MasukKelly berjalan dengan semakin cepat, langsung berlari kecil ke sana. Di bawah tatapan kaget Jason, Kelly pun langsung berlari ke dalam pelukannya.Kelly memeluk erat Jason. Tubuhnya sedikit gemetar. Dia berkata dengan nada bicara rendah, “Aku bisa selesaikan sendiri!” Kemudian, Kelly mengangkat kepalanya dengan tersenyum, “Tapi, aku menggunakan namamu untuk menakuti mereka!”Jason menatap senyuman yang bahkan lebih jelek daripada ketika Kelly menangis. Dia pun merasa sakit hati langsung mencondongkan tubuhnya untuk mencium atas kepala Kelly. Suara magnetisnya terdengar begitu menenangkan. “Kamu melakukannya dengan sangat bagus!”Jason mengulurkan salah satu tangannya untuk memeluk Kelly. Dia mengusap wajah Kelly dengan satu tangannya. Suaranya pun terdengar semakin lembut lagi. “Nggak apa-apa. Bukan setiap orang tua akan memberikan kasih sayang yang utuh. Sekarang, kamu punya aku dan Yana, ada juga calon mertua yang sudah lama menantikan kamu resmi menjadi bagian dari keluarga mereka.
Wilona menyadari sepertinya Kelly tidak bermaksud untuk mengubah pemikirannya, dia pun duluan mengalah. “Kelly, Ibu cuma ingin menghadiri acara pertunanganmu saja. Kelak kita baru bahas lagi soal uang seserahan.”Sikap Kelly kelihatan tegas. “Maaf, kartu undangan sudah selesai dibagikan!”Sandora tidak bisa bersabar lagi. “Ternyata Ibu kandung juga butuh kartu undangan untuk menghadiri acara pertunangan putri sendiri. Aku tidak pernah mendengar peraturan seperti ini! Asal kamu tahu, aku tidak setuju dengan pertunangan ini. Jangan harap kamu bisa bertunangan.”Wilona segera membujuk Kelly, “Kelly, kenapa kamu malah memancing emosi Ibu? Kita itu sekeluarga, jangan persoalkan masalah dulu lagi. Kalau sampai Ibu benar-benar nggak setuju, Ibu pasti akan mengacaukan acara pertunanganmu ….”Wilona berbicara sembari memberi isyarat mata kepada Sandora. Dia berkata dengan tersenyum, “Nantinya gimana kamu mengadakan acara pertunanganmu lagi? Semua tamu undangan Keluarga Gunawan adalah tokoh-toko
Sandora langsung tidak bisa berkata-kata sembari menatap Kelly. Sepertinya mereka baru setengah tahun tidak bertemu, perubahan Kelly boleh dikatakan cukup drastis. Sandora bahkan merasa agak asing dengannya.Tatapan Sandora berkilauan. Dia berkata dengan penuh waspada, “Kelly, bukan begitu juga cara hitungnya. Bagaimanapun, perbedaan ekonomi keluarga kita dengan Keluarga Gunawan tergolong jauh. Uang seserahan tidak mesti setara dengan harta bawaan pengantin wanita. Ibu pasti juga akan mengerahkan seluruh kemampuanku untuk membantumu soal mas kawin.”Wilona segera menimpali, “Benar, benar!”“Apa Ibu sudah mempersiapkannya?” Kelly seolah-olah telah mendengar sebuah lelucon saja. “Kenapa mesti Ibu mempersiapkannya untukku? Sebelumnya bukannya kita sudah menandatangani perjanjian pembagian tanggung jawab nafkah orang tua?”“Ibu ditanggung oleh Kak Kenzo, sedangkan Ayah ditanggung olehku. Kalaupun aku menikah, harusnya Ayah yang mengurusku. Kalian juga sudah lihat sendiri, sekarang Ayah cum
“Ayah, serahkan masalah ini kepadaku. Bukannya Ayah mau ikut lomba? Ayah main catur sana!” Kelly memberi isyarat mata kepada perawat. Perawat memahaminya. Tanpa mengindahkan penolakan Iwan, dia mendorong Iwan keluar kamar. “Paman, yang lain sudah mencarimu dari tadi. Kita pergi main catur dulu. Nanti aku akan bawa kamu kembali.”Pintu kamar ditutup. Suasana di dalam kamar kembali hening. Kelly duduk di atas sofa sembari mengambil gelas jus. Sepertinya Kelly sedang haus. Dia pun meneguk setengah gelas jus.Sandora segera mengambil tisu untuk diberikan kepada Kelly. “Minumnya yang pelan. Apa di luar panas sekali?”“Aku pergi ambilkan jus lagi buat Kelly!” Wilona segera mengambil jus lagi.Mereka berdua sedang sibuk melayani Kelly. Kelly duduk di sofa dan tidak bergerak. Dia hanya bertanya dengan suara lembut, “Gimana kabar Kak Kenzo?”Wilona mengeluh, “Kakakmu masih seperti biasanya, selalu lembur setiap hari, tapi juga nggak dapat uang banyak, pokoknya jauh kalau dibandingkan sama kamu!
