Share

Bab 1442

Author: Angin
Chandra berpikir sejenak dan berkata, “Iya, aku usahakan untuk mencari Ruby. Siapa tahu dari dia bisa ketemu ayah tirinya dan kerja sama dengannya.”

“Secepatnya,” ujar Sandra. Kamar Dagang Timur Besar sudah proses

Sekarang dia hanya berharap Chandra bisa bergerak cepat karena Kamar Dagang Timur Besar mulai menjadi satu kesatuan yang kuat. Jika telah bersatu, maka mereka akan semakin sulit dijatuhkan.

“Aku masih ada urusan dan harus pamit dulu.”

Sandra mengambil tas yang ada di atas meja. Dia dat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jenderal Naga   Bab 2921

    “Meningkat sembilan kali lipat?” ujar Danya terkejut. “Ya.”Chandra mengangguk seraya kembali bertanya, “Jadi, berapa harganya?”Danya kembali berpikir. Pil peningkat kekuatan dan pil penerobosan adalah dua jenis pil yang sangat sulit dimurnikan. Pil ini adalah pil tingkat satu Dewara. Selain itu, di dalamnya terkandung prasasti alkimia yang luar biasa hebat. Khasiat pil ini terjamin kemanjurannya karena ada prasasti alkimia. Pil ini bagaikan pil penyelamat hidup. Biasanya, para prajurit rela membayar tinggi untuk mendapatkan pil ini. Danya berkata sambil menatap Chandra setelah berpikir sejenak, “Kalau memang ini adalah pil tingkat satu Dewara, biasanya harganya adalah tiga miliar batu roh. Namun, pilmu ini mengandung prasasti alkimia di dalamnya, jadi harganya juga akan berlipat ganda. Sayangnya, Pavilion Pil adalah sebuah bisnis, jadi kami tidak bisa memberikan harga terlalu tinggi.”Dia kembali berkata setelah melihat ekspresi tenang Chandra, “Pavilion Pil bisa menjualnya dengan

  • Jenderal Naga   Bab 2920

    Ruang kantor Danya sangatlah luas dengan perabotan yang bergaya retro. Danya duduk terlebih dahulu lalu menunjuk sebuah kursi yang mengisyaratkan agar Chandra duduk. Perempuan itu terus memperhatikan Chandra setelah Chandra duduk. Ada banyak Kaisar Agung di Dunia Tawang, tapi senjata tingkat Kaisar sangatlah sedikit. Dia merenung dan mencoba untuk mencari tahu, senjata tingkat Kaisar yang mana yang berbentuk pedang panjang seperti itu. Namun, dia tidak mendapatkan jawabannya, sekalipun sudah merenung cukup lama. Hal yang diketahuinya saat ini adalah siapa pun yang bisa memiliki senjata tingkat Kaisar pastinya bukanlah sosok sembarangan.“Siapa namamu? Kamu tampak asing,” ujar Danya sambil mengembangkan senyuman indah yang memperlihatkan lesung pipi di wajahnya. Dia mengenakan gaun dan duduk dengan menyilangkan kakinya. Hal ini menyebabkan gaunnya tersingkap sampai pahanya dan menunjukkan kakinya yang jenjang dan putih. “Namaku Chandra. Aku hanyalah orang biasa, jadi wajar saja kalau

  • Jenderal Naga   Bab 2919

    “Tekanan kekuatannya sungguh menakutkan.”“Aku merasa seperti sedang menghadapi prajurit tingkat atas ketika melihat senjata itu.”“Terlalu menakutkan.”*** Para Peramu Pil yang berbaris di belakang, mulai melangkah mundur. Di sisi lain, Chandra masih menggenggam Pedang Suci Zuwei sambil menatap para penjaga di sekitarnya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Jeno. Dia mendengus dingin lalu berkata, “Aku datang ke sini karena ketenaran Pavilion Pil. Aku pasti tidak akan mungkin menginjakkan kaki ke sini kalau saja aku tahu hal seperti ini akan terjadi.”“Siapa yang membuat keributan?”Sebuah suara tiba-tiba saja terdengar. “Nona,” ujar Jeno dengan penuh hormat tanpa kesombongan sama sekali ketika melihat sosok yang datang. Chandra menoleh dan melihat sosok perempuan muda berusia sekitar dua puluh tahunan sedang berjalan mendekat ke arahnya. Perempuan itu mengenakan gaun warna-warni dengan tubuh ramping dan wajah yang cantik. Dia juga tampak mengenakan lencana berkilau di dadanya.

  • Jenderal Naga   Bab 2918

    Di depan Chandra, ratusan Peramu Pil sedang mengantre untuk penilaian pil mereka. Para peramu pil ini adalah prajurit independen yang menjual pil buatan mereka ke Pavilion Pil karena sangat menguntungkan. Pavilion Pil selalu membeli pil-pil mereka dengan harga yang lebih tinggi daripada tempat lain. Proses penilaian pil di sini terbilang cukup lambat. Karena Chandra belum juga mendapat gilirannya setelah menunggu hampir sepanjang hari. “Hari ini sampai di sini saja. Silakan datang lebih awal esok hari.”Namun, seorang Peramu Pil muda tiba-tiba saja melangkah ke depan ketika hampir tiba giliran Chandra. Pemuda itu menyampaikan pesan agar para Peramu Pil yang tersisa untuk datang esok hari. Kemudian pemuda itu berbalik untuk pergi. Chandra seketika merasa cukup kesal. Bagaimanapun juga, dia sudah menunggu sepanjang hari. Jadi, bagaimana mungkin penilaian pil untuk hari ini berakhir sekarang?“Berhenti!” seru Chandra cepat. Si Peramu Pil langsung berbalik lalu mencibir dan menghampiri

  • Jenderal Naga   Bab 2917

    Pavilion Pil adalah kekuatan terkuat di Dunia Tawang. Semua pil yang dijual di sana terjamin kualitasnya, dengan jaminan uang kembali jika tidak puas bahkan setelah tujuh ribu tahun. Banyak makhluk dari berbagai jenis datang ke Pavilion Pil untuk beli pil.Toko ini memiliki puluhan lantai. Setiap lantai sangat besar dengan luas sekitar 30.000 meter persegi. Chandra memasuki lantai pertama dan mendapati banyak etalase transparan. Di depan setiap etalase berdiri seorang perempuan cantik.Para perempuan itu mengenakan gaun putih yang dibordir dengan tulisan pil. Mereka juga mengenakan lencana di dada mereka.“Mereka semua adalah peramu pil bersertifikat dari Pavilion Pil. Siapa pun yang dapat menjual barang di toko Pavilion Pil adalah seorang peramu pil. Jual barang di sini adalah simbol status. Jangan lihat mereka jual barang. Begitu keluar dari tempat ini, status mereka sangat tinggi.”Ayu memandang dengan iri. Peramu pil adalah profesi berstatus tinggi. Itu adalah sesuatu yang dia cita

  • Jenderal Naga   Bab 2916

    Chandra belum pernah melihat seperti apa rupa Batu Dewara. Namun, dia bisa menebak kalau batu itu adalah mata uang yang hanya digunakan oleh prajurit kuat tingkat Dewara. Sebuah piring terbang tingkat Dewara seharga 800 miliar Batu Dewara. Itu benar-benar harga yang sangat tinggi. Chandra tidak mungkin bisa mengumpulkan 800 miliar Batu Dewara dalam waktu singkat.“Bagaimana, Pak? Kalau Bapak suka, saya bisa mengajukan diskon untuk Bapak.” Si pramuniaga menatap Chandra dengan penuh harap. Dia sangat berharap penjualan kali ini berhasil, karena dia akan mendapatkan komisi yang sangat besar.“Aku lihat-lihat dulu.”Chandra tidak langsung membeli. Dia menarik Ayu pergi. Si pramuniaga mengejar sambil berteriak, “Pak, toko kita satu-satunya yang jual piring terbang di Kota Tianja. Bagaimana kalau Bapak tinggalkan informasi kontak Bapak ….”Chandra mengabaikan perempuan itu. Karena sekarang dia tidak punya uang. Dia tidak mampu membeli apa pun. Setelah meninggalkan toko itu, Ayu menatap Chand

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status