LOGINDunia Pil terletak di wilayah inti di galaksi ini. Di luar Dunia Pil terdapat galaksi lainnya. Untuk masuk ke Dunia Pil, seseorang harus pergi ke galaksi lain terlebih dahulu dan masuk ke planet utama di dalam galaksi tersebut. Kemudian, baru pergi ke Dunia Pil dengan menggunakan lorong bintang.Piring terbang yang membawa Chandra dan Ayu terus melanjutkan perjalanan. Tak butuh waktu lama, piring terbang itu telah tiba di galaksi tempat Dunia Yuanlinga berada, di angkasa luar Dunia Yuanlinga.Di depan terdapat sebuah stasiun luar angkasa. Di luar stasiun luar angkasa itu ada sekelompok prajurit sedang berjaga. Mereka mengenakan baju zirah. Tangan mereka memegang pedang panjang. Semuanya memancarkan aura menakutkan. Bahkan yang terlemah di antara mereka setidaknya ada di tingkat Dewara.Setelah melihat begitu banyak prajurit kuat tingkat Dewara, Chandra menyadari kekuatannya sendiri jauh dari kata cukup. Sungguh, tanpa mencapai tingkat Dewara, orang itu hanyalah seekor semut di sini.Pi
Tepat saat ini, tiba-tiba muncul sebuah sosok. Ayu langsung tersadar. Dia pun segera berdiri. Wajah cantiknya seketika dipenuhi kegembiraan.“Tuan sudah keluar dari pengasingan?” tanya Ayu.“Hmm,” gumam Chanra sambil mengangguk pelan.Ayu menatap Chandra dengan lekat. Chandra telah mengasingkan diri selama hampir dua ratus tahun. Ayu menyadari kalau Chandra telah berubah lagi. Saat Chandra keluar dari pengasingan terakhir kali, Ayu merasakan seluruh tubuh Chandra memancarkan kekuatan jahat.Namun kali ini berbeda. Berhadapan dengan Chandra membuatnya merasa seperti sedang berhadapan dengan sebilah pedang suci yang tajam. Seolah-olah pedang ini bisa merobek tubuhnya kapan saja.Chandra mengendalikan auranya. Perasaan yang dirasakan Ayu tadi semakin memudar, hingga dia benar-benar kehilangan semua perasaan terhadap energi pedang yang menakutkan itu. Ayu tersenyum, lalu bertanya, “Kali ini Tuan belajar ilmu apa lagi?”Chandra tertawa pelan tanpa berkata apa-apa. Dia pun langsung mengganti
Menciptakan seni pedang sendiri dan memahami niat pedang sendiri adalah hal yang sangat sulit. Hanya seorang prajurit kuat pedang sejati yang dapat mencapai tingkatan itu.Sekarang tugas Chandra bukanlah menciptakan, melainkan belajar. Dia fokus dalam berlatih seni pedang. Energi pedang di dalam tubuhnya menjadi sepenuhnya aktif. Energi pedang itu keluar dari pori-porinya dan berkumpul di kulit seluruh tubuhnya.Energi pedang tidak berbentuk, tapi memiliki wujud. Saat Chandra memahami niat pedang dan teknik pedang, energi pedang dan Citra Dharmanya meningkat tanpa dia sadari.Dalam sekejap mata, Chandra telah berada di dalam Formasi Waktu selama lima ratus tahun. Lima ratus tahun telah berlalu. Tingkat kekuatannya telah meningkat dari tingkat dua puluh awal Alam Ajaib ke tingkat dua puluh puncak. Kecepatan peningkatan kekuatan ini benar-benar menakutkan.Citra Dharma energi pedang Chandra juga jauh lebih kuat dari sebelumnya. Untuk sementara, dia meninggalkan pemahamannya tentang seni
Istana Abadi sendiri merupakan sebuah formasi pengumpul roh, yang mampu terus menyerap dan menyimpan energi dari dunia luar. Berlatih di dalam Istana Abadi jauh lebih efisien daripada di luar. Sejumlah besar Energi Spiritual Langit dan Bumi masuk ke dalam tubuh melalui setiap pori. Kemudian, energi tersebut dimurnikan oleh Formasi Pengubah Lima Elemen dan diubah menjadi energi yang paling murni. Kekuatan Chandra juga perlahan-lahan meningkat.Berkultivasi merupakan sebuah proses yang membosankan dan melelahkan. Selama waktu itu, Chandra harus membagi perhatiannya. Dia berlatih sambil memikirkan aksara hitam misterius di dalam tubuhnya. Aksara-aksara itu terbentuk ketika dia menekan kekuatan kutukan yang diserap Segel Kerajaan.Dalam sekejap mata, sepuluh tahun telah berlalu dalam Formasi Waktu. Selama sepuluh tahun ini, kekuatan Chandra telah meningkat. Dia juga telah mempelajari aksara hitam. Namun, setelah bertahun-tahun lamanya, dia masih tidak dapat memahami arti aksara-aksara ters
