LOGINKenzo segera berkata, “Aku mengerti. Aku akan berlagak tidak tahu apa-apa.”Bahkan saat Kelly bertunangan dan menikah, Kenzo juga tidak berencana ke sana.Sebagai seorang abang, Kenzo sangat pengecut dan tidak berdaya. Dia tidak sanggup melaksanakan tanggung jawabnya menjadi seorang abang. Tentu saja dia tidak memiliki muka untuk muncul di hari besar dalam hidup Kelly.Pintu kamar tidak ditutup rapat. Saat Kenzo membuka pintu kamar, dia dan Iwan pun terbengong di tempat.Sandora sedang duduk di sofa. Ketika melihat mereka berdua kembali, dia segera berdiri untuk menyambut kedatangan mereka. Tampak senyuman yang sudah lama tidak diperlihatkan Sandora di wajahnya. “Iwan, gimana kabarmu?”Iwan bertanya dengan kaget, “Kenapa kamu bisa ada di sini?”“Aku …,” Sandora terbata-bata tidak bisa menjawabnya.Semalam, saat Sandora menguping pembicaraan Kenzo, dia takut Kenzo akan benar-benar memberikan uang itu kepada Kelly. Jadi saat melihat Kenzo keluar rumah hari ini, dia pun diam-diam mengikut
Satu bulan kemudian, Jason mengakuisisi Perusahan Desain Mirza untuk dijadikan hadiah tunangan kepada Kelly.Mengenai apa yang terjadi berikutnya, sementara tidak diungkit dulu.…Kenzo baru saja pulang kerja dan memasuki rumah. Saat ini, Sandora sedang memasak. Pintu kamar utama sedang tertutup rapat. Tanpa perlu ditebak, Kenzo juga tahu bahwa Wilona sedang berbaring di atas ranjang sembari menonton sinetron.Kenzo memberi salam kepada Sandora, lalu masuk ke kamar sebelah. Setelah pintu kamar ditutup, dia mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Kelly, “Kelly, apa kabarmu?”Suara Kelly terdengar lembut dan datar. “Apa Kak Kenzo ada urusan?”Kenzo merendahkan suaranya. “Aku baru dapat bonus, ada 100 juta. Aku akan transfer ke kamu. Kamu jangan buru-buru untuk menolak. Aku tahu biaya bulanan Ayah di panti jompo sangat besar. Kamu tidak mungkin terus meminta dari Tuan Jason. Ayah itu tanggung jawab kita berdua. Sudah seharusnya aku mengeluarkan bagianku.”Kelly tetap menolak. “Nggak usah.
Tiffany melahap kue tar dengan suapan besar. “Jangan bandingkan dengan Kak Reza. Bandingkan sama aku saja. Kamu itu idola yang kupuja!”Tiffany mendorong kue tar kepada Kelly. “Kue tar ini enak sekali. Rasanya lebih enak dari buatan koki bintang lima. Coba kamu cicipi!”Kelly mengambil kue tar, lalu bertanya pada Sonia, “Apa kue ini buatan Bi Rati?”Sonia mengangguk. “Iya!”Kelly berkata dengan tersenyum, “Dulu, aku pernah makan banyak masakan Bi Rati. Pak Yanto juga sering antar buah kemari. Nanti, kalau aku ketemu mereka, aku mesti berterima kasih sama mereka.”Dulu, setiap pulang sekolah Sonia akan melewati toko kue ini. Seandainya Kelly juga sedang berada di sana, Sonia akan memasuki toko kue untuk mengobrol dengannya. Dia memanfaatkan kesempatan untuk makan manisan sebelum pulang ke rumah.Selama itu, Kelly mengira Sonia adalah pelayan Vila Green Garden, sebab dia selalu berpakaian polos. Setiap harinya dia pergi dan pulang sekolah dengan menggunakan kendaraan umum. Dia juga kelih
Sementara setelah Kelly pergi, anggota departemen desain mulai merasa sangat tidak puas terhadap Meagan. Mereka juga mulai keberatan dengan pekerjaan yang diatur Meagan.Meagan berada dalam posisi yang sangat sulit. Dia juga tidak bisa bekerja seperti biasanya. Dia melewati setiap harinya dengan kewalahan.…Pada hari Rabu sore, saat Howard berjalan keluar ruang rapat, dia menerima panggilan dari Kiara.Begitu Kiara bersuara, terdengar nada kesal dari suaranya. “Aku cari Jason. Kenapa dia nggak angkat teleponku?”Howard berkata dengan suara datar, “Tuan Jason lagi rapat. Kalau ada urusan, kamu bisa bicarakan sama aku.”Kiara tersenyum dingin. Terdengar nada gusar di dalam suaranya. “Aku cuma ingin tanya. Apa masalah aku dimutasi ke Yorm itu ulah Jason?”Howard bersuara dengan perlahan, “Nona Kiara, Tuan Jason tidak akan jelaskan kepadamu dan juga tidak perlu. Dari sudut pandangku sebagai orang luar, aku ingin beri beberapa peringatan kepada Nona Kiara! Kalau kamu ingin mengembangkan ka
