Share

Bab 71

Penulis: Zee Alzera
last update Tanggal publikasi: 2026-03-29 16:15:48

Aku menguap, mulai merasa kedua mataku berat dan sedikit panas, rasa kantuk menyerang tubuhku.

"Aku akan melanjutkan cerita sesuai kemauanmu Mas Rio, tapi sepertinya aku butuh dopamine lagi."

"Kamu tidak ingin kita bercinta lagi, kan?"

Aku menggeleng, "Aku ingin kopi buatanmu."

Rio bangkit dari rebahnya duduk di sampingku, "Baiklah , katakan di mana kamu menyimpan kopimu?"

"Mas Rio ambil aja, ada di rak paling ujung kiri atas." Tunjukku mengarah ke depan dapur minimalisku.

"Oke
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 92

    Aku menatap ranum wajah Rio yang juga menatapku, suasana hening sesaat membuat jeda kami bermakna, "Adelfia menyapaku lewat direct message di akun keduaku. Dia tahu akunku tengah menyusuri semua isi akun instagramnya." "Lalu, bagaimana, apa karena itu kamu jadi punya kesempatan berbicara padanya?" Belah tangan Rio membelai rambut panjangku yang masih sebahu ini, namun tatapannya begitu intens, tatapan memuja itu lagi. "Emhem, Adelfia cukup pemberani karakternya to the point tidak mau mendengar penjelasan yang menurutnya berbelit-belit. Aku mengenalkan diriku dengan identitas sebenarnya, setelah itu kujelaskan maksudku kenapa memantau akun instagramnya." Rio mendekatkan wajahnya ke wajahku sehingga jarak kami hanya sejengkal tangan mungilku, menyusuri wajahku lebih dekat membentuk segitiga berantai menatapku lembut di mata kiri, kanan dan turun ke bibirku dalam beberapa menit mode ini membuatku menangkap aura menggoda dari pemuda ganteng di depanku. "Mau ciuman dulu?" tany

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 91

    "Kami tidak bertengkar sih Mas, tetapi anggapanku soal kecemasan Adelfia padaku, beruntut pada dia akhirnya memblokir akun instagramku, sehingga kami tidak lagi bisa berkomunikasi, terutama dia tidak lagi bisa melihat storyku." Diluar prediksi, Rio tertawa terbahak mendengar penjelasanku yang mungkin menurutnya sangat lucu, atau sebenarnya dia mengejekku karena rencanaku tidak bertahan lama. "Analisaku soal reaksi Adelfia, kurang lebih benar. Dia lebih memilih diam-diam pergi darimu, entah menyisahkan kekesalan atau kekecewaan." "Hemm, Mas Rio tertawa karena berpikir demikian?" "Iya Alba, ini justru lebih baik. Kalian jadi cukup dewasa menghadapi masalah, lagi pula kamu tidak mau merebut dan bahkan merusak hubungan yang dipilih Affal, bukan?" "Emhem, itu benar Mas, aku tidak dapat membohongi hatiku, meski aku dalam kondisi yang tidak baik-baik saja karena ditinggalkan Affal, aku tidak mau menyakitinya. Kulepaskan saja dia, biar bebas menjalani pilihan hidup." "Baiklah,

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 90

    Aku menekurkan kepalaku sedikit ke bawah, mataku menatap cangkir kopi yang sudah kosong, "Aku memang sebodoh itu, Mas Rio. Aku minta maaf." "Ini bukan soal kamu meminta maaf pada saya, Alba. Ini perihal dirimu sendiri harus berbenah, kedepannya. Jika Affal jelas-jelas tidak lagi memberimu ruang untuk mengubunginya, memblokir semua aksesnya denganmu, sudah bisa dipastikan Affal benar-benar tidak peduli lagi padamu. Ingatkan dirimu baik-baik, dia menyakitimu, dia tidak membutuhkan peranmu dalam hidupnya, jangan membuka lagi komunikasi dan berharap dia mungkin akan berubah. Tidak Alba, kami laki-laki, kami mahluk hidup paling realistis. Jika kami sudah memilih menutup buku, kami tidak akan membuka buku kami lagi. Kamu mengerti, apa yang saya katakan?" Aku menelan ludahku, mengangukan kepalaku kuat-kuat sebagai tanda aku memahami penuturan orang yang selama ini tak pernah kusangka akan memberi ketegasan padaku, bukan hanya menjadi pendengar yang baik, Rio menghamburkan badannya kepad

