Share

Bab 53

Penulis: Runayanti
last update Tanggal publikasi: 2026-03-09 10:08:47

Suster itu menggeleng pelan. “Belum terlalu.”

Ekspresi wajahnya terlihat lelah.

“Dia belum sadar,” lanjutnya. “Padahal operasi sudah berhasil.”

Aku menoleh cepat. "Apakah dia akan bangun?"

“Ya,” jawab suster itu. “Penyumbatan di jantungnya sudah kami tangani.”

"Kondisinya sudah lepas dari masa kritis, jadi kalian bisa sedikit lega, namun masih tetap harus dipantau."

Perawat itu membuka dokume

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 119

    "Kami sungguh membencinya," imbuh yang lain.Tanganku yang tadi santai langsung mengepal.Jadi bukan hanya Kak Lora yang dilecehkannya.Aku menghela napas pelan, berusaha menahan emosi yang kembali naik.Mataku kembali ke Sophia.“Kalian baru berani bicara sekarang?” tanyaku tenang, tapi ada tekanan di dalamnya.Jean mengangkat bahu. “Selama ini… tidak ada yang mau dengar.”"Iya, Kak Lora juga, terlalu dibutakan oleh cinta. Dia terlalu sering berlama-lama di dalam kantor Kak Lora dan mereka di dalam itu..."Sunyi sejenak.Aku mengangguk pelan. Merasa cukup mendengar apa yang memang perlu kudengar.Aku menegakkan punggungku. “Mulai sekarang… akan ada beberapa hal yang akan saya koreksi,” ucapku tegas."Baik pekerjaan maupun lapangan. Akan saya perhatikan semua. Termasuk pekerjaan kalian satu persatu."Mereka semua terdiam.Aku melanjutkan, suaraku tidak keras, tapi jelas.“Kalau ada yang

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 118

    Aku masih belum menyelesaikan kuliah dan agak terkejut dengan kondisi yang memaksaku untuk terjun ke dunia orang dewasa ini.Tiba-tiba perutku berbunyi dan aku baru teringat dengan bekal yang kubawa.Aku berdiri dan melangkah ke kursi sofa kemudian membuka kotak bekal yang kubawa tadi. Menikmatinya perlahan sambil membuka layar ponselku.Apakah ketiga sepupuku yang cantik itu sudah bangun?Dari layar kecil itu, aku melihat Bik Sari mulai memanggil mereka satu per satu. Tidak lama, Kak Julia keluar dengan wajah kusut, Kak Diana menyusul dengan langkah pelan, dan Kak Lora… masih terlihat lemah tapi memaksakan diri duduk di ruang tengah.Jalannya masih agak terseret, mungkin bagian bawahnya masih nyeri.Bik Sari menyerahkan kertas itu.Mereka membacanya.Satu per satu.Dan seperti yang kuduga, tidak ada yang langsung bicara.Hanya saling melirik… lalu kembali ke kertas itu.Melongo.Aku me

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 117

    Seorang staf marketing masuk membawa map tebal. Ia tampak sedikit gugup melihat suasana di ruangan.“Ini datanya, Pak.”“Letakkan di sini,” kataku sambil menunjuk meja.Dia menaruh dokumen itu lalu segera keluar tanpa banyak bicara.Ruangan kembali sunyi.Aku membuka map itu perlahan, membalik beberapa halaman, lalu berhenti di satu bagian.Tanpa banyak kata, aku mendorong dokumen itu ke arah Richard.“Lihat ini,” ucapku datar.Dia awalnya terlihat santai saat mengambilnya. Tapi beberapa detik kemudian, wajahnya berubah.Matanya menyipit, lalu melebar sedikit.Tangannya yang tadi tenang mulai berhenti di satu halaman.Aku bisa melihat dengan jelas, dia mengenali itu. Foto dari dalam mal.Hubungan intim dengan SPG yang bertugas di sana.Lalu, catatan mark up harga.Data yang pernah kususun diam-diam sejak awal aku masuk.Bukti yang

