Share

Bab 2362

Author: Musim Gugur
Gadis itu mengenakan pakaian bergaya Chanel yang dipadukan dengan kalung rubi. Dia sedang mengamuk pada pacarnya. "Capek banget, tapi malah tidak ada tempat duduk!"

Pria itu mengenakan jaket kulit hitam dan menghiburnya, "Jangan khawatir, Sayang. Meski harus pakai uang, aku pasti akan temukan tempat duduk untukmu!"

Gadis itu melihat ke sekeliling, lalu tiba-tiba mengincar tempat duduk Sonia dan Reza. Dia menunjuk sambil berujar, "Tempat duduk ini bagus! Dekat jendela, juga bisa melihat ke luar."

"Oke, yang penting kamu senang!" Pria itu terkekeh dan berjalan menghampiri Reza. "Sobat, berikanlah tempat duduk ini!"

Dia mengeluarkan ponselnya dan lanjut berkata, "Aku akan transferkan empat juta kepadamu. Kamu dan pacarmu bisa cari tempat duduk lain."

Ini mungkin pertama kalinya Reza bertemu dengan orang yang menawarkan uang untuk menyuruhnya mengalah. Dia melirik pria itu dengan tenang tanpa mengatakan apa-apa.

"Kamu tidak dengar yang kubilang?" ujar pria itu dengan kesal karena Reza men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Siska Desiana Putr
duuh gmn nasib cangkir kopi Sonia?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2363

    Pemilik kafe tersenyum dan menjawab, "Aku bayar uang sewa, jadi itu tidak ada bedanya dengan milikku."Reza bertanya pada Sonia, "Melvin pernah memberimu toko kue. Gimana kalau aku memberimu sebuah kafe?"Si "Jaket Kulit" berdecak dan tertawa mengejek.Sonia menatap Reza dan menjawab, "Tidak perlu. Tempat ini memang milikku, kok."Seusai berbicara, dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang. Panggilan itu dijawab dengan cepat.Sonia bertanya dengan tenang, "Paman Johny, Kakek sudah memberiku perumahan di area Dingga Kota Kuno Reheria, 'kan?"Orang di ujung telepon segera menjawab, "Benar, semua itu milik Nona.""Oke. Di sini, ada kafe bernama Awana. Akhiri kontrak sewa dengan pemiliknya hari ini juga. Beri dia ganti rugi yang sudah ditentukan." Sonia menatap pemilik kafe yang ekspresinya berubah. Suaranya semakin dingin saat melanjutkan, "Usir dia hari ini juga!"Orang di ujung telepon tidak bertanya apa-apa, hanya menjawab dengan hormat, "Baik, aku akan segera melakukannya!"

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2362

    Gadis itu mengenakan pakaian bergaya Chanel yang dipadukan dengan kalung rubi. Dia sedang mengamuk pada pacarnya. "Capek banget, tapi malah tidak ada tempat duduk!"Pria itu mengenakan jaket kulit hitam dan menghiburnya, "Jangan khawatir, Sayang. Meski harus pakai uang, aku pasti akan temukan tempat duduk untukmu!"Gadis itu melihat ke sekeliling, lalu tiba-tiba mengincar tempat duduk Sonia dan Reza. Dia menunjuk sambil berujar, "Tempat duduk ini bagus! Dekat jendela, juga bisa melihat ke luar.""Oke, yang penting kamu senang!" Pria itu terkekeh dan berjalan menghampiri Reza. "Sobat, berikanlah tempat duduk ini!"Dia mengeluarkan ponselnya dan lanjut berkata, "Aku akan transferkan empat juta kepadamu. Kamu dan pacarmu bisa cari tempat duduk lain."Ini mungkin pertama kalinya Reza bertemu dengan orang yang menawarkan uang untuk menyuruhnya mengalah. Dia melirik pria itu dengan tenang tanpa mengatakan apa-apa. "Kamu tidak dengar yang kubilang?" ujar pria itu dengan kesal karena Reza men

