LOGINMeagan segera berkata, “Aku akan tanggung jawab!”“Sepertinya Bu Meagan tidak akan bisa tanggung jawab!” Sikap Levin sangat tegas. “Kami bisa bekerja sama dengan Perusahaan Desain Mirza juga karena Bu Kelly. Sekarang dia sudah tidak berada di sini, sepertinya kerja sama tidak bisa dilanjutkan lagi.”Meagan pun tersenyum. Sikapnya semakin ramah saja. “Aku jamin akan mencari desainer senior yang lebih kompeten dan terkenal daripada Kelly. Mengenai upahnya, kami bisa menurunkan 5% dari harga yang sudah ditetapkan sebelumnya.”Levin tersenyum. “Bu Meagan, hanya barang yang tidak bagus baru bisa dijual dengan harga murah.”Senyuman Meagan langsung terkaku. Dia berusaha untuk mempertahankan sikapnya. “Tuan Levin, setiap desainer dari Perusahaan Desain Mirza mempunyai hasil karya kebanggaan mereka masing-masing. Aku menunjukkan ketulusan hatiku juga karena Kelly mengundurkan diri secara mendadak. Aku mesti bertanggung jawab atas sikap nggak bertanggung jawab dia. Aku bukan lagi mencari desain
Punggung Kiara menjadi dingin. Ujung bibirnya pun berkedut. Saat ini, dia baru berkata dengan suara seraknya, “Aku sudah mengerti maksud Bibi!”“Baguslah kalau kamu mengerti!” Saskia berdiri. “Aku akan tanggung jawab dengan teh pilihanku sendiri. Nona Kiara boleh cicipi teh Jembara untuk tahu perbedaannya dengan teh Yorm, tapi cukup dicicipi saja. Nantinya kamu malah terbiasa dengan rasa teh Jembara, tidak bisa kembali minum teh tempat asalmu lagi!”Wajah Kiara seketika memucat. Dia berkata dengan tersenyum, “Bibi memang cermat.”Saskia sedang memberi tahu Kiara bahwa sekarang dia sedang berada di Kota Jembara, bukan di Kota Yorm. Jika dia berani bertentangan dengan Keluarga Gunawan, Saskia bisa mengusirnya kembali ke Kota Yorm!Saskia tersenyum lembut, lalu melangkahkan kakinya perlahan meninggalkan tempat.Kuku yang baru dipoles Kiara tergesek keramik gelas. Suaranya tidak terdengar nyaring, tetapi cukup menusuk telinga. Kiara menunjukkan wajah dinginnya, lalu mendorong gelas teh ter
Yana tersenyum hingga menunjukkan beberapa gigi putih kecilnya. Dia menatap Kelly dengan penuh penantian. “Ibu, apa kamu bersedia?”Kelly menatap Jason dengan tatapan mendalam. Dia pun mengangguk. “Bersedia. Aku sangat bersedia!”Tatapan Jason terlihat semakin mendalam, tetapi penuh rasa manja. Jason mencondongkan tubuhnya untuk mencium kening Kelly. Dia menurunkan Yana dan kue tar, lalu mengambil cincin tersebut, memasangkannya di tangan Kelly.Jason melihat cincin perlahan masuk ke dalam jari tengah tangan kiri Kelly. Cincin itu terlihat sangat sempurna dengan jari tangan putih kurus Kelly. Hati pria itu juga mulai terasa tenang.“Kelly, kelak kita masih akan melewati jalan yang sangat panjang. Sekarang, aku merasa semakin yakin dan semakin menantikannya!”Kelly menatap cincin di atas tangan. Suasana hatinya terasa bagai mimpi, seperti ketika melihat vila ini. Senyumannya pun berubah menjadi lebih hangat dan manis. “Terima kasih, Tuan Jason!”“Terima kasih juga, Nona Kelly!” Jason ke
Yana memeluk leher Kelly dengan gembira. Suara tawanya terdengar nyaring seperti suara lonceng saja.…Jason sedang mengendarai mobil, sedangkan Kelly dan Yana sedang mengobrol di belakang.Terkadang Jason menoleh untuk menimpali. Yana pun tertawa hingga jatuh ke dalam pelukan Kelly. Suara tawanya menular ke semua orang.Kelly melihat ke luar jendela. Dia menyadari pemandangan di luar sana sangat familier. Dia pun bertanya dengan kaget, “Apa kita pergi cari Sonia?”Ini adalah perjalanan menuju Vila Green Garden.Dulu, Kelly sering pergi bekerja paruh waktu di toko kue di Jalan Yunani. Dia sering bolak-balik berapa kali. Tentu saja dia sangat jelas.Jason pun tersenyum dan tidak berbicara.Kelly anggap Jason mengiakan ucapannya. Dia juga tidak bertanya lagi, melainkan memberi tahu Jason untuk berhenti di depan toko kue sebelumnya. Dia ingin membawakan beberapa kue kesukaan Sonia.Tidak lama kemudian, Jason berhenti di depan toko kue, tetapi dia tidak membiarkan Kelly menuruni mobil. Jas