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 116

    Aku sudah memasangnya diam-diam di beberapa sudut rumah.Bukan karena aku tidak percaya… apa lagi mau melihat adegan yang tidak seharusnya kulihat, tapi karena aku hanya ingin rumah ini aman.Rumah yang luas ini, penghuninya semua adalah perempuan.Layar kecil di ponselku menunjukkan rekaman yang jelas.Aku merasa puas lalu melajukan motor tuaku menuju ke kantor.Saat aku sampai di gedung mewah itu, aku langsung menuju ke ruangan utama kantor milik ibu tiriku, tapi langkahku langsung terhenti saat melewati beberapa meja karyawan. Richard sudah duduk santai di kursinya.Tatapannya menantang dengan sekilas senyum yang membuatku jijik dan muak.Seolah tidak terjadi apa-apa.Seolah semalam bukan dia yang hampir menghancurkan hidup orang lain.Rahangku langsung mengeras.“Bagaimana kamu bisa keluar?” tanyaku tanpa basa-basi, suaraku dingin.Dia menoleh santai, lalu tersenyum miring.&ld

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 115

    Namun tetap saja, aku masuk sebentar untuk menarik selimut menutupi tubuhnya dengan lebih baik.Refleks saja. Tubuhku terlalu lelah, bila tidak, pasti aku menerkamnya sampai pagi.Aku menggeleng pelan dan tertawa kecil tanpa suara."Lain hari... kamu tidak akan terlepas dari genggamanku bila masih tidur semerawut ini," gumamku dengan suara kecil, nyaris berbisik.Aku menatap wajah lugunya yang tertidur pulas.Cantik sekali. Kak Julia paling cantik dan seksi dari semua sepupu tiriku yang ada di sini.Dan aku yang menjadi penguasa pertama atas tubuhnya.Aku tersenyum puas.Setelah itu, aku keluar lagi dan menutup pintunya.Kini… semuanya sudah tertidur.Aku berdiri di tengah lorong, diam.Tiga kamar. Tiga orang yang berbeda. Tiga masalah… dalam satu hari.Mereka memilik masalah dengan pria bajingan.Apakah aku juga termasuk salah satu pria itu?Tidak bisa kupungkiri, aku jug

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 114

    Dadaku terasa sedikit nyeri mendengar itu.Aku menggeleng pelan.“Kamu bukan beban,” ucapku tegas, tapi tetap lembut. “Kamu hanya… butuh waktu.”Kak Lora tidak langsung menjawab.Aku kembali mengambil potongan martabak, lalu menyuapkannya pelan.“Kita selesaikan satu per satu,” lanjutku. “Hari ini sudah cukup berat. Besok… biar aku yang jalan.”Ia membuka mulutnya perlahan, menerima suapan itu.Beberapa detik kemudian, napasnya terdengar lebih tenang.“Aneh…” katanya pelan.Aku mengangkat alis. “Apa?”“Kamu… tiba-tiba jadi bisa diandalkan,” jawabnya lirih.Aku tertawa kecil.“‘Tiba-tiba’ itu agak menyakitkan, Kak,” balasku ringan.Sudut bibirnya sedikit terangkat.Itu senyum kecil… tapi cukup untuk membuat suasana terasa lebih hangat.&ldq

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 41

    Sejak semalam aku sudah cukup kesal dengan ucapan Julia. Sekarang Diana ikut-ikutan. Semua gara-gara Kak Lora yang memergokiku membeli obat untuk Ayah.Aku menarik napas keras lalu menahan emosiku beberapa detik. Namun rupanya kesabaranku benar-benar habis.Dengan kesal aku menarik

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 35. Besok pagi, aku ke klinik

    Pintu terbuka. Dia melangkah masuk.Tapi sebelum menutupnya, Julia menoleh sebentar.“Kamu masih mahasiswa yang bahkan belum menyelesaikan riset perpustakaanmu.”Aku mengerjap.“Jadi fokuslah pada itu.” Lalu dia tersenyum tipis.“Bu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 34 — Kamu cemburu?

    Aku tidak langsung bergerak. Aku kembali merangkul pinggang rampingnyanya, mengeratkan pegangan tanganku dan tubuh kami sudah menempel. Bibir kami hampir bersentuhan.Aku ingin sekali mengulum bibir hangat itu namun aku masih berusaha mengontrol api dalam dadaku.Julia menatap tanga

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 32 — Aku lebih dewasa daripada kalian!

    Aku menundukkan tubuh lebih rendah, hampir menempel pada tangki motor.Gas kupelintir habis. Motor pinjaman itu melesat cepat.Angin menghantam jaketku sampai berkibar liar.Speedometer melonjak. Menjadi 110, 111 lalu 120.Suara mesin memekakkan telinga.Perlaha

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status