Satu hari sebelum pernikahan, Lizbeth menemukan calon suaminya berhubungan badan dengan kakaknya sendiri karena Lizbeth tidak menarik dan terkesan cupu, berbeda dengan kakaknya. Malam itu juga, Lizbeth bertekad membuktikan bahwa ucapan itu salah dengan tidur bersama pria asing yang baru saja ditemuinya. Ia tidak tahu bahwa pria tersebut adalah pria paling berkuasa yang tidak akan melepaskannya! Follow IG Otor :Caramelly_lp
View MoreLucas berhenti tepat di ambang pintu. Punggungnya menegang, detak jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. Sebutan itu terdengar jelas di telinga Lucas.“Kakak,” gumam Lucas.Dengan perlahan, ia menoleh. Sorot matanya tajam, berusaha membaca ekspresi Lucien yang penuh luka dan amarah. Namun, Lucien masih bisa tersenyum sinis. “Apa maksudmu?” suara Lucas terdengar berat, hampir tercekat.Lucien tertawa lirih, suaranya serak. “Kakak, seharusnya sejak dulu aku memanggilmu dengan sebutan itu.” Lucien menghela napas. “Jika kau sangat ingin Kingsley, kenapa harus melakukan cara sekotor ini? Kau bisa memintanya padaku. Dengan senang hati aku bisa memberikannya padamu.”Lucas mengepal tangannya. Matanya menajam, sorot matanya merah. Seolah dirinya hanya menerima barang bekas milik Lucien. Lucas menekan amarah dan menyipitkan mata, menahan diri untuk tetap tenang. “Kau berhalusinasi, Lucien. Aku tidak mengerti apa yang kau katakan.”Namun Lucien justru menggeleng pelan, bibirnya meleng
Mario terdiam, menatap Lucien yang mulai terguncang. Wajah pria itu pucat, napasnya berat, seolah tubuhnya menahan sesuatu yang tidak bisa ia lepaskan.Mario mengernyit. “Lucien, jangan bicara seperti itu. Kita cari jalan keluar—”“Tidak ada!” bentak Lucien, suaranya menggema di ruang konsultasi hukum. “Aku sudah tahu permainan ini. Mereka tidak hanya ingin menjatuhkanku, mereka ingin aku mati perlahan. Dan ketika itu terjadi, Lizbeth tidak boleh ikut hancur bersamaku.” Lucien menghela napas. “Aku yang salah, aku yang masuk ke dalam rencana mereka. Alessandro masih memiliki pengaruh, dia bekerja sama dengan kepolisian. Aku sangat yakin.”Mario tercekat. “Lizbeth, tidak akan menerima wasiat terakhirmu. Kurasa kamu jelas tahu seperti apa sifat istrimu.”Lucien menatap Mario, matanya merah berair. “Jika aku tidak bisa keluar dari sini, kau harus mengatur perceraian kami. Lizbeth harus bebas dari semua ini. Dia harus tetap hidup sebagai penerus Kingsley, bukan sebagai istri seorang penjah
Alessandro tertawa di seberang sana. Lucas mematikan panggilan telepon.Di kamar, Lizbeth menggenggam perutnya dengan lemah, tetapi tidak ada lagi air mata yang menetes. Ia tahu saat ini bukan lagi untuknya menangis.“Alessandro, kau harus membayar mahal semuanya.”Lizbeth masih terbaring di ranjang, wajahnya pucat, tubuhnya lemah.Beberapa hari ini, bayangan Lucien di dalam penjara terus menghantui pikirannya.Samantha masuk pelan, membawa sup hangat. “Sayang, kau harus makan. Kalau terus begini, kau bisa jatuh sakit parah.”Lizbeth menggeleng pelan. “Aku tidak lapar.”“Lilibeth, sampai kapan kamu akan seperti ini? Kamu tidak bisa mogok makan semaumu. Jika kamu masih keras kepala, bagaimana dengan anakmu. Dia butuh nutrisi dan gizi.” Samantha duduk di tepi ranjang,ia meraih tangan Lizbeth. “Kalau kau sakit, bagaimana bisa menyelamatkan Lucien.Kamu butuh kekuatan dan juga energi, bukan?.”Lizbeth menoleh, matanya berbinar. Namun, dia tidak membiarkannya menetes.“Nenek benar, aku haru
