Share

Keinginan Lucien

Penulis: Caramelly
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-31 22:45:09

Lizbeth melotot, merasakan napas hangat Lucien menyapu telinganya.

Namun, pria itu tidak melanjutkan ucapannya, tidak juga melakukan apa pun.

Baru setelah beberapa saat, Lucien berujar, “Nanti, Kilian akan memberitahumu. Kamu… sama sekali tidak boleh menolak.”

Hening sejenak.

“Baik Pak,” jawab Lizbeth kemudian.

Lucien mengangkat tangan, memberi isyarat agar Lizbeth segera keluar dari ruang kerjanya. Tanpa membalas sepatah kata pun, Lizbeth membungkuk lalu berbalik dan pergi. Ia buru-buru masuk ke dalam lift sebelum Lucien menganggunya lebih jauh.

Namun, rupanya kali ini bukan Lucien yang mengganggunya.

Beberapa pegawai masuk ke dalam lift dan menatap Lizbeth dengan pandangan sinis sesaat sebelum kemudian berbisik antar mereka sendiri.

“Kudengar akhir-akhir ini, ada perempuan tidak tahu malu yang naik ke lantai CEO.”

“Iya. Dia pasti sedang menggoda CEO kita. Sungguh tidak tahu malu.”

“Dari kantor cabang, kudengar memang itu caranya. Kalau tidak, bagaimana bisa wanita jelek seperti d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Rna 1122
aaaaaaa suka sekali sama lucien kalo gini ... Hayolohh para durjana kaget gakkkkkk !!!!
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Jatuh ke Pelukan Panas Tuan CEO   Keturunan Mafia

    Sore itu, Kilian mengikuti Lizbeth ke ruangan kaca. Kilian merasakan ada kemarahan di wajah Lizbeth, dia tahu Lizbeth akan mengomelinya.“Nyonya.” Suaranya terdengar parau, seolah ingin menjelaskan sesuatu.Namun, Lizbeth menghentikan langkahnya tiba-tiba. Ia berbalik cepat, membuat Kilian hampir menabrak tubuhnya. Mata Lizbeth tajam, bibirnya bergetar menahan emosi.“Kau pikir aku tidak marah?” suaranya bergetar, namun penuh tekanan. “Kau pikir aku tidak melihat bagaimana Lucas berdiri di hadapanmu tadi, dengan wajah penuh sindiran? Kau kira aku tidak merasakan sesuatu yang janggal darinya? Aku tahu, Kilian!”Kilian terdiam, tetapi terkejut. Ia menatap Lizbeth dengan mata penuh keyakinan. “Kalau kau tahu, kenapa kau masih diam? Kenapa kau malah menegurku di depan semua orang? Aku hanya ingin membongkar siapa Lucas sebenarnya!”“Justru karena itu aku marah padamu!” Lizbeth mendekat, jarak mereka kini hanya satu langkah. Suaranya mendadak rendah, tapi matanya tetap tajam. “Kau tidak me

  • Jatuh ke Pelukan Panas Tuan CEO   Kau Sudah Gila?

    Lizbeth terduduk di tepi ranjang, jantungnya masih berdegup kencang. Ucapannya barusan kepada Lucas masih terngiang di telinganya sendiri. Ia tahu, setiap kata yang ia lontarkan hanyalah tameng, sebuah kebohongan untuk melindungi dirinya dan juga Lucien. Namun, semakin ia berpura-pura, semakin hatinya sakit. Dia tidak bisa ke gabah, karena saat ini Kingsley ada di tangan Lucas. Dia bisa saja membuang Lizbeth, seperti dia membuang Lucien. Sebelum menemukan semua bukti yang tidak bisa terbantahkan, Lizbeth harus tetap tenang agar Lucas tidak curiga. Karena ia tahu Lucas sama seperti Lucien, tidak bodoh.“Kabar kedatanganku sangat cepat terdengar ke telinganya. Aku yakin di rumah ini masih ada mata-mata.”Tangannya perlahan mengusap perutnya. Ia menutup mata, mencoba menenangkan diri, tapi bayangan Lucas, serta tatapan Lucas yang kadang terasa dingin, menusuk, penuh rahasia, tidak bisa Lizbeth abaikan begitu saja.Malam itu, tanpa Lizbeth sadari, di balik dinding, sepasang mata

