Compartir

Bab 7 Layani aku, Rima

Autor: Jackie Boyz
last update Fecha de publicación: 2026-09-01 17:46:45

Pada suatu malam, Rima sedang beristirahat di dalam kamarnya. Dia tidak pergi bekerja karena sakit.

Arman baru saja pulang dari kantor. Pria itu masuk ke dalam rumah.

“Bu, aku pulang.”

Sopia sepertinya sengaja menunggu di ruang tamu, dia membukakan pintu untuk Arman.

“Ayo masuk! Cepat, di luar dingin.”

Dari dalam kamar, Rima bisa mendengar suaranya. Rima pikir Arman tidak pulang sendiri, ada seseorang ikut serta bersamanya.

Rima bangun dan duduk di ranjangnya.

Tidak lama setelah itu terdengar
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Jatuh Ke Pelukan Orang Lain   Bab 14 Gosip asmara

    ***Setelah pesta usai.Niko dalam kondisi mabuk berat. Seorang rekan kerjanya membantunya menuju ke mobil. Ketika ditanya di mana dia tinggal dia malah menunjukkan alamat rumah Rima bukan apartemennya.“Antarkan saja ke alamat ini.”Mobil tersebut menuju ke rumah Rima dan berhenti di depan halaman rumahnya.“Mas Niko yakin tinggal di sini?”“Ya, aku tinggal di sini.”“Bukannya Mas Niko tinggal di apartemen?” tanyanya sambil menyerahkan kunci mobil milik Niko.“Aku? Di apartemen? Aku sudah pindah. Sudah, kamu pergi saja!” ujarnya sambil berjalan sempoyongan menuju ke rumah.“Kalau begitu aku pergi dulu, Mas!” pamitnya.Niko mengetuk pintu sambil menempelkan keningnya di daun pintu.Di dalam rumah, dari dalam kamar Rima mendengar suara ketukan dari luar rumah.“Siapa yang datang malam-malam begini?”Rima turun dari tempat tidur lalu pergi ke ruangan utama dan melihat siapa yang datang. Saat membukakan pintu dia mendapati Niko berdiri dengan terhuyung-huyung lalu jatuh memeluk Rima.“Ni

  • Jatuh Ke Pelukan Orang Lain   Bab 13 Pesta perayaan

    Rima menoleh ke arah makanan instan di meja. Dia berjalan ke sana lalu duduk dan menikmatinya. “Seharusnya aku menawarinya makan, dia pasti sudah lama menunggu di depan kantor sampai mengikutiku pulang ke sini.”***Pada keesokan paginya, Rima sudah bersiap berangkat ke kantor.Dia melihat beberapa bungkus makanan di dalam kantong plastik di atas meja beranda depan. Di luar kantong ditulis. ‘Simpan di dalam kulkas. Jika ingin makan tinggal dipanaskan sebentar.’ Tidak ada nama orang yang mengirimkan makanan itu, tapi dari tulisannya dia tahu Niko yang mengirimkannya. Rima mengambilnya dari meja dan saat membungkuk dia mencium aroma yang tertinggal di beranda depan rumahnya. Dia masih di sini?Rima menatap ke sekeliling, tidak ada siapa pun di sana. Kemudian Rima masuk ke dalam rumah dan menyimpannya di dalam kulkas. Dia berdiri sebentar di sana, memikirkannya. Setelah sekian lama, dia masih saja merasa asing, canggung.***Pada malam hari, setelah acara syuting selesai. Semua orang

  • Jatuh Ke Pelukan Orang Lain   Bab 12 Bagaimana jika hanya berteman?

    Niko ingin membiarkan masalah itu berlalu begitu saja. Namun, semakin keras dia berusaha untuk melupakannya pikirannya semakin kalut. Hatinya terasa semakin sakit. Dia tidak pernah bisa melupakannya sedikit pun. Kenangan yang terjalin terasa membekas seolah-olah telah merobek isi dalam kepalanya, membuat ruang sendiri. Mengabadikan kenangan antara dirinya dengan Rima. Perasaannya terlanjur terlalu dalam. Semakin berusaha rasanya semakin gila. Waktu terus berjalan, sejak pertemuannya di depan kafe waktu ini sampai sekarang sudah berlalu satu bulan lamanya. Ketika memiliki sedikit waktu, Niko selalu melarikan mobilnya ke tempat itu. Hanya duduk diam di dalam mobilnya. Dia ingin menunggunya, dia ingin melihatnya. Walau hanya sekilas, walau hanya beberapa detik saja. Mungkin dengan begini dia bisa meredakan rasa rindunya pada Rima.Pada sore hari ketika break syuting, Niko sengaja memesan beberapa camilan dan dia kirimkan ke kantor Rima. Niko juga mengirimkan satu buket bunga melalui s