Keesokan harinya, Jason dan Kelly duluan kembali ke kediaman lama. Ketika melihat Kelly datang bersama, akhirnya Saskia merasa tenang.Yana sedang bermain di taman bunga. Jason pergi mencari Yana, sedangkan Kelly menemani Saskia mengobrol di ruang tamu.Kelly merasa agak bersalah. “Belakangan ini aku terlalu sibuk. Aku pun terus nggak pulang bersama Kak Jason. Jadi bikin kalian cemas saja!”Saskia tersenyum lembut dan penuh toleransi. “Wajar kalau anak muda sibuk. Saat Jason baru mengambil alih bisnis keluarga, dia juga sibuk sampai tidak pulang ke rumah. Jadi, ketika giliran wanita sibuk dengan pekerjaannya, masa dia mesti minta maaf?”Selesai berbicara, Saskia pun berkata lagi dengan tersenyum, “Waktu itu, dia benar-benar sangat sibuk. Kamu jangan berpikir kebanyakan.”Tiba-tiba hati Kelly terasa sangat hangat. Dia mengulurkan tangannya dan berkata, “Apa aku boleh peluk kamu?”Tatapan Saskia semakin lembut lagi. Dia berinisiatif mencondongkan tubuhnya untuk memeluk Kelly sembari mene
Jason mengangguk. “Aku tahu.”Kelly mengangkat kelopak matanya. Wajah putihnya seketika memerah karena dicium beberapa kali. Dia pun tersenyum. “Aku masih mau buka studio.”Jason menatap Kelly tanpa berbicara.Kelly pun tersenyum, kemudian berkata dengan perlahan, “Aku menolak investasi dari Kak Christie. Aku mau buka studio sendiri. Kamu hormati keputusanku, ya, jangan ikut campur dengan masalah pekerjaanku. Aku buka studio juga pakai uangmu. Nanti kamu pasti akan kehilangan banyak uang dari rekeningmu. Kamu jangan kaget, ya.”Terlintas kilauan cahaya di dalam tatapan Jason. Tatapannya kelihatan membara. “Apa gara-gara aku?”Kelly mengangkat alisnya. “Menurutmu?”Jatuh cinta itu mudah. Satu tatapan, satu senyuman, atau satu gerakan kecil saja mungkin sudah cukup membuat seseorang jatuh hati. Namun, beda cerita dengan hidup bersama.Dua orang yang tumbuh dalam lingkungan dan latar belakang berbeda, dengan lingkaran pergaulan yang berbeda pula, harus belajar menyatukan hidup mereka. Mas
Reza menunduk untuk mencium pipi Sonia, lalu berbisik di telinganya, “Aku akan kembalikan perlahan-lahan kepadamu di malam hari!”Daun telinga Sonia seketika memerah. Dia mengangkat sudut matanya. “Sepakat!”Mereka berdua berjalan kembali ke ruangan VIP. Gina berjalan keluar dari sisi samping korido
Jari-jari panjang pria itu tampak bersih dan indah. Ketika di bawah cahaya terang dan gelap yang saling bersilangan, tampak seperti batu giok dingin yang bening dan lembut. Reza memutar-mutar kotak beludru itu beberapa kali, baru membukanya dengan perlahan.Saat tutup kotak terbuka, kilau cahaya ber
Lysa berkata dengan tersenyum lembut, “Apa yang kamu lakukan itu benar. Jangan sampai resepsi pernikahan Reza terganggu, apalagi merusak suasana hati Sonia. Resepsi pernikahan jauh lebih penting!”“Aku juga berpikir seperti itu!” ucap Diana, “Masalah ini terjadi di Kediaman Keluarga Herdian. Kita me
Theja segera menyerahkan jus kepada Morgan. “Paman, ini buat kamu saja. Kamu sudah menggendongku begitu lama tadi. Terima kasih!”Ujung bibir tipis Morgan melengkung sejenak. Dia pun mengembalikan jus kepada Theja. “Aku hanya lagi bercanda.”Morgan berusaha agar ekspresinya terlihat santai, seolah-o