  • Jatuh ke Pelukan Panas Tuan CEO   Tidak Bisa Melepaskan Lucien

    Lizbeth berhenti melangkah. Matanya menatap Kilian tajam, seakan bersiap jika harus menerima kabar buruk lagi. “Apa itu?”Kilian menarik napas panjang. “Lucas, dia juga berada di New York. Dia datang ke sini, melihat Pak Lucien, belum lama ini.”Deg! Hati Lizbeth langsung mencelos. Ia baru tahu kalau Lukas berada di sini, hal itu mengejutkan Lizbeth. Membuat Lizbeth semakin yakin, kalau Lucas adalah anak kesayangan Alessandro. Bahkan kepergiannya sama sekali tidak diketahui oleh Lizbeth, dan sama sekali tidak memberitahunya.Lizbeth menahan napas. Ekspresinya datar, meski dalam hati penuh gejolak. “Aku mengerti.”Kilian tampak ragu. “Nyonya, apakah Anda tidak—”“Tidak perlu membicarakannya sekarang,” potong Lizbeth cepat, suaranya tegas. “Kita pulang. Aku ingin kembali ke rumah.”Kilian menunduk. “Baik, Nyonya.”Meskipun sebenarnya banyak hal yang ingin kalian katakan kepada Lizbeth tentang Lucas, ia berpikir Lizbeth pasti akan menuduhnya lagi. Demi menjaga perasaan Lizbeth, Kilian

  • Jatuh ke Pelukan Panas Tuan CEO   Bertemu Lucien

    “Justru aku yang seharusnya berterima kasih.” Victoria terkejut. “Karena Mom sudah melahirkan Lucien kedunia ini.” Lizbeth tersenyum, yang diikuti oleh senyuman Victoria.“Hari ini aku akan menjenguk Lucien,” sambung Lizbeth.Ada keterkejutan di wajah Victoria. Bahkan Victoria dan Cameron hingga hari ini belum berani melihat Lucien, dan semua itu diurus oleh pengacara. Victoria tidak tega melihat Lucien yang seperti itu.“Kau memiliki keberanian ibumu, Lilibeth.”Lizbeth tersenyum, setelah itu dia berdiri. Lalu pergi dari kamar Victoria.Sekitar jam 11 siang, Lizbeth akhirnya memutuskan untuk menemui suaminya. Namun, orang yag pertama menemui Lucien adalah Kilian.Petugas membuka pintu ruangan khusus yang dipinta oleh Lizbeth untuk berbicara dengan mereka. Di dalam, Lucien duduk di bangku besi. Wajahnya lebam, bibir pecah, ada luka memar yang sudah mengering di pelipis. Namun, matanya tetap tajam.“Kilian?” suara Lucien serak, nyaris berbisik. Ada keterkejutan sekaligus secercah keleg

  • Jatuh ke Pelukan Panas Tuan CEO   Menghapus Fitnah Keji

    Esok harinya, saat sarapan bersama dengan Caspian dan Samantha. Lizbeth akhirnya mengutarakan keinginannya untuk pergi ke New York.“Tidak boleh. Kondisi saat ini belum stabil. Kamu juga tidak boleh menemui Lucien dulu.”Lizbeth mengerutkan keningnya.“Aku bukan anak kecil yang bisa diatur semaumu Dad. Yang berada di sana adalah suamiku. Aku akan tetap pergi meskipun kau tidak mengizinkannya.”Caspian menatap tajam Lizbeth, dia tahu ucapannya tidak akan menghentikan Lizbeth.“Aku akan menemaninya,” kata Samantha.“Aku bisa sendiri,” kata Lizbeth.Samantha menatap Lizbeth. “Untuk saat ini kamu tidak bisa bepergian sendirian. Biarkan Nenek menemanimu. Dengan begitu ayahmu bisa tenang.”Lizbeth menurunkan pandangannya. “Sore ini, tidak ada kata besok.”Lizbeth berdiri. Dia meninggalkan meja makan, saat hendak masuk ke dalam lift. Ia merasakan perutnya sakit.“Aaargh!” desisnya.Lizbeth kembali ke kamar, dia mulai menyiapkan pakaiannya. Apa yang terjadi saat ini tidak bisa menekan keingin

  • Jatuh ke Pelukan Panas Tuan CEO   Anak Angkat Alessandro

    Lucas berhenti tepat di ambang pintu. Punggungnya menegang, detak jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. Sebutan itu terdengar jelas di telinga Lucas.“Kakak,” gumam Lucas.Dengan perlahan, ia menoleh. Sorot matanya tajam, berusaha membaca ekspresi Lucien yang penuh luka dan amarah. Namun, Lucien masih bisa tersenyum sinis. “Apa maksudmu?” suara Lucas terdengar berat, hampir tercekat.Lucien tertawa lirih, suaranya serak. “Kakak, seharusnya sejak dulu aku memanggilmu dengan sebutan itu.” Lucien menghela napas. “Jika kau sangat ingin Kingsley, kenapa harus melakukan cara sekotor ini? Kau bisa memintanya padaku. Dengan senang hati aku bisa memberikannya padamu.”Lucas mengepal tangannya. Matanya menajam, sorot matanya merah. Seolah dirinya hanya menerima barang bekas milik Lucien. Lucas menekan amarah dan menyipitkan mata, menahan diri untuk tetap tenang. “Kau berhalusinasi, Lucien. Aku tidak mengerti apa yang kau katakan.”Namun Lucien justru menggeleng pelan, bibirnya meleng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status