Meagan segera berkata, “Aku akan tanggung jawab!”“Sepertinya Bu Meagan tidak akan bisa tanggung jawab!” Sikap Levin sangat tegas. “Kami bisa bekerja sama dengan Perusahaan Desain Mirza juga karena Bu Kelly. Sekarang dia sudah tidak berada di sini, sepertinya kerja sama tidak bisa dilanjutkan lagi.”Meagan pun tersenyum. Sikapnya semakin ramah saja. “Aku jamin akan mencari desainer senior yang lebih kompeten dan terkenal daripada Kelly. Mengenai upahnya, kami bisa menurunkan 5% dari harga yang sudah ditetapkan sebelumnya.”Levin tersenyum. “Bu Meagan, hanya barang yang tidak bagus baru bisa dijual dengan harga murah.”Senyuman Meagan langsung terkaku. Dia berusaha untuk mempertahankan sikapnya. “Tuan Levin, setiap desainer dari Perusahaan Desain Mirza mempunyai hasil karya kebanggaan mereka masing-masing. Aku menunjukkan ketulusan hatiku juga karena Kelly mengundurkan diri secara mendadak. Aku mesti bertanggung jawab atas sikap nggak bertanggung jawab dia. Aku bukan lagi mencari desain
Punggung Kiara menjadi dingin. Ujung bibirnya pun berkedut. Saat ini, dia baru berkata dengan suara seraknya, “Aku sudah mengerti maksud Bibi!”“Baguslah kalau kamu mengerti!” Saskia berdiri. “Aku akan tanggung jawab dengan teh pilihanku sendiri. Nona Kiara boleh cicipi teh Jembara untuk tahu perbedaannya dengan teh Yorm, tapi cukup dicicipi saja. Nantinya kamu malah terbiasa dengan rasa teh Jembara, tidak bisa kembali minum teh tempat asalmu lagi!”Wajah Kiara seketika memucat. Dia berkata dengan tersenyum, “Bibi memang cermat.”Saskia sedang memberi tahu Kiara bahwa sekarang dia sedang berada di Kota Jembara, bukan di Kota Yorm. Jika dia berani bertentangan dengan Keluarga Gunawan, Saskia bisa mengusirnya kembali ke Kota Yorm!Saskia tersenyum lembut, lalu melangkahkan kakinya perlahan meninggalkan tempat.Kuku yang baru dipoles Kiara tergesek keramik gelas. Suaranya tidak terdengar nyaring, tetapi cukup menusuk telinga. Kiara menunjukkan wajah dinginnya, lalu mendorong gelas teh ter
Juno menggandeng tangan Sonia, lalu mempersilakannya masuk ke mobil. Dari gerakan alami itu, sepertinya hubungan mereka tidak biasa.Gina mengenakan kacamata hitam yang besar menutupi kedua mata yang terbelalak akibat merasa kaget. Dia terus menatap mobil Juno yang berjalan pergi. Dia merasa berseman
“Di Celestial Hotel. Nanti aku beri tahu kamu nomor ruangannya.”“Emm!” Sonia membereskan barangnya. “Sampai jumpa nanti malam!”“Pakai yang cantik!” Tandy berpesan dengan berlagak dewasa.“Aku mengerti!”Sonia melambaikan tangannya, lalu berjalan keluar kamar.Setelah pulang ke Imperial Garden, Sonia me
Malam harinya, saat menjelang pukul 12 malam.Reza membantu Sonia mencuci rambutnya, lalu menggendongnya ke atas ranjang, mulai mengeringkan rambutnya. Setelah itu, dia mengoleskan krim ke tubuh Sonia.Sonia yang berbaring di atas ranjang itu sudah mulai mengantuk. Reza memijat belakang punggung Sonia
Setelah kepergian Kelly, setiap harinya Sonia hanya ke lokasi syuting atau ke studio saja, lalu kembali ke Imperial Garden. Meski hanya bolak-balik beberapa tempat itu saja, Sonia tidak sedikit pun merasa bosan. Setidaknya dia merasa cukup puas dengan kehidupannya saat ini.Hari Natal sudah berlalu.







