan Je

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 480

    “Tidak.” Aku menunjuk Jelita. “Ini urusan dia. Kalau dia bilang tidak, maka berhenti. Kamu bisa dituduh melakukan KDRT kalau kamu memaksa.”Jelita menatapku dengan mata berkaca-kaca.Untuk pertama kalinya, wajahnya yang biasanya keras kepala terlihat begitu rapuh. "Bayu, tolong aku? Kamu bisa kan?""Aku ..." Lidahku terasa kelu.Sebastian meliriknya lalu menunjuk ke arahku dengan wajah kesal.“Kamu berharap dia bisa menolongmu kali ini?”“Tentu," sahut Jelita dengan cepat.“Bahkan kalau dia tidak akan memilihmu menjadi istrinya?”Jelita terdiam, demikian juga aku.“Kalau dia memilihmu, aku tidak akan menghalangi," lanjut Sebastian dengan nada datar.Aku menatapnya tajam, tentu saja aku tidak bisa memilih Jelita sebagai istriku dan aku juga tidak bisa menolongnya keluar dari pernikahan ini.Dengan suara yang parau aku berusaha memutar balikkan fakta den

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 479

    Beberapa saat kemudian, Sebastian keluar, tetapi para pengawal sama sekali tidak membuka gerbang.Pria itu hanya berdiri beberapa meter di hadapanku dengan tatapan dingin, seolah-olah kedatanganku sama sekali tidak penting baginya.Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana. Sikapnya benar-benar menyebalkan.“Apa maumu?” tanyanya datar.Aku menatapnya tajam.“Buka pintunya, biarkan aku masuk dulu. Aku ingin bicara tentang Jelita.”“Kalau soal Jelita, bicara saja.”Aku merasa kesal, tetapi setidaknya aku bisa bicara saat itu.“Aku ingin tahu apakah kau benar-benar bersedia menerima perjodohan itu.”Sebastian mengangkat sebelah alis.“Lalu?”“Kalau kau memang akan menjadi suaminya…” Aku berhenti sejenak, menahan emosi. “Aku ingin memastikan satu hal.”“Apa?”&ld

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 478

    Aku langsung terdiam."Keluar?""Iya. Ayahnya memindahkannya ke rumah sakit pribadi milik keluarga mereka. Katanya di sana dia akan mendapatkan perawatan dan pengawasan yang lebih baik."Aku menatap kosong ke depan.Jadi Joshua benar-benar sudah membawanya pergi."Apakah dia baik-baik saja?"Perawat itu mengangguk."Setahu saya, kondisinya cukup stabil. Tapi dia memang membutuhkan pendampingan karena kejadian yang dialaminya."Aku menundukkan kepala.Setidaknya Jelita selamat.Itu yang paling penting.Namun, ada sesuatu yang terasa kosong.Selama seminggu terakhir, setiap kali aku membuka mata, perempuan itu selalu ada di dekatku. Sekarang, bahkan untuk mengucapkan selamat tinggal pun aku tidak mendapat kesempatan.Aku meraih ponselku dari meja.Ada beberapa panggilan tak terjawab.Salah satunya dari Ardi.Aku segera menghubunginya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status