  • Jatuh Ke Pelukan Orang Lain   Bab 11 Bukan anakmu

    Pada jam istirahat, Rima keluar dari dalam kantor.Dia pergi ke kafe terdekat untuk membeli kopi.Niko dengan topi dan maskernya menatapnya dari kejauhan. Sosok Rima duduk di kursi sambil menikmati segelas kopi latte. Perutnya terlihat sedikit lebih besar dari biasanya. Niko tidak menyapanya karena khawatir Rima akan kabur lagi, dia hanya mengawasinya dari kejauhan.Tidak lama setelah Rima duduk, Alan datang. Pria itu menarik kursi di seberang meja dan duduk tepat di depannya. Mereka mengobrol dan dari ekspresi keduanya Rima terlihat akrab dengan lawan bicaranya.Telapak tangan Niko mengepal erat. Dia tertawa tanpa suara. “Siapa itu? Pacar barunya? Bukankah dia pramugara yang bekerja di pesawat? Apa dia juga ikut bekerja di kantor? Aku baru dengar dia bercerai tapi sudah memiliki pacar baru!”Niko tidak tahan untuk tinggal di dalam mobilnya jadi dia segera turun dan berjalan mendekat.“Bagus sekali, apa kamu meninggalkanku karena punya pacar baru?!” tegurnya.Rima sedang meminum kop

  • Jatuh Ke Pelukan Orang Lain   Bab 10 Resmi bercerai

    “Seharusnya aku tahu kamu berbohong. Tidak mungkin kamu memanggil wartawan ke sini.” Rima tiba-tiba mengaduh karena perutnya terasa sakit. “Akh!”“Ada apa? Apa ada yang sakit?” Niko mulai panik.“Perutku, jangan mendorong atau menjatuhkan tubuhku lagi.” Rima beringsut bangun. “Sebenarnya aku sedikit kurang sehat, kamu pulanglah. Aku ingin istirahat.”Niko menarik napas panjang. Dia tahu mungkin itu hanya alasan Rima saja agar dia segera meninggalkannya.“Aku ingin tetap di sini, lokasi syuting sangat jauh, Rima. Pagi-pagi nanti baru aku akan pergi. Aku syuting di luar kota, aku tidak bisa kembali sekarang. Aku lelah.”Rima menatapnya sejenak. “Kalau begitu kamu tidurlah di sini, aku akan pindah ke kamar lain.” Rima berniat berdiri tapi Niko langsung menggapai pinggangnya sehingga Rima jatuh di atas pangkuannya. Niko menahannya untuk tetap tinggal. “Niko, ini tidak benar. Kita tidak boleh terus bertemu seperti ini.”“Aku tahu,” bisik Niko di telinganya.Niko menciumi tengkuknya dan s

  • Jatuh Ke Pelukan Orang Lain   Bab 9 Ingin mengerjaimu

    Setelah mendapatkan kunci, Rima masuk ke dalam kamar. Dia meletakkan kopernya lalu duduk di tepi ranjang. Dia menghela napas panjang. Rima masih tidak percaya dia akan menghadapi situasi seperti ini setelah lima tahun pernikahannya dengan Arman. “Aku pikir, aku nggak akan pernah bercerai. Aku pikir, aku masih bisa mempertahankan hubungan kami. Tapi kenapa... pada akhirnya tetap harus bercerai. Apakah aku yang harus disalahkan atas semua ini, apakah aku penyebabnya sampai Mas Arman selingkuh sama Helen?”Dia menaruh tas serta ponselnya di samping lalu melemparkan punggungnya ke atas kasur dengan kaki masih tergantung di tepi ranjang.Tidak lama kemudian, Rima mendengar suara ketukan dari luar pintu. Dia terhenyak dari bangun posisinya.“Siapa?”Tidak ada jawaban, Rima berjalan dengan hati-hati menuju ke pintu. Dia mencoba mengintip tapi tidak ada siapa-siapa di luar pintu kamarnya. Rima berniat kembali ke ranjang tapi ketukan pintu kembali terdengar.“Siapa? Jangan main-main.”“Laya

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status