MasukWajah Ennie seketika berubah merah. “Apa kamu sengaja lagi menghinaku?”Tidak terlihat senyuman di wajah Melvin. Raut wajahnya kelihatan sangat datar. Dia menyalakan sebatang rokok. “Bawa cermin pemberianku dan pergi dari sini!”Orang yang berani bersikap arogan terhadap Sonia pasti tidak memiliki cermin di rumah!Ennie yang malu itu juga mulai marah. “Ternyata kamu sengaja!” Dia sedang memikirkan kembali ucapan Melvin tadi. Otaknya berputar dengan cepat. Dia berkata dengan syok, “Jangan-jangan, kamu juga suka sama Reza?”Itulah sebabnya Melvin membawa Ennie keluar dari acara. Dia takut Ennie akan mendekati Reza!“Heh!” Melvin hampir saja tersedak ketika mendengar ucapan itu. Dia menatap wanita dengan dingin. “Aku ulangi sekali lagi. Pergi dari sini!”Tatapan apa itu!Ennie masih tidak bersedia menuruni mobil. Melvin langsung membuka pintu mobil, mengangkat kakinya untuk menendang Ennie keluar mobil.Pria di luar sana takut terjadi sesuatu dengan Ennie. Dia pun mengulurkan tangannya la
Sonia bersandar di atas pundak lebar dan kokoh Reza. Dia terlihat begitu lembut dan lugu. Jari tangannya bergerak ke bawah pundak, kemudian ditahan oleh pria itu. Reza langsung memeluk Sonia ke dalam pelukannya.Pada saat yang sama, ciuman basah telah diberikan.…Setelah Ennie kembali ke taman bunga, dia mencari tahu dari orang yang dikenalnya. Siapa pria yang berdiri di samping Jason tadi? Pria bertubuh tinggi dan berwajah tampan itu.Ada yang menebak, “Yang memiliki hubungan bagus dengan Tuan Jason ada Tuan Reza, Tuan Johan juga. Siapa yang kamu maksud?”Firasat Ennie mengatakan, “Tuan Reza? Presdir Herdian Group?”“Iya, Reza!”Tatapan Ennie semakin gembira saja. “Apa dia sudah menikah?”Orang itu berkata dengan antusias, “Iya, resepsi pernikahan diadakan dengan sangat meriah, bahkan ada siaran langsung waktu itu.”Ennie teringat dengan wanita yang ditemuinya di koridor tadi. Dia berkata dengan nada menyindir, “Apa istrinya yang galak itu? Kenapa cowok seperti ini mau mencari wanita
Saat Ennie sedang diam-diam merasa senang, lalu kembali melangkah maju, dia pun kedengaran suara dingin dan ketus dari dalam sana.“Keluar!”Ennie terkejut hingga pakaian di tangannya hampir saja terjatuh. Dia berdiri di tempat. Setelah merasa canggung, dia pun merasa marah. Dia segera meletakkan pakaian di atas sofa, lalu meninggalkan ruangan.Beberapa saat kemudian, Reza berjalan keluar dari dalam kamar. Kancing kemeja di tubuhnya telah dilepaskan beberapa butir, memamerkan otot kokoh di dalamnya. Reza yang sekarang terlihat seksi dan penuh pesona.Reza berjalan ke depan sofa untuk mengambil kemeja. Pria itu mencium kemeja itu sejenak, lalu membuangnya ke lantai dengan ekspresi jijik. Reza mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Sonia, “Sayang, kamu lagi di mana?”Sonia membalas dengan tersenyum, “Lagi di taman bunga. Apa kamu nggak bisa menemukanku?”Saat berbicara, Sonia sepertinya juga sedang mencari Reza dan dia tidak bisa menemukan pria itu. Sonia pun berbisik, “Kamu ke mana?”
