공유

Bab 264

작가: Runayanti
last update 게시일: 2026-05-31 09:08:48

Setelah itu aku justru semakin tidak bisa tidur.

Aku kembali memutar tubuh menghadap langit-langit kamar hotel. Di kanan ada Kak Julia yang tidur dengan napas tenang. Di kiri ada Kak Lora yang sesekali masih tersenyum kecil dalam tidurnya seperti puas berhasil mengerjaiku.

Sementara aku?

Mataku segar terus sampai pagi.

Setiap kali mencoba memejamkan mata, otakku malah mengingat kejadian malam ini satu per satu. Mulai dari Kak Julia yang menangis dalam pelukanku, ci

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 484

    “Apa?”“Balas ... kan ... dendamku.”Tubuhku menegang.Lora membuka matanya. Tatapannya penuh kesedihan.“Untuk Richard.”Aku terdiam.Nama itu membuat suasana di dalam ruangan terasa semakin berat.“Richard?”Lora mengangguk.“Aku ingin ... Richard ... dikubur di ... sampingku.”Aku menatapnya dengan bingung.“Kenapa? Bukankah kamu sangat membencinya?”Lora tersenyum pahit.“Karena aku ... pernah ... mencintainya.”Aku tidak menyangka akan mendengar kalimat itu.“Kak Lora…”“Aku ... memang ... marah ke ... padanya.”Air mata mengalir semakin deras. “Sa ... ngat ma ... rah.”Suaranya bergetar.“Tapi meskipun begitu… aku tidak pernah benar-benar b

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 483

    Aku segera membantunya bangkit dari ranjang.“Bik, Ayah dan Tante?”“Semua orang sudah pergi ke rumah sakit terlebih dahulu. Saya diminta menyampaikan kabar kepada kalian.”Aku tidak menunggu lagi.Aku segera mengenakan pakaian seadanya.Julia juga bersiap dengan tergesa-gesa.Tidak sampai beberapa menit kemudian, kami sudah keluar rumah.Sepanjang perjalanan, Bik Sari terus berdoa.Aku menggenggam tangan Julia.Tidak ada satu pun dari kami yang berbicara.Suasana terasa begitu mencekam.“Semoga Kak Lora baik-baik saja,” bisik Julia.Aku mengangguk.“Dia pasti baik-baik saja.”Namun suara yang keluar dari mulutku terdengar jauh lebih lemah daripada yang kuharapkan.Aku sendiri tidak yakin.Begitu mobil berhenti di depan rumah sakit, aku langsung turun.Kami berlari menuju pintu masuk.“Ruang ICU di mana?” tanyaku kepada petugas.“Lantai tiga, Tuan.”Kami segera menaiki lift.Bik Sari berdiri di pojok sambil terus meremas kedua tangannya.“Kenapa bisa mendadak seperti ini?” tanyanya li

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 482

    Julia tersenyum.“Bukankah kamu sudah pulang?”Aku mengangguk.“Ya.”Aku merebahkan tubuh di sampingnya.Julia mendekat, lalu menyandarkan kepalanya di dadaku.Aku memeluknya erat.Untuk beberapa saat, kami hanya diam.Tidak ada pertanyaan. Tidak ada masa lalu. Tidak ada Sebastian. Tidak ada Jelita. Tidak ada Joshua dan tidak ada catatan dendam yang harus dibalas.Tenang. Hanya aku dan Julia.“Aku mencintaimu, Julia,” bisikku.Julia mengangkat wajah. “Benarkah?”“Benar.”“Kalau begitu jangan hanya mengatakannya.”Aku mengernyit. “Apa maksudmu?”“Buktikan.”Aku tertawa pelan.“Bagaimana?”Julia tersenyum jahil. “Temani aku malam ini. Aku memang kehilangan rahim, tetapi aku bisa melakukannya.”

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 481

    Aku masih berdiri di depan pagar besi yang menjulang tinggi itu.Gerbang telah tertutup rapat.Sebastian sudah membawa Jelita masuk ke dalam rumah, sementara aku hanya bisa mematung di tempat, mengepalkan kedua tangan hingga buku-buku jariku memutih.Entah kenapa, perkataan pria itu terus terngiang di kepalaku.*Kalau begitu, lihat saja sendiri.*Aku tidak menyukai tatapan Sebastian.Pria seperti dia tidak akan mengatakan sesuatu tanpa alasan.Dia terlalu tenang. Terlalu percaya diri. Seolah-olah apa pun yang terjadi, dia yakin pada akhirnya Jelita akan berada dalam genggamannya.Dan dari tatapan matanya, aku tahu satu hal.Kehidupan Jelita tidak akan mudah setelah menikah dengannya.Sebastian mungkin menginginkan Jelita.Namun aku tidak yakin dia mencintainya.Pria itu hanya menginginkan rasa manis yang ada dalam diri Jelita. Dia ingin memiliki wanita itu, menaklukkannya, memastikan Je

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 480

    “Tidak.” Aku menunjuk Jelita. “Ini urusan dia. Kalau dia bilang tidak, maka berhenti. Kamu bisa dituduh melakukan KDRT kalau kamu memaksa.”Jelita menatapku dengan mata berkaca-kaca.Untuk pertama kalinya, wajahnya yang biasanya keras kepala terlihat begitu rapuh. "Bayu, tolong aku? Kamu bisa kan?""Aku ..." Lidahku terasa kelu.Sebastian meliriknya lalu menunjuk ke arahku dengan wajah kesal.“Kamu berharap dia bisa menolongmu kali ini?”“Tentu," sahut Jelita dengan cepat.“Bahkan kalau dia tidak akan memilihmu menjadi istrinya?”Jelita terdiam, demikian juga aku.“Kalau dia memilihmu, aku tidak akan menghalangi," lanjut Sebastian dengan nada datar.Aku menatapnya tajam, tentu saja aku tidak bisa memilih Jelita sebagai istriku dan aku juga tidak bisa menolongnya keluar dari pernikahan ini.Dengan suara yang parau aku berusaha memutar balikkan fakta den

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 479

    Beberapa saat kemudian, Sebastian keluar, tetapi para pengawal sama sekali tidak membuka gerbang.Pria itu hanya berdiri beberapa meter di hadapanku dengan tatapan dingin, seolah-olah kedatanganku sama sekali tidak penting baginya.Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana. Sikapnya benar-benar menyebalkan.“Apa maumu?” tanyanya datar.Aku menatapnya tajam.“Buka pintunya, biarkan aku masuk dulu. Aku ingin bicara tentang Jelita.”“Kalau soal Jelita, bicara saja.”Aku merasa kesal, tetapi setidaknya aku bisa bicara saat itu.“Aku ingin tahu apakah kau benar-benar bersedia menerima perjodohan itu.”Sebastian mengangkat sebelah alis.“Lalu?”“Kalau kau memang akan menjadi suaminya…” Aku berhenti sejenak, menahan emosi. “Aku ingin memastikan satu hal.”“Apa?”&ld

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status