Kaisar Ceptra memberikan daftar bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membangkitkan tubuh fisiknya kepada Chandra. Semua bahan yang tertera sangatlah langkah. Kemunculan dari setiap bahan itu akan memunculkan persaingan dari para prajurit kuat. Chandra sadar, kalau dirinya akan kesulitan untuk mendapatkan semua bahan itu dengan kekuatannya saat ini. Dia pun menyimpan daftar itu dengan hati-hati. Kaisar Ceptra memperhatikan raut wajah Chandra yang serius lalu dia tersenyum seraya berkata, “Aku sudah bilang, kalau kamu tidak perlu terburu-buru. Kamu memiliki waktu sekitar seratus ribu tahun untuk mengumpulkannya.” “Tapi ....”Raut wajah Kaisar Ceptra seketika berubah serius lalu kembali berkata, “Aku telah menghabiskan banyak kekuatan dalam pertempuran sebelumnya. Sekarang, aku harus fokus ke pemulihanku. Aku tidak akan bisa menolongmu jika aku kembali mengalami bahaya. Di Dunia Tawang ini, kamu harus selalu berhati-hati dengan apa yang kamu lakukan.”“Aku mengerti, terima kasih atas peri
“Baiklah,” ujar Nova tanpa ragu. Kemudian dia mengingatkan Chandra dengan berkata, “Pavilion Pil adalah kekuatan paling kuat di Dunia Tawang. Bahkan penggabungan ratusan Sekte Bela Diri Sejati saja tetap tidak akan mampu melawan satu Pavilion Pil. Jadi, berhati-hatilah.”Chandra mengangguk lalu berkata, “Baiklah, aku akan lebih berhati-hati.”Kemudian Chandra kembali berdiri dan menatap Dewi seraya berkata, “Katakan pada Burando, kalau aku ada urusan penting dan harus segera pergi sekarang juga.”Raut wajah Dewi terlihat enggan lalu dia berkata, “Papa, apa Papa harus benar-benar pergi sekarang?”Chandra membelai lembut rambut putrinya lalu berkata, “Kita masih punya banyak waktu di masa depan. Kita akan menghabiskan waktu bersama setelah masalah-masalah sulit ini berhasil terselesaikan.”“Oh,” ujar Dewi. Dia sadar kalau Chandra memiliki banyak masalah yang jauh lebih penting yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, Dewi sama sekali tidak berusaha mencegah kepergian Chandra.
Chandra mencoba mengalihkan perhatian Titan. "Kamu tahu, Rahasia 14 Pedang milikku bisa membunuh seorang ahli Tangga Langit Sembilan. Tapi orang-orang Klan Darah berhasil menahan serangan itu. Ini menunjukkan betapa mengerikannya kekuatan mereka. Bukan hanya kita berdua, bahkan seluruh pesilat Somer
Cahaya pedang yang menyilaukan memancar dari Pedang Api, membawa kekuatan yang luar biasa, menyerang Chandra dengan dahsyat. Namun, Chandra hanya tersenyum tipis. Dengan gerakan anggun, dia mengangkat Pedang Naga Pertama untuk menahan serangan tersebut.Saat berhasil menahan serangan, Zeno dengan kec
Di sebuah pulau terpencil di mana Lethran berada. Chandra membutuhkan waktu beberapa hari untuk memulihkan seluruh energi sejati yang dihabiskannya untuk menggunakan Rahasia 14 Pedang. Proses pemulihan ini membuatnya cukup tertekan karena dia tidak bisa melakukannya hanya dalam sekejap mata. Proses
Chandra terus menatap Nova yang saat ini tampak sangat polos dan suci. Bahkan dia terlihat sangat manis ketika membuka mulutnya. “Aku tidak mau mengenalmu!” tolak Nova. Nova kembali mengerutkan mulutnya lalu bertanya, “Apa kamu benar-benar mengenalku?”“Ya, aku sangat mengenalmu,” jawab Chandra cepat