Kelly melihat ke sisi Kenneth yang sedang mengobrol dengan wanita lain di kejauhan. Dia masih merasa tidak mengerti. “Aku kira kamu akan datang bersama Kak Kenneth.”Christie juga melihat bayangan tubuh Kenneth. Senyumannya menjadi datar. “Dia lagi beri tahu aku, meskipun dia nggak berhasil mengejarmu, dia juga nggak akan jadian sama aku.”Kelly sungguh kehabisan kata-kata. “Mungkin suatu hari nanti Kak Kenneth akan menyadari kebaikan Kak Christie.”Christie menggeleng dengan tersenyum. Jelas-jelas dia sangat mencintai Kenneth, tetapi dia malah menunjukkan seolah-olah sudah melepaskannya. “Tergantung takdir saja.”Pada akhirnya, Christie berkata dengan tulus, “Kelly, aku doakan semoga kamu bisa bahagia. Kamu pantas untuk menerimanya!”Kelly tersenyum lembut. “Terima kasih. Aku doakan juga kamu bisa segera menemukan kebahagiaanmu!”Christie mengulurkan lengannya untuk berpelukan ringan dengan Kelly.…Yana mengambil sebuah balon, kemudian berlari ke hadapan Reza. “Paman Reza, aku merind
“Lebih baik kamu bersamaku saja. Hati Kak Matias-ku nggak begitu sempit!” Baru saja Ranty menyelesaikan omongannya, ponselnya pun berdering. Dia mengangkat panggilan dan mengangkatnya. Nada bicaranya seketika menjadi manis. “Kak Matias!”Matias berkata, “Perutku tidak nyaman.”Ranty segera bertanya, “Ada apa?”Kening Matias berkerut. “Sepertinya karena ada cuka di bubur tadi pagi!”Baru saja Ranty mengatakan dia tidak merasakan ada cuka tadi, matanya seketika berputar dan dia pun segera mengerti. Dia sungguh kehabisan kata-kata. “Menurutku bukan perutmu yang bermasalah, tapi hatimu yang terlalu sempit sementara nafsumu terlalu besar, makanya sampai kekenyangan!”Selesai berbicara, Ranty langsung mengakhiri panggilan.Melvin yang berdiri di samping melipat kedua lengan di depan dadanya, menatap Ranty dengan santai.Ranty tidak merasa canggung lantaran dengan sikap percaya dirinya tadi. Dia malah menghela napasnya. “Sepertinya dia belajar yang buruk-buruk dari Reza!”Melvin sungguh meras
Kelly tersenyum bersalah. “Kita sudah bertahun-tahun nggak pernah berhubungan. Aku takut akan mengganggumu.”“Siapa juga yang takut diganggu sama kamu?” Fiona berjalan maju untuk memeluk Kelly. “Kelak jangan menghindari kami lagi!”Kelly sungguh merasa sangat gembira dengan kedatangan Ella dan Fiona. Pada saat ini, dia tiba-tiba percaya bahwa terkadang ada hubungan yang bisa bertahan lama!…Di dalam aula, Kelly masih belum menampakkan diri. Para tamu juga merasa sangat penasaran, bagaimana wujud wanita yang bisa dinikahi anggota Keluarga Gunawan?Para wanita mengenakan pakaian elegan berkumpul untuk mengobrol bersama.“Dengar-dengar Tuan Jason sudah mengejar wanita ini selama bertahun-tahun. Setelah itu, wanita itu masuk Universitas Kowloon. Tuan Jason bahkan mengejar sampai ke Negara Madani.”“Aku juga sudah mendengarnya, sepertinya mereka berdua sudah mendaftarkan pernikahan mereka di Kowloon, bahkan sudah punya seorang anak perempuan.”“Makanya begitu mereka pulang kemari, Keluarga
Sonia baru saja kembali ke Imperial Garden, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia mendorong Reza, lalu berjalan ke sisi ruang tamu untuk mengangkat panggilan. “Kak Juno!”Juno berkata, “Sonia, apa kamu sudah tidur? Rose sakit. Dia lagi demam. Kamu pergi lihatin dia sana.”“Apa Rose sakit lagi?” Tatapan
Raut wajah Molly berubah pucat. “Apa dia suka sama kamu? Dia cuma suka sama uangmu. Kamu lagi hidupi dia, jangan kira aku nggak tahu!”Theresia tersenyum. “Kamu merasa kamu sangat mencintai Morgan, tapi kamu malah nggak memahaminya sama sekali!”Molly menjerit dengan tidak terima, “Memangnya kamu me
Hallie menggeleng. “Ketika aku melihat Kakek Aska, aku merasa sangat akrab sama dia. Aku punya firasat. Kakek Aska itu kakek luarku!”Aska menatap Hallie dengan ramah. “Anak baik. Selama beberapa tahun ini, kamu pasti sudah hidup menderita di luar sana. Setelah ibumu kembali, dia pasti akan merasa sa
Juno mengambil sendok sup, lalu mengambilkan sup untuknya. Dia berkata dengan suara datar, “Aku berharap kamu bisa mengikuti kata hatimu. Kalau kamu suka, kalian bisa bersama. Kalau kamu tidak suka, kalian pisah saja. Jangan selalu memaksakan hatimu dan juga menyiksa diri sendiri!”Juno mengangkat k