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 89

    "Entah alasan apa yang mendasarinya sehingga hubungan mereka dipertahankan, sama sekali aku tidak tahu, namun sepertinya Affal benar-benar mencintai gadis itu, Mas Rio. "Aku mengenal pribadi Affal sudah bertahun-tahun, dia tidak akan mempublish apapun soal hubungan pribadinya jika dia tidak berkeinginan dari dirinya sendiri, meski Adelfia seandainya memohon. "Affal mengenalkan gadis ini pada keluarga terdekatnya pun pada teman-temannya, dia bangga atas semua tindakan, kesuksesan dan mimpi besar Adelfia. "Kini aku mengerti selain doa untuk Affal, apalagi yang bisa kulakukan, membalas dendam padanya mungkin saja bisa, tetapi sabubariku sama sekali tidak menginginkan untuk menyakiti hatinya, biar saja sudah dia memperlakukan diriku tidak sebaik perasaan tulusku padanya, semua juga akan berakhir." Rio menatapku, mengecup sesaat pungung tanganku, "Kamu sudah di fase merelakan, Affal sekarang?" "Emhem, mungkin demikian, tapi kurasa memang ini pilihan terbaik, jangan sampai dia

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 88

    Aku menghela napasku, memberikan jeda pada ceritaku untuk bisa menetralisir energi-energi negatif dari setiap perkataanku, sementara Rio tetap dalam mode menunggu dengan kesabaran dan ketenangan super ekstra yang jadi andalannya menghadapiku, bersama cerita masa laluku, tidak ada orang paling mengerti selain pemuda ganteng pujaan ibu-ibu kantor di tempatku bekerja ini, bagaimana jika mereka tahu ternyata dia berbuat melampaui batas sebagai manusia, peran lain pemuda kesayangan ini adalah menjadi kekasih kontrakku, entah sampai kapan. "Saya rasa, kalian bertemu bukan hanya sekadar pertemuan biasa, Alba. Kalian bertemu bukan untuk saling menyembuhkan ataupun melukai, tetapi saling memberi pelajaran, jika kamu sakit hati hari ini karena perubahan-perubahan mendadak yang Affal berikan padamu, bukan tidak menutup kemungkinan dia juga merasakan hal sama, namun tidak pernah diungkapkan padamu. Sekali lagi, saya tidak mengamini tindakan kalian di masa lalu, saya dengan kamu pun juga melakuka

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 87

    "Kalian pasangan gila atau bagaimana sebenarnya, terutama kamu, Alba, kenapa kamu tidak bisa menolak permintaanya. Kamu tidak memikirkan dampak terbesarnya?" Untuk pertama kalinya, aku dapat mendengar ketegasan Rio, ucapannya membuatku menatapnya lebih serius, ketidakbiasaan ini tidak boleh aku abaikan. "Maafkan aku Mas Rio." "Tidak Alba, kamu tidak perlu minta maaf, semua kejadian ini harus jadi pelajaran berharga untukmu. Saya tidak mau kali kedua terjadi padamu, pada hubungan kita." Aku menganguk pelan, kedua tangan Rio mengelus kedua bahuku. "Apa aku boleh melanjutkan ceritaku? Sebab inilah sesi akhir dari isi hati terpendamku selama ini." Rio melepaskan kedua tangannya, "Lanjutkan Alba." "Lepas dari Affal mengirim ulang skenario video permintaanya, saat itu aku sedang berada di sekolah, kubilang padanya untuk menunggu saja sore nanti akan kukirim, aku masih ada kelas pagi ini. Hingga sore hari ternyata, Affal betulan menunungguku, aku memberikan informasi tambahan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status