ログインHallie berdiri di sana dengan wajah pucat. Cahaya senja memancar ke atas wajahnya, membuat wajahnya kelihatan lebih dingin.Baru saja hari pertama, Theresia pun sudah bersikap seperti ini terhadapnya. Sepertinya Theresia sudah mulai kepikiran untuk mengusirnya! Hallie tidak akan pergi. Dia duluan datang ke sini. Atas dasar apa dia pergi?Hallie terisak-isak. Dia menengadah kepalanya untuk menahan air matanya. Setelah menarik napas dalam-dalam, dia baru membalikkan tubuhnya berjalan kembali.Begitu Hallie masuk rumah, dia mendengar dua orang pelayan sedang mengerumuninya. “Nona, ada sup sarang burung walet berkualitas tinggi dimasak dengan goji berry, apa kamu terbiasa dengan rasa seperti ini? Kalau Nona tidak suka, aku akan ganti dengan rasa lain.”“Nona, biasanya kamu suka makan ikan kukus polos atau yang lain? Kata Pak Aska, dimasak sesuai dengan kesukaanmu saja.”“Nona, biasanya kamu lebih suka rasa yang lebih manis atau yang lebih pedas. Kamu bisa beri tahu kami, kami akan masak se
Morgan mengangguk. “Oke!”Julia melirik Theresia sekilas dan tersenyum padanya. Dia pun duluan meninggalkan tempat.Theresia mengerti bahwa Julia ingin menyuruhnya mengobrol berdua dengan Morgan. Di dalam taman bunga ini, memang hanya tersisa mereka berdua saja.Julia suka dengan bunga lili. Ada banyak bunga lili ditanam di taman bunga Aska. Kebetulan sekarang adalah bulan Mei, cuaca terasa hangat dan bunga-bunga sedang bermekaran. Kelopak bunga berwarna putih itu terlihat lembut dan terasa wangi.Di dalam taman bunga yang hening ini, Morgan menatap Theresia dalam-dalam. Dia mengangkat tangannya untuk menyeka ujung mata Theresia, lalu berkata dengan suara rendah, “Apa kamu menangis?”Theresia menatapnya. “Tadi Bibi Julia cerita banyak kisah masa kecil kepadaku ….”“Ibu!” sela Morgan, lalu berkata padanya dengan tegas, “Mulai sekarang, kamu mesti panggil ‘Ibu’.”Theresia menggigit bibir delimanya. Terlihat rasa tidak leluasa di dalam bola mata menawannya.Morgan berkata, “Memang tidak t
Tentu saja Aska menyadarinya. “Hallie, apa pun ceritanya, ucapanku dulu masih akan berlaku. Kalau kamu tidak ingin mencari orang tua kandungmu, kamu bisa terus tinggal di sini. Kami akan menjadi orang terdekatmu.”Mata Hallie memerah. Dia mengangguk dengan terisak. “Aku nggak merelakanmu!”Aska segera berkata, “Aku mengerti.”Wajah Hallie memucat. Dia menggigit bibir bawahnya. Dia kelihatan sangat malang. “Kakek, aku juga pernah berpikir sebelumnya. Aku bukan anggota keluarganya Kakek. Aku nggak boleh terus tinggal di sini, apalagi sekarang cucu kandungmu sudah ditemukan. Aku pun nggak punya alasan untuk tinggal di sini lagi. Tapi, aku benar-benar nggak ada tujuan. Aku nggak bisa kembali ke rumah orang tua asuhku. Aku nggak punya keluarga dan teman. Aku juga nggak tahu mesti ke mana?”Saat mendengar ucapannya, hati Aska terasa semakin sakit lagi. Dia berjalan maju untuk menepuk-nepuk pundak Hallie berusaha untuk menenangkannya. “Kalau Jeje tidak ditemukan, dia mungkin akan sepertimu, t
Ketika melihat semua ini, hati Theresia tergerak. Sepertinya kali ini dia baru benar-benar merasakan bahwa dirinya adalah Jeje.“Kuda kayu ini dibuat oleh kakekmu sendiri. Di atasnya juga adalah lukisannya.” Julia tersenyum lembut. “Lonceng emas ini juga dia buat untuk kamu dengan menggunakan batang emas. Sewaktu kecil dulu, kamu sangat suka dengan kuda kayu ini.”Theresia mengangguk dengan perlahan. Dia duduk di depan kuda kayu, lalu melihat kuda kayu itu. Dia masih sangat menyukai kuda kayu ini.Julia membuka lemari pakaian. Di dalamnya disusun banyak terusan kecil. “Semuanya pernah kamu pakai dulu.”Ada berbagai jenis terusan. Meskipun sudah 20 tahun berlalu dan kelihatannya agak usang, tetap saja kelihatan sangat cantik. Rasa familier kembali dirasakan.“Selain itu ….” Julia mengeluarkan dua foto album yang sangat besar dari laci paling bawah. Dia duduk di lantai bersama Theresia. “Semua ini adalah foto masa kecilmu.”Sejak Jeje hilang, tidak ada yang berani membuka foto album ini.