Setelah mobil Rolls-Royce menjauh, rekan kerja Ella baru berkata dengan kaget, “Mobilnya keren sekali, bahkan ada sopir yang datang khusus untuk mengantar undangan. Astaga, Ella, temanmu menikah sama anak orang kaya, ya!”Ella juga merasa bingung. Dia segera membuka kartu undangan. Isinya memang adalah nama Kelly. Dia mulai sadar, lalu segera menelepon Fiona dengan antusias. “Fiona, aku nggak jadi bantu kamu kasih hadiah uang itu kepada Kelly. Kita pergi bareng saja. Kamu pasti mesti hadir!”…Masih ada sepuluh hari sebelum hari pertunangan. Selain mencoba gaun pengantin, Kelly hanya menjalani uji rias saja. Kelly tidak perlu sibuk dengan yang lain. Jason menyuruhnya untuk bekerja dengan fokus saja.Ada Nick yang akan mengelola perusahaan, apalagi Jason juga mengutus beberapa staf untuk membantunya, perusahaan barunya bahkan lebih teratur daripada perusahaan lain yang sudah beroperasi selama bertahun-tahun.Selagi Kelly merasa santai, dia pun menggunakan waktu luangnya untuk melatih ke
“Bukan!” kata Fiona dengan suara datar, “Kami sudah lama nggak berhubungan!”Joana berkata dengan tersenyum, “Kalau jadi aku, aku juga nggak akan pergi. Padahal sudah bertahun-tahun nggak berhubungan, sekarang malah tiba-tiba mulai dihubungi saat mau tunangan, bukannya semua itu demi hadiah!”Fiona berkata, “Pemikiranmu ini terlalu sempit, deh?”Joana mendengus dingin. “Aku rasa sih seperti itu!”Fiona menggeleng. “Kelly bukan orang seperti itu!”Joana memutar bola matanya, kemudian menghasut, “Gimanapun kita itu teman sekolah, sekarang Kelly akan segera bertunangan, gimana kalau kita pergi meramaikan?”Orang yang lain berkata, “Aku sudah bertahun-tahun nggak berhubungan sama Kelly. Ngapain aku kasih dia hadiah pertunangan?”Joana mencemberutkan bibirnya. Matanya pun berkilauan. “Kita cuma pergi meramaikan saja, untuk beri dia muka, kata siapa mau kasih hadiah? Kita sekalian lihat seorang alumni universitas ternama di dunia dapat suami kaya seperti apa?”Teman-teman yang lain mengerti
Juno melihat Rose sekilas. Dia tidak berbicara sama sekali.Alunan lagu sendu berputar di dalam mobil.[ Cintaku bukanlah cinta biasa. ][ Jika kamu yang memiliki. ][ Dan kamu yang temaniku seumur hidupku. ][ Terimalah pengakuanku! ][ Percayalah kepadaku! ][ Semua ini kulakukan. ][ Karena kamu memang u
Gina berkata dengan terisak-isak, “Aku lagi syuting film Pak Teddy. Kalau aku mundur sekarang, Pak Teddy mesti cari penggantiku dan syuting ulang. Pekerjaan Sonia juga bakal bertambah. Nanti setelah aku selesai syuting, aku akan tinggalkan Jembara. Aku janji selama syuting, aku nggak bakal cari masa
Semua orang sedang mengobrol dengan gembira. Suasana terasa sangat menyenangkan.Terkadang tatapan Sonia dan Reza saling bertemu. Ketika melihat senyuman lebar di wajah sang pria, ujung bibir Sonia spontan melengkung ke atas.Sonia sungguh tidak menyangka anggota Keluarga Herdian akan menerimanya deng
Raut wajah Leon semakin muram lagi. Dia menyeret Herlie keluar restoran.Tasya menatap Leon dengan tatapan kaget. Hatinya sungguh terasa penat. Selama beberapa tahun ini, kebersamaan mereka bagai keluarga saja. Leon bukan tipe pria perhatian, tapi dia selalu menyisakan makanan enak untuk Tasya. Dia t