Joseph berbisik cukup lama kepada Caspian.Tangan Caspian gemetar saat memegang gelas kopi. Lalu, Joseph kembali berdiri.Lizbeth memperhatikan perubahan wajah ayahnya. “Dad?” tanyanya sekali lagi.Samantha ikut gelisah. “Caspian? Katakan sesuatu, kau membuat kami khawatir.”Caspian tidak memalingkan pandangannya dari Lizbeth. Ia mera kelu, dan suaranya terasa tercekat. “Lilibeth, jangan kaget, jangan panik.” Caspian menatap lekat putrinya. “ Apa pun yang aku katakan nanti, kendalikan dirimu.”Jantung Lizbeth langsung berdegup kencang, ia menebak kalau ini adalah kabar buruk.“Dad, langsung saja. Katakan.”Caspian menatap putrinya dalam-dalam. “Elmer, dia sudah ditemukan. Tapi, dia— dia tidak bernyawa!”DEG!!!!Lizbeth terbelalak, tubuhnya langsung kaku. Sendok di tangannya terjatuh, membentur piring dengan suara nyaring.“Apa…?” suaranya tercekat, hampir tidak keluar.Joseph menundukkan kepala. “Polisi menemukannya di sebuah hutan tua milik keluarga Kingsley. Pohon-pohon di sana dita
Lucas terdiam cukup lama. Sorot matanya dingin, tapi dia tidak bisa sepenuhnya menyembunyikannya dari Rosalia. Rosalia tersenyum miring, seolah-olah ia baru saja menemukan sebuah celah.“Aku hanya ingin memastikan dugaanku benar,” ucap Rosalia, suaranya merendah, namun tajam. “Kau menyimpan kebencian untuk seluruh Kingsley, tapi saat menyebut nama Lizbeth—ada yang berbeda di matamu. Kau bahkan berani melawan dirimu sendiri. Bahkan sangat terkendali.Lucas menyilangkan kedua tangannya. Ia menarik bibirnya, tersenyum miring. Tangannya mengetuk meja.“Hati-hati dengan ucapanmu, Rosalia. Kau hanya perlu tahu— jangan pernah mencoba menyentuhnya.”Rosalia terkekeh, menyilangkan kaki. “Kau melindunginya? Padahal dia pewaris Caspian. Pewaris yang merebut segalanya darimu. Lucien yang kau benci, tetap ada di sisinya. Dan Lizbeth, anak itu, garis darah utama Kingsley. Apa kau tidak muak? Atau kau justru terikat padanya karena satu hal?” Rosalia menatap Lucas dalam-dalam mencoba menebak isi hati
Pagi itu, Lizbeth berjalan mondar-mandir di ruang tamu dengan wajah kusut. Ia menggerutu tanpa henti. Bahkan Samantha dan Caspian tidak pernah melihat Lizbeth semarah itu.“Kenapa semua orang aneh selalu muncul di saat-saat seperti ini? Seolah-olah mereka menunggu aku terpuruk dulu, lalu mereka datang untuk menambah masalah!”Samantha berusaha menenangkannya. “Lizbeth, duduk dulu. Kau sedang hamil, jangan terlalu banyak emosi.”“Aku muak, Nenek! Semuanya menyebalkan. Rosalia datang entah dari mana. Alessandro masih bergerak di luar sana, dan media terus menyerang Lucien! Mereka semua hanya ingin menghancurkan kami!” Lizbeth membentak, napasnya naik turun.Caspian yang mendengar hanya menghela napas berat. Ia tahu kesabaran putrinya saat ini sedang dirobek-robek bagaikan tisu yang tipis. Dan bisa terbakar dengan begitu mudah.“Lilibeth, sekarang kamu tenangkan dirimu. Lalu sarapan dulu, oke. Menggerutu tidak akan menyelesaikan masalah.”Lizbeth menarik napas dan perlahan menghembuskan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Comments