LOGINMereka berdua mengobrol beberapa saat, lalu masing-masing kembali bekerja. Kelly menerima panggilan dari Edwin untuk menetapkan waktu dan tempat ketemuan. Setelah itu, Kelly membereskan barangnya dan bergegas ke sana. Mereka masih berkunjung ke proyek perumahan milik Kempinski. Proyek tersebut sudah memasuki tahap akhir. Berhubung pembangunan masih berlangsung, area proyek dipenuhi berbagai pekerja dan cukup berantakan. Edwin meminta Kelly untuk tetap berada di sisinya dan jangan berjalan-jalan sembarangan.Edwin pergi menemui seorang penanggung jawab proyek dan meminta gambar konstruksi untuk diberikan kepada Kelly, agar dia dapat melihat sendiri.Cuaca di bulan Juni sangat panas. Matahari terasa sangat terik. Hanya berdiri di bawah sinar matahari selama beberapa saat saja, sudah membuat seseorang seolah-olah merasa tubuhnya akan terpanggang hingga kering saja.Kelly mencari tempat yang teduh untuk duduk, lalu mempelajari tata letak kawasan perumahan dengan serius.Setengah jam kemud
Kelly langsung datang untuk bersandar. Dia menggenggam jari tangan berlekuk itu, lalu mengangkat bola matanya dan berkata, “Tebak apa yang baru aku pikirkan tadi?”Jason mengangkat alisnya. “Apa kamu merasa suamimu ganteng sekali?”Kelly membenamkan wajahnya ke bagian pinggang Jason sembari menahan tawanya. “Tuan Jason, sejak kapan kamu nggak narsis lagi?”Jason membalas dengan tenang, “Aku memang ada persyaratan.”Suara tawa Kelly semakin kuat lagi.Jason mencubit pipi Kelly. “Kamu masih belum kasih tahu aku, apa yang kamu pikirkan?”Kelly memalingkan kepalanya untuk melihat kemari. Sepertinya karena tertawa terlalu kuat, air matanya pun membasahi bagian bulu matanya. Matanya tampak berkilauan. Pipinya juga sedikit merona. “Aku lagi berpikir, aku benar-benar beruntung bisa bertemu dengan Jason.”Tatapan hangat Jason semakin mendalam. Dia membungkuk untuk mencium ujung mata Kelly, lalu beralih mencium pipi lembut sang wanita. “Sayang, kamu masih bisa lebih beruntung lagi, contohnya sur
Laporan ditulis dengan sangat cepat. Kelly menyelesaikannya dalam waktu tak sampai setengah jam. Setelah memeriksa sekali lagi, Kelly pun mengirimkannya ke alamat e-mail Meagan.Kelly meregangkan tubuhnya, kemudian mengirim pesan kepada Jason. [ Kak Jason, aku sudah selesai. Aku tunggu kamu, ya. ]Jason membalas dengan cepat. [ Segera. ]Selagi menunggu Jason, Kelly membuat catatan terpisah mengenai pemikirannya setelah melakukan survei lapangan. Setelah Jason tiba di bawah gedung, dia menghubungi Kelly. Kelly mematikan komputernya, mengambil tas, lalu berlari dengan langkah kecil untuk memasuki lift.Saat memasuki mobil, wajah bulat Kelly kelihatan memerah. Mata besarnya juga semakin hitam dan berkilauan. “Tiga menit. Cukup cepat, ‘kan!”Jason melihat wajah imut Kelly, lalu spontan ingin mengangkat tangannya untuk mencubit Kelly sejenak. “Apa kamu merasa capek? Aku sudah suruh Bi Linda untuk bujukin Yana makan. Sekarang, aku bawa kamu pergi makan enak.”Kelly menggeleng. “Akhir pekan
Pada akhirnya, pria itu berkata, “Semua ini bukan hasil bualanku sendiri. Sepengetahuanku, bos dari Kempinski juga sangat mementingkan soal fengsui. Lebih tepatnya, setiap bos properti pasti akan mementingkannya.”Kelly menunjukkan ekspresi merenung, lalu bertanya dengan tersenyum, “Kamu begitu memahaminya, jangan-jangan dulu kamu juga pernah melakukan desain bangunan?”“Apa kamu menyadarinya?” Pria itu tersenyum lantang. “Aku sudah bekerja selama 20 tahun. Aku sudah mendesain ratusan proyek perumahan, dari yang besar maupun kecil. Tapi lucunya, aku sendiri bahkan tidak mampu membeli satu rumah pun di Kota Jembara.”“Kemudian, aku memutuskan berhenti kerja dan terjun ke dunia bisnis. Sekarang, hanya dengan mengerjakan beberapa proyek saja, aku sudah bisa menghasilkan uang sebanyak yang dulu harus kuperjuangkan selama 10 tahun. Sekarang, aku sudah mampu menyiapkan uang untuk anak laki-lakiku menikah nanti.”Kelly memang belum memiliki banyak pengalaman dalam mendesain proyek perumahan.
Kelly sedang bertelepon. Dia tidak memperhatikan gerak-gerik Laura. Mereka berdua hanya menyapa sesaat, lalu sibuk dengan urusan masing-masing.Laura kembali ke meja kerjanya. Dia berlagak sibuk dengan urusan lain. Beberapa saat kemudian, dia baru melirik sekeliling, lalu membuka kertas gambar yang diberikan Meagan kepadanya.Satu per satu halaman dibuka. Laura diam-diam merasa kaget. Desain Kelly tidak memiliki masalah sama sekali. Padahal dia sudah menyelesaikannya dalam waktu singkat, dia tetap mendesain dengan cermat dan detail, sangatlah sesuai dengan keinginan pihak Kempinski, juga sudah menambahkan ide kreatifnya.Jujur saja, jangankan waktu dua hari, meskipun dua minggu, Laura juga belum pasti bisa menyelesaikan desain seperti ini.Hasil ini sebenarnya sudah bisa diserahkan ke tangan penanggung jawab Kempinski, apalagi hanya draf awal saja. Kenapa Meagan malah memperlakukan Kelly seperti itu?Laura berpikir dengan saksama, akhirnya dia mengerti. Sebelum Meagan bergabung ke peru
Meagan masih saja tersenyum tenang. “Desainer kami memang sangat ketat dalam soal hasil desainnya. Tuan Levin pasti akan puas dengan hasil desain selama sepuluh hari. Seandainya Tuan Levin mencari studio lain, sepertinya waktu yang dibutuhkan akan lebih lama lagi. Aku rasa kamu juga bisa memahaminya.”Levin berpikir sejenak, lalu mengangguk dengan tidak berdaya. “Baiklah. Kalau begitu, sepuluh hari saja. Aku harap aku bisa melihat hasil desain setelah sepuluh hari.”“Pasti!” Meagan mengantar kepergian Levin. Kemudian, dia menyuruh asistennya untuk memanggil Laura ke ruangannya. Dia berbicara dengan raut gembira, “Laura!”Laura segera menyahut, “Bu Meagan!”“Duduklah!” Nada bicara Meagan terdengar lembut. Dia bertanya dengan asal-asalan, “Hari ini, aku sudah mengomeli Kelly di ruang rapat. Bagaimana pendapatmu?”Tatapan Laura berkilauan. Dia berkata dengan terbata-bata, “Kelly … sebenarnya dia sangat berkompeten. Kali ini, batas waktunya memang terlalu singkat.”Meagan menghela napas.
Hari ini Darren sangatlah santai. Dia melihat akun Instagram-nya, lalu menyadari Thalia mengunggah postingan pada jam 12 malam dengan akun rahasianya. Thalia mengunggah foto dirinya menghadiri suatu acara pesta.Latar di belakang foto selfie-nya adalah aula dari sebuah hotel mewah. Kemudian, tampak s
Reza menatap mobil Sonia semakin menjauh, lalu membalikkan kepalanya menatap Thalia. “Ayo, pergi!”Kedua mata Thalia berkilauan. Dia lekas mengikuti langkah si lelaki.…Keesokan harinya, saat Sonia pergi bekerja, Gina masuk ke ruangannya. Dia memegang segelas kopi sembari bersandar di dekat jendela. “
Sonia berdiri, lalu berjalan ke sisi Thalia.Thalia mengedip-ngedipkan matanya, lalu menatap Sonia dengan lemah lembut. “Sonia.”“Plak!”Tamparan yang dilayangkan Sonia sangatlah kuat hingga Thalia langsung terjatuh. Tampak bekas darah di ujung bibir Thalia. Kepalanya kliyengan dan dia pun terbengong.S
Sonia menjawab, “Dalam dua hari ini!”Air mata membuat pandangan Ranty menjadi kabur. “Apa Yandi tahu?”“Nggak tahu. Aku juga nggak berencana buat beri tahu dia!”Ranty semakin panik. “Kenapa? Kalau dia tahu, dia pasti akan pergi bersamamu. Masalah ini adalah masalah kalian berdua!”“Masalah ini masalah