Aska meminum teh dengan tenang. “Meskipun aku pernah mengatakannya, sepertinya waktu itu kamu juga tidak setuju. Kamu bilang, anak muda bebas dalam masalah asmara, sebagai senior tidak seharusnya ikut campur, sekarang sudah tidak tren masalah perjodohan lagi! Kenapa? Setelah Jeje ditemukan, kamu tidak mendukung kebebasannya dalam asmara lagi?”Jemmy menatap Morgan. “Kata siapa tidak tren untuk melakukan perjodohan?”Morgan menggeleng dengan tenang. “Aku tidak ingat!”Aska tersenyum sinis. “Kalian berdua tidak perlu bersandiwara. Kamu pernah mengatakannya. Aku ingat dengan jelas!”Jemmy tersenyum, lalu bertanya pada Morgan, “Bagaimana menurutmu?”Morgan terlihat santai. “Kalau begitu, bebas saja, aku juga tidak masalah.”Jemmy langsung tersenyum. Sepertinya Morgan yakin bisa mendapatkan Theresia!Aska malah berkata, “Tidak, tidak boleh. Intinya, jangan menargetkan Jeje-ku. Aku dan Julia tidak mungkin membiarkannya menikah dengan begitu cepat. Setidaknya, dia mesti tinggal beberapa tahun
Julia bertanya pada Morgan, “Apa kamu punya foto masa kecil Theresia dulu?”Morgan melirik Theresia sekilas, lalu berkata dengan mengangguk, “Seharusnya ada. Nanti aku akan suruh orang untuk mencarinya.”“Oke, kamu mesti mencarinya untukku.” Terlihat tatapan penuh penantian di dalam mata Julia.Julia sama sekali tidak tahu apa-apa mengenai Theresia. Dia sudah tidak sabar untuk memahami putrinya.Meja makan itu terbuat dari kayu yang sudah berumur tua. Kebetulan Theresia sedang duduk menghadap jendela. Pohon magnolia di luar jendela sana sudah berbunga. Ketika mendengar ucapan Aska dan Julia, dia tiba-tiba merasakan sesuatu yang pernah dirasakannya dulu.Theresia melihat ke sisi jendela, lalu bertanya, “Dulu ada sebuah rak bunga di sana. Di atasnya dipajang sebuah vas bunga berwarna-warni. Benar, ‘kan?”Aska dan Julia pun terbengong. Aska menatap Theresia dengan kaget. Matanya mulai basah. “Apa kamu masih ingat?”Theresia mengangguk. “Aku merasa seperti pernah melihatnya saja.”Julia me
Keluarga Loren memiliki garis keturunan yang sangat bagus. Rina sendiri sudah memiliki penampilan seperti tuan putri kecil yang anggun dan menawan. Dengan mengenakan gaun seperti itu, dia tampak semakin bersinar saja.Hallie berkata dengan takjub, “Cantik sekali!”Frida menatap Hallie yang polos. Di
Sosok orang bertubuh tinggi berjalan kemari. Serigala menatap kedatangan orang itu dengan tatapan kosong, lalu berkata dengan susah payah, “Morgan!”Morgan berjongkok di hadapan Serigala, lalu berkata dengan suara seraknya, “Mengenai masalah waktu itu, aku tidak mengetahuinya sebelumnya. Orang yang
Tobias mengamati sekeliling Kediaman Keluarga Dikara sekilas dengan riang dan tidak rela. “Sudah bertahun-tahun tinggal di kediaman ini. Aku pun merasa tidak rela!”Sutini berkata dengan nada menghibur, “Semuanya akan membaik setelah ke Kota Kibau!”Tobias mengangguk. Dia menggosok tangannya dengan
Tuhan memang punya mata!Jantung Stella berdetak kencang. Dia menekan bagian dadanya, lalu dengan perlahan berjalan kembali ke kamarnya.Keesokan harinya, pernyataan yang diunggah Keluarga Dikara menjadi berita hangat.Di dalam pernyataan, Hendri dan Reviana mengekspos identitas mereka, lalu membena