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2361

    "Mata kalian sangat mirip," jawab gadis itu sambil tersenyum."Kami bukan ibu dan anak. Kami itu teman," jelas Theresia."Oh, begitu." Gadis itu tersenyum meminta maaf. "Maaf.""Tidak apa-apa," jawab Theresia dengan lembut.Gadis itu berkata, "Oh iya, ada versi lain dari buku yang kamu beli terakhir kali. Aku akan mencarikannya untukmu.""Serius?" Theresia sangat gembira dan mengikuti gadis itu untuk pergi mengambil bukunya.Ketika Theresia kembali, Morgan sedang duduk sambil memandang ke luar jendela. Lengannya ditaruh di atas kursi kayu, jari-jarinya yang panjang dan indah sedikit ditekuk. Wajah sampingnya yang memancarkan aura dingin dan tegas terlihat kurang cocok dengan suasana di toko buku, tetapi tetap memiliki daya pikat tersendiri. Theresia berjalan mendekat dengan membawa secangkir kopi. Dia mendorong kopi itu ke depan Morgan dan berkata sambil tersenyum lembut, "Kalau kamu merasa tempat ini terlalu tenang, ayo kita keluar lagi."Morgan berbalik. "Tidak, di sini sangat nyama

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2360

    Ketika melihat Morgan yang memancarkan aura dingin dan berwibawa, juga tidak terlihat seperti orang biasa, ekspresi pria itu pun menjadi lebih kaku."Ada apa?" tanya Morgan sambil berjalan mendekat.Theresia menceritakan maksud pria itu.Morgan melirik pakaian di tangan pria itu dan menggenggam tangan Theresia. "Maaf, dia tidak punya waktu. Tolong cari orang lain saja!"Pria itu tidak berani berkata apa-apa lagi. Dia mengangguk cepat. "Maaf mengganggu."Seusai berbicara, dia bergegas pergi. Theresia tak kuasa menahan tawa. "Kamu sudah menakuti orang!"Morgan mendongak dan menyentuh topi di kepala Theresia. "Dari mana kamu mendapatkannya?""Aku baru saja membelinya!" Theresia menggoyang-goyangkan rumbai di kedua sisi topi sambil bertanya, "Cakep?"Morgan menatapnya, lalu menggigit bibir dengan pelan, dan menyerahkan kue lobak seafood kepada Theresia. "Makanlah!"Melihat ada lima kotak makanan di dalam plastik, Theresia pun bertanya dengan terkejut, "Banyak banget?"Morgan menjawab, "Mu

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2359

    Semua orang naik ke mobil masing-masing dan melaju menuju festival budaya di kota kuno. Perjalanan dari vila ke festival memakan waktu sekitar satu jam. Saat mereka tiba, hari sudah hampir siang. Berhubung tidak ada yang lapar, mereka memutuskan untuk berkeliling dulu. Kota kuno ini pada dasarnya adalah objek wisata. Dengan adanya festival budaya, orang yang datang berkunjung pun makin banyak sehingga rombongan mereka berpencar.Festival budaya tersebut mengumpulkan berbagai warisan warisan budaya takbenda dari sekitar Atria. Ditambah dengan suasana Hari Raya, acaranya menjadi semakin meriah, seperti sebuah pesta rakyat.Theresia melihat pajangan sulaman dan menoleh ke arah Morgan sambil berkata, "Teman yang kutemui sebelumnya tidak hanya bisa melukis, tapi juga bisa menyulam. Dia memberiku kipas yang dia sulam sendiri. Kipas itu cakep banget!"Morgan menanggapi, "Mungkin itu tradisi keluarga."Theresia menggeleng. "Aku tidak pernah bertanya tentang itu."Saat berkumpul, mereka selalu

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2358

    Bibir Theresia luar biasa lembut dan matanya memikat. Dia terlihat bagaikan peri yang muncul dari balik kabut gunung, lalu memanfaatkan waktu saat Morgan tertidur lelap untuk naik ke ranjangnya.Pria itu meraih dagu Theresia, lalu mengangkat tubuhnya dan membungkuk untuk mencium Theresa.Kemalasan di pagi hari melembutkan ketegasan Morgan. Ciumannya begitu lembut. Dipadukan dengan suasana pagi yang tenang, jantung Theresia pun berdebar tak terkendali.Kabut pagi menelusuri tirai tipis yang tertiup angin, lalu mengguyur masuk bersama cahaya mentari dan berbaur dalam suasana yang sunyi, tetapi menyiratkan keintiman. Ciuman pria itu semakin intens dan membuat hasrat Theresia terlebih dahulu bangkit. Dia naik ke tubuh Morgan dan mendesah dengan manja. Suaranya terdengar sangat merdu.Tekad bajanya akhirnya kalah dari kelembutan jari-jari Theresia. Jakun Morgan menggeliat, sedangkan matanya berangsur-angsur menggelap. Dia mengerahkan tenaga yang kuat, seolah-olah ingin membuat Theresia mer

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status