Share

Bab 2349

Penulis: Angin
Sasa yang sudah berada di puncak kekuatannya juga merasakan cahaya langit. Ini adalah masa bersinarnya semua ras, kecuali manusia. Karena ini adalah akhir dari umat manusia. Apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh manusia di zaman kuno sampai membuat langit memperlakukan manusia seperti ini?

Chandra langsung mengerutkan keningnya setelah mendengar perkataan Sasa. Dia menatap Prasasti Langit yang ada di kejauhan. Cahaya keemasan menyebarkan cahayanya hingga menyelimuti bumi dan seluruh 3000 duni
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Siti Hawa Hawa
tambahkan lagi babnya,nak baca pn badmood
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Jenderal Naga   Bab 3036

    Wuraz mengulurkan kedua tangannya yang gemetaran untuk mengambil pil dari Chandra. Demi rahasia keluarganya, dia telah melakukan perjalanan ke Gunung Seratus Gua berkali-kali. Akan tetapi, setiap kali pergi ke sana, dia akan pulang membawa luka. Kali ini, lukanya bahkan lebih parah. Sekalipun dia seorang prajurit kuat Alam Kekaisaran, dai juga tidak dapat menyembuhkan luka di dalam tubuhnya.Pada saat genting seperti ini, Chandra tiba-tiba muncul. Awalnya, Wuraz tidak ingin mengungkapkan rahasia itu. Namun setelah ditimbang-timbang, akhirnya dia memutuskan untuk mengungkapkannya. Setelah menerima pil dari Chandra, Wuraz tidak langsung minum pil itu.Chandra menatap Wuraz dan bertanya, “Bisa bicara sekarang?”Wuraz melirik Ayu yang berdiri di belakang Chandra. Chandra pun berkata, “Orang sendiri, nggak apa-apa. Katakan saja.”Wuraz duduk di samping, tenggelam dalam pikirannya sejenak. Sesaat kemudian, pria itu baru berkata, “Gunung Seratus Gua terletak di sebuah planet terpencil di deka

  • Jenderal Naga   Bab 3035

    Banyu meninggalkan aula utama. Merzia menatap Wuraz dengan ekspresi bingung dan bertanya, “Ketua, Gunung Seratus Gua itu tempat apa?”Wuraz menarik napas dalam-dalam, “Gunung Seratus Gua menyimpan rahasia besar. Rahasia yang telah dijaga Keluarga Jagat selama berabad-abad.”“Jadi, Gunung Seratus Gua itu benar-benar ada?” tanya Merzia dengan terkejut.Namun, Wuraz tidak mengatakan apa pun lagi. Dia berdiri dan meninggalkan aula utama. Gurza bergegas mengikutinya. Keduanya berjalan berdampingan.“Apakah Ketua benar-benar akan mengungkapkan rahasia Gunung Seratus Gua?” tanya Gurza.Wuraz berpikir sejenak, lalu menjawab, “Keluarga Jagat sudah jaga rahasia ini selama berabad-abad. Selama berabad-abad itu pula, Keluarga Jagat sudah menghasilkan prajurit kuat Alam Kekaisaran tingkat lima ke atas. Tapi sampai leluhur kita mati pun belum ada yang mampu menembus formasi Gunung Seratus Gua. Kalau Chandra benar-benar sekuat itu, mungkin dia punya cara untuk menembus formasi itu.”“Selain itu, hany

  • Jenderal Naga   Bab 3034

    Wuraz menanyakan tentang Chandra. Dia merasa sangat penasaran. Sebenarnya orang seperti apakah Chandra sampai bisa membuat Banyu begitu menghormatinya.Merzia sangat tidak senang dengan keputusan Wuraz. Namun, dia tidak langsung pergi. Begitu mendengar Wuraz bertanya tentang Chandra, dia pun menjadi tertarik dan ikut mendengarkan.Begitu Wuraz bertanya tentang Chandra, raut wajah Banyu seketika menunjukkan rasa hormat. “Kamu nggak tahu betapa menakutkannya Senior Chandra,” ujar Banyu. Kemudian, dia tenggelam dalam kenangan.“Beberapa waktu lalu, aku pergi ke Dunia Roh Sejati dan terjebak dalam sebuah konspirasi yang buat aku tanpa sengaja masuk ke sebuah dunia terkutuk. Kamu tahu apa itu kutukan? Itu adalah kekuatan kutukan. Legenda mengatakan kalau itu adalah kekuatan yang ditinggalkan oleh leluhur agung di Zaman Antigo. Dunia itu dipenuhi dengan kekuatan kutukan.”“Di dunia itu, ada prajurit kuat yang mengendalikan banyak sekali monster dan makhluk ganas. Yang paling lemah di antara

  • Jenderal Naga   Bab 3033

    Setelah Banyu pergi, Ayu yang berdiri di belakang Chandra bertanya, “Tuan mau pergi ke Gunung Seratus Gua untuk cari benda suci. Sebenarnya untuk apa sih benda suci itu?”“Nanti kamu juga akan tahu.”Chandra tidak banyak bicara. Dia bersandar di kursinya sambil memejamkan mata, mulai memikirkan langkah berikutnya. Ayu berdiri di belakangnya sambil memijat bahunya. Pada saat ini, Chandra pergi lagi ke aula utama Sekte Jagat.Wuraz sedang membicarakan sesuatu dengan Gurza. Begitu melihat Banyu datang, dia langsung berhenti bicara. Banyu berjalan mendekat sambil tersenyum, dia bahkan sempat melirik Merzia. Merzia memiliki paras dan bentuk tubuh yang sempurna. Dia benar-benar seorang perempuan cantik yang tiada duanya.Namun, tatapan Banyu justru membuat Merzia merasa jijik. Dia pun berkata dengan sinis, “Apa kamu lihat-lihat?”“Oh.” Banyu baru tersadar. Dia menatap orang yang duduk di kursi pemimpin, lalu mengepalkan tangannya dan memberi hormat. “Ketua, aku datang ke sini untuk melamar.”

  • Jenderal Naga   Bab 3032

    Wuraz tidak tahu bagaimana Chandra bisa tahu tentang Gunung Seratus Gua. Dia juga tidak tahu mengapa Chandra tahu kalau dia tahu tentang Gunung Seratus Gua itu. Namun, rahasia Gunung Seratus Gua terlalu besar. Dia tidak boleh mengungkapkannya kepada siapa pun.Sementara itu, Banyu sudah kehabisan akal. Dia bahkan sudah mengeluarkan Token Aliansi Bela Diri, tapi tetap saja tidak berguna. Token itu tidak membuat Wuraz bergeming. Token Aliansi Bela Diri adalah pemberian kakek Banyu. Sang kakek khawatir akan keselamatan Banyu saat mengembara di luar. Oleh karena itu, sang kakek memberikan token itu kepada Banyu.Banyu menatap Chandra. Chandra sedang duduk di kursi samping, sambil diam termenung. Sejujurnya, Banyu takut Chandra kehilangan kesabaran dan berakhir menggila. Dia telah menyaksikan sendiri seperti apa kekuatan Chandra. Jika Chandra menggila, Sekte Jagat benar-benar akan hancur. Banyu masih ingin menikahi Merzia. Dia tidak ingin Sekt Jagat hancur.Akan tetapi, Chandra hanya berpik

  • Jenderal Naga   Bab 3031

    Raut wajah Wuraz tampak serba salah. “Aku benar-benar nggak tahu,” ujarnya.Chandra mengluarkan pil yang diberikan Kaisar Ceptra kepadanya. Kemudian, dia menyerahkan pil itu sambil berkata, “Aku tahu kamu terluka di Gunung Seratus Gua dan lukanya cukup parah. Kalau nggak segera diobati, kamu mungkin akan mati. Ini pil penyembuh yang bisa sembuhkan lukamu.”Wuraz yang penasaran mengambil botol yang disodorkan Chandra. Dia membuka tutup botol pil dan melihat sebutir pil berwarna emas di dalamnya. Pil itu seukuran buah lengkeng dan terdapat aksara misterius di permukaannya. Uniknya, aksara itu tampak seperti bisa bergerak.Banyu adalah seorang peramu tingkat dewara. Sekali lihat, dia pun langsung mengenali dan tahu harga pil itu.“Pil tingkat Kekaisaran,” seru Banyu sambil tersentak.Seorang senior memang benar-benar senior. Begitu kasih obat langsung kasih pil tingkat Kekaisaran. Wuraz sendiri juga telah merasakan kekuatan ajaib pil di tangannya. Dia pun percaya kalau pil itu pasti bisa

  • Jenderal Naga   Bab 154

    Di dalam mobil Audi.Dylan menyetir sambil menyombongkan diri, sedangkan Helen duduk di kursi penumpang dan mendengarkannya. Dylan menyombongkan betapa berkuasanya Keluarga Samantha di kota ini.Selain itu, Dylan juga menceritakan betapa besar perusahaan yang dimiliki serta pendapatan bulanan yang dih

  • Jenderal Naga   Bab 140

    Mana mungkin Nova berani menyuruh Toni berlutut di hadapannya. Bagaimanapun, Toni adalah kakeknya.Kemudian, Nova bergegas memapah Leon dan Linda sambil berkata, "Kak Leon, bangun. Linda, kamu juga bangun."Setelah disuruh Nova, Leon dan Linda baru berani bangkit berdiri. Sayangnya, hanya kedua orang

  • Jenderal Naga   Bab 148

    Akhirnya Arya menghela napas lega. Sebelumnya dia sudah sempat menyelidiki latar belakang Chandra. Temperamen Chandra memang buruk, tapi dia tidak akan melukai orang yang tidak bersalah. Dia hanya melukai orang yang memang pantas untuk mati.Jika hanya mati puluhan orang saja, sepertinya hal ini juga

  • Jenderal Naga   Bab 77

    Di dalam ruang kerja Raden, lelaki itu sudah menarik Nova keluar dari dalam toilet dan membanting tubuh perempuan itu ke atas sofa. Saat ini, pakaian Nova sudah terlihat compang-camping dengan kesadaran yang sudah setipis kertas.Wajah Raden terlihat bagaikan kucing yang tengah melihat tikus sambil